Rabu, 09 September 2026

Materi Ajar PKN Rabu, 9 September 2026

 

IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd
  2. Mapel : Pendidikan Pancasila
  3. Hari/Tanggal : Rabu, 9 September 2026
  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)
  5. Materi : Meneladani Perilaku Pancasila
  6. Pertemuan ke : 14

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pancasila

Peserta didik mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkannya di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh; serta menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  1. memahami sikap dan nilai-nilai keteladanan para perumus Pancasila;
  2. mengidentifikasi sikap para perumus Pancasila yang dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari;
  3. menjelaskan hubungan sikap para perumus Pancasila dengan nilai-nilai Pancasila;
  4. memberikan contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat;
  5. menunjukkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari;
  6. menerapkan sikap para perumus Pancasila dalam kehidupan di lingkungan masyarakat.

TP Mindful, Meaningful dan Joyful

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

  1. Peserta didik mampu memahami sikap para perumus Pancasila dengan penuh perhatian dan menyadari pentingnya sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Peserta didik menyadari bahwa para perumus Pancasila memiliki sikap rela berkorban, mengutamakan persatuan, menghargai pendapat, bekerja sama, dan mengutamakan kepentingan bangsa.
  3. Peserta didik mampu merefleksikan perilaku diri sendiri dan menentukan sikap yang perlu diterapkan agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

  1. Peserta didik mampu menghubungkan sikap para perumus Pancasila dengan kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  2. Peserta didik memahami bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipelajari, tetapi harus diterapkan melalui perilaku nyata.
  3. Peserta didik mampu memberikan contoh penerapan sikap persatuan, gotong royong, musyawarah, menghargai perbedaan, dan rela berkorban dalam kehidupan masyarakat.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

  1. Peserta didik mampu memahami keteladanan para perumus Pancasila melalui kegiatan yang menyenangkan seperti mengamati gambar atau cerita, bermain peran, diskusi kelompok, permainan kartu perilaku, dan menyelesaikan studi kasus.
  2. Peserta didik menunjukkan sikap aktif, percaya diri, bekerja sama, saling menghargai, dan bertanggung jawab selama kegiatan pembelajaran.
  3. Peserta didik mampu menyampaikan pendapat dan pengalaman tentang perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dengan suasana pembelajaran yang menyenangkan.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

  1. Peserta didik memahami sikap dan nilai keteladanan para perumus Pancasila.
  2. Peserta didik mengidentifikasi sikap para perumus Pancasila yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Peserta didik menghubungkan sikap para perumus Pancasila dengan nilai-nilai dalam setiap sila Pancasila.
  4. Peserta didik mengidentifikasi contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  5. Peserta didik menganalisis contoh perilaku yang mencerminkan dan tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
  6. Peserta didik menerapkan sikap keteladanan para perumus Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi ajma’iin, wa mantabi’ahum biihsaanin ilaa yaumiddiin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Pendidikan Pancasila, mari kita renungkan kebesaran Allah SWT.

  • Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai perbedaan. Perbedaan tersebut merupakan anugerah yang harus kita syukuri dan kita jaga dengan saling menghormati.
  • Al-Hakim (Maha Bijaksana): Allah SWT mengajarkan manusia untuk bersikap bijaksana dalam mengambil keputusan, menghargai pendapat, dan menyelesaikan masalah dengan cara yang baik.
  • Al-'Adl (Maha Adil): Allah SWT mengajarkan manusia untuk berlaku adil kepada sesama dan tidak membeda-bedakan orang lain.

Apersepsi

Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik:

“Anak-anak, pernahkah kalian bekerja sama dengan teman untuk menyelesaikan suatu kegiatan?”

“Bagaimana perasaan kalian ketika semua anggota kelompok saling membantu?”

“Pernahkah kalian berbeda pendapat dengan teman? Bagaimana cara kalian menyelesaikan perbedaan tersebut?”

Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan pembelajaran:

“Para tokoh yang merumuskan Pancasila juga memiliki semangat untuk bekerja sama, menghargai pendapat, mengutamakan persatuan, dan mendahulukan kepentingan bangsa. Sikap-sikap tersebut dapat kita teladani dan kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.”


 

MATERI: MENELADANI PERILAKU PANCASILA

A. Pengertian Meneladani Perilaku Pancasila

Meneladani perilaku Pancasila berarti mengikuti dan menerapkan sikap serta nilai-nilai yang sesuai dengan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus diamalkan dalam perilaku nyata.

Contohnya:

  • menghargai orang lain;
  • bekerja sama;
  • bergotong royong;
  • bermusyawarah;
  • menghargai perbedaan;
  • bersikap adil;
  • membantu orang yang membutuhkan;
  • menjaga persatuan.

B. Sikap Para Perumus Pancasila yang Dapat Diteladani

Para perumus Pancasila menunjukkan berbagai sikap yang dapat kita teladani.

1. Mengutamakan Persatuan

Para perumus Pancasila mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

Contoh penerapan:

  • tidak membeda-bedakan teman;
  • menjaga kerukunan;
  • tidak bertengkar karena perbedaan;
  • menjaga persatuan di lingkungan masyarakat.

2. Menghargai Pendapat

Dalam proses perumusan dasar negara, para tokoh menyampaikan pendapat dan mendengarkan pendapat tokoh lainnya.

Sikap tersebut dapat kita teladani dengan:

  • mendengarkan ketika orang lain berbicara;
  • tidak memaksakan pendapat;
  • menghargai pendapat teman;
  • menerima hasil musyawarah dengan lapang dada.

3. Musyawarah

Para perumus Pancasila melakukan pembahasan dan mencari kesepakatan melalui proses musyawarah.

Contoh penerapannya:

  • bermusyawarah menentukan kegiatan kelas;
  • berdiskusi ketika menyelesaikan masalah;
  • mengambil keputusan bersama;
  • menerima hasil keputusan yang telah disepakati.

4. Rela Berkorban

Para tokoh perumus Pancasila bersedia mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.

Contoh perilaku:

  • membantu teman yang kesulitan;
  • menyumbangkan tenaga dalam kegiatan masyarakat;
  • meluangkan waktu untuk kegiatan gotong royong;
  • membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan.

5. Gotong Royong dan Bekerja Sama

Para tokoh bangsa memiliki semangat untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama.

Contoh:

  • membersihkan lingkungan bersama;
  • bekerja sama dalam kegiatan sekolah;
  • membantu tetangga;
  • ikut dalam kegiatan kerja bakti.

6. Menghargai Perbedaan

Indonesia memiliki banyak suku, agama, bahasa, budaya, dan adat istiadat.

Sebagai warga negara, kita harus menghargai perbedaan tersebut.

Contoh:

  • berteman dengan siapa saja;
  • menghormati teman yang berbeda agama;
  • menghargai budaya daerah lain;
  • tidak mengejek perbedaan orang lain.

C. Meneladani Perilaku Pancasila Berdasarkan Sila

Sila Pertama

Ketuhanan Yang Maha Esa

Contoh perilaku:

  • menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan;
  • menghormati teman yang berbeda agama;
  • tidak mengganggu orang yang sedang beribadah;
  • hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

Sila Kedua

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Contoh perilaku:

  • membantu orang yang membutuhkan;
  • menghormati orang lain;
  • tidak melakukan perundungan;
  • bersikap sopan dan santun;
  • memperlakukan orang lain dengan adil.

Sila Ketiga

Persatuan Indonesia

Contoh perilaku:

  • menjaga kerukunan;
  • bekerja sama;
  • mengikuti kegiatan gotong royong;
  • tidak membeda-bedakan teman;
  • menjaga persatuan di lingkungan masyarakat.

Sila Keempat

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Contoh perilaku:

  • bermusyawarah dalam mengambil keputusan;
  • menghargai pendapat orang lain;
  • tidak memaksakan kehendak;
  • menerima hasil keputusan bersama;
  • menyampaikan pendapat dengan santun.

Sila Kelima

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Contoh perilaku:

  • berbagi dengan orang yang membutuhkan;
  • bersikap adil kepada semua orang;
  • tidak mengambil hak orang lain;
  • melaksanakan kewajiban dengan bertanggung jawab;
  • tidak membeda-bedakan teman.

D. Penerapan Nilai Pancasila di Lingkungan Masyarakat

Nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan di masyarakat.

Contohnya:

1. Gotong Royong

Warga bersama-sama membersihkan lingkungan.

Sikap yang ditunjukkan:

kerja sama, persatuan, tanggung jawab, dan kepedulian.

2. Musyawarah Warga

Warga berkumpul untuk membicarakan kegiatan lingkungan.

Sikap yang ditunjukkan:

menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, dan menerima keputusan bersama.

3. Membantu Tetangga

Ketika ada tetangga yang mengalami kesulitan, kita membantu sesuai kemampuan.

Sikap yang ditunjukkan:

peduli, saling membantu, dan menghargai sesama.

4. Menjaga Kerukunan

Masyarakat hidup berdampingan meskipun memiliki perbedaan.

Sikap yang ditunjukkan:

toleransi, menghargai perbedaan, dan menjaga persatuan.

E. Contoh Perilaku yang Sesuai dan Tidak Sesuai dengan Pancasila

PerilakuSesuai/Tidak SesuaiAlasan
Membantu tetangga yang kesulitanSesuaiMenunjukkan kepedulian terhadap sesama
Memaksakan pendapat kepada temanTidak sesuaiTidak menghargai pendapat orang lain
Ikut kerja baktiSesuaiMenunjukkan gotong royong
Mengejek teman karena perbedaannyaTidak sesuaiTidak menghargai keberagaman
Bermusyawarah untuk mengambil keputusanSesuaiMengutamakan keputusan bersama
Bertengkar karena perbedaanTidak sesuaiDapat merusak persatuan

Latihan Soal

  1. Apa yang dimaksud dengan meneladani perilaku Pancasila?
  2. Sebutkan tiga sikap para perumus Pancasila yang dapat kita teladani!
  3. Mengapa kita harus menghargai pendapat orang lain?
  4. Tuliskan tiga contoh perilaku yang mencerminkan sila ketiga Pancasila di lingkungan masyarakat!
  5. Bagaimana cara menerapkan sikap musyawarah dalam kehidupan sehari-hari?
  6. Perhatikan situasi berikut:

    “Warga di lingkungan tempat tinggalmu akan melakukan kerja bakti membersihkan selokan. Kamu sedang bermain bersama teman. Apa yang sebaiknya kamu lakukan? Jelaskan alasanmu.”

  7. Tuliskan contoh perilaku yang dapat kamu lakukan untuk menjaga persatuan di lingkungan masyarakat!

Kerjakan di buku tulis.

PENUTUP

Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


0 komentar:

Posting Komentar