Senin, 31 Agustus 2026

Materi Ajar Senin, 31 Agustus 2026

 


IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

  2. Mapel : Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal : Senin, 31  Agustus 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

  5. Materi : Unsur Intrinsik Cerita

  6. Pertemuan ke : 13

Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa. Peserta didik mampu menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks sastra dan nonsastra berwujud teks visual dan/atau audiovisual. Peserta didik mampu memahami isi cerita, mengidentifikasi unsur intrinsik, serta menghubungkan informasi dan nilai-nilai yang terdapat dalam cerita dengan kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

  1. mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik dalam sebuah cerita;
  2. menentukan tokoh, penokohan, tema, alur, latar, sudut pandang, dan amanat dalam cerita;
  3. menganalisis informasi penting yang terdapat dalam teks cerita;
  4. menganalisis nilai-nilai moral dan kehidupan yang terdapat dalam cerita;

TP  Mindfull, Meaningfull dan Joyfull

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

Peserta didik mampu membaca, menyimak, dan mengamati cerita dengan penuh perhatian. Peserta didik mengidentifikasi unsur intrinsik cerita, seperti tokoh, penokohan, tema, alur, latar, sudut pandang, dan amanat secara teliti.

Peserta didik menyadari bahwa setiap cerita mengandung informasi, pengalaman, dan nilai kehidupan yang dapat dijadikan pembelajaran.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

Peserta didik mampu menghubungkan peristiwa, karakter tokoh, konflik, dan amanat dalam cerita dengan pengalaman kehidupan sehari-hari.

Peserta didik memahami bahwa cerita tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, keberanian, kepedulian, dan menghargai orang lain.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

Peserta didik mampu mengenali dan menganalisis unsur intrinsik cerita melalui kegiatan membaca, menyimak tayangan, berdiskusi, bermain peran, menjawab pertanyaan, dan menyampaikan pendapat secara kreatif dan menyenangkan.

Peserta didik menunjukkan rasa percaya diri, aktif bekerja sama, dan menikmati kegiatan memahami cerita.


ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

  1. Peserta didik membaca dan menyimak teks cerita dengan fasih serta mengidentifikasi informasi penting yang terdapat di dalamnya.
  2. Peserta didik mengenali dan menjelaskan unsur intrinsik cerita yang meliputi tema, tokoh, penokohan, alur, latar, sudut pandang, dan amanat.
  3. Peserta didik menganalisis hubungan antara tokoh, peristiwa, konflik, latar, dan alur dalam sebuah cerita.
  4. Peserta didik menganalisis nilai-nilai kehidupan yang terdapat dalam teks cerita atau tayangan audiovisual.
  5. Peserta didik menghubungkan amanat dan nilai-nilai cerita dengan kehidupan sehari-hari.
  6. Peserta didik menyampaikan hasil analisis cerita secara lisan atau tertulis dengan bahasa yang jelas dan percaya diri.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Kokulikuler mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.

APERSEPSI

Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik:

"Anak-anak, siapa di antara kalian yang suka membaca cerita?"

"Cerita apa yang paling kalian sukai?"

"Menurut kalian, mengapa sebuah cerita bisa menjadi menarik?"

"Apakah sebuah cerita hanya berisi tokoh dan kejadian?"

"Apa yang dapat kita pelajari dari sebuah cerita?"

"Setiap cerita memiliki bagian-bagian penting yang membuat cerita menjadi menarik dan memiliki makna. Bagian-bagian tersebut disebut unsur intrinsik cerita."

"Ketika membaca atau menonton sebuah cerita, kita tidak hanya perlu mengetahui apa yang terjadi. Kita juga perlu berpikir: siapa tokohnya, bagaimana sifat tokohnya, di mana dan kapan peristiwa terjadi, apa masalah yang dihadapi tokoh, bagaimana masalah tersebut diselesaikan, dan apa pesan yang dapat kita ambil."

MATERI: UNSUR INTRINSIK CERITA

A. Pengertian Cerita

Cerita adalah rangkaian peristiwa yang disampaikan secara lisan maupun tulisan. Cerita dapat berasal dari pengalaman nyata maupun hasil imajinasi penulis.

Contoh cerita antara lain:

  • cerita rakyat;
  • dongeng;
  • fabel;
  • legenda;
  • cerpen;
  • cerita pengalaman;
  • cerita bergambar;
  • cerita yang disampaikan melalui video atau film pendek.

Sebuah cerita biasanya memiliki tokoh yang mengalami berbagai peristiwa dan menghadapi suatu masalah atau konflik.

Simak video berikut !



B. Unsur Intrinsik Cerita

Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang terdapat di dalam cerita dan membangun cerita tersebut sehingga menjadi sebuah cerita yang utuh.

Unsur intrinsik cerita antara lain:

  1. Tema
  2. Tokoh
  3. Penokohan
  4. Alur
  5. Latar
  6. Sudut pandang
  7. Amanat

1. Tema

Tema adalah gagasan utama atau ide pokok yang menjadi dasar sebuah cerita.

Tema menjawab pertanyaan:

"Cerita ini secara umum membahas tentang apa?"

Contoh tema:

  • persahabatan;
  • kejujuran;
  • keberanian;
  • keluarga;
  • pendidikan;
  • kerja sama;
  • lingkungan;
  • kasih sayang.

Contoh:

Cerita tentang dua orang sahabat yang saling membantu ketika salah satu mengalami kesulitan memiliki tema persahabatan dan kepedulian.

2. Tokoh

Tokoh adalah orang, hewan, atau makhluk yang mengalami peristiwa dalam cerita.

Tokoh dapat dibedakan berdasarkan perannya.

Tokoh utama

Tokoh yang paling banyak diceritakan dan menjadi pusat cerita.

Tokoh tambahan

Tokoh yang membantu mengembangkan cerita, tetapi tidak menjadi pusat cerita.

Contoh:

Dalam cerita tentang persahabatan Rani dan Siti, Rani dan Siti dapat menjadi tokoh utama, sedangkan guru, orang tua, atau teman lainnya dapat menjadi tokoh tambahan.

3. Penokohan

Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan sifat atau karakter tokoh.

Contoh sifat tokoh:

  • jujur;
  • rajin;
  • baik hati;
  • sabar;
  • pemberani;
  • bertanggung jawab;
  • sombong;
  • malas;
  • iri;
  • pemarah;
  • egois.

Sifat tokoh dapat diketahui melalui:

  • perkataan tokoh;
  • tindakan tokoh;
  • pikiran tokoh;
  • sikap tokoh terhadap tokoh lain;
  • penjelasan pengarang.

Contoh:

"Rina menemukan sebuah dompet di halaman sekolah. Ia segera menyerahkannya kepada guru meskipun tidak ada seorang pun yang melihat."

Dari tindakan tersebut dapat diketahui bahwa Rina memiliki sifat:

jujur dan bertanggung jawab.

4. Alur

Alur adalah rangkaian peristiwa yang terjadi dalam sebuah cerita dari awal sampai akhir.

Alur sederhana terdiri atas:

a. Awal cerita

Memperkenalkan tokoh, tempat, waktu, dan keadaan awal.

b. Muncul masalah

Tokoh mulai menghadapi suatu masalah atau konflik.

c. Puncak masalah

Masalah menjadi semakin besar dan tokoh harus mengambil keputusan.

d. Penyelesaian

Masalah mulai diselesaikan.

e. Akhir cerita

Cerita berakhir dan pembaca dapat mengetahui hasil dari peristiwa tersebut.

Contoh:

Rani kehilangan buku → Rani mencari buku → Rani menemukan buku di perpustakaan → Rani menyadari bahwa ia lupa meletakkannya di sana.


5. Latar

Latar adalah keterangan mengenai tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.

Latar terdiri atas:

a. Latar tempat

Menunjukkan tempat terjadinya peristiwa.

Contoh:

  • sekolah;
  • rumah;
  • pasar;
  • taman;
  • perpustakaan;
  • sawah.

b. Latar waktu

Menunjukkan kapan peristiwa terjadi.

Contoh:

  • pagi hari;
  • siang hari;
  • malam hari;
  • hari Minggu;
  • saat musim hujan.

c. Latar suasana

Menunjukkan keadaan atau suasana dalam cerita.

Contoh:

  • gembira;
  • sedih;
  • menegangkan;
  • takut;
  • ramai;
  • tenang.

Contoh:

"Pada Minggu pagi, Andi dan ayahnya berjalan-jalan di taman. Suasana taman sangat ramai dan menyenangkan."

Latar:

  • Tempat: taman
  • Waktu: Minggu pagi
  • Suasana: ramai dan menyenangkan

6. Sudut Pandang

Sudut pandang adalah posisi pengarang dalam menyampaikan cerita.

Sudut pandang orang pertama

Cerita menggunakan kata:

  • aku;
  • saya;
  • kami;
  • kita.

Contoh:

"Aku berjalan menuju sekolah bersama teman-temanku."

Sudut pandang orang ketiga

Cerita menggunakan nama tokoh atau kata:

  • dia;
  • ia;
  • mereka.

Contoh:

"Rani berjalan menuju sekolah. Ia bertemu dengan Siti di depan gerbang."


7. Amanat

Amanat adalah pesan atau pelajaran yang ingin disampaikan melalui cerita.

Amanat biasanya berisi nilai kebaikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan.

Contoh:

Cerita menceritakan seorang anak yang selalu berkata jujur meskipun melakukan kesalahan.

Amanat:

Kita harus selalu berkata jujur dan berani mengakui kesalahan.

Amanat dapat ditemukan secara langsung maupun disimpulkan dari tindakan dan peristiwa dalam cerita.


C. NILAI-NILAI DALAM CERITA

Selain unsur intrinsik, kita juga dapat menemukan berbagai nilai kehidupan dalam sebuah cerita.

1. Nilai moral

Berkaitan dengan baik dan buruknya perilaku.

Contoh:

  • berkata jujur;
  • tidak berbohong;
  • bertanggung jawab;
  • menghormati orang lain.

2. Nilai sosial

Berkaitan dengan hubungan antarmanusia.

Contoh:

  • bekerja sama;
  • membantu teman;
  • berbagi;
  • menghargai orang lain.

3. Nilai pendidikan

Berkaitan dengan pembelajaran dan sikap untuk menjadi lebih baik.

Contoh:

  • rajin belajar;
  • disiplin;
  • pantang menyerah;
  • menghargai ilmu.

4. Nilai kepedulian

Berkaitan dengan kepedulian terhadap orang lain dan lingkungan.

Contoh:

  • membantu orang yang kesulitan;
  • menjaga kebersihan;
  • menyayangi hewan;
  • menjaga lingkungan.


Kesimpulan/ Refleksi pembelajaran 



Penutup
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.

Materi Ajar Senin, 31 Agustus 2026

 



IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

  2. Mapel : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Senin, 31 Agustus 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

  5. Materi : Perkalian dan Pembagian sampai 100.000

  6. Pertemuan ke : 13

Capaian Pembelajaran

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan; menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang; serta melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000 dengan tepat serta menggunakannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. menjelaskan konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang;
  2. melakukan perkalian bilangan cacah dengan bilangan satu angka;
  3. melakukan perkalian bilangan cacah dengan bilangan dua angka secara bersusun;

TP Mindfull, meaningfull dan Joyfull

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

Peserta didik mampu memahami dan mengerjakan operasi perkalian dan pembagian dengan penuh perhatian dan ketelitian.

Peserta didik menyadari bahwa setiap angka dan langkah perhitungan memiliki makna sehingga perlu dilakukan secara sistematis dan tidak terburu-buru.

Peserta didik mampu memeriksa kembali hasil perhitungannya untuk memastikan jawaban yang diperoleh benar.


2. Meaningful Learning (Bermakna)

Peserta didik mampu menghubungkan konsep perkalian dan pembagian dengan kehidupan sehari-hari.

Contohnya:

  • menghitung jumlah barang dalam beberapa kelompok;
  • menghitung harga beberapa barang yang sama;
  • membagikan makanan secara sama rata;
  • menghitung jumlah benda dalam setiap kelompok;
  • menentukan jumlah kelompok dari suatu benda;
  • menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang.

Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa perkalian dan pembagian tidak hanya digunakan dalam soal matematika, tetapi juga diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.


3. Joyful Learning (Menggembirakan)

Peserta didik belajar perkalian dan pembagian melalui kegiatan yang menyenangkan seperti permainan kelompok, kartu bilangan, teka-teki matematika, kuis, dan soal cerita.

Peserta didik bekerja sama dengan teman, berani mencoba berbagai strategi penyelesaian, serta merasa percaya diri dalam menyelesaikan permasalahan perkalian dan pembagian.


ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

  1. Peserta didik memahami perkalian sebagai penjumlahan berulang dan pengelompokan yang sama banyak.
  2. Peserta didik melakukan perkalian bilangan cacah sampai 100.000 menggunakan strategi yang tepat.
  3. Peserta didik memahami pembagian sebagai pengelompokan atau pembagian sama rata.
  4. Peserta didik melakukan pembagian bilangan cacah sampai 100.000 dengan tepat.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi ajma’iin, wa mantabi’ahum biihsaanin ilaa yaumiddiin. Amma ba’du.

Sebelum memulai pembelajaran Matematika, marilah kita bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat kesehatan, kesempatan, dan kemampuan berpikir yang diberikan kepada kita.

Matematika membantu kita menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah ketika kita harus menghitung jumlah benda, membagi sesuatu secara adil, menghitung harga barang, atau menentukan banyaknya benda dalam beberapa kelompok.

Hari ini kita akan belajar tentang perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000.


APERSEPSI

Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik:

"Anak-anak, jika ada 4 kotak dan setiap kotak berisi 5 pensil, bagaimana cara menghitung jumlah semua pensil?"

Peserta didik dapat menjawab:

5 + 5 + 5 + 5 = 20

atau:

4 × 5 = 20

Guru kemudian bertanya:

"Jika 20 pensil tersebut dibagikan sama rata kepada 4 anak, berapa pensil yang diterima setiap anak?"

Peserta didik menjawab:

20 ÷ 4 = 5

Guru menjelaskan:

"Jadi, perkalian dapat digunakan untuk menghitung jumlah benda dalam beberapa kelompok yang sama banyak. Sementara itu, pembagian dapat digunakan untuk membagi benda menjadi beberapa kelompok yang sama banyak."




MATERI 1

PERKALIAN

A. Perkalian Bersusun

Perkalian bilangan yang lebih besar dapat dilakukan dengan cara bersusun.

Contoh:

2.345 × 4

Langkah:

    2.345
        4
    ×─────
    9.380

Jadi:

2.345 × 4 = 9.380


D. Perkalian dengan Bilangan Dua Angka

Contoh:

1.250 × 24

Kita dapat menguraikan 24 menjadi:

24 = 20 + 4

Maka:

1.250 × 24
= 1.250 × 20 + 1.250 × 4
= 25.000 + 5.000
= 30.000

Jadi:

1.250 × 24 = 30.000


E. Perkalian dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh:

Sebuah toko memiliki 25 kotak pensil. Setiap kotak berisi 120 pensil.

Berapa jumlah seluruh pensil?

Penyelesaian:

25 × 120 = 3.000

Jadi, jumlah seluruh pensil adalah:

3.000 pensil


MATERI 2

PEMBAGIAN



A. Pembagian dengan Bilangan Satu Angka

Contoh:

4.800 ÷ 6

Kita mencari bilangan yang jika dikalikan 6 hasilnya 4.800.

6 × 800 = 4.800

Jadi:

4.800 ÷ 6 = 800


C. Pembagian Bersusun

Contoh:

9.600 ÷ 8

       1.200
     ───────
8  )  9.600
      8
      ──
      16
      16
      ──
       0

Jadi:

9.600 ÷ 8 = 1.200


D. Pembagian dengan Bilangan Dua Angka

Contoh:

12.000 ÷ 24

Kita mencari bilangan yang jika dikalikan 24 menghasilkan 12.000.

24 × 500 = 12.000

Jadi:

12.000 ÷ 24 = 500


E. Hubungan Perkalian dan Pembagian

Perkalian dan pembagian merupakan operasi yang saling berkaitan.

Contoh:

6 × 8 = 48

Maka:

48 ÷ 6 = 8

dan

48 ÷ 8 = 6

Dengan mengetahui hasil perkalian, kita dapat lebih mudah menyelesaikan pembagian.


F. Memeriksa Hasil Pembagian

Hasil pembagian dapat diperiksa menggunakan perkalian.

Contoh:

7.200 ÷ 9 = 800

Untuk memeriksa:

800 × 9 = 7.200

Karena hasilnya sama, maka:

7.200 ÷ 9 = 800 benar.


G. PERKALIAN DAN PEMBAGIAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Perkalian dan pembagian sering kita gunakan dalam kehidupan.

Contoh 1 – Membeli Barang

Siti membeli 8 buku. Harga setiap buku Rp5.000.

Total harga:

8 × Rp5.000 = Rp40.000


Contoh 2 – Membagi Barang

Ibu memiliki 60 kue. Kue tersebut dibagikan sama rata kepada 5 anak.

60 ÷ 5 = 12

Jadi, setiap anak mendapatkan 12 kue.


Contoh 3 – Menentukan Banyak Kelompok

Pak Budi memiliki 2.400 bibit tanaman. Setiap kelompok terdiri atas 40 bibit.

Banyak kelompok:

2.400 ÷ 40 = 60 kelompok


Contoh 1

Sebuah koperasi memiliki 15.000 buku. Buku tersebut akan dimasukkan ke dalam 30 rak dengan jumlah yang sama.

Berapa buku yang terdapat pada setiap rak?

Penyelesaian:

15.000 ÷ 30 = 500

Jadi, setiap rak berisi 500 buku.


CONTOH SOAL HOTS

Masalah 1

Sebuah toko memiliki 4.800 botol minuman.

Botol tersebut akan dimasukkan ke dalam kardus. Setiap kardus dapat menampung 24 botol.

Setelah semua botol dimasukkan, ternyata toko mengirimkan 50 kardus kepada pelanggan.

Berapa kardus yang masih tersisa di toko?

Penyelesaian:

4.800 ÷ 24 = 200 kardus

Kardus yang tersisa:

200 − 50 = 150 kardus

Jadi, kardus yang masih tersisa adalah 150 kardus.


Masalah 2

Sebuah sekolah membeli 25 kotak makanan. Setiap kotak berisi 120 makanan.

Semua makanan tersebut akan dibagikan sama rata kepada 30 kelas.

Berapa makanan yang diterima setiap kelas?

Jumlah makanan:

25 × 120 = 3.000

Kemudian:

3.000 ÷ 30 = 100

Jadi, setiap kelas mendapatkan 100 makanan.


Ingat!

Dalam mengerjakan perkalian dan pembagian:

Baca → Pahami → Tentukan operasi → Hitung → Periksa → Simpulkan


Kesimpulan/ Refleksi pembelajaran 



Penutup
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.

Jumat, 28 Agustus 2026

Materi Ajar Jumat, 28 Agustus 2026



IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

  2. Mapel : Kokulikuler

  3. Hari/Tanggal : Jumat, 27  Agustus 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

  5. Materi : Tarian Khas La,pung

  6. Pertemuan ke : 5

Capaian Pembelajaran
:
  Peserta didik mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas daerah. Peserta didik mampu mengidentifikasi nama, asal, makna, fungsi, kostum, properti, serta gerak dasar tari tradisional Lampung. Peserta didik menunjukkan sikap bangga, menghargai keberagaman budaya, bekerja sama, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan mengenal serta mempraktikkan gerak dasar tari tradisional Lampung sebagai bentuk pelestarian budaya bangsa.

Tujuan Pembelajaran
:
 Peserta didik mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas daerah, mampu mengidentifikasi nama, asal, makna, fungsi, kostum, properti, serta gerak dasar tari tradisional Lampung, serta menunjukkan sikap bangga dan menghargai keberagaman budaya.

TP Mindful, Meaningful, dan Joyful:

  • 1. Mindful Learning (Berkesadaran)
    Peserta didik mampu mengamati dan mengenali keberagaman tari tradisional Lampung dengan penuh perhatian melalui gambar, video, atau pertunjukan, kemudian mengidentifikasi nama, asal daerah, makna, fungsi, kostum, properti, dan gerak dasar tari serta menyadari bahwa setiap tari memiliki nilai dan identitas budaya yang perlu dihargai.

    2. Meaningful Learning (Bermakna)
    Peserta didik mampu menghubungkan unsur dan makna tari tradisional Lampung dengan kehidupan masyarakat, nilai-nilai budaya, dan identitas daerah, serta merefleksikan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari keberagaman budaya Indonesia.

    3. Joyful Learning (Menggembirakan)
    Peserta didik mampu menirukan dan mengeksplorasi gerak dasar tari tradisional Lampung secara sederhana melalui kegiatan yang menyenangkan, kreatif, dan kolaboratif, serta menunjukkan rasa percaya diri, bangga, dan menghargai keberagaman budaya.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran):

  1. mengenali dan mengidentifikasi keberagaman tari tradisional Lampung berdasarkan nama dan asal daerahnya dengan penuh perhatian serta menunjukkan sikap menghargai keberagaman budaya.

  2. menghubungkan makna, fungsi, kostum, properti, dan gerak dasar tari tradisional Lampung dengan kehidupan serta identitas masyarakat Lampung.

  3. menirukan dan mengeksplorasi gerak dasar tari tradisional Lampung secara sederhana dengan percaya diri, kreatif, dan menghargai karakteristik gerak tari.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Kokulikuler mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.
Apersepsi

"Anak-anak, Allah Swt. menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, bahasa, dan budaya. Perbedaan tersebut bukan untuk saling membeda-bedakan, tetapi agar kita saling mengenal, menghargai, dan hidup berdampingan."

"Indonesia adalah negara yang memiliki banyak sekali budaya. Salah satunya adalah budaya Lampung, daerah tempat kita tinggal. Lampung memiliki berbagai tarian tradisional yang memiliki gerakan, pakaian, musik, dan makna yang khas. Keberagaman tarian tersebut merupakan kekayaan budaya yang patut kita syukuri dan kita lestarikan."

Materi :
Eksplorasi tarian Lampung mencakup pelestarian ragam seni gerak tradisional dan kreasi baru yang kaya makna budaya, seperti Tari Sigeh Pengunten, Tari Bedana, dan Tari Melinting.

Jenis-Jenis Tarian Utama :
1. Tari Sigeh Pengunten: Gabungan adat Pepadun dan Saibatin untuk menyambut tamu agung.
2. Tari Bedana: Tarian pergaulan bernapas Islam yang melambangkan keterbukaan masyarakat.
3. Tari Cangget: Ritual pemuda-pemudi dalam acara adat, panen raya, atau pernikahan.Tari Melinting: Tarian klasik dari Lampung Timur yang dibawakan bangsawan kerajaan.
4. Tari Tuping: Drama tari topeng tradisional yang menggambarkan kepahlawanan dan rasa syukur.Unsur dan Ciri KhasGerakan: Lembut, dinamis, serta sarat gestur penghormatan dan keramahan.
5. Tari Cak Culay Na'bui Na'bui digunakan sebagai tari hiburan dan pergaulan masyarakat, yang menggambarkan suasana gembira, kebersamaan, dan interaksi sosial.

Busana: Didominasi warna cerah dengan mahkota khas seperti Siger dan atribut keemasan.Musik: Diiringi alat musik tradisional seperti gamolan pekhing, gundang, dan petting atau gitar tunggal. Salah satu tarian Lampung 



Kesimpulan/ Refleksi pembelajaran 



Penutup
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.

Senin, 24 Agustus 2026

Maulid Nabi Muhammad Saw

  A. Identitas Bloger

Hari/Tanggal                       :  Senin, 24 Agustus 2026

Nama Guru                          : Yuyun Eka Purwanti, S. Pd

Fase / Kelas                        : C  / 5A

Mapel                                  :  Kegiatan Maulid Nabi Muhammad Saw 

B. Salam Sapa kepada murid

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat!

Apa kabar hari ini? Semoga kalian semua sehat, semangat, dan siap belajar.

Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dan belajar bersama. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca basmalah bersama.

C. Mapel 1 (Kegiatan Maulid Nabi Muhammad Saw )

Maulid Nabi adalah salah satu perayaan yang umat muslim di seluruh dunia. Beberapa negara bahkan menjadikannya sebagai libur nasional, seperti Indonesia, Turki, hingga Pakistan.

Tak sekadar perayaan biasa, dalam Maulid Nabi mengandung makna yang sangat mendalam bagi umat Islam. Melalui perayaan ini, umat Islam diajak untuk kembali merenungkan ajaran-ajaran Islam, memperkuat iman, serta meneladani akhlak mulia yang ditunjukkan oleh Rasulullah SAW selama hidupnya.

Perayaan ini juga menjadi momen untuk mempererat tali persaudaraan antar muslim serta sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Maulid Nabi 2024 sendiri jatuh pada hari Senin, 16 September 2024. Mendekati hari tersebut, masyarakat muslim di seluruh dunia mulai bersiap-siap untuk memperingatinya.

Sebagai cara menyambut maulid, mari ketahui apa itu maulid nabi dan sejarah singkatnya.

Maulid Nabi Memperingati Apa?

Maulid Nabi adalah perayaan tahunan umat Islam untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal. Peringatan ini memiliki makna mendalam, mengajak umat Islam untuk merenungkan ajaran-ajaran Islam, memperkuat iman, dan meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW.

Selain itu, Maulid Nabi juga menjadi tradisi untuk memuliakan Nabi Muhammad SAW, sebagaimana Firman Allah SWT pada Q.S Al-Ahzab ayat 56, yang artinya:

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Tujuan Peringatan Maulid Nabi

Ada beberapa tujuan memperingati Maulid Nabi, yaitu:

  • Mengenang kisah hidup Rasulullah SAW dan meneladani sifat-sifat terpuji serta ajaran-ajaran yang beliau sampaikan.

  • Menjadi momen untuk memperkuat iman dan keimanan kepada Allah SWT serta Rasul-Nya.

  • Melalui peringatan ini, umat Islam diharapkan semakin dekat kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh.

  • Perayaan Maulid Nabi juga menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan di antara sesama umat Islam.

  • Peringatan ini merupakan bentuk syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Dalam peringatannya, masyarakat Indonesia biasanya mengadakan pengajian, tabligh akbar, bersholawat, memberikan santunan kepada anak yatim, dan berbagai kegiatan lainnya.

Di samping itu, terdapat juga beberapa tradisi unik Maulid Nabi yang diadakan di berbagai daerah di Indonesia, seperti Sekaten di Yogyakarta, Grebeg Maulud di Solo, Walima di Gorontalo, dan tradisi unik maulid lainnya.

Amalan Maulid Nabi

Momen bulan Rabiul Awal, bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, merupakan waktu yang sangat istimewa untuk memperbanyak amal ibadah.

Beberapa amalan yang dapat kamu lakukan untuk memperingati Maulid Nabi yaitu sebagai berikut.

Berpuasa Sunnah

Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan adalah berpuasa. Baik puasa Senin-Kamis yang menjadi kebiasaan Rasulullah SAW maupun puasa Daud yang dilakukan secara selang-seling, sangatlah baik untuk dilakukan pada bulan ini.

Dengan berpuasa, kita tidak hanya meneladani Rasulullah, tetapi juga mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Bershalawat

Bershalawat kepada Rasulullah SAW menjadi salah satu amalan yang bisa dilakukan pada saat Maulid Nabi.

Shalawat menjadi bentuk memuliakan serta penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, juga menjadikan kita sebagai orang-orang yang beriman dan menjadi penolong kita di akhirat.

Bersedekah

Dengan sedekah, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga meningkatkan kualitas diri kita sendiri.

Bersedekah menjadi ibadah yang sangat mulia dan memiliki banyak manfaat, baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, bersedekah sangat dianjurkan untuk dilakukan sebagai amalan pada saat Maulid Nabi.

Di zaman yang telah modern ini, kita dapat dengan mudah untuk bersedekah. Bank Mega Syariah mempermudah kamu untuk membayar zakat ataupun bersedekah hanya dengan membuka aplikasi mobile banking M-Syariah.

Dengan M-Syariah, bayar zakat ataupun bersedekah dapat lebih mudah, cepat, dan aman.

Mengamalkan Kebiasaan atau Ajaran Rasulullah SAW

Agar perayaan Maulid Nabi dapat lebih mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, kita dapat mengikuti kebiasaan ataupun ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dengan meneladaninya, kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan tentunya tetap berada di jalan yang terbaik.

Selain itu, kita juga perlu untuk meneladani 4 sifat Rasulullah SAW, yakni shiddiq (jujur dan benar), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fatonah (cerdas).

Keutamaan dari Maulid Nabi

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momentum penting dalam kalender Islam.

Maka dari itu, terdapat sejumlah keutamaan Maulid Nabi. Beberapa diantaranya sebagai beriku:

Bentuk Syukur Atas Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Dilahirkannya Nabi Muhammad SAW merupakan suatu anugerah terbesar bagi seluruh umat manusia.

Merayakan Maulid Nabi adalah salah satu bentuk syukur atas nikmat yang tak terhingga ini. Melalui perayaan Maulid, kita diingatkan kembali akan segala nikmat yang telah Allah SWT berikan, termasuk nikmat iman dan Islam.

Meningkatkan Keimanan Kepada Allah SWT

Dengan meningkatkan pengetahuan mengenai kehidupan dan perjuangan Nabi, kita semakin termotivasi untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Nabi Muhammad telah menjadi teladan terbaik bagi seluruh umat manusia. Dengan adanya perayaan Maulid Nabi, kita dapat mengingat keteladanan Nabi Muhmmad SAW, sehingga iman kita pun akan semakin kuat.

Menumbuhkan Rasa Cinta Kepada Nabi Muhammad SAW

Perayaan Maulid Nabi adalah sebuah bentuk penghormatan serta kecintaan kita terhadap Nabi Muhammad SAW.

Dengan mencintainya, kita dapat terdorong untuk turut mengikuti ajarannya ataupun sunnah-sunnah beliau dan menerapkannya dalam keseharian.

Meneladani kehidupan dan perjuangan Nabi Muhammad SAW

Kisah perjalanan Rasulullah SAW sepanjang hidupnya dapat menginspirasi kita sebagai umat muslim. Kejujurannya, keamanahannya, penyampaiannya, hingga kecerdasannya perlu kita teladani agar dapat menjadi seorang muslim yang lebih baik.

Perayaan Maulid Nabi ini diharapkan dapat membuat kita, sebagai seorang muslim, lebih meneladani perilaku yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT.

Demikian informasi mengenai perayaan maulid nabi Muhammad yang wajib diketahui beserta amalan yang disunnahkan. Pastikan kita selalu berbuat kebaikan agar bulan Muharram menjadi bulan ladang pahala.


Penutup
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.