Senin, 07 September 2026

Materi Ajar Bahasa Indonesia Senin, 7 September 2026

  



DENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd
  2. Mapel : Bahasa Indonesia
  3. Hari/Tanggal : Senin, 7 September 2026
  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)
  5. Materi : Majas Metafora, Hiperbola, dan Personifikasi
  6. Pertemuan ke : 14

Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa. Peserta didik mampu menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks sastra dan nonsastra berwujud teks visual dan/atau audiovisual. Peserta didik mampu mengenali, memahami, dan menggunakan bahasa figuratif atau majas untuk memahami makna dalam teks serta menyampaikan gagasan secara kreatif.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

  1. memahami pengertian majas;
  2. mengidentifikasi ciri-ciri majas metafora, hiperbola, dan personifikasi;
  3. membedakan majas metafora, hiperbola, dan personifikasi dalam kalimat atau teks;
  4. menjelaskan makna kalimat yang menggunakan majas;
  5. menentukan jenis majas yang terdapat dalam sebuah kalimat;
  6. membuat kalimat sederhana menggunakan majas metafora, hiperbola, dan personifikasi.

TP Mindful, Meaningful dan Joyful

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

Peserta didik mampu membaca, menyimak, dan mengamati kalimat atau teks dengan penuh perhatian untuk menemukan penggunaan majas metafora, hiperbola, dan personifikasi.

Peserta didik menyadari bahwa penggunaan majas dapat membuat bahasa menjadi lebih hidup, menarik, dan memiliki makna yang lebih kuat.

Peserta didik mampu memperhatikan kata-kata yang digunakan dalam sebuah kalimat dan memahami bahwa makna sebuah ungkapan tidak selalu sama dengan makna sebenarnya.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

Peserta didik mampu menghubungkan penggunaan majas dengan bahasa yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam cerita, puisi, iklan, percakapan, dan media lainnya.

Peserta didik memahami bahwa majas dapat digunakan untuk menyampaikan perasaan, menggambarkan keadaan, dan membuat suatu pesan menjadi lebih menarik.

Peserta didik mampu menggunakan majas untuk mengungkapkan pengalaman dan gagasan mereka sendiri.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

Peserta didik mampu mengenali dan menggunakan majas melalui kegiatan membaca, mengamati gambar, bermain tebak majas, berdiskusi, membuat kalimat, dan menyampaikan hasil karya secara kreatif dan menyenangkan.

Peserta didik menunjukkan rasa percaya diri, aktif bekerja sama, dan menikmati kegiatan menemukan serta membuat kalimat menggunakan majas.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

  1. Peserta didik membaca dan menyimak teks yang mengandung majas serta menemukan ungkapan yang memiliki makna khusus.
  2. Peserta didik mengenali dan menjelaskan pengertian majas.
  3. Peserta didik mengenali ciri-ciri majas metafora, hiperbola, dan personifikasi.
  4. Peserta didik mengidentifikasi dan membedakan penggunaan majas metafora, hiperbola, dan personifikasi dalam kalimat atau teks.
  5. Peserta didik menjelaskan makna ungkapan yang menggunakan majas berdasarkan konteks kalimat.
  6. Peserta didik membuat kalimat sederhana menggunakan majas metafora, hiperbola, dan personifikasi.
  7. Peserta didik menyampaikan hasil identifikasi atau karya kalimat menggunakan majas secara lisan atau tertulis dengan percaya diri.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Kokulikuler mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.

MATERI: MAJAS METAFORA, HIPERBOLA, DAN PERSONIFIKASI

A. Pengertian Majas

Majas adalah penggunaan kata atau ungkapan dengan cara tertentu untuk memberikan kesan yang lebih menarik, indah, kuat, atau berbeda dari makna sebenarnya.

Majas banyak digunakan dalam:

  • cerita;
  • puisi;
  • pantun;
  • lagu;
  • iklan;
  • percakapan;
  • teks sastra.

Pada pembelajaran kali ini kita akan mempelajari tiga jenis majas, yaitu:

  1. Majas Metafora
  2. Majas Hiperbola
  3. Majas Personifikasi

1. Majas Metafora

Pengertian

Majas metafora adalah majas yang membandingkan dua hal secara langsung tanpa menggunakan kata pembanding seperti seperti, bagai, bagaikan, atau laksana.

Metafora biasanya menggunakan suatu kata atau ungkapan untuk menggambarkan sesuatu yang memiliki kesamaan sifat.

Contoh:

"Rani adalah bintang kelas."

Rani bukan benar-benar sebuah bintang. Ungkapan bintang kelas berarti Rani adalah murid yang berprestasi atau menonjol dalam kelas.

Contoh lainnya:

  • "Ayah adalah tulang punggung keluarga."
  • "Doni menjadi buah hati orang tuanya."
  • "Dia dikenal sebagai kutu buku."
  • "Kakak menjadi bintang lapangan dalam pertandingan."
  • "Jangan menjadi panjang tangan."

Makna ungkapan:

KalimatMakna
Rani adalah bintang kelas.Rani adalah murid berprestasi.
Ayah adalah tulang punggung keluarga.Ayah menjadi penopang keluarga.
Dika adalah kutu buku.Dika sangat suka membaca.
Ia menjadi bintang lapangan.Ia menjadi pemain yang menonjol.

Ciri-ciri Majas Metafora

  1. Membandingkan dua hal secara langsung.
  2. Tidak menggunakan kata seperti, bagai, atau laksana.
  3. Menggunakan kata atau ungkapan yang memiliki makna kiasan.
  4. Membuat suatu gambaran menjadi lebih menarik.

2. Majas Hiperbola

Pengertian

Majas hiperbola adalah majas yang menggunakan ungkapan secara berlebihan untuk memberikan penekanan atau memperkuat suatu keadaan.

Ungkapan hiperbola biasanya terdengar sangat berlebihan dan tidak dimaksudkan secara harfiah.

Contoh:

"Aku sudah menunggumu selama seribu tahun."

Kalimat tersebut bukan berarti seseorang benar-benar menunggu selama seribu tahun. Kalimat itu digunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang merasa sangat lama menunggu.

Contoh lainnya:

  • "Suara penyanyi itu menggelegar membelah langit."
  • "Aku sudah memberitahumu jutaan kali."
  • "Tas ini beratnya seberat gunung."
  • "Air matanya membanjiri seluruh rumah."
  • "Ia berlari secepat kilat."

Ciri-ciri Majas Hiperbola

  1. Menggunakan ungkapan yang berlebihan.
  2. Tidak selalu sesuai dengan kenyataan.
  3. Digunakan untuk memberikan penekanan.
  4. Membuat keadaan terasa lebih kuat atau dramatis.

Contoh dan Maknanya

Kalimat HiperbolaMakna Sebenarnya
Aku menunggumu seribu tahun.Menunggu sangat lama.
Suaranya membelah langit.Suaranya sangat keras.
Air matanya membanjiri rumah.Ia menangis sangat banyak.
Ia berlari secepat kilat.Ia berlari sangat cepat.

3. Majas Personifikasi

Pengertian

Majas personifikasi adalah majas yang memberikan sifat atau perilaku manusia kepada benda mati, tumbuhan, hewan, atau benda-benda alam.

Dengan personifikasi, benda atau alam seolah-olah dapat melakukan sesuatu seperti manusia.

Contoh:

"Angin berbisik di antara pepohonan."

Angin sebenarnya tidak dapat berbicara atau berbisik. Kata berbisik merupakan sifat manusia yang diberikan kepada angin.

Contoh lainnya:

  • "Daun-daun menari tertiup angin."
  • "Matahari tersenyum menyambut pagi."
  • "Bulan mengintip dari balik awan."
  • "Ombak berkejar-kejaran menuju pantai."
  • "Jam dinding terus bernyanyi sepanjang malam."
  • "Bunga-bunga melambaikan tangan kepada kami."

Ciri-ciri Majas Personifikasi

  1. Benda mati atau alam seolah-olah hidup.
  2. Benda diberikan sifat manusia.
  3. Menggunakan kata kerja atau sifat yang biasanya dilakukan manusia.
  4. Membuat gambaran menjadi lebih hidup dan menarik.

Contoh dan Maknanya

KalimatMakna
Angin berbisik di pepohonan.Angin bertiup dengan suara lembut.
Daun menari tertiup angin.Daun bergerak karena tertiup angin.
Matahari tersenyum menyambut pagi.Matahari bersinar pada pagi hari.
Bulan mengintip dari balik awan.Bulan terlihat sebagian dari balik awan.

D. Perbedaan Metafora, Hiperbola, dan Personifikasi

Jenis MajasCiri UtamaContoh
MetaforaMembandingkan secara langsungRina adalah bintang kelas.
HiperbolaMenggunakan ungkapan berlebihanAku sudah menunggumu seribu tahun.
PersonifikasiBenda/alam diberi sifat manusiaAngin berbisik di pepohonan.

Cara Mudah Mengingat

Metafora → Membandingkan

Contoh:
"Dia adalah bintang kelas."

Hiperbola → Berlebihan

Contoh:
"Aku sudah mengatakannya sejuta kali."

Personifikasi → Benda seperti manusia

Contoh:
"Daun-daun menari."

Latihan soal :

Salinlah soal di buku latihan bahasa Indonesia kemudian langsung pilihlah jawaban sesuai dengan jawaban yang tepat

  1. “Angin berbisik lembut di telingaku.”
    a. Metafora
    b. Personifikasi
    c. Hiperbola
  2. “Ia adalah kembang desa di kampungnya.”
    a. Metafora
    b. Personifikasi
    c. Hiperbola
  3. “Kecantikannya melelehkan hatiku.”
    a. Metafora
    b. Personifikasi
    c. Hiperbola
  4. “Banjir bandang itu telah menghancurkan rumah-rumah di tepi sungai.”
    a. Metafora
    b. Personifikasi
    c. Hiperbola
  5. “Rambutnya hitam pekat bagai malam tanpa bintang.”
    a. Metafora
    b. Personifikasi
    c. Hiperbola

Penutup
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.

0 komentar:

Posting Komentar