Selasa, 01 September 2026

Materi Ajar Selasa, 1 September 2026

  

IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

  2. Mapel : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 1 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

  5. Materi : FPB dan KPK

  6. Pertemuan ke : 13

Capaian Pembelajaran

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000, termasuk membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan, serta melakukan operasi hitung. Peserta didik juga mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB serta membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

1. memahami pengertian FPB dan KPK;

2. menentukan FPB dari dua atau lebih bilangan;

3. menentukan KPK dari dua atau lebih bilangan;

4. menentukan FPB dan KPK menggunakan faktor dan kelipatan;

5. menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan FPB dan KPK;

6. menjelaskan strategi penyelesaian masalah FPB dan KPK dengan tepat.

TP Mindful, Meaningful dan Joyful

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

Peserta didik mampu memahami konsep FPB dan KPK dengan penuh perhatian dan teliti. Peserta didik mengidentifikasi faktor dan kelipatan suatu bilangan serta menentukan FPB dan KPK dengan langkah yang benar.

Peserta didik menyadari bahwa ketelitian dalam menentukan faktor, kelipatan, FPB, dan KPK diperlukan agar dapat menyelesaikan permasalahan matematika dengan tepat.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

Peserta didik mampu menghubungkan konsep FPB dan KPK dengan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik memahami bahwa FPB dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah pembagian atau pengelompokan secara merata, sedangkan KPK dapat digunakan untuk menentukan waktu atau kejadian yang berlangsung secara bersamaan.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

Peserta didik mampu memahami dan menentukan FPB serta KPK melalui kegiatan yang menyenangkan seperti permainan faktor dan kelipatan, diskusi kelompok, latihan soal, pemecahan masalah, dan permainan mencari kelipatan yang sama.

Peserta didik menunjukkan rasa percaya diri, aktif berdiskusi, bekerja sama, dan menikmati kegiatan pembelajaran matematika.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

1. Peserta didik memahami konsep faktor dan kelipatan suatu bilangan.

2. Peserta didik menentukan faktor persekutuan dan kelipatan persekutuan dari dua bilangan atau lebih.

3. Peserta didik menentukan FPB dari dua atau lebih bilangan.

4. Peserta didik menentukan KPK dari dua atau lebih bilangan.

5. Peserta didik membedakan penggunaan FPB dan KPK dalam berbagai permasalahan.

6. Peserta didik menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB dalam kehidupan sehari-hari.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Matematika mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.

APERSEPSI

“Anak-anak, pernahkah kalian berbagi makanan atau benda kepada teman?”

“Misalnya, Ibu memiliki 12 apel dan 18 jeruk. Jika buah tersebut ingin dibagikan kepada beberapa anak dengan jumlah yang sama, bagaimana cara menentukan jumlah anak terbanyak yang dapat menerima?”

“Pernahkah kalian melihat dua kegiatan yang dilakukan secara berulang? Misalnya, lampu A menyala setiap 4 detik dan lampu B menyala setiap 6 detik. Menurut kalian, kapan kedua lampu tersebut akan menyala bersama-sama lagi?”

Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan pembelajaran:

“Untuk menyelesaikan masalah seperti membagi benda secara merata atau menentukan kapan dua kegiatan berulang terjadi bersamaan, kita dapat menggunakan FPB dan KPK.”

MATERI: FPB dan KPK

A. Pengertian Faktor

Faktor adalah bilangan yang dapat membagi habis suatu bilangan.

Contoh:

Faktor dari 12 adalah:

1, 2, 3, 4, 6, dan 12

Karena semua bilangan tersebut dapat membagi 12 tanpa sisa.

Simak Video berikut !

B. Pengertian Kelipatan

Kelipatan adalah hasil perkalian suatu bilangan dengan bilangan cacah.

Contoh:

Kelipatan 4:

4, 8, 12, 16, 20, 24, ...

Kelipatan 6:

6, 12, 18, 24, 30, ...

C. Faktor Persekutuan

Faktor persekutuan adalah faktor yang dimiliki oleh dua bilangan atau lebih.

Contoh:

Faktor dari 12 = 1, 2, 3, 4, 6, 12
Faktor dari 18 = 1, 2, 3, 6, 9, 18

Faktor persekutuannya adalah:

1, 2, 3, dan 6

D. FPB

FPB (Faktor Persekutuan Terbesar) adalah faktor persekutuan yang memiliki nilai paling besar.

Contoh:

Tentukan FPB dari 12 dan 18.

Faktor persekutuan 12 dan 18:

1, 2, 3, 6

Faktor yang paling besar adalah 6.

Jadi:

FPB dari 12 dan 18 = 6

A = 60

Contoh masalah FPB

Ibu memiliki 24 apel dan 36 jeruk. Buah tersebut akan dimasukkan ke dalam beberapa kantong dengan jumlah apel dan jeruk yang sama pada setiap kantong.

Berapa jumlah kantong terbanyak yang dapat dibuat?

Penyelesaian:

FPB dari 24 dan 36 adalah 12.

Jadi, jumlah kantong terbanyak yang dapat dibuat adalah 12 kantong.

E. Kelipatan Persekutuan

Kelipatan persekutuan adalah kelipatan yang sama dari dua bilangan atau lebih.

Contoh:

Kelipatan 4:

4, 8, 12, 16, 20, 24, ...

Kelipatan 6:

6, 12, 18, 24, 30, ...

Kelipatan persekutuannya:

12, 24, ...

F. KPK

KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) adalah kelipatan persekutuan yang memiliki nilai paling kecil.

Contoh:

Tentukan KPK dari 4 dan 6.

Kelipatan 4 = 4, 8, 12, 16, 20, ...

Kelipatan 6 = 6, 12, 18, 24, ...

Kelipatan persekutuan terkecil adalah 12.

Jadi:

KPK dari 4 dan 6 = 12

Contoh masalah KPK

Andi berolahraga setiap 4 hari sekali, sedangkan Budi berolahraga setiap 6 hari sekali. Hari ini mereka berolahraga bersama.

Berapa hari lagi mereka akan berolahraga bersama kembali?

KPK dari 4 dan 6 adalah 12.

Jadi, mereka akan berolahraga bersama kembali 12 hari lagi.

Kesimpulan/ Refleksi pembelajaran 



Penutup
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.

Materi Ajar Selasa, 1 September 2026

  

IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

  2. Mapel : IPAS

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 1 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

  5. Materi : Komponen biotik

  6. Pertemuan ke : 13

IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd
  2. Mapel : IPAS
  3. Hari/Tanggal : Senin, 31 Agustus 2026
  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)
  5. Materi : Ekosistem: Komponen Biotik, Abiotik, Rantai Makanan, Jaring-Jaring Makanan, dan Piramida Makanan
  6. Pertemuan ke : 13

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik, serta pengaruhnya terhadap ekosistem; menjelaskan fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; menghasilkan upaya penghematan energi, serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menjelaskan sistem tata surya, serta kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; menjelaskan letak dan kondisi geografis negara Indonesia dengan menggunakan peta konvensional/digital; meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik serta pengaruhnya terhadap keseimbangan ekosistem melalui pemahaman tentang rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida makanan.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik dalam suatu ekosistem;
  2. menjelaskan hubungan antara komponen biotik dan abiotik;
  3. menjelaskan pengertian dan urutan rantai makanan;
  4. menganalisis hubungan antarmakhluk hidup melalui jaring-jaring makanan;
  5. menjelaskan tingkatan trofik pada piramida makanan;
  6. menganalisis pengaruh perubahan salah satu komponen terhadap keseimbangan ekosistem;
  7. menunjukkan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

TP MINDFUL, MEANINGFUL, DAN JOYFUL

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

Peserta didik belajar dengan penuh perhatian terhadap lingkungan di sekitarnya.

Peserta didik menyadari bahwa setiap makhluk hidup memiliki peran dalam ekosistem dan saling bergantung satu sama lain.

Peserta didik mampu mengamati lingkungan secara teliti dan membedakan komponen biotik dengan komponen abiotik.

Peserta didik menyadari bahwa perubahan pada salah satu komponen ekosistem dapat memengaruhi komponen lainnya.

Peserta didik mampu merefleksikan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep ekosistem dengan kehidupan nyata yang mereka temui sehari-hari.

Contohnya:

  • mengamati tumbuhan dan hewan di lingkungan sekolah;
  • mengidentifikasi tanah, air, udara, cahaya matahari, dan suhu sebagai komponen abiotik;
  • mengamati hubungan antara tanaman, belalang, katak, ular, dan elang;
  • memahami mengapa jumlah suatu hewan dapat berubah ketika sumber makanannya berkurang;
  • memahami dampak berkurangnya tumbuhan terhadap hewan herbivor;
  • menghubungkan kebersihan lingkungan dengan keberlangsungan makhluk hidup.

Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa ekosistem bukan hanya materi pelajaran, tetapi merupakan bagian dari kehidupan mereka sehari-hari.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

Peserta didik mempelajari ekosistem melalui kegiatan yang menyenangkan seperti:

  • permainan kartu rantai makanan;
  • menyusun gambar organisme menjadi rantai makanan;
  • membuat jaring-jaring makanan;
  • permainan "Siapa Memakan Siapa?";
  • kuis tentang komponen ekosistem;
  • mengamati lingkungan sekitar sekolah;
  • membuat piramida makanan sederhana;
  • bekerja sama dalam kelompok.

Peserta didik diberikan kesempatan untuk berdiskusi, bergerak, mencoba, mengamati, dan menyampaikan pendapat sehingga pembelajaran menjadi aktif, menyenangkan, dan bermakna.

ATP (ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN)

  1. Peserta didik mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik yang terdapat dalam suatu ekosistem.
  2. Peserta didik menganalisis hubungan antara komponen biotik dan abiotik dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
  3. Peserta didik menjelaskan hubungan makan dan dimakan antarmakhluk hidup melalui konsep rantai makanan.
  4. Peserta didik menganalisis keterkaitan beberapa rantai makanan yang membentuk jaring-jaring makanan.
  5. Peserta didik menjelaskan tingkatan trofik dan hubungan jumlah energi melalui piramida makanan.
  6. Peserta didik menganalisis perubahan salah satu komponen ekosistem dan dampaknya terhadap keseimbangan ekosistem.
  7. Peserta didik merefleksikan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran IPAS mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.

APERSEPSI

Guru mengajak peserta didik mengamati lingkungan sekitar sekolah.

"Anak-anak, coba perhatikan lingkungan di sekitar kita. Apa saja makhluk hidup yang kalian lihat?"

  • manusia;
  • tumbuhan;
  • burung;
  • kupu-kupu;
  • semut;
  • rumput;
  • pohon.

"Selain makhluk hidup, apa saja benda yang ada di lingkungan tersebut?"

Peserta didik dapat menjawab:

  • air;
  • tanah;
  • batu;
  • udara;
  • cahaya matahari;
  • suhu.

Guru menjelaskan:

"Makhluk hidup dan benda tak hidup tersebut merupakan bagian dari suatu ekosistem. Keduanya saling berhubungan. Tumbuhan membutuhkan air, tanah, udara, dan cahaya matahari untuk hidup. Hewan membutuhkan tumbuhan atau hewan lain sebagai sumber makanan."

"Menurut kalian, apa yang akan terjadi jika tumbuhan di suatu lingkungan tiba-tiba berkurang?"

Guru mengarahkan peserta didik untuk memahami bahwa perubahan satu komponen dapat memengaruhi komponen lainnya.

Materi :  Rantai makanan dan Jaring jaring Makanan

A. Rantai Makanan


Rantai makanan adalah hubungan makan dan dimakan dalam suatu 
ekosistem sebagai upaya untuk mendapatkan energi.
Pada sebuah ekosistem terdapat banyak komponen, diantaranya produsen, konsumen, dan pengurai.


1. Produsen
Produsen adalah makhluk hidup yang berperan sebagai penghasil makanan. Produsen mampu mengolah makanannya sendiri melalui fotosintesis. Makhluk hidup yang berperan sebagai produsen adalah tumbuhan.

2. Konsumen
Konsumen adalah makhluk hidup yang memakan makhluk hidup lain karena tidak dapat membuat makanan sendiri. 
Tingkatan konsumen adalah sebagai berikut:
Konsumen I adalah makhluk hidup yang memakan produsen pertama kali, biasanya hewan herbivora atau omnivora.
Konsumen II adalah makhluk hidup yang memakan konsumen I, biasanya hewan karnivora atau omnivora.
Konsumen III adalah makhluk hidup yang memakan konsumen II, biasanya hewan karnivora atau omnivora.

3. Pengurai 
Pengurai adalah makhluk hidup yang menguraikan kembali zat- zat yang semula terdapat dalam tubuh hewan dan tumbuhan yang telah mati. Pengurai membantu proses penyuburan tanah, misalnya bakteri dan jamur.

Perhatikan contoh rantai makanan pada gambar berikut!


Dalam contoh rantai makanan tersebut, padi berperan sebagai produsen, belalang sebagai konsumen I, katak sebagai konsumen II, dan ular sebagai konsumen III.

B. Jaring-jaring Makanan
Jaring-jaring makanan adalah sekumpulan rantai makanan yang saling berhubungan di suatu ekosistem.

Contoh jaring-jaring makanan dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Berdasarkan jaring-jaring makanan  pada gambar terdapat beberapa rantai makanan, antara lain sebagai berikut.
1. Padi → Tikus → Elang → Pengurai.
2. Padi → Tikus → Musang → Elang → Pengurai.
3. Padi → Burung → Musang → Elang → Pengurai.
4. Padi → Burung → Elang → Pengurai.


Kesimpulan/ Refleksi pembelajaran 



Penutup
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.