Selasa, 22 September 2026

Materi Ajat Matematika Selasa, 22 September 2026

  

IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd
  2. Mapel : Matematika
  3. Hari/Tanggal : Selasa, 22 September 2026
  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)
  5. Materi : Pecahan
  6. Pertemuan ke : 17

Capaian Pembelajaran

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000, termasuk membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan, serta melakukan operasi hitung. Peserta didik mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB serta membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran dan melakukan operasi penjumlahan pecahan.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

  1. memahami pengertian dan bentuk-bentuk pecahan;
  2. membandingkan pecahan dengan tepat;
  3. mengurutkan berbagai pecahan dari yang terkecil hingga terbesar atau sebaliknya;
  4. memahami dan membandingkan pecahan campuran;
  5. menjumlahkan pecahan berpenyebut sama;
  6. menjumlahkan pecahan berpenyebut berbeda;
  7. menjumlahkan pecahan campuran;
  8. menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan.

TP Mindful, Meaningful dan Joyful

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

  1. Peserta didik mampu memahami konsep pecahan dengan penuh perhatian dan teliti, terutama dalam membandingkan, mengurutkan, dan menjumlahkan pecahan.
  2. Peserta didik menyadari pentingnya memperhatikan pembilang dan penyebut ketika membandingkan pecahan.
  3. Peserta didik mampu melakukan langkah-langkah penjumlahan pecahan secara runtut dan teliti agar memperoleh hasil yang benar.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

  1. Peserta didik mampu menghubungkan konsep pecahan dengan kehidupan sehari-hari, seperti membagi makanan, mengukur bahan, atau menentukan bagian dari suatu benda.
  2. Peserta didik memahami bahwa pecahan dapat digunakan untuk menyatakan bagian dari keseluruhan.
  3. Peserta didik mampu menggunakan penjumlahan pecahan untuk menyelesaikan permasalahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

  1. Peserta didik mampu memahami pecahan melalui kegiatan yang menyenangkan seperti permainan membandingkan pecahan, menyusun kartu pecahan, diskusi kelompok, dan latihan soal.
  2. Peserta didik menunjukkan rasa percaya diri, aktif berdiskusi, bekerja sama, dan menikmati kegiatan pembelajaran matematika.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

  1. Murid dapat memahami konsep dan bentuk-bentuk pecahan.
  2. Murid dapat membandingkan berbagai pecahan.
  3. Murid dapat mengurutkan berbagai pecahan dari yang terkecil hingga terbesar atau sebaliknya.
  4. Murid dapat memahami dan membandingkan pecahan campuran.
  5. Murid dapat melakukan operasi penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan berbeda.
  6. Murid dapat melakukan operasi penjumlahan pecahan campuran.
  7. Murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi ajma’iin, wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Matematika, mari kita renungkan kebesaran Allah SWT.

  • Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan ukuran dan ketentuan yang sempurna. Kita dapat mempelajari konsep pecahan dari berbagai benda yang ada di sekitar kita.
  • Al-‘Adl (Maha Adil): Allah SWT mengajarkan kita untuk berlaku adil. Salah satu contohnya adalah membagi sesuatu secara sama rata.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT memberikan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya. Kita hendaknya bersyukur dan menggunakan rezeki dengan baik serta tidak berlebihan.



Apersepsi

Guru memberikan pertanyaan kepada peserta didik:

“Anak-anak, pernahkah kalian membagi satu kue menjadi beberapa bagian?”

“Jika satu kue dibagi menjadi 4 bagian sama besar dan kamu mendapatkan 1 bagian, berapa bagian kue yang kamu dapatkan?”

“Bagaimana jika temanmu mendapatkan 2 bagian dari 4 bagian kue?”

“Manakah yang lebih banyak, 1/2 atau 1/4?”

Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan pembelajaran:

“Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan pecahan, misalnya saat membagi makanan, mengukur bahan, atau menentukan bagian dari suatu benda. Hari ini kita akan belajar membandingkan, mengurutkan, dan menjumlahkan pecahan.”

MATERI: PECAHAN

A. Pengertian Pecahan

Pecahan adalah bilangan yang menyatakan bagian dari keseluruhan.

Bentuk pecahan:

a/b

  • a disebut pembilang.
  • b disebut penyebut.

Contoh:

3/5

Angka 3 disebut pembilang dan angka 5 disebut penyebut.

Artinya, suatu benda dibagi menjadi 5 bagian sama besar, kemudian diambil 3 bagian.


B. Membandingkan Pecahan

Membandingkan pecahan berarti menentukan pecahan mana yang lebih besar, lebih kecil, atau sama besar.

Tanda yang digunakan:

  • > artinya lebih besar dari
  • < artinya lebih kecil dari
  • = artinya sama dengan

1. Penyebut Sama

Jika penyebutnya sama, kita cukup membandingkan pembilangnya.

Contoh:

3/8 dan 5/8

Karena penyebutnya sama-sama 8, maka kita membandingkan pembilangnya.

3 < 5

Jadi:

3/8 < 5/8

Contoh lainnya:

7/10 > 4/10


2. Pembilang Sama

Jika pembilangnya sama, pecahan dengan penyebut lebih kecil memiliki nilai lebih besar.

Contoh:

3/4 dan 3/8

Karena pembilangnya sama-sama 3, maka:

3/4 > 3/8

Jadi, 3/4 lebih besar daripada 3/8.


3. Penyebut Berbeda

Jika penyebut berbeda, kita dapat menyamakan penyebut terlebih dahulu.

Contoh:

Bandingkan 1/2 dan 2/3.

KPK dari 2 dan 3 adalah 6.

1/2 = 3/6

2/3 = 4/6

Karena 3 < 4, maka:

1/2 < 2/3


C. Mengurutkan Pecahan

Mengurutkan pecahan berarti menyusun pecahan berdasarkan nilainya.

Pecahan dapat diurutkan dari:

  • terkecil ke terbesar; atau
  • terbesar ke terkecil.

Contoh:

Urutkan pecahan berikut dari yang terkecil:

1/2, 3/4, 1/4

Samakan penyebut menjadi 4:

1/2 = 2/4

Sehingga:

1/4, 2/4, 3/4

Jadi urutannya:

1/4 < 1/2 < 3/4


D. Pecahan Campuran

Pecahan campuran adalah pecahan yang terdiri dari bilangan bulat dan pecahan biasa.

Contoh:

2 1/3

Artinya terdiri dari 2 bilangan utuh dan 1/3 bagian.

Contoh lainnya:

1 1/2, 3 1/4, 4 2/5

Untuk membandingkan pecahan campuran, kita dapat memperhatikan bilangan bulatnya terlebih dahulu.

Contoh:

Bandingkan:

2 1/4 dan 3 1/4

Karena:

2 < 3

maka:

2 1/4 < 3 1/4


E. Mengubah Pecahan Campuran Menjadi Pecahan Biasa

Pecahan campuran dapat diubah menjadi pecahan biasa dengan cara:

(Bilangan bulat × penyebut) + pembilang

Kemudian hasilnya menjadi pembilang, sedangkan penyebut tetap.

Contoh:

2 1/3

= (2 × 3) + 1

= 6 + 1

= 7/3

Jadi:

2 1/3 = 7/3

Contoh:

3 2/5

= (3 × 5) + 2

= 15 + 2

= 17/5

Jadi:

3 2/5 = 17/5


F. Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Sama

Untuk menjumlahkan pecahan yang penyebutnya sama, jumlahkan pembilangnya dan penyebut tetap.

Contoh:

2/7 + 3/7 = 5/7

Contoh lainnya:

1/5 + 2/5 = 3/5

Jadi, jika penyebutnya sama, kita cukup menjumlahkan pembilang.


G. Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Berbeda

Jika penyebut berbeda, kita harus menyamakan penyebut terlebih dahulu menggunakan KPK.

Contoh:

1/2 + 1/3

KPK dari 2 dan 3 adalah 6.

Ubahlah pecahan menjadi penyebut 6:

1/2 = 3/6

1/3 = 2/6

Kemudian jumlahkan:

3/6 + 2/6 = 5/6

Jadi:

1/2 + 1/3 = 5/6

Contoh lainnya:

1/4 + 1/2

KPK dari 4 dan 2 adalah 4.

1/4 = 1/4

1/2 = 2/4

Maka:

1/4 + 2/4 = 3/4


H. Penjumlahan Pecahan Campuran

Untuk menjumlahkan pecahan campuran, kita dapat menjumlahkan bilangan bulat dan pecahannya.

Contoh:

1 1/4 + 2 2/4

Bilangan bulat:

1 + 2 = 3

Pecahan:

1/4 + 2/4 = 3/4

Jadi:

1 1/4 + 2 2/4 = 3 3/4

Contoh dengan penyebut berbeda:

1 1/2 + 2 1/3

Ubah pecahan menjadi penyebut yang sama.

KPK dari 2 dan 3 adalah 6.

1/2 = 3/6

1/3 = 2/6

Maka:

1 1/2 + 2 1/3

= 3 + 3/6 + 2/6

= 3 + 5/6

= 3 5/6

Jadi:

1 1/2 + 2 1/3 = 3 5/6


I. Contoh Masalah Sehari-hari

Ibu mempunyai 1/2 kg gula. Kemudian Ibu membeli lagi 1/4 kg gula.

Berapa jumlah gula Ibu seluruhnya?

Penyelesaian:

1/2 + 1/4

KPK dari 2 dan 4 adalah 4.

1/2 = 2/4

Maka:

2/4 + 1/4 = 3/4

Jadi, jumlah gula Ibu adalah 3/4 kg.

Latihan Soal

Kerjakan soal berikut dengan teliti!

  1. Tentukan tanda yang tepat: 3/5 ... 4/5
  2. Tentukan tanda yang tepat: 2/3 ... 3/4
  3. Urutkan pecahan berikut dari yang terkecil:

    1/2, 3/4, 1/4

  4. Urutkan pecahan berikut dari yang terbesar:

    2/3, 1/3, 3/3

  5. Bandingkan pecahan berikut:

    2 1/4 ... 1 3/4

  6. Hitunglah:

    2/5 + 1/5 = ...

  7. Hitunglah:

    1/2 + 1/4 = ...

  8. Hitunglah:

    1/3 + 1/6 = ...

  9. Hitunglah:

    1 1/2 + 2 1/4 = ...

  10. Ibu mempunyai 2/3 kg tepung dan membeli lagi 1/6 kg. Berapa kilogram tepung Ibu sekarang?

Mengerjakan Latihan soal yang ada di buku Matematika halaman 36 Bagian 1 dan 2.

Refleksi Pembelajaran

  • Untuk Siswa: Alhamdulillah, hari ini ananda mengikuti pembelajaran Matematika tentang Pecahan dengan baik. Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dengan tertib dan berusaha memahami materi yang disampaikan. Sebagian besar siswa sudah dapat memahami konsep pecahan, mengenali pembilang dan penyebut, serta menyelesaikan beberapa soal pecahan dengan baik. Namun, beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep pecahan dan menentukan langkah-langkah dalam menyelesaikan soal. Guru memberikan bimbingan, contoh sederhana, dan latihan tambahan kepada siswa yang masih mengalami kesulitan.
  • Untuk Guru: Pembelajaran Matematika tentang Pecahan berjalan dengan cukup baik. Sebagian besar siswa dapat mengikuti pembelajaran dan memahami materi yang diberikan. Namun, beberapa siswa masih belum memahami konsep pecahan dengan baik, terutama dalam membedakan pembilang dan penyebut serta menyelesaikan soal pecahan. Guru memberikan penjelasan ulang menggunakan contoh yang lebih sederhana dan latihan secara bertahap agar siswa dapat memahami materi dengan lebih baik.

Kesimpulan Materi: Pecahan

  • Pecahan: Pecahan adalah bilangan yang menyatakan bagian dari keseluruhan. Pecahan ditulis dalam bentuk a/b, dengan a sebagai pembilang dan b sebagai penyebut.
  • Pembilang: Pembilang adalah angka yang berada di bagian atas pecahan dan menunjukkan banyak bagian yang diambil atau diperhatikan.
  • Penyebut: Penyebut adalah angka yang berada di bagian bawah pecahan dan menunjukkan jumlah seluruh bagian yang sama besar.
  • Contoh Pecahan: Pada pecahan 3/4, angka 3 merupakan pembilang dan angka 4 merupakan penyebut.
  • Jenis Pecahan: Pecahan dapat berupa pecahan biasa, pecahan campuran, pecahan desimal, dan persen.
  • Membandingkan Pecahan: Untuk membandingkan pecahan, siswa perlu memperhatikan pembilang dan penyebut serta menyamakan penyebut jika diperlukan.
  • Pemahaman Siswa: Sebagian besar siswa dapat memahami materi Pecahan dengan cukup baik. Namun, beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep pecahan dan menyelesaikan soal, sehingga memerlukan penjelasan ulang, contoh konkret, serta latihan secara bertahap.

Penutup

Demikian pembelajaran hari ini. Semoga pembelajaran tentang pecahan dapat bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jangan lupa untuk selalu teliti dalam membandingkan, mengurutkan, dan menjumlahkan pecahan.

Sampai bertemu pada pembelajaran selanjutnya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Materi Ajar Bahasa Indonesia selasa, 22 September 2026

 

IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd
  2. Mapel : Bahasa Indonesia
  3. Hari/Tanggal : Selasa, 22 September 2026
  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)
  5. Materi : Ekspresi Diri melalui Hobi – Menulis Surat
  6. Pertemuan ke : 17

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Menulis

Peserta didik mampu menulis berbagai tipe teks sederhana berdasarkan gagasan, pengalaman, pengamatan, dan imajinasi; menggunakan kosakata secara kreatif serta memperhatikan penggunaan bahasa dan struktur teks sesuai tujuan komunikasi.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  1. memahami pengertian hobi dan cara mengekspresikan perasaan melalui tulisan;
  2. memahami pengertian dan tujuan menulis surat;
  3. mengenali struktur surat pribadi;
  4. mengidentifikasi informasi dan perasaan yang disampaikan dalam surat;
  5. menyampaikan perasaan berdasarkan pengalaman dan fakta tentang hobi;
  6. mengembangkan imajinasi dari diri sendiri maupun orang lain ke dalam tulisan;
  7. menggunakan kosakata yang kreatif, indah, dan menarik dalam menulis surat;
  8. menulis surat pribadi dengan memperhatikan struktur dan penggunaan bahasa yang tepat.

TP Mindful, Meaningful dan Joyful

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

  1. Peserta didik mampu mengenali hobi yang dimiliki dan perasaan yang muncul ketika melakukan hobi tersebut.
  2. Peserta didik mampu menyadari bahwa setiap orang memiliki hobi dan perasaan yang berbeda.
  3. Peserta didik mampu memilih kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan perasaan dalam tulisan.
  4. Peserta didik mampu menulis surat dengan memperhatikan isi, struktur, dan penggunaan bahasa.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

  1. Peserta didik mampu menghubungkan kegiatan menulis surat dengan pengalaman dan hobi yang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Peserta didik memahami bahwa menulis dapat menjadi salah satu cara untuk menyampaikan perasaan kepada orang lain.
  3. Peserta didik mampu menceritakan pengalaman dan perasaan tentang hobi melalui surat.
  4. Peserta didik mampu menghargai hobi dan perasaan yang dimiliki oleh orang lain.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

  1. Peserta didik menceritakan hobi yang disukai dengan penuh semangat.
  2. Peserta didik saling berbagi cerita tentang hobi dan pengalaman yang menyenangkan.
  3. Peserta didik membuat surat dengan bahasa yang indah dan kreatif.
  4. Peserta didik dapat membaca surat yang dibuat dan membagikannya kepada teman.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Murid dapat menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk teks sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi ajma’iin, wa mantabi’ahum biihsaanin ilaa yaumiddiin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Bahasa Indonesia, mari kita renungkan kebesaran Allah SWT.

  • Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan setiap manusia dengan kemampuan dan keunikan yang berbeda-beda. Salah satunya adalah kemampuan dan kesukaan dalam berbagai kegiatan atau hobi.
  • Al-'Alim (Maha Mengetahui): Allah SWT mengetahui perasaan dan pengalaman setiap manusia. Oleh karena itu, kita dapat menyampaikan perasaan dengan cara yang baik melalui tulisan.
  • Al-Hakim (Maha Bijaksana): Allah SWT mengajarkan kita untuk menyampaikan perasaan dengan kata-kata yang baik, santun, dan tidak menyakiti orang lain.

Apersepsi

Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik:

“Anak-anak, apa hobi yang paling kalian sukai?”

“Mengapa kalian menyukai hobi tersebut?”

“Bagaimana perasaan kalian ketika melakukan hobi yang kalian sukai?”

“Pernahkah kalian menceritakan hobi atau perasaan kalian kepada orang lain melalui tulisan?”

“Jika kalian ingin menceritakan hobi kepada teman yang tinggal jauh, bagaimana cara kalian menyampaikannya?”

Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan pembelajaran:

“Setiap orang memiliki hobi yang berbeda. Ada yang senang membaca, menggambar, bermain sepak bola, bernyanyi, memasak, berkebun, atau melakukan kegiatan lainnya. Hobi dapat menjadi bagian dari pengalaman yang menyenangkan dan dapat kita ceritakan kepada orang lain. Hari ini kita akan belajar menyampaikan perasaan melalui hobi dengan cara menulis surat.”

MATERI: EKSPRESI DIRI MELALUI HOBI – MENULIS SURAT



A. Pengertian Ekspresi Diri

Ekspresi diri adalah cara seseorang menyampaikan pikiran, perasaan, pengalaman, atau keinginannya kepada orang lain.

Ekspresi diri dapat dilakukan melalui:

  • berbicara;
  • menggambar;
  • bernyanyi;
  • menulis;
  • membuat karya;
  • melakukan kegiatan yang disukai.

Salah satu cara mengekspresikan diri adalah melalui tulisan.

Contoh:

“Aku sangat senang menggambar. Ketika menggambar, aku merasa tenang. Aku dapat menuangkan berbagai ide dan imajinasi ke dalam gambar.”

Kalimat tersebut menunjukkan seseorang sedang menyampaikan perasaan tentang hobinya.

B. Pengertian Hobi

Hobi adalah kegiatan yang disukai dan dilakukan seseorang pada waktu luang.

Contoh hobi:

  1. membaca buku;
  2. menggambar;
  3. bermain sepak bola;
  4. bernyanyi;
  5. bermain musik;
  6. memasak;
  7. berkebun;
  8. menulis cerita;
  9. bersepeda;
  10. memelihara hewan.

Setiap orang dapat memiliki hobi yang berbeda. Perbedaan hobi harus kita hargai.

C. Menyampaikan Perasaan melalui Hobi

Hobi tidak hanya menjadi kegiatan yang menyenangkan, tetapi juga dapat menjadi cara untuk menyampaikan perasaan.

Perasaan yang dapat disampaikan antara lain:

  • senang;
  • bahagia;
  • bangga;
  • tenang;
  • bersemangat;
  • kagum;
  • sedih;
  • kecewa;
  • rindu.

Contoh:

“Aku sangat senang membaca buku. Ketika membaca cerita, aku merasa seperti sedang melakukan perjalanan ke tempat yang jauh. Aku juga merasa penasaran dengan setiap kejadian dalam cerita.”

Dalam contoh tersebut, penulis menyampaikan perasaan senang, penasaran, dan kagum melalui hobinya membaca.

D. Pengertian Surat

Surat adalah tulisan yang digunakan untuk menyampaikan pesan, informasi, cerita, atau perasaan kepada orang lain.

Surat dapat ditulis untuk:

  • keluarga;
  • teman;
  • guru;
  • saudara;
  • orang lain yang dikenal.

Salah satu jenis surat adalah surat pribadi.

Surat pribadi biasanya menggunakan bahasa yang lebih santai, akrab, dan sesuai dengan hubungan antara penulis dan penerima surat.

E. Struktur Surat Pribadi

Surat pribadi memiliki beberapa bagian, yaitu:

  1. Tempat dan tanggal surat
    Menunjukkan tempat dan waktu surat ditulis.
  2. Salam pembuka
    Digunakan untuk membuka surat.
  3. Paragraf pembuka
    Berisi sapaan atau kabar kepada penerima surat.
  4. Isi surat
    Berisi informasi, pengalaman, cerita, dan perasaan yang ingin disampaikan.
  5. Paragraf penutup
    Berisi harapan, pesan, atau salam sebelum surat diakhiri.
  6. Salam penutup
    Digunakan untuk mengakhiri surat.
  7. Nama pengirim
    Menunjukkan orang yang menulis surat.

F. Contoh Surat tentang Hobi

Bandar Lampung, 21 September 2026

Untuk sahabatku, Rani

Assalamu'alaikum, Rani.

Apa kabarmu? Semoga kamu selalu sehat dan bahagia. Aku ingin bercerita tentang hobiku yang sangat aku sukai, yaitu membaca buku.

Aku senang sekali membaca buku, terutama buku cerita. Ketika membaca, aku merasa seperti masuk ke dalam dunia yang berbeda. Aku dapat membayangkan tempat-tempat yang belum pernah aku kunjungi dan bertemu dengan tokoh-tokoh yang menarik.

Membaca juga membuatku merasa tenang. Jika sedang merasa bosan, aku biasanya mengambil buku dan membaca beberapa halaman. Setelah membaca, perasaanku menjadi lebih baik.

Aku berharap suatu hari nanti kita dapat membaca buku bersama di perpustakaan. Pasti akan sangat menyenangkan jika kita dapat saling menceritakan buku yang kita sukai.

Sekian ceritaku tentang hobiku. Aku ingin mendengar cerita tentang hobimu juga.

Sampai jumpa, Rani.

Salam sayang,

Yuyun

G. Menyampaikan Perasaan Berdasarkan Fakta dan Imajinasi

Ketika menulis surat tentang hobi, kita dapat menggunakan fakta dan imajinasi.

1. Berdasarkan Fakta

Fakta adalah sesuatu yang benar-benar terjadi atau dialami.

Contoh:

“Setiap sore aku bermain bulu tangkis bersama kakakku.”

“Aku biasanya membaca buku sebelum tidur.”

2. Berdasarkan Imajinasi

Imajinasi adalah kemampuan membayangkan sesuatu yang belum tentu benar-benar terjadi.

Contoh:

“Ketika membaca cerita tentang petualangan, aku membayangkan sedang menjelajahi hutan yang penuh dengan misteri.”

“Saat bermain sepak bola, aku membayangkan diriku menjadi pemain hebat yang mencetak gol kemenangan.”

Fakta dan imajinasi dapat digunakan bersama agar tulisan menjadi lebih menarik.

H. Menggunakan Kosakata secara Kreatif

Agar surat menjadi indah dan menarik, kita dapat menggunakan kosakata yang beragam.

Contoh:

PerasaanKosakata yang dapat digunakan
Senangbahagia, gembira, ceria
Sedihmurung, kecewa, berduka
Kagumtakjub, terpesona, terpukau
Tenangdamai, tenteram, nyaman
Semangatantusias, bersemangat, bergairah

Contoh kalimat:

“Hatiku terasa gembira ketika dapat bermain bersama teman-teman.”

“Aku merasa tenang setiap kali membaca buku di sudut kamar.”

“Aku sangat terpukau melihat indahnya hasil lukisan yang kubuat.”

I. Langkah-Langkah Menulis Surat tentang Hobi

  1. Tentukan hobi yang akan diceritakan.
  2. Tentukan orang yang akan menerima surat.
  3. Ingat pengalaman yang berkaitan dengan hobi.
  4. Tentukan perasaan yang ingin disampaikan.
  5. Tuliskan fakta atau pengalaman yang pernah dialami.
  6. Tambahkan imajinasi agar cerita lebih menarik.
  7. Pilih kosakata yang indah dan kreatif.
  8. Susun surat sesuai struktur surat pribadi.
  9. Periksa kembali penggunaan huruf kapital dan tanda baca.
  10. Bacalah kembali surat yang telah dibuat.

J. Contoh Ungkapan Perasaan dalam Surat

Beberapa ungkapan yang dapat digunakan:

  • “Aku merasa sangat senang ketika...”
  • “Aku sangat bahagia karena...”
  • “Menurutku, kegiatan ini sangat menyenangkan.”
  • “Aku merasa tenang saat...”
  • “Aku sangat bangga ketika...”
  • “Aku berharap suatu hari nanti...”
  • “Aku membayangkan bahwa...”
  • “Rasanya seperti berada di dunia yang berbeda.”
  • “Hatiku terasa hangat ketika...”
  • “Aku ingin sekali menceritakan pengalaman ini kepadamu.”

Latihan Soal

A. Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa yang dimaksud dengan ekspresi diri?
  2. Apa yang dimaksud dengan hobi?
  3. Sebutkan tiga contoh hobi!
  4. Apa yang dimaksud dengan surat pribadi?
  5. Sebutkan bagian-bagian surat pribadi!
  6. Mengapa kita dapat menggunakan hobi sebagai bahan untuk menulis surat?
  7. Apa perbedaan fakta dan imajinasi?
  8. Sebutkan dua contoh perasaan yang dapat disampaikan melalui surat!
  9. Mengapa kita perlu menggunakan kosakata yang kreatif dalam menulis surat?
  10. Kepada siapa saja kita dapat menulis surat pribadi?

B. Tentukan Fakta atau Imajinasi!

Tuliskan F jika kalimat tersebut merupakan fakta dan I jika merupakan imajinasi.

  1. Setiap hari Minggu aku bersepeda bersama ayah. (___)
  2. Saat menggambar, aku membayangkan sedang menjadi seorang pelukis terkenal. (___)
  3. Aku membaca buku selama tiga puluh menit sebelum tidur. (___)
  4. Ketika bernyanyi, aku membayangkan sedang tampil di panggung besar. (___)
  5. Aku bermain sepak bola bersama teman-teman di lapangan sekolah. (___)

C. Lengkapilah Kalimat Berikut!

  1. Hobi adalah kegiatan yang __________.
  2. Surat pribadi digunakan untuk menyampaikan __________ kepada orang lain.
  3. Bagian surat yang berisi pesan utama disebut __________.
  4. Bagian surat yang digunakan untuk mengakhiri surat disebut __________.
  5. Ketika menulis surat, kita sebaiknya menggunakan kosakata yang __________ dan __________.

D. Buatlah Ungkapan Perasaan!

Buatlah satu kalimat untuk menyampaikan perasaan berdasarkan hobi berikut:

  1. Membaca: __________________________________________
  2. Menggambar: ________________________________________
  3. Bermain sepak bola: _________________________________
  4. Bernyanyi: __________________________________________
  5. Berkebun: ___________________________________________

E. Tugas Individu

Buatlah sebuah surat pribadi kepada teman atau anggota keluarga dengan tema:

“Hobi yang Aku Sukai”

Dalam surat tersebut, ceritakan:

  1. hobi yang kamu sukai;
  2. alasan kamu menyukai hobi tersebut;
  3. pengalaman yang pernah kamu alami ketika melakukan hobi;
  4. perasaan yang kamu rasakan;
  5. imajinasi yang berkaitan dengan hobimu;
  6. harapan atau pesan kepada penerima surat.

Gunakan kosakata yang kreatif, indah, dan menarik.

Perhatikan struktur surat pribadi yang telah dipelajari.

Kerjakan di buku tulis.

Refleksi Pembelajaran

  • Untuk Siswa: Alhamdulillah, hari ini ananda mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia tentang Surat Pribadi dengan baik. Semua siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dengan tertib dan aktif. Siswa dapat memahami pengertian, tujuan, ciri-ciri, serta bagian-bagian surat pribadi. Siswa juga mampu memahami penggunaan bahasa yang sesuai dalam menulis surat pribadi dan dapat menyusun surat pribadi dengan baik. Seluruh siswa menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi yang telah dipelajari.
  • Untuk Guru: Pembelajaran Bahasa Indonesia tentang Surat Pribadi berjalan dengan baik dan lancar. Semua siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan tertib serta memahami materi yang disampaikan. Siswa mampu mengidentifikasi bagian-bagian surat pribadi, memahami tujuan penulisan surat pribadi, dan menyusun surat pribadi dengan bahasa yang sesuai. Seluruh siswa dapat memahami materi dengan baik sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Kesimpulan Materi: Surat Pribadi

  • Surat Pribadi: Surat pribadi adalah surat yang ditulis untuk berkomunikasi dengan orang lain secara pribadi, seperti teman, sahabat, atau anggota keluarga.
  • Tujuan Surat Pribadi: Surat pribadi digunakan untuk menyampaikan kabar, perasaan, pengalaman, ucapan, atau pesan kepada orang yang dituju.
  • Ciri-Ciri Surat Pribadi: Menggunakan bahasa yang lebih santai dan akrab, bersifat pribadi, serta disesuaikan dengan hubungan antara pengirim dan penerima surat.
  • Bagian-Bagian Surat Pribadi: Surat pribadi terdiri atas tempat dan tanggal penulisan, alamat atau sapaan penerima, salam pembuka, isi surat, salam penutup, serta nama dan tanda tangan pengirim.
  • Bahasa dalam Surat Pribadi: Bahasa yang digunakan dapat bersifat santai dan akrab, tetapi tetap harus sopan dan mudah dipahami.
  • Pemahaman Siswa: Seluruh siswa dapat memahami materi Surat Pribadi

Penutup

Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Materi Ajar IPAS Rabu, 22 September 2026

 

IDENTITAS

1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

2. Mapel : IPAS

3. Hari/Tanggal : Rabu,  22 September 2026

4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

5. Materi : Piramida Makanan

6. Pertemuan ke : 17

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik serta pengaruhnya terhadap ekosistem.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat menjelaskan tingkatan dalam piramida makanan serta menganalisis hubungan jumlah energi pada setiap tingkatan dalam suatu ekosistem.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. menjelaskan pengertian piramida makanan;

  2. mengidentifikasi tingkatan trofik dalam piramida makanan;

  3. menjelaskan peran produsen dalam piramida makanan;

  4. menjelaskan peran konsumen tingkat I, II, dan III;

  5. menjelaskan hubungan jumlah energi pada setiap tingkatan piramida makanan;

  6. menganalisis mengapa jumlah organisme semakin sedikit pada tingkat trofik yang lebih tinggi;

  7. membuat contoh piramida makanan sederhana;

  8. menunjukkan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap keseimbangan ekosistem.

TP MINDFUL, MEANINGFUL, DAN JOYFUL

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

Peserta didik belajar dengan penuh perhatian terhadap hubungan antarmakhluk hidup dalam ekosistem.

Peserta didik menyadari bahwa setiap makhluk hidup memiliki peran dan posisi tertentu dalam piramida makanan.

Peserta didik mampu mengamati dengan teliti tingkatan produsen dan konsumen dalam piramida makanan.

Peserta didik menyadari bahwa energi yang tersedia semakin berkurang pada tingkat trofik yang lebih tinggi.

Peserta didik mampu merefleksikan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep piramida makanan dengan kehidupan nyata yang mereka temui sehari-hari.

  • mengamati tumbuhan sebagai sumber makanan bagi hewan;

  • mengidentifikasi hewan yang memakan tumbuhan;

  • mengidentifikasi hewan yang memakan hewan lainnya;

  • memahami bahwa tumbuhan memiliki energi paling besar dalam suatu rantai makanan;

  • memahami bahwa energi semakin berkurang pada konsumen tingkat yang lebih tinggi;

  • memahami pentingnya menjaga keberadaan tumbuhan dan hewan dalam ekosistem.

Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa piramida makanan bukan hanya materi pelajaran, tetapi berkaitan dengan keseimbangan kehidupan di lingkungan sekitar.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

Peserta didik mempelajari piramida makanan melalui kegiatan yang menyenangkan seperti:

  • permainan menyusun kartu organisme;

  • menyusun gambar organisme berdasarkan tingkat trofik;

  • permainan "Siapa Memakan Siapa?";

  • membuat piramida makanan sederhana;

  • kuis tentang produsen dan konsumen;

  • mengamati contoh rantai makanan;

  • berdiskusi dalam kelompok;

  • mempresentasikan hasil kerja kelompok.

Peserta didik diberikan kesempatan untuk berdiskusi, mencoba, mengamati, dan menyampaikan pendapat sehingga pembelajaran menjadi aktif, menyenangkan, dan bermakna.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

  1. Peserta didik menjelaskan pengertian piramida makanan.

  2. Peserta didik mengidentifikasi produsen dan konsumen dalam suatu rantai makanan.

  3. Peserta didik mengidentifikasi tingkatan trofik dalam piramida makanan.

  4. Peserta didik menjelaskan hubungan antara tingkatan trofik dan jumlah energi.

  5. Peserta didik menganalisis mengapa energi semakin berkurang pada tingkat trofik yang lebih tinggi.

  6. Peserta didik membuat contoh piramida makanan sederhana berdasarkan rantai makanan.

  7. Peserta didik merefleksikan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi ajma’iin, wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran IPAS mari kita renungkan kebesaran Allah SWT.

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta seluruh makhluk hidup di dalamnya.

  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT mengatur dan memelihara keseimbangan alam.

  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT memberikan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya melalui berbagai sumber makanan yang tersedia di alam.

Materi : PIRAMIDA MAKANAN



A. Pengertian Piramida Makanan

Piramida makanan adalah gambaran yang menunjukkan tingkatan makhluk hidup dalam suatu rantai makanan berdasarkan tingkat trofik dan jumlah energi yang tersedia.

Piramida makanan berbentuk seperti piramida. Bagian paling bawah memiliki jumlah energi paling besar, sedangkan semakin ke atas jumlah energi semakin sedikit.

Piramida makanan membantu kita memahami hubungan makan dan dimakan serta perpindahan energi dalam ekosistem.

B. Tingkatan dalam Piramida Makanan



Piramida makanan terdiri atas beberapa tingkatan.

1. Produsen

Produsen berada pada tingkat paling bawah piramida makanan.

Produsen adalah makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis.

Contoh produsen adalah:

  • rumput;

  • padi;

  • pohon;

  • tumbuhan hijau;

  • fitoplankton.

Produsen memiliki energi paling besar karena memperoleh energi langsung dari matahari.

2. Konsumen Tingkat I

Konsumen tingkat I berada di atas produsen.

Konsumen tingkat I adalah makhluk hidup yang memakan produsen.

Contohnya:

  • belalang memakan rumput;

  • ulat memakan daun;

  • tikus memakan padi;

  • sapi memakan rumput.

Konsumen tingkat I biasanya merupakan hewan herbivora.

3. Konsumen Tingkat II

Konsumen tingkat II memakan konsumen tingkat I.

Contohnya:

  • katak memakan belalang;

  • burung memakan ulat;

  • ular memakan tikus.

Konsumen tingkat II biasanya merupakan hewan karnivora atau omnivora.

4. Konsumen Tingkat III

Konsumen tingkat III berada pada tingkat yang lebih tinggi dan memakan konsumen tingkat II.

Contohnya:

  • ular memakan katak;

  • elang memakan ular;

  • elang memakan burung.

Jumlah energi pada tingkat ini lebih sedikit dibandingkan tingkat di bawahnya.

C. Contoh Piramida Makanan

Perhatikan contoh berikut:

Rumput → Belalang → Katak → Ular → Elang

Jika dibuat menjadi piramida makanan:

Tingkat IV: Elang
Tingkat III: Ular
Tingkat II: Katak
Tingkat I: Belalang
Dasar: Rumput

Dalam piramida tersebut:

  • Rumput berperan sebagai produsen.

  • Belalang berperan sebagai konsumen tingkat I.

  • Katak berperan sebagai konsumen tingkat II.

  • Ular berperan sebagai konsumen tingkat III.

  • Elang merupakan konsumen pada tingkat yang lebih tinggi.

D. Jumlah Energi dalam Piramida Makanan

Energi dalam piramida makanan semakin berkurang dari bawah ke atas.

Produsen memiliki energi paling banyak karena mendapatkan energi langsung dari matahari.

Ketika produsen dimakan oleh konsumen tingkat I, sebagian energi berpindah kepada konsumen. Namun, tidak seluruh energi dapat diteruskan.

Akibatnya, semakin tinggi tingkat trofik, semakin sedikit energi yang tersedia.

Urutannya dapat digambarkan sebagai berikut:

Produsen → Konsumen I → Konsumen II → Konsumen III

Energi banyak → Energi lebih sedikit → Energi semakin sedikit → Energi paling sedikit

E. Mengapa Bentuknya Seperti Piramida?

Piramida makanan berbentuk seperti piramida karena:

  1. produsen berada di bagian paling bawah;

  2. produsen memiliki energi paling banyak;

  3. konsumen tingkat I memiliki energi lebih sedikit;

  4. konsumen tingkat II memiliki energi lebih sedikit lagi;

  5. konsumen tingkat tinggi memiliki energi paling sedikit.

Jadi, semakin ke atas piramida, jumlah energi semakin kecil.

F. Hubungan Piramida Makanan dengan Keseimbangan Ekosistem

Setiap tingkat dalam piramida makanan saling berhubungan.

Jika jumlah produsen berkurang, konsumen tingkat I dapat kekurangan makanan. Hal tersebut dapat menyebabkan jumlah konsumen tingkat I berkurang.

Perubahan tersebut juga dapat memengaruhi konsumen tingkat II dan III.

Contohnya:

Rumput berkurang → belalang berkurang → katak berkurang → ular berkurang → elang kekurangan makanan.

Oleh karena itu, kita harus menjaga lingkungan agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga.

LATIHAN SOAL

A. Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa yang dimaksud dengan piramida makanan?

  2. Makhluk hidup apakah yang berada pada dasar piramida makanan?

  3. Mengapa produsen memiliki energi paling banyak?

  4. Apa yang dimaksud dengan konsumen tingkat I?

  5. Berikan dua contoh konsumen tingkat I!

  6. Apa yang dimaksud dengan konsumen tingkat II?

  7. Mengapa energi semakin berkurang pada tingkat trofik yang lebih tinggi?

  8. Perhatikan rantai makanan berikut:

    Padi → Tikus → Ular → Elang

    Siapakah yang berperan sebagai produsen?

  9. Dalam rantai makanan Rumput → Belalang → Katak → Ular, siapakah konsumen tingkat II?

  10. Apa yang terjadi jika jumlah tumbuhan sebagai produsen berkurang secara drastis?

B. Buatlah piramida makanan sederhana berdasarkan rantai makanan berikut!

Padi → Belalang → Katak → Ular → Elang

Tuliskan nama organisme dan perannya pada setiap tingkat.

PENUTUP

Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. Kita akan melanjutkan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.