Kamis, 22 Oktober 2026

Materi ajar Kokulikuler Kamis, 22 Oktober 2026

 



IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

  2. Mapel : Kokulikuler

  3. Hari/Tanggal : Kamis, 22Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

  5. Materi : Tarian Khas La,pung

  6. Pertemuan ke : 20

Capaian Pembelajaran
:
  Peserta didik mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas daerah. Peserta didik mampu mengidentifikasi nama, asal, makna, fungsi, kostum, properti, serta gerak dasar tari tradisional Lampung. Peserta didik menunjukkan sikap bangga, menghargai keberagaman budaya, bekerja sama, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan mengenal serta mempraktikkan gerak dasar tari tradisional Lampung sebagai bentuk pelestarian budaya bangsa.

Tujuan Pembelajaran
:
Peserta didik mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas daerah, mampu mengidentifikasi nama, asal, makna, fungsi, kostum, properti, serta gerak dasar tari tradisional Lampung, serta menunjukkan sikap bangga dan menghargai keberagaman budaya.

TP Mindful, Meaningful, dan Joyful:

  • 1. Mindful Learning (Berkesadaran)
    Peserta didik mampu mengamati dan mengenali keberagaman tari tradisional Lampung dengan penuh perhatian melalui gambar, video, atau pertunjukan, kemudian mengidentifikasi nama, asal daerah, makna, fungsi, kostum, properti, dan gerak dasar tari serta menyadari bahwa setiap tari memiliki nilai dan identitas budaya yang perlu dihargai.

    2. Meaningful Learning (Bermakna)
    Peserta didik mampu menghubungkan unsur dan makna tari tradisional Lampung dengan kehidupan masyarakat, nilai-nilai budaya, dan identitas daerah, serta merefleksikan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari keberagaman budaya Indonesia.

    3. Joyful Learning (Menggembirakan)
    Peserta didik mampu menirukan dan mengeksplorasi gerak dasar tari tradisional Lampung secara sederhana melalui kegiatan yang menyenangkan, kreatif, dan kolaboratif, serta menunjukkan rasa percaya diri, bangga, dan menghargai keberagaman budaya.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran):

  1. mengenali dan mengidentifikasi keberagaman tari tradisional Lampung berdasarkan nama dan asal daerahnya dengan penuh perhatian serta menunjukkan sikap menghargai keberagaman budaya.

  2. menghubungkan makna, fungsi, kostum, properti, dan gerak dasar tari tradisional Lampung dengan kehidupan serta identitas masyarakat Lampung.

  3. menirukan dan mengeksplorasi gerak dasar tari tradisional Lampung secara sederhana dengan percaya diri, kreatif, dan menghargai karakteristik gerak tari.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Kokulikuler mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.
Apersepsi

"Anak-anak, Allah Swt. menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, bahasa, dan budaya. Perbedaan tersebut bukan untuk saling membeda-bedakan, tetapi agar kita saling mengenal, menghargai, dan hidup berdampingan."

"Indonesia adalah negara yang memiliki banyak sekali budaya. Salah satunya adalah budaya Lampung, daerah tempat kita tinggal. Lampung memiliki berbagai tarian tradisional yang memiliki gerakan, pakaian, musik, dan makna yang khas. Keberagaman tarian tersebut merupakan kekayaan budaya yang patut kita syukuri dan kita lestarikan."

Materi :
Eksplorasi tarian Lampung mencakup pelestarian ragam seni gerak tradisional dan kreasi baru yang kaya makna budaya, seperti Tari Sigeh Pengunten, Tari Bedana, dan Tari Melinting.

Jenis-Jenis Tarian Utama :
1. Tari Sigeh Pengunten: Gabungan adat Pepadun dan Saibatin untuk menyambut tamu agung.
2. Tari Bedana: Tarian pergaulan bernapas Islam yang melambangkan keterbukaan masyarakat.
3. Tari Cangget: Ritual pemuda-pemudi dalam acara adat, panen raya, atau pernikahan.Tari Melinting: Tarian klasik dari Lampung Timur yang dibawakan bangsawan kerajaan.
4. Tari Tuping: Drama tari topeng tradisional yang menggambarkan kepahlawanan dan rasa syukur.Unsur dan Ciri KhasGerakan: Lembut, dinamis, serta sarat gestur penghormatan dan keramahan.
5. Tari Cak Culay Na'bui Na'bui digunakan sebagai tari hiburan dan pergaulan masyarakat, yang menggambarkan suasana gembira, kebersamaan, dan interaksi sosial.

Busana: Didominasi warna cerah dengan mahkota khas seperti Siger dan atribut keemasan.Musik: Diiringi alat musik tradisional seperti gamolan pekhing, gundang, dan petting atau gitar tunggal. Salah satu tarian Lampung 

Rabu, 21 Oktober 2026

Materi Ajar IPAS Rabu, 21 Oktober 2026

 

IDENTITAS

  1. Nama Guru: Yuyun Eka Purwanti, S.Pd.

  2. Mapel: IPAS

  3. Hari/Tanggal: Rabu, 21 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas: Fase C / Kelas V (Lima)

  5. Materi: Bunyi dan Sifatnya

  6. Pertemuan ke: 20

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik memahami konsep bunyi, sumber bunyi, proses terjadinya bunyi, sifat-sifat bunyi, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan pengamatan dan percobaan sederhana.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat menjelaskan konsep bunyi dan sifat-sifatnya serta menganalisis pemanfaatan bunyi dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan pengamatan, diskusi, dan percobaan sederhana.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian bunyi.

  2. Mengidentifikasi berbagai sumber bunyi.

  3. Menjelaskan proses terjadinya bunyi melalui benda yang bergetar.

  4. Menjelaskan bahwa bunyi memerlukan medium untuk merambat.

  5. Menjelaskan bahwa bunyi dapat merambat melalui benda padat, cair, dan gas.

  6. Menjelaskan bahwa bunyi dapat dipantulkan.

  7. Menjelaskan bahwa bunyi dapat diserap oleh benda tertentu.

  8. Mengidentifikasi contoh pemanfaatan bunyi dalam kehidupan sehari-hari.

  9. Melakukan percobaan sederhana untuk membuktikan sifat-sifat bunyi.

  10. Menunjukkan sikap teliti, aktif, bekerja sama, dan bertanggung jawab selama pembelajaran.

TP MINDFUL, MEANINGFUL, DAN JOYFUL

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

Peserta didik belajar dengan penuh perhatian terhadap berbagai bunyi yang terdengar di lingkungan sekitar.

Peserta didik menyadari bahwa bunyi berasal dari benda yang bergetar dan dapat merambat melalui medium tertentu.

Peserta didik mengamati perbedaan bunyi yang dihasilkan oleh berbagai benda dengan teliti.

Peserta didik menyadari pentingnya bunyi dalam kehidupan manusia, hewan, dan lingkungan.

Peserta didik merefleksikan kebesaran Allah SWT melalui keteraturan bunyi dan manfaatnya bagi kehidupan.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep bunyi dengan pengalaman yang ditemui sehari-hari, seperti:

  • Mendengar suara bel sekolah.

  • Mendengar suara orang berbicara.

  • Mengamati bunyi yang dihasilkan alat musik.

  • Mendengar suara kendaraan di jalan.

  • Mengamati bunyi yang merambat melalui meja.

  • Mendengar gema atau gaung di tempat tertentu.

  • Memahami manfaat bunyi sebagai alat komunikasi dan peringatan.

Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa bunyi bukan hanya materi pelajaran, tetapi juga bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

Peserta didik mempelajari bunyi dan sifatnya melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti:

  • Permainan tebak sumber bunyi.

  • Mengamati getaran penggaris.

  • Percobaan bunyi menggunakan karet gelang.

  • Percobaan perambatan bunyi melalui benda padat.

  • Percobaan sederhana tentang bunyi yang dipantulkan.

  • Permainan membedakan bunyi keras dan lemah.

  • Kuis tentang bunyi dan sifat-sifatnya.

  • Berdiskusi dalam kelompok.

  • Mempresentasikan hasil percobaan.

Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengamati, mencoba, menemukan, berdiskusi, dan menyampaikan hasil pengamatan sehingga pembelajaran menjadi aktif, menyenangkan, dan bermakna.

ATP (ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN)

  1. Peserta didik menjelaskan pengertian bunyi.

  2. Peserta didik mengidentifikasi berbagai sumber bunyi.

  3. Peserta didik menjelaskan proses terjadinya bunyi.

  4. Peserta didik menjelaskan bahwa bunyi berasal dari benda yang bergetar.

  5. Peserta didik menjelaskan bahwa bunyi memerlukan medium untuk merambat.

  6. Peserta didik mengidentifikasi perambatan bunyi melalui benda padat, cair, dan gas.

  7. Peserta didik menjelaskan bahwa bunyi dapat dipantulkan.

  8. Peserta didik menjelaskan bahwa bunyi dapat diserap oleh benda tertentu.

  9. Peserta didik menghubungkan sifat bunyi dengan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.

  10. Peserta didik melakukan percobaan sederhana untuk membuktikan sifat-sifat bunyi.

  11. Peserta didik merefleksikan manfaat bunyi bagi kehidupan.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ.

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa Muhammadin, wa ‘alaa aalihi washahbihi ajma’iin. Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran IPAS, mari kita renungkan kebesaran Allah SWT.

  • Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan berbagai makhluk dan benda yang dapat menghasilkan bunyi.

  • Al-'Alim (Maha Mengetahui): Allah SWT mengetahui segala sesuatu yang terjadi di alam semesta, termasuk bagaimana bunyi dihasilkan dan merambat.

  • Ar-Rahman (Maha Pengasih): Allah SWT memberikan kemampuan mendengar kepada manusia sehingga dapat berkomunikasi, belajar, dan mengenali berbagai keadaan di sekitarnya.

Materi: BUNYI DAN SIFATNYA



A. Pengertian Bunyi

Bunyi adalah salah satu bentuk energi yang dihasilkan oleh benda yang bergetar dan dapat didengar oleh telinga.

Bunyi dapat kita dengar dalam berbagai kegiatan sehari-hari, misalnya suara orang berbicara, bunyi bel sekolah, suara kendaraan, dan suara alat musik.

Bunyi terjadi ketika suatu benda bergetar. Getaran tersebut menghasilkan gelombang bunyi yang merambat melalui medium hingga sampai ke telinga kita.

Contoh benda yang menghasilkan bunyi:

  • Gitar yang dipetik.

  • Drum yang dipukul.

  • Lonceng yang dibunyikan.

  • Pita suara manusia ketika berbicara.

  • Penggaris yang digetarkan pada tepi meja.

Kesimpulan:

Bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar dan dapat didengar oleh telinga.

B. Sumber-Sumber Bunyi

Sumber bunyi adalah benda yang menghasilkan bunyi ketika bergetar.

Contoh sumber bunyi dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Manusia: menghasilkan bunyi melalui getaran pita suara.

  2. Hewan: burung berkicau, ayam berkokok, dan kucing mengeong.

  3. Alat musik: gitar, drum, seruling, dan piano.

  4. Benda di sekitar: bel sekolah, lonceng, dan benda yang dipukul.

Sumber bunyi dapat menghasilkan bunyi yang berbeda-beda, baik dari segi tinggi-rendah maupun kuat-lemahnya bunyi.

Kesimpulan:

Semua sumber bunyi menghasilkan bunyi melalui getaran.

C. Sifat-Sifat Bunyi

1. Bunyi Dihasilkan oleh Benda yang Bergetar

Getaran adalah gerakan bolak-balik secara teratur melalui titik keseimbangan.

Ketika benda bergetar, benda tersebut dapat menghasilkan bunyi.

Contohnya:

  • Senar gitar bergetar ketika dipetik.

  • Membran drum bergetar ketika dipukul.

  • Penggaris bergetar ketika salah satu ujungnya dijentikkan.

  • Pita suara bergetar ketika manusia berbicara.

Kita dapat membuktikannya dengan menjentikkan penggaris yang sebagian ujungnya berada di tepi meja. Penggaris akan bergetar dan menghasilkan bunyi.

Kesimpulan:

Bunyi berasal dari benda yang bergetar.

2. Bunyi Memerlukan Medium untuk Merambat

Bunyi tidak dapat merambat tanpa medium. Medium adalah zat perantara yang dilalui gelombang bunyi.

Bunyi dapat merambat melalui tiga jenis medium, yaitu:

  • Benda padat, misalnya bunyi yang merambat melalui meja.

  • Benda cair, misalnya bunyi yang merambat melalui air.

  • Benda gas, misalnya suara manusia yang merambat melalui udara.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat mendengar suara teman karena bunyi merambat melalui udara dari sumber bunyi menuju telinga.

Bunyi tidak dapat merambat di ruang hampa karena tidak terdapat medium yang meneruskan getaran bunyi.

Kesimpulan:

Bunyi memerlukan medium untuk merambat, yaitu benda padat, cair, atau gas.

3. Bunyi Dapat Merambat melalui Benda Padat, Cair, dan Gas

Bunyi dapat merambat melalui berbagai jenis zat.

Contohnya:

  • Benda padat: suara ketukan dapat terdengar melalui meja.

  • Benda cair: bunyi dapat merambat melalui air.

  • Benda gas: suara percakapan terdengar melalui udara.

Perambatan bunyi dapat diamati melalui percobaan sederhana, misalnya mendengarkan ketukan meja dengan telinga yang didekatkan ke permukaan meja.

Kesimpulan:

Bunyi dapat merambat melalui benda padat, cair, dan gas.

4. Bunyi Dapat Dipantulkan

Pemantulan bunyi adalah peristiwa ketika gelombang bunyi mengenai suatu permukaan lalu kembali ke arah tertentu.

Bunyi pantul dapat terdengar jelas atau bercampur dengan bunyi asli, bergantung pada keadaan dan jarak permukaan pemantul.

Contoh pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari:

  • Gema di tebing atau gua.

  • Bunyi pantul di gedung kosong.

  • Pemanfaatan sonar untuk mendeteksi benda di dalam air.

Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli selesai.

Gaung adalah bunyi pantul yang datang hampir bersamaan dengan bunyi asli sehingga suara terdengar kurang jelas.

Kesimpulan:

Bunyi dapat dipantulkan ketika mengenai permukaan tertentu.

5. Bunyi Dapat Diserap

Bunyi dapat diserap oleh bahan tertentu sehingga pantulannya berkurang.

Bahan yang lunak dan berpori umumnya dapat membantu menyerap bunyi, misalnya busa khusus peredam suara, karpet, dan tirai tebal.

Contoh pemanfaatannya:

  • Bahan peredam suara di studio musik.

  • Karpet dan panel peredam di ruangan tertentu.

  • Penggunaan bahan peredam untuk mengurangi kebisingan.

Permukaan keras seperti dinding beton cenderung memantulkan bunyi lebih banyak dibandingkan bahan penyerap bunyi yang sesuai.

Kesimpulan:

Bahan tertentu dapat menyerap bunyi dan membantu mengurangi pantulan suara.

D. Tinggi-Rendah dan Kuat-Lemah Bunyi

Bunyi memiliki karakteristik yang dapat kita amati.

1. Tinggi dan rendah bunyi

Tinggi-rendah bunyi berkaitan dengan frekuensi getaran.

  • Frekuensi tinggi menghasilkan bunyi bernada tinggi.

  • Frekuensi rendah menghasilkan bunyi bernada rendah.

Contohnya, bunyi peluit biasanya bernada tinggi, sedangkan bunyi drum besar dapat menghasilkan nada yang lebih rendah.

2. Kuat dan lemah bunyi

Kuat-lemah bunyi berkaitan dengan amplitudo getaran.

  • Amplitudo besar umumnya menghasilkan bunyi yang lebih kuat.

  • Amplitudo kecil umumnya menghasilkan bunyi yang lebih lemah.

Contohnya, memukul drum dengan kuat menghasilkan bunyi lebih keras daripada memukulnya dengan pelan.

Kesimpulan:

Tinggi-rendah bunyi berkaitan dengan frekuensi, sedangkan kuat-lemah bunyi berkaitan dengan amplitudo getaran.

E. Contoh Sifat Bunyi dalam Kehidupan Sehari-hari

Sifat atau karakteristik bunyiContoh dalam kehidupan
Dihasilkan oleh getaranSenar gitar dipetik
Merambat melalui gasSuara guru terdengar di kelas
Merambat melalui benda padatKetukan meja terdengar melalui permukaannya
Merambat melalui benda cairBunyi dapat merambat melalui air
Dapat dipantulkanGema di dalam gua
Dapat diserapBusa peredam di studio musik
Memiliki tinggi-rendahPeluit dan drum menghasilkan bunyi berbeda
Memiliki kuat-lemahBunyi drum dipukul keras atau pelan

Dengan mengamati berbagai peristiwa tersebut, kita dapat memahami bahwa bunyi memiliki sifat dan karakteristik yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

F. Percobaan Sederhana tentang Bunyi

Percobaan 1: Bunyi Dihasilkan oleh Benda yang Bergetar

Alat dan bahan:

  • Penggaris plastik.

  • Meja.

Langkah-langkah:

  1. Letakkan sebagian penggaris di atas meja.

  2. Pegang penggaris agar tidak bergeser.

  3. Tekan ujung penggaris yang menjulur keluar.

  4. Lepaskan ujung penggaris sehingga bergetar.

  5. Amati gerakan dan dengarkan bunyi yang dihasilkan.

Hasil pengamatan:

Penggaris bergerak bolak-balik dan menghasilkan bunyi.

Kesimpulan:

Bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar.

Percobaan 2: Bunyi Merambat melalui Benda Padat

Alat dan bahan:

  • Meja kayu.

  • Benda kecil untuk mengetuk meja.

Langkah-langkah:

  1. Mintalah seorang teman mengetuk meja secara perlahan.

  2. Dengarkan bunyi ketukan melalui udara.

  3. Dekatkan telinga ke permukaan meja, tanpa menempelkan telinga pada meja.

  4. Mintalah teman mengetuk meja kembali dengan kekuatan yang sama.

  5. Bandingkan bunyi yang terdengar.

Hasil pengamatan:

Bunyi ketukan dapat terdengar melalui udara maupun melalui meja.

Kesimpulan:

Bunyi dapat merambat melalui benda padat.

Percobaan 3: Mengamati Pemantulan Bunyi

Alat dan bahan:

  • Ruangan yang cukup luas.

  • Dinding yang keras.

Langkah-langkah:

  1. Berdirilah pada jarak aman dari dinding.

  2. Tepukkan tangan satu kali.

  3. Dengarkan bunyi yang terdengar.

  4. Amati apakah terdengar bunyi pantul.

  5. Ulangi di tempat yang berbeda, jika memungkinkan.

Hasil pengamatan:

Bunyi dapat dipantulkan oleh permukaan keras, tetapi bunyi pantul tidak selalu terdengar jelas.

Kesimpulan:

Bunyi dapat dipantulkan ketika mengenai permukaan tertentu.

Percobaan 4: Mengamati Peredaman Bunyi

Alat dan bahan:

  • Dua lembar kain tebal atau handuk.

  • Meja.

  • Benda kecil yang dapat diketukkan.

Langkah-langkah:

  1. Ketukkan benda pada meja dengan kekuatan yang sama.

  2. Dengarkan bunyi yang dihasilkan.

  3. Letakkan kain tebal di atas permukaan meja.

  4. Ketukkan benda kembali dengan kekuatan yang sama.

  5. Bandingkan bunyi pada kedua keadaan.

Hasil pengamatan:

Bunyi dapat terdengar berbeda ketika permukaan meja dilapisi kain.

Kesimpulan:

Bahan tertentu dapat membantu menyerap bunyi atau mengurangi pantulan suara.

G. Hubungan Bunyi dengan Kehidupan

Bunyi memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Manusia memanfaatkan bunyi untuk berkomunikasi, belajar, menyampaikan informasi, dan memberikan tanda peringatan.

Contoh pemanfaatan bunyi dalam kehidupan sehari-hari:

  • Bel sekolah digunakan sebagai tanda pergantian kegiatan.

  • Telepon memanfaatkan bunyi untuk membantu komunikasi.

  • Alat musik menghasilkan bunyi untuk hiburan.

  • Sirene digunakan untuk memberikan peringatan.

  • Sonar memanfaatkan pantulan bunyi untuk mendeteksi objek di dalam air.

  • Bahan peredam digunakan untuk mengurangi kebisingan di ruangan tertentu.

Kita juga perlu menjaga kesehatan pendengaran dengan menghindari suara yang terlalu keras dan menggunakan alat pelindung pendengaran jika diperlukan.

Oleh karena itu, memahami bunyi dan sifatnya membantu kita menjelaskan berbagai peristiwa di lingkungan sekitar serta menggunakan bunyi secara bijaksana.

LATIHAN SOAL

A. Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa yang dimaksud dengan bunyi?

  2. Sebutkan tiga contoh sumber bunyi dalam kehidupan sehari-hari!

  3. Mengapa benda yang bergetar dapat menghasilkan bunyi?

  4. Apa yang dimaksud dengan medium perambatan bunyi?

  5. Sebutkan tiga medium yang dapat dilalui bunyi!

  6. Mengapa kita dapat mendengar suara teman yang sedang berbicara?

  7. Apa yang dimaksud dengan pemantulan bunyi?

  8. Jelaskan perbedaan gema dan gaung!

  9. Mengapa bahan peredam suara digunakan di studio musik?

  10. Apa perbedaan tinggi-rendah bunyi dan kuat-lemah bunyi?

B. Perhatikan peristiwa berikut!

Rani memetik senar gitar. Ia melihat senar bergerak dan mendengar bunyi yang dihasilkan. Ketika senar berhenti bergetar, bunyi gitar juga berhenti.

Pertanyaan:

  1. Apa yang menyebabkan senar gitar menghasilkan bunyi?

  2. Mengapa bunyi gitar berhenti ketika senar tidak lagi bergetar?

  3. Sebutkan dua contoh benda lain yang menghasilkan bunyi melalui getaran!

C. Kelompokkan peristiwa berikut berdasarkan sifat bunyi!

  1. Senar gitar dipetik.

  2. Suara guru terdengar di kelas.

  3. Gema terdengar di dalam gua.

  4. Busa digunakan untuk mengurangi pantulan suara.

  5. Bunyi ketukan terdengar melalui meja.

Tuliskan jawabanmu dalam tabel berikut!

No.PeristiwaSifat bunyi
1Senar gitar dipetik................
2Suara guru terdengar di kelas................
3Gema terdengar di dalam gua................
4Busa mengurangi pantulan suara................
5Ketukan terdengar melalui meja................

D. Soal Analisis (HOTS)

Dua ruangan digunakan untuk kegiatan belajar. Ruangan pertama memiliki dinding keras dan lantai keramik, sedangkan ruangan kedua menggunakan beberapa bahan peredam suara.

  1. Menurutmu, ruangan manakah yang lebih berpotensi menimbulkan pantulan bunyi? Jelaskan alasanmu.

  2. Mengapa bahan peredam suara dapat membantu kegiatan belajar menjadi lebih nyaman?

  3. Tuliskan dua cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kenyamanan pendengaran di sekolah.

REFLEKSI PEMBELAJARAN

Peserta didik merefleksikan pembelajaran tentang bunyi dan sifatnya dengan menyampaikan hal-hal yang telah dipahami. Peserta didik diharapkan mampu menjelaskan bahwa bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar, memerlukan medium untuk merambat, dapat merambat melalui benda padat, cair, dan gas, serta dapat dipantulkan dan diserap oleh bahan tertentu. Peserta didik juga mampu menghubungkan sifat bunyi dengan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan pengamatan dan percobaan sederhana, peserta didik belajar untuk berpikir kritis, bekerja sama, dan menyampaikan hasil pengamatan secara bertanggung jawab.

KESIMPULAN PEMBELAJARAN

Bunyi merupakan salah satu bentuk energi yang dihasilkan oleh benda yang bergetar dan dapat didengar oleh telinga. Bunyi memerlukan medium untuk merambat, yaitu benda padat, cair, atau gas. Bunyi juga dapat dipantulkan dan diserap oleh bahan tertentu. Selain itu, bunyi memiliki karakteristik tinggi-rendah dan kuat-lemah yang berkaitan dengan frekuensi dan amplitudo getaran. Sifat-sifat bunyi dapat diamati melalui berbagai peristiwa sehari-hari, seperti suara alat musik, gema di dalam gua, dan penggunaan bahan peredam suara. Dengan memahami bunyi dan sifatnya, peserta didik dapat menjelaskan berbagai fenomena di lingkungan sekitar serta semakin menyadari kebesaran Allah SWT melalui keteraturan alam yang diciptakan-Nya.

PENUTUP

Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. Semoga kita semakin memahami manfaat bunyi dalam kehidupan sehari-hari dan menyadari kebesaran Allah SWT melalui berbagai fenomena alam yang ada di sekitar kita.

Mari kita gunakan bunyi dengan bijaksana, menjaga kesehatan pendengaran, dan menghargai orang lain ketika berbicara maupun mendengarkan.

Kita akan melanjutkan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Materi ajar Bahasa Indonesia Rabu, 21 Oktober 2026

 

IDENTITAS

Nama Guru               : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd.
Mapel                         : Bahasa Indonesia
Hari/Tanggal           : Rabu, 21
 Oktober 2026

Fase/Kelas                : Fase C / Kelas V (Lima)
Materi                        : Kata Idiom

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Membaca dan Memirsa

Peserta didik mampu memahami informasi dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif (makna sebenarnya) dan konotatif (makna kiasan) dalam berbagai teks. Peserta didik mampu mengidentifikasi makna kata berdasarkan konteks kalimat serta menggunakan kosakata tersebut untuk memahami dan menyampaikan informasi secara tepat.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  1. Memahami pengertian kata idiom.

  2. Menjelaskan ciri-ciri kata idiom.

  3. Membedakan makna sebenarnya dan makna kiasan.

  4. Mengidentifikasi kata idiom dalam kalimat sederhana.

  5. Menjelaskan arti kata idiom berdasarkan konteks kalimat.

  6. Menyebutkan contoh kata idiom yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

  7. Menggunakan kata idiom dalam kalimat dengan tepat.

  8. Menentukan makna kata idiom dalam sebuah teks bacaan.

  9. Menulis kalimat sederhana menggunakan kata idiom.

  10. Menyampaikan hasil identifikasi kata idiom secara lisan maupun tertulis.

TP Mindful, Meaningful, dan Joyful

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

  • Peserta didik mampu menyadari bahwa suatu ungkapan dapat memiliki makna yang berbeda dari arti kata sebenarnya.

  • Peserta didik mampu memperhatikan konteks kalimat untuk memahami makna kata idiom.

  • Peserta didik mampu membedakan penggunaan kata secara langsung dan secara kiasan.

  • Peserta didik mampu menggunakan kata idiom secara tepat dalam berkomunikasi.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

  • Peserta didik mampu menghubungkan kata idiom dengan percakapan sehari-hari.

  • Peserta didik mampu menemukan contoh kata idiom dalam cerita, percakapan, dan bacaan.

  • Peserta didik mampu memahami pesan yang disampaikan melalui ungkapan idiom.

  • Peserta didik mampu menggunakan kata idiom untuk membuat kalimat yang bermakna.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

  • Peserta didik menemukan contoh kata idiom melalui permainan tebak makna.

  • Peserta didik mencocokkan kata idiom dengan arti yang tepat.

  • Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menemukan kata idiom dalam kalimat.

  • Peserta didik membuat kalimat menarik menggunakan kata idiom.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Murid dapat memahami kosakata baru, mengidentifikasi makna kata berdasarkan konteks, membedakan makna sebenarnya dan makna kiasan, serta menggunakan kata idiom dalam kalimat dan teks sederhana secara tepat.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Matematika mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.

Apersepsi

Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik:

“Anak-anak, pernahkah kalian mendengar ungkapan buah tangan?”

“Menurut kalian, apakah buah tangan berarti buah yang ada di tangan?”

“Jika seseorang disebut besar kepala, apakah kepalanya benar-benar berukuran besar?”

“Pernahkah kalian mendengar ungkapan panjang tangan atau kutu buku?”

Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan pembelajaran:

“Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar ungkapan yang maknanya tidak sama dengan arti kata sebenarnya. Misalnya, buah tangan berarti oleh-oleh, sedangkan kutu buku berarti orang yang gemar membaca. Ungkapan seperti ini disebut kata idiom. Hari ini kita akan belajar mengenal kata idiom, memahami artinya, dan menggunakannya dalam kalimat dengan tepat.”

MATERI: KATA IDIOM



A. Pengertian Kata Idiom

Kata idiom adalah gabungan kata atau ungkapan yang memiliki makna khusus dan tidak dapat diartikan hanya berdasarkan makna setiap kata penyusunnya.

Kata idiom sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, cerita, dan bacaan untuk menyampaikan maksud secara lebih menarik.

Contoh:

  1. Buah tangan berarti oleh-oleh.

  2. Besar kepala berarti sombong.

  3. Panjang tangan berarti suka mencuri.

  4. Kutu buku berarti orang yang gemar membaca.

  5. Kepala dingin berarti tenang dalam menghadapi masalah.

Jadi, untuk memahami kata idiom, kita harus memperhatikan makna ungkapan secara keseluruhan, bukan hanya arti setiap katanya.

B. Ciri-Ciri Kata Idiom

Kata idiom memiliki beberapa ciri, antara lain:

  1. Memiliki makna khusus atau makna kiasan.

  2. Maknanya tidak selalu sesuai dengan arti kata penyusunnya.

  3. Sering digunakan dalam percakapan dan tulisan sehari-hari.

  4. Maknanya dapat dipahami melalui konteks kalimat.

  5. Dapat digunakan untuk menggambarkan sifat, keadaan, atau perilaku seseorang.

Contoh:

“Dina menjadi kutu buku sejak mengikuti kegiatan membaca di perpustakaan.”

Ungkapan kutu buku tidak berarti Dina adalah kutu yang hidup di dalam buku. Ungkapan tersebut berarti Dina sangat gemar membaca.

C. Perbedaan Makna Sebenarnya dan Makna Kiasan

Makna sebenarnya adalah makna yang sesuai dengan arti kata secara langsung. Sementara itu, makna kiasan adalah makna yang digunakan untuk menyampaikan maksud tertentu secara tidak langsung.

Perhatikan contoh berikut!

KalimatMakna
Adik membawa buah di tangannya.Makna sebenarnya
Paman membawa buah tangan dari Jakarta.Makna kiasan: oleh-oleh
Kepala Andi terasa sakit.Makna sebenarnya
Andi tidak boleh besar kepala.Makna kiasan: sombong

Dengan memahami perbedaan tersebut, kita dapat mengetahui kapan suatu ungkapan digunakan dengan arti sebenarnya dan kapan digunakan sebagai idiom.

D. Contoh Kata Idiom dan Artinya

Berikut beberapa kata idiom yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Buah tangan: oleh-oleh.

  2. Besar kepala: sombong.

  3. Panjang tangan: suka mencuri.

  4. Kutu buku: orang yang gemar membaca.

  5. Kepala dingin: tenang dalam menghadapi masalah.

  6. Kambing hitam: orang yang dipersalahkan atas suatu kejadian.

  7. Meja hijau: pengadilan atau proses hukum.

  8. Buah hati: anak yang disayangi.

  9. Rendah hati: tidak sombong.

  10. Angkat tangan: menyerah atau tidak sanggup melanjutkan.

  11. Gulung tikar: mengalami kebangkrutan atau menutup usaha karena kerugian.

  12. Naik daun: sedang terkenal atau populer.

  13. Darah biru: keturunan bangsawan.

  14. Tangan kanan: orang kepercayaan.

  15. Ringan tangan: suka membantu; dalam konteks tertentu juga dapat berarti suka memukul.

Perlu diingat bahwa beberapa idiom dapat memiliki makna berbeda sesuai dengan konteks kalimatnya.

E. Penggunaan Kata Idiom dalam Kalimat

Kata idiom dapat digunakan dalam kalimat untuk menyampaikan maksud tertentu.

Perhatikan contoh berikut!

  1. Buah tangan

    Ibu membawakan buah tangan dari rumah nenek.

    Artinya: Ibu membawa oleh-oleh dari rumah nenek.

  2. Besar kepala

    Meskipun menjadi juara kelas, Rina tidak besar kepala.

    Artinya: Rina tidak menjadi sombong.

  3. Kutu buku

    Budi dikenal sebagai kutu buku di sekolahnya.

    Artinya: Budi sangat gemar membaca buku.

  4. Kepala dingin

    Kita harus menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.

    Artinya: Kita harus menyelesaikan masalah dengan tenang.

  5. Rendah hati

    Walaupun pandai, Siti tetap rendah hati kepada teman-temannya.

    Artinya: Siti tidak sombong.

F. Menentukan Makna Idiom Berdasarkan Konteks

Untuk mengetahui makna idiom dalam sebuah kalimat, kita dapat melakukan langkah-langkah berikut.

  1. Bacalah kalimat dengan saksama.

  2. Temukan ungkapan yang memiliki makna kiasan.

  3. Perhatikan kata-kata lain dalam kalimat.

  4. Tentukan maksud ungkapan berdasarkan konteks.

  5. Jelaskan arti idiom menggunakan bahasa sendiri.

Contoh:

“Pak Rudi menyelesaikan perselisihan antara warga dengan kepala dingin.”

Langkah-langkah:

  • Idiom: kepala dingin.

  • Konteks: Pak Rudi menyelesaikan perselisihan.

  • Makna: tenang dan tidak terburu-buru dalam menghadapi masalah.

Jadi, Pak Rudi menyelesaikan perselisihan dengan tenang.

G. Kata Idiom dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata idiom sering digunakan untuk menggambarkan sifat dan perilaku seseorang maupun keadaan tertentu.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Rani adalah anak yang rendah hati meskipun selalu mendapat nilai bagus.

  2. Ayah membawa buah tangan setelah pulang dari luar kota.

  3. Kakak tetap berkepala dingin ketika menghadapi masalah.

  4. Paman menjadi tangan kanan pemilik toko karena sangat dipercaya.

  5. Usaha Pak Budi gulung tikar akibat kerugian yang terus-menerus.

  6. Penyanyi muda itu sedang naik daun karena lagunya terkenal.

  7. Ibu sangat menyayangi buah hatinya.

  8. Kita tidak boleh menjadi besar kepala ketika memperoleh prestasi.

Melalui contoh tersebut, kita dapat memahami bahwa kata idiom membuat bahasa menjadi lebih beragam dan menarik.

H. Langkah-Langkah Membuat Kalimat Menggunakan Idiom

Untuk membuat kalimat menggunakan kata idiom, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Pilih satu kata idiom yang sudah diketahui artinya.

  2. Pahami makna idiom tersebut.

  3. Tentukan situasi yang sesuai dengan maknanya.

  4. Susun kalimat yang jelas dan mudah dipahami.

  5. Periksa kembali apakah penggunaan idiom sudah tepat.

Contoh:

Idiom: buah tangan.

Kalimat: Ayah membawa buah tangan untuk keluarga setelah pulang dari perjalanan.

Makna: Ayah membawa oleh-oleh untuk keluarga.

I. Contoh Teks yang Menggunakan Kata Idiom

Kunjungan ke Rumah Nenek

Pada hari Minggu, Rani dan keluarganya mengunjungi rumah nenek. Ibu membawa buah tangan berupa kue kesukaan nenek. Rani sangat senang karena dapat bertemu dengan sepupunya yang merupakan seorang kutu buku. Meskipun pandai, sepupunya tetap rendah hati. Ketika mereka berbeda pendapat saat bermain, mereka berusaha menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.

Dalam teks tersebut, terdapat beberapa kata idiom:

  • Buah tangan: oleh-oleh.

  • Kutu buku: orang yang gemar membaca.

  • Rendah hati: tidak sombong.

  • Kepala dingin: tenang dalam menghadapi masalah.

Dengan memahami kata idiom, kita dapat mengetahui maksud sebuah teks dengan lebih baik.

LATIHAN SOAL

A. Jawablah Pertanyaan Berikut!

  1. Apa yang dimaksud dengan kata idiom?

  2. Mengapa kata idiom tidak dapat diartikan hanya berdasarkan kata penyusunnya?

  3. Apa arti ungkapan buah tangan?

  4. Apa arti ungkapan besar kepala?

  5. Sebutkan tiga contoh kata idiom beserta artinya!

  6. Apa perbedaan makna sebenarnya dan makna kiasan?

  7. Apa arti ungkapan kutu buku?

  8. Jelaskan makna idiom kepala dingin dalam kalimat!

  9. Mengapa kita perlu memahami kata idiom ketika membaca sebuah teks?

  10. Buatlah dua kalimat menggunakan kata idiom yang berbeda!

B. Pasangkan Kata Idiom dengan Artinya!

Pasangkan kata idiom di sebelah kiri dengan arti yang tepat di sebelah kanan.

  1. Buah tangan

  2. Kutu buku

  3. Besar kepala

  4. Rendah hati

  5. Panjang tangan

  6. Kepala dingin

  7. Naik daun

  8. Kambing hitam

Pilihan arti:

a. Orang yang gemar membaca.
b. Sombong.
c. Oleh-oleh.
d. Tenang dalam menghadapi masalah.
e. Sedang terkenal.
f. Orang yang dipersalahkan.
g. Tidak sombong.
h. Suka mencuri.

C. Tentukan Makna Kata Idiom!

Tuliskan arti kata idiom yang dicetak tebal pada kalimat berikut.

  1. Ibu membawa buah tangan dari pasar.

  2. Riko tidak besar kepala meskipun menjadi juara lomba.

  3. Sinta dikenal sebagai kutu buku di kelasnya.

  4. Ayah menghadapi masalah dengan kepala dingin.

  5. Meskipun kaya, Pak Hasan tetap rendah hati.

  6. Penyanyi itu sedang naik daun.

  7. Pak Dedi menjadi tangan kanan kepala sekolah.

  8. Toko tersebut gulung tikar karena terus mengalami kerugian.

D. Lengkapilah Kalimat Berikut!

Isilah bagian yang kosong dengan kata idiom yang tepat.

Pilihan: buah tangan, kutu buku, rendah hati, kepala dingin, besar kepala.

  1. Rina rajin membaca buku sehingga ia dijuluki ....

  2. Ayah membawa ... setelah pulang dari luar kota.

  3. Kita harus tetap ... meskipun mendapatkan banyak prestasi.

  4. Saat menghadapi masalah, kita harus berpikir dengan ....

  5. Walaupun menjadi juara, Dika tidak ....

E. Buatlah Kalimat Menggunakan Kata Idiom!

Buatlah satu kalimat yang tepat menggunakan setiap kata idiom berikut.

  1. Buah tangan: __________________________________

  2. Kutu buku: ____________________________________

  3. Rendah hati: ___________________________________

  4. Kepala dingin: _________________________________

  5. Naik daun: _____________________________________

F. Tugas Individu

Buatlah sebuah cerita sederhana dengan tema:

“Pengalaman Menyenangkan Bersama Teman”

Ketentuan:

  1. Cerita terdiri atas minimal 5 kalimat.

  2. Gunakan minimal 3 kata idiom yang berbeda.

  3. Tuliskan arti dari setiap idiom yang digunakan.

  4. Gunakan huruf kapital dan tanda baca yang tepat.

  5. Buatlah cerita yang menarik, runtut, dan mudah dipahami.

Kerjakan di buku tulis dengan rapi.

REFLEKSI PEMBELAJARAN

Untuk Siswa:

Alhamdulillah, hari ini ananda telah mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia tentang kata idiom dengan baik. Peserta didik diharapkan mampu memahami pengertian kata idiom, mengenali makna kiasan, serta menentukan arti idiom berdasarkan konteks kalimat. Peserta didik juga berlatih menggunakan kata idiom dalam kalimat dan cerita sederhana.

Untuk Guru:

Guru mengevaluasi pemahaman peserta didik mengenai pengertian, contoh, dan makna kata idiom. Guru memperhatikan kemampuan peserta didik dalam membedakan makna sebenarnya dan makna kiasan serta menggunakan idiom secara tepat. Hasil evaluasi digunakan untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran, baik berupa penguatan materi maupun latihan tambahan bagi peserta didik yang masih mengalami kesulitan.

KESIMPULAN PEMBELAJARAN

Pembelajaran Bahasa Indonesia tentang kata idiom membantu peserta didik memahami ungkapan yang memiliki makna khusus atau kiasan. Peserta didik belajar mengenali contoh idiom seperti buah tangan, besar kepala, kutu buku, dan kepala dingin. Dengan memahami kata idiom, peserta didik dapat menafsirkan makna kalimat dan teks dengan lebih tepat serta menggunakan ungkapan tersebut dalam komunikasi sehari-hari.

PENUTUP

Alhamdulillah, pembelajaran hari ini telah selesai. Semoga ilmu yang dipelajari bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.