Rabu, 09 September 2026

Materi Ajar Bahasa Indonesia Rabu, 9 September 2026

 

IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd
  2. Mapel : Bahasa Indonesia
  3. Hari/Tanggal : Rabu, 9 September 2026
  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)
  5. Materi : Teks Prosedur
  6. Pertemuan ke : 15

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Berbicara dan Mempresentasikan

Peserta didik mampu mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun; serta menyampaikan perasaan berdasarkan fakta dan imajinasi secara indah dan menarik dalam bentuk teks sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  1. memahami pengertian dan tujuan teks prosedur;
  2. mengidentifikasi ciri-ciri teks prosedur;
  3. mengidentifikasi struktur teks prosedur;
  4. memahami penggunaan bahasa dalam teks prosedur;
  5. mempresentasikan isi teks prosedur dengan runtut, jelas, efektif, dan santun;
  6. menyampaikan langkah-langkah dalam teks prosedur menggunakan bahasa yang mudah dipahami;
  7. menunjukkan sikap percaya diri, santun, dan bertanggung jawab saat mempresentasikan teks prosedur.

TP Mindful, Meaningful dan Joyful

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

  1. Peserta didik mampu memahami teks prosedur dengan penuh perhatian dan teliti dengan mengidentifikasi tujuan, alat dan bahan, serta langkah-langkah secara runtut.
  2. Peserta didik menyadari pentingnya ketelitian, keteraturan, dan penggunaan bahasa yang jelas ketika menyampaikan langkah-langkah suatu kegiatan.
  3. Peserta didik mampu mempresentasikan teks prosedur dengan percaya diri, memperhatikan intonasi, pelafalan, volume suara, dan sikap tubuh.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

  1. Peserta didik mampu menghubungkan teks prosedur dengan kegiatan sehari-hari, seperti cara membuat makanan atau minuman, cara menggunakan suatu benda, dan cara melakukan suatu kegiatan.
  2. Peserta didik memahami bahwa teks prosedur membantu seseorang melakukan suatu kegiatan secara benar, teratur, dan aman.
  3. Peserta didik mampu menggunakan keterampilan mempresentasikan teks prosedur dalam kehidupan sehari-hari.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

  1. Peserta didik mampu memahami teks prosedur melalui kegiatan yang menyenangkan seperti mengamati contoh, menyusun langkah-langkah, berdiskusi dalam kelompok, bermain peran, dan mempresentasikan prosedur.
  2. Peserta didik menunjukkan rasa percaya diri, aktif berdiskusi, bekerja sama, dan menikmati kegiatan berbicara serta mempresentasikan teks prosedur.
  3. Peserta didik mampu memberikan apresiasi dan tanggapan yang santun terhadap presentasi teman.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

  1. Peserta didik memahami pengertian dan tujuan teks prosedur.
  2. Peserta didik mengidentifikasi ciri-ciri teks prosedur.
  3. Peserta didik mengidentifikasi struktur teks prosedur yang meliputi tujuan, alat dan bahan, serta langkah-langkah.
  4. Peserta didik mengidentifikasi penggunaan kata kerja, kata penghubung, dan kalimat perintah dalam teks prosedur.
  5. Peserta didik menyusun langkah-langkah suatu kegiatan secara runtut.
  6. Peserta didik mempresentasikan teks prosedur dengan efektif, runtut, jelas, dan santun.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi ajma’iin, wa mantabi’ahum biihsaanin ilaa yaumiddiin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Bahasa Indonesia, mari kita renungkan kebesaran Allah SWT.

  • Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan manusia dengan akal dan kemampuan untuk belajar, berpikir, berbicara, dan menyampaikan gagasan.
  • Al-'Alim (Maha Mengetahui): Allah SWT mengetahui segala sesuatu. Oleh karena itu, kita harus senantiasa belajar dan menggunakan ilmu yang kita miliki untuk kebaikan.
  • Al-Hakim (Maha Bijaksana): Allah SWT mengajarkan kita untuk bertindak dengan bijaksana, termasuk ketika berbicara, menyampaikan pendapat, dan menghargai orang lain.

Apersepsi

Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik:

“Anak-anak, pernahkah kalian menjelaskan kepada teman bagaimana cara membuat sesuatu?”

“Misalnya, bagaimana cara membuat teh manis? Apa saja yang harus disiapkan dan langkah apa yang harus dilakukan?”

“Apakah langkah-langkah tersebut boleh dilakukan secara sembarangan atau harus berurutan?”

Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan pembelajaran:

“Ketika kita menjelaskan cara melakukan atau membuat sesuatu secara runtut, jelas, dan mudah dipahami, kita sedang menggunakan teks prosedur.”

MATERI: TEKS PROSEDUR

A. Pengertian Teks Prosedur

Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah atau tahapan untuk melakukan atau membuat sesuatu secara berurutan agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai.

Teks prosedur dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya:

  • cara membuat teh manis;
  • cara mencuci tangan;
  • cara menggunakan blender;
  • cara membuat kerajinan;
  • cara menanam tanaman;
  • cara menggunakan suatu alat.

B. Tujuan Teks Prosedur

Teks prosedur bertujuan untuk memberikan petunjuk atau panduan kepada seseorang agar dapat melakukan suatu kegiatan dengan benar dan sesuai urutan.

Contoh:

Teks “Cara Membuat Jus Mangga” bertujuan memberikan petunjuk kepada pembaca tentang cara membuat jus mangga.

C. Ciri-Ciri Teks Prosedur

Teks prosedur memiliki beberapa ciri, yaitu:

  1. berisi langkah-langkah melakukan atau membuat sesuatu;
  2. langkah-langkah disusun secara runtut;
  3. menggunakan kalimat yang jelas dan mudah dipahami;
  4. menggunakan kata kerja atau kata tindakan;
  5. sering menggunakan kalimat perintah;
  6. menggunakan kata penghubung yang menunjukkan urutan, seperti kemudian, lalu, setelah itu, selanjutnya, dan terakhir;
  7. memiliki tujuan yang jelas.

D. Struktur Teks Prosedur



Teks prosedur biasanya terdiri atas:

1. Tujuan

Bagian ini menjelaskan apa yang akan dibuat atau dilakukan.

Contoh:

Cara Membuat Teh Manis

Tujuan: Membuat minuman teh manis yang segar dan nikmat.

2. Alat dan Bahan

Bagian ini berisi benda atau bahan yang diperlukan.

Contoh:

Alat dan bahan:

  • 1 gelas;
  • 1 sendok;
  • 1 kantong teh;
  • 2 sendok gula;
  • air panas.

3. Langkah-Langkah

Bagian ini berisi tahapan yang harus dilakukan secara berurutan.

Contoh:

  1. Siapkan gelas dan sendok.
  2. Masukkan satu kantong teh ke dalam gelas.
  3. Tuangkan air panas ke dalam gelas.
  4. Tambahkan dua sendok gula.
  5. Aduk hingga gula larut.
  6. Teh manis siap diminum.

E. Penggunaan Bahasa dalam Teks Prosedur

Dalam teks prosedur terdapat beberapa penggunaan bahasa yang perlu diperhatikan.

1. Kalimat Perintah

Kalimat perintah digunakan untuk memberikan instruksi.

Contoh:

  • Siapkan semua alat dan bahan!
  • Masukkan gula ke dalam gelas!
  • Aduk hingga merata!

2. Kata Kerja

Kata kerja menunjukkan tindakan yang harus dilakukan.

Contoh:

siapkan, masukkan, tuangkan, aduk, potong, campurkan, dan rebus.

3. Kata Penghubung Urutan

Kata penghubung digunakan agar langkah-langkah tersusun dengan runtut.

Contoh:

pertama, kemudian, lalu, setelah itu, selanjutnya, dan terakhir.

F. Contoh Teks Prosedur

Cara Membuat Es Jeruk

Tujuan:

Membuat minuman es jeruk yang segar.

Alat dan bahan:

  • 1 buah jeruk;
  • 1 gelas;
  • 1 sendok;
  • 2 sendok gula;
  • air;
  • es batu.

Langkah-langkah:

  1. Pertama, siapkan semua alat dan bahan.
  2. Kemudian, peras jeruk ke dalam gelas.
  3. Setelah itu, tambahkan dua sendok gula.
  4. Tuangkan air secukupnya.
  5. Aduk hingga gula larut.
  6. Selanjutnya, masukkan beberapa es batu.
  7. Terakhir, es jeruk siap disajikan.

Latihan Soal

Tugas indivdu (Buatlah teks prosedur cara menngreng telur sesuai dengan struktur teks prosedut berikut)

1. Judul      :
2. Tujuan    : 
3. Alat dan Bahsa :

4. Langkah-Langkah :
5. Penutup :



Kerjakan di buku tulis.

Penutup

Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Materi Ajar IPAS Rabu, 9 September 2026

  

IDENTITAS

1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

2. Mapel : IPAS

3. Hari/Tanggal : Rabu, 9 September 2026

4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

5. Materi : Rantai Makanan, Jaring-Jaring Makanan, dan Piramida Makanan

6. Pertemuan ke : 15

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik, serta pengaruhnya terhadap ekosistem; menjelaskan fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; menghasilkan upaya penghematan energi, serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menjelaskan sistem tata surya, serta kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; menjelaskan letak dan kondisi geografis negara Indonesia dengan menggunakan peta konvensional/digital; meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik serta pengaruhnya terhadap keseimbangan ekosistem melalui pemahaman tentang rantai makanan, jaring-jaring makanan, dan piramida makanan. 

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

1. mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik dalam suatu ekosistem;

2. menjelaskan hubungan antara komponen biotik dan abiotik;

3. menjelaskan pengertian dan urutan rantai makanan;

4. menganalisis hubungan antarmakhluk hidup melalui jaring-jaring makanan;

5. menjelaskan tingkatan trofik pada piramida makanan;

6. menganalisis pengaruh perubahan salah satu komponen terhadap keseimbangan ekosistem;

7. menunjukkan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

TP MINDFUL, MEANINGFUL, DAN JOYFUL

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

Peserta didik belajar dengan penuh perhatian terhadap lingkungan di sekitarnya.

Peserta didik menyadari bahwa setiap makhluk hidup memiliki peran dalam ekosistem dan saling bergantung satu sama lain.

Peserta didik mampu mengamati lingkungan secara teliti dan membedakan komponen biotik dengan komponen abiotik.

Peserta didik menyadari bahwa perubahan pada salah satu komponen ekosistem dapat memengaruhi komponen lainnya.

Peserta didik mampu merefleksikan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep ekosistem dengan kehidupan nyata yang mereka temui sehari-hari.

  • mengamati tumbuhan dan hewan di lingkungan sekolah;
  • mengidentifikasi tanah, air, udara, cahaya matahari, dan suhu sebagai komponen abiotik;
  • mengamati hubungan antara tanaman, belalang, katak, ular, dan elang;
  • memahami mengapa jumlah suatu hewan dapat berubah ketika sumber makanannya berkurang;
  • memahami dampak berkurangnya tumbuhan terhadap hewan herbivor;
  • menghubungkan kebersihan lingkungan dengan keberlangsungan makhluk hidup.

Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa ekosistem bukan hanya materi pelajaran, tetapi merupakan bagian dari kehidupan mereka sehari-hari.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

Peserta didik mempelajari ekosistem melalui kegiatan yang menyenangkan seperti:

  • permainan kartu rantai makanan;
  • menyusun gambar organisme menjadi rantai makanan;
  • membuat jaring-jaring makanan;
  • permainan "Siapa Memakan Siapa?";
  • kuis tentang komponen ekosistem;
  • mengamati lingkungan sekitar sekolah;
  • membuat piramida makanan sederhana;
  • bekerja sama dalam kelompok.

Peserta didik diberikan kesempatan untuk berdiskusi, bergerak, mencoba, mengamati, dan menyampaikan pendapat sehingga pembelajaran menjadi aktif, menyenangkan, dan bermakna.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

1. Peserta didik mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik yang terdapat dalam suatu ekosistem.

2. Peserta didik menganalisis hubungan antara komponen biotik dan abiotik dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

3. Peserta didik menjelaskan hubungan makan dan dimakan antarmakhluk hidup melalui konsep rantai makanan.

4. Peserta didik menganalisis keterkaitan beberapa rantai makanan yang membentuk jaring-jaring makanan.

5. Peserta didik menjelaskan tingkatan trofik dan hubungan jumlah energi melalui piramida makanan.

6. Peserta didik menganalisis perubahan salah satu komponen ekosistem dan dampaknya terhadap keseimbangan ekosistem.

7. Peserta didik merefleksikan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.


MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran IPAS mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.

Materi :  Rantai makanan dan Jaring jaring Makanan

A. Rantai Makanan


Rantai makanan adalah hubungan makan dan dimakan dalam suatu 
ekosistem sebagai upaya untuk mendapatkan energi.
Pada sebuah ekosistem terdapat banyak komponen, diantaranya produsen, konsumen, dan pengurai.


1. Produsen
Produsen adalah makhluk hidup yang berperan sebagai penghasil makanan. Produsen mampu mengolah makanannya sendiri melalui fotosintesis. Makhluk hidup yang berperan sebagai produsen adalah tumbuhan.

2. Konsumen
Konsumen adalah makhluk hidup yang memakan makhluk hidup lain karena tidak dapat membuat makanan sendiri. 
Tingkatan konsumen adalah sebagai berikut:
Konsumen I adalah makhluk hidup yang memakan produsen pertama kali, biasanya hewan herbivora atau omnivora.
Konsumen II adalah makhluk hidup yang memakan konsumen I, biasanya hewan karnivora atau omnivora.
Konsumen III adalah makhluk hidup yang memakan konsumen II, biasanya hewan karnivora atau omnivora.

3. Pengurai 
Pengurai adalah makhluk hidup yang menguraikan kembali zat- zat yang semula terdapat dalam tubuh hewan dan tumbuhan yang telah mati. Pengurai membantu proses penyuburan tanah, misalnya bakteri dan jamur.

Perhatikan contoh rantai makanan pada gambar berikut!


Dalam contoh rantai makanan tersebut, padi berperan sebagai produsen, belalang sebagai konsumen I, katak sebagai konsumen II, dan ular sebagai konsumen III.

B. Jaring-jaring Makanan
Jaring-jaring makanan adalah sekumpulan rantai makanan yang saling berhubungan di suatu ekosistem.

Contoh jaring-jaring makanan dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Berdasarkan jaring-jaring makanan  pada gambar terdapat beberapa rantai makanan, antara lain sebagai berikut.
1. Padi → Tikus → Elang → Pengurai.
2. Padi → Tikus → Musang → Elang → Pengurai.
3. Padi → Burung → Musang → Elang → Pengurai.
4. Padi → Burung → Elang → Pengurai.

Latihan soal (jawablah dibuku latihan mu)

Mengerjakan Latihan soal pada buku IPAS halaman 76

Penutup
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.

Materi Ajar PKN Rabu, 9 September 2026

 

IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd
  2. Mapel : Pendidikan Pancasila
  3. Hari/Tanggal : Rabu, 9 September 2026
  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)
  5. Materi : Meneladani Perilaku Pancasila
  6. Pertemuan ke : 14

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pancasila

Peserta didik mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkannya di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh; serta menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  1. memahami sikap dan nilai-nilai keteladanan para perumus Pancasila;
  2. mengidentifikasi sikap para perumus Pancasila yang dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari;
  3. menjelaskan hubungan sikap para perumus Pancasila dengan nilai-nilai Pancasila;
  4. memberikan contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat;
  5. menunjukkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari;
  6. menerapkan sikap para perumus Pancasila dalam kehidupan di lingkungan masyarakat.

TP Mindful, Meaningful dan Joyful

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

  1. Peserta didik mampu memahami sikap para perumus Pancasila dengan penuh perhatian dan menyadari pentingnya sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Peserta didik menyadari bahwa para perumus Pancasila memiliki sikap rela berkorban, mengutamakan persatuan, menghargai pendapat, bekerja sama, dan mengutamakan kepentingan bangsa.
  3. Peserta didik mampu merefleksikan perilaku diri sendiri dan menentukan sikap yang perlu diterapkan agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

  1. Peserta didik mampu menghubungkan sikap para perumus Pancasila dengan kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  2. Peserta didik memahami bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipelajari, tetapi harus diterapkan melalui perilaku nyata.
  3. Peserta didik mampu memberikan contoh penerapan sikap persatuan, gotong royong, musyawarah, menghargai perbedaan, dan rela berkorban dalam kehidupan masyarakat.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

  1. Peserta didik mampu memahami keteladanan para perumus Pancasila melalui kegiatan yang menyenangkan seperti mengamati gambar atau cerita, bermain peran, diskusi kelompok, permainan kartu perilaku, dan menyelesaikan studi kasus.
  2. Peserta didik menunjukkan sikap aktif, percaya diri, bekerja sama, saling menghargai, dan bertanggung jawab selama kegiatan pembelajaran.
  3. Peserta didik mampu menyampaikan pendapat dan pengalaman tentang perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dengan suasana pembelajaran yang menyenangkan.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

  1. Peserta didik memahami sikap dan nilai keteladanan para perumus Pancasila.
  2. Peserta didik mengidentifikasi sikap para perumus Pancasila yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Peserta didik menghubungkan sikap para perumus Pancasila dengan nilai-nilai dalam setiap sila Pancasila.
  4. Peserta didik mengidentifikasi contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  5. Peserta didik menganalisis contoh perilaku yang mencerminkan dan tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
  6. Peserta didik menerapkan sikap keteladanan para perumus Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi ajma’iin, wa mantabi’ahum biihsaanin ilaa yaumiddiin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Pendidikan Pancasila, mari kita renungkan kebesaran Allah SWT.

  • Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai perbedaan. Perbedaan tersebut merupakan anugerah yang harus kita syukuri dan kita jaga dengan saling menghormati.
  • Al-Hakim (Maha Bijaksana): Allah SWT mengajarkan manusia untuk bersikap bijaksana dalam mengambil keputusan, menghargai pendapat, dan menyelesaikan masalah dengan cara yang baik.
  • Al-'Adl (Maha Adil): Allah SWT mengajarkan manusia untuk berlaku adil kepada sesama dan tidak membeda-bedakan orang lain.

Apersepsi

Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik:

“Anak-anak, pernahkah kalian bekerja sama dengan teman untuk menyelesaikan suatu kegiatan?”

“Bagaimana perasaan kalian ketika semua anggota kelompok saling membantu?”

“Pernahkah kalian berbeda pendapat dengan teman? Bagaimana cara kalian menyelesaikan perbedaan tersebut?”

Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan pembelajaran:

“Para tokoh yang merumuskan Pancasila juga memiliki semangat untuk bekerja sama, menghargai pendapat, mengutamakan persatuan, dan mendahulukan kepentingan bangsa. Sikap-sikap tersebut dapat kita teladani dan kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.”


 

MATERI: MENELADANI PERILAKU PANCASILA

A. Pengertian Meneladani Perilaku Pancasila

Meneladani perilaku Pancasila berarti mengikuti dan menerapkan sikap serta nilai-nilai yang sesuai dengan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus diamalkan dalam perilaku nyata.

Contohnya:

  • menghargai orang lain;
  • bekerja sama;
  • bergotong royong;
  • bermusyawarah;
  • menghargai perbedaan;
  • bersikap adil;
  • membantu orang yang membutuhkan;
  • menjaga persatuan.

B. Sikap Para Perumus Pancasila yang Dapat Diteladani

Para perumus Pancasila menunjukkan berbagai sikap yang dapat kita teladani.

1. Mengutamakan Persatuan

Para perumus Pancasila mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

Contoh penerapan:

  • tidak membeda-bedakan teman;
  • menjaga kerukunan;
  • tidak bertengkar karena perbedaan;
  • menjaga persatuan di lingkungan masyarakat.

2. Menghargai Pendapat

Dalam proses perumusan dasar negara, para tokoh menyampaikan pendapat dan mendengarkan pendapat tokoh lainnya.

Sikap tersebut dapat kita teladani dengan:

  • mendengarkan ketika orang lain berbicara;
  • tidak memaksakan pendapat;
  • menghargai pendapat teman;
  • menerima hasil musyawarah dengan lapang dada.

3. Musyawarah

Para perumus Pancasila melakukan pembahasan dan mencari kesepakatan melalui proses musyawarah.

Contoh penerapannya:

  • bermusyawarah menentukan kegiatan kelas;
  • berdiskusi ketika menyelesaikan masalah;
  • mengambil keputusan bersama;
  • menerima hasil keputusan yang telah disepakati.

4. Rela Berkorban

Para tokoh perumus Pancasila bersedia mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.

Contoh perilaku:

  • membantu teman yang kesulitan;
  • menyumbangkan tenaga dalam kegiatan masyarakat;
  • meluangkan waktu untuk kegiatan gotong royong;
  • membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan.

5. Gotong Royong dan Bekerja Sama

Para tokoh bangsa memiliki semangat untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama.

Contoh:

  • membersihkan lingkungan bersama;
  • bekerja sama dalam kegiatan sekolah;
  • membantu tetangga;
  • ikut dalam kegiatan kerja bakti.

6. Menghargai Perbedaan

Indonesia memiliki banyak suku, agama, bahasa, budaya, dan adat istiadat.

Sebagai warga negara, kita harus menghargai perbedaan tersebut.

Contoh:

  • berteman dengan siapa saja;
  • menghormati teman yang berbeda agama;
  • menghargai budaya daerah lain;
  • tidak mengejek perbedaan orang lain.

C. Meneladani Perilaku Pancasila Berdasarkan Sila

Sila Pertama

Ketuhanan Yang Maha Esa

Contoh perilaku:

  • menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan;
  • menghormati teman yang berbeda agama;
  • tidak mengganggu orang yang sedang beribadah;
  • hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

Sila Kedua

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Contoh perilaku:

  • membantu orang yang membutuhkan;
  • menghormati orang lain;
  • tidak melakukan perundungan;
  • bersikap sopan dan santun;
  • memperlakukan orang lain dengan adil.

Sila Ketiga

Persatuan Indonesia

Contoh perilaku:

  • menjaga kerukunan;
  • bekerja sama;
  • mengikuti kegiatan gotong royong;
  • tidak membeda-bedakan teman;
  • menjaga persatuan di lingkungan masyarakat.

Sila Keempat

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Contoh perilaku:

  • bermusyawarah dalam mengambil keputusan;
  • menghargai pendapat orang lain;
  • tidak memaksakan kehendak;
  • menerima hasil keputusan bersama;
  • menyampaikan pendapat dengan santun.

Sila Kelima

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Contoh perilaku:

  • berbagi dengan orang yang membutuhkan;
  • bersikap adil kepada semua orang;
  • tidak mengambil hak orang lain;
  • melaksanakan kewajiban dengan bertanggung jawab;
  • tidak membeda-bedakan teman.

D. Penerapan Nilai Pancasila di Lingkungan Masyarakat

Nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan di masyarakat.

Contohnya:

1. Gotong Royong

Warga bersama-sama membersihkan lingkungan.

Sikap yang ditunjukkan:

kerja sama, persatuan, tanggung jawab, dan kepedulian.

2. Musyawarah Warga

Warga berkumpul untuk membicarakan kegiatan lingkungan.

Sikap yang ditunjukkan:

menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, dan menerima keputusan bersama.

3. Membantu Tetangga

Ketika ada tetangga yang mengalami kesulitan, kita membantu sesuai kemampuan.

Sikap yang ditunjukkan:

peduli, saling membantu, dan menghargai sesama.

4. Menjaga Kerukunan

Masyarakat hidup berdampingan meskipun memiliki perbedaan.

Sikap yang ditunjukkan:

toleransi, menghargai perbedaan, dan menjaga persatuan.

E. Contoh Perilaku yang Sesuai dan Tidak Sesuai dengan Pancasila

PerilakuSesuai/Tidak SesuaiAlasan
Membantu tetangga yang kesulitanSesuaiMenunjukkan kepedulian terhadap sesama
Memaksakan pendapat kepada temanTidak sesuaiTidak menghargai pendapat orang lain
Ikut kerja baktiSesuaiMenunjukkan gotong royong
Mengejek teman karena perbedaannyaTidak sesuaiTidak menghargai keberagaman
Bermusyawarah untuk mengambil keputusanSesuaiMengutamakan keputusan bersama
Bertengkar karena perbedaanTidak sesuaiDapat merusak persatuan

Latihan Soal

  1. Apa yang dimaksud dengan meneladani perilaku Pancasila?
  2. Sebutkan tiga sikap para perumus Pancasila yang dapat kita teladani!
  3. Mengapa kita harus menghargai pendapat orang lain?
  4. Tuliskan tiga contoh perilaku yang mencerminkan sila ketiga Pancasila di lingkungan masyarakat!
  5. Bagaimana cara menerapkan sikap musyawarah dalam kehidupan sehari-hari?
  6. Perhatikan situasi berikut:

    “Warga di lingkungan tempat tinggalmu akan melakukan kerja bakti membersihkan selokan. Kamu sedang bermain bersama teman. Apa yang sebaiknya kamu lakukan? Jelaskan alasanmu.”

  7. Tuliskan contoh perilaku yang dapat kamu lakukan untuk menjaga persatuan di lingkungan masyarakat!

Kerjakan di buku tulis.

PENUTUP

Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Selasa, 08 September 2026

Materi ajar matematika Selasa, 8 September 2026

  

IDENTITAS

1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

2. Mapel : Matematika

3. Hari/Tanggal : Selasa,  8 September 2026

4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

5. Materi : FPB dan KPK

6. Pertemuan ke : 14

Capaian Pembelajaran

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000, termasuk membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan, serta melakukan operasi hitung. Peserta didik juga mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB serta membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran.


Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

1. memahami pengertian FPB dan KPK;

2. menentukan FPB dari dua atau lebih bilangan;

3. menentukan KPK dari dua atau lebih bilangan;

4. menentukan FPB dan KPK menggunakan faktor dan kelipatan;

5. menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan FPB dan KPK;

6. menjelaskan strategi penyelesaian masalah FPB dan KPK dengan tepat.


TP Mindful, Meaningful dan Joyful


1. Mindful Learning (Berkesadaran)

  1. Peserta didik mampu memahami konsep FPB dan KPK dengan penuh perhatian dan teliti. Peserta didik mengidentifikasi faktor dan kelipatan suatu bilangan serta menentukan FPB dan KPK dengan langkah yang benar.
  2. Peserta didik menyadari bahwa ketelitian dalam menentukan faktor, kelipatan, FPB, dan KPK diperlukan agar dapat menyelesaikan permasalahan matematika dengan tepat.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

  1. Peserta didik mampu menghubungkan konsep FPB dan KPK dengan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Peserta didik memahami bahwa FPB dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah pembagian atau pengelompokan secara merata, sedangkan KPK dapat digunakan untuk menentukan waktu atau kejadian yang berlangsung secara bersamaan.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)


  1. Peserta didik mampu memahami dan menentukan FPB serta KPK melalui kegiatan yang menyenangkan seperti permainan faktor dan kelipatan, diskusi kelompok, latihan soal, pemecahan masalah, dan permainan mencari kelipatan yang sama.
  2. Peserta didik menunjukkan rasa percaya diri, aktif berdiskusi, bekerja sama, dan menikmati kegiatan pembelajaran matematika.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

1. Peserta didik memahami konsep faktor dan kelipatan suatu bilangan.

2. Peserta didik menentukan faktor persekutuan dan kelipatan persekutuan dari dua bilangan atau lebih.

3. Peserta didik menentukan FPB dari dua atau lebih bilangan.

4. Peserta didik menentukan KPK dari dua atau lebih bilangan.

5. Peserta didik membedakan penggunaan FPB dan KPK dalam berbagai permasalahan.

6. Peserta didik menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB dalam kehidupan sehari-hari.


MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Matematika mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.

Apersepsi

“Anak-anak, pernahkah kalian berbagi makanan atau benda kepada teman?”

“Misalnya, Ibu memiliki 12 apel dan 18 jeruk. Jika buah tersebut ingin dibagikan kepada beberapa anak dengan jumlah yang sama, bagaimana cara menentukan jumlah anak terbanyak yang dapat menerima?”

“Pernahkah kalian melihat dua kegiatan yang dilakukan secara berulang? Misalnya, lampu A menyala setiap 4 detik dan lampu B menyala setiap 6 detik. Menurut kalian, kapan kedua lampu tersebut akan menyala bersama-sama lagi?”

Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan pembelajaran:

“Untuk menyelesaikan masalah seperti membagi benda secara merata atau menentukan kapan dua kegiatan berulang terjadi bersamaan, kita dapat menggunakan FPB dan KPK.”


MATERI: FPB dan KPK

A. Pengertian Faktor

Faktor adalah bilangan yang dapat membagi habis suatu bilangan.

Contoh:

Faktor dari 12 adalah:

1, 2, 3, 4, 6, dan 12

Karena semua bilangan tersebut dapat membagi 12 tanpa sisa.

Simak Video berikut !




B. Pengertian Kelipatan

Kelipatan adalah hasil perkalian suatu bilangan dengan bilangan cacah.

Contoh:

Kelipatan 4:

4, 8, 12, 16, 20, 24, ...

Kelipatan 6:

6, 12, 18, 24, 30, ...

C. Faktor Persekutuan

Faktor persekutuan adalah faktor yang dimiliki oleh dua bilangan atau lebih.

Contoh:

Faktor dari 12 = 1, 2, 3, 4, 6, 12
Faktor dari 18 = 1, 2, 3, 6, 9, 18

Faktor persekutuannya adalah:

1, 2, 3, dan 6


D. FPB

FPB (Faktor Persekutuan Terbesar) adalah faktor persekutuan yang memiliki nilai paling besar.

Contoh:

Tentukan FPB dari 12 dan 18.

Faktor persekutuan 12 dan 18:

1, 2, 3, 6

Faktor yang paling besar adalah 6.

Jadi:

FPB dari 12 dan 18 = 6

A = 60

Beri masukan

Contoh masalah FPB

Ibu memiliki 24 apel dan 36 jeruk. Buah tersebut akan dimasukkan ke dalam beberapa kantong dengan jumlah apel dan jeruk yang sama pada setiap kantong.

Berapa jumlah kantong terbanyak yang dapat dibuat?

Penyelesaian:

FPB dari 24 dan 36 adalah 12.

Jadi, jumlah kantong terbanyak yang dapat dibuat adalah 12 kantong.


F. KPK

KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) adalah kelipatan persekutuan yang memiliki nilai paling kecil.

Contoh:

Tentukan KPK dari 4 dan 6.

Kelipatan 4 = 4, 8, 12, 16, 20, ...

Kelipatan 6 = 6, 12, 18, 24, ...

Kelipatan persekutuan terkecil adalah 12.

Jadi:

KPK dari 4 dan 6 = 12

Contoh masalah KPK

Andi berolahraga setiap 4 hari sekali, sedangkan Budi berolahraga setiap 6 hari sekali. Hari ini mereka berolahraga bersama.

Berapa hari lagi mereka akan berolahraga bersama kembali?

KPK dari 4 dan 6 adalah 12.

Jadi, mereka akan berolahraga bersama kembali 12 hari lagi.


Latihan Soal 

Mengerjakan Latihan soal yang ada di buku matematika halaman 27 Latihan 2.2 nomor 1 (a, b, c, d, e, f) Kerjakan di buku tulis

 

Penutup

Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.