Jumat, 14 Agustus 2026

Materi Ajar Jumat, 14 Agustus 2026

 A. Identitas Bloger

Hari/Tanggal                       :  Kamis, 13 Agustus 2026

Nama Guru                          : Yuyun Eka Purwanti, S. Pd

Fase / Kelas                        : C  / 5A

Mapel                                  : Seni Rupa & Kokulikuler

B. Salam Sapa kepada murid

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak hebat!

Apa kabar hari ini? Semoga kalian semua sehat, semangat, dan siap belajar.

Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dan belajar bersama. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca basmalah bersama.

C. Mapel 1 ( Kokulikuler)

Capaian Pembelajaran : Peserta didik mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas daerah. Peserta didik mampu mengidentifikasi nama, asal, makna, fungsi, kostum, properti, serta gerak dasar tari tradisional Lampung. Peserta didik menunjukkan sikap bangga, menghargai keberagaman budaya, bekerja sama, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan mengenal serta mempraktikkan gerak dasar tari tradisional Lampung sebagai bentuk pelestarian budaya bangsa.

Tujuan pembelajaran : Peserta didik mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas daerah, mampu mengidentifikasi nama, asal, makna, fungsi, kostum, properti, serta gerak dasar tari tradisional Lampung, serta menunjukkan sikap bangga dan menghargai keberagaman budaya.

Alur Tujuan Pembelajaran  (Deep Learning):
  • Mindful         : mengamati dan mengenali dengan penuh perhatian.
  • Meaningful    : menghubungkan materi dengan identitas budaya dan kehidupan sehari-hari.
  • Joyful             : belajar melalui aktivitas yang interaktif dan menyenangkan.
  •   
    Materi Pokok                           : Tari Cak Culai Nabui-Nabui
    Alokasi Waktu                         : 3jp
    Model/Metode Pembelajaran : (mindful learning)
    Media Pembelajaran                : Video

    Apersepsi :
    "Anak-anak, pernahkah kalian melihat orang menari dengan pakaian dan gerakan yang berbeda-beda? Mengapa setiap daerah memiliki tarian yang berbeda?"

    Guru kemudian mengaitkan keberagaman tersebut dengan firman Allah Swt.:

    "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. (QS. Al-Hujurat: 13)

    "Anak-anak, Allah Swt. menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, bahasa, dan budaya. Perbedaan tersebut bukan untuk saling membeda-bedakan, tetapi agar kita saling mengenal, menghargai, dan hidup berdampingan."

    "Indonesia adalah negara yang memiliki banyak sekali budaya. Salah satunya adalah budaya Lampung, daerah tempat kita tinggal. Lampung memiliki berbagai tarian tradisional yang memiliki gerakan, pakaian, musik, dan makna yang khas. Keberagaman tarian tersebut merupakan kekayaan budaya yang patut kita syukuri dan kita lestarikan."

    Materi :
    Eksplorasi tarian Lampung mencakup pelestarian ragam seni gerak tradisional dan kreasi baru yang kaya makna budaya, seperti Tari Sigeh Pengunten, Tari Bedana, dan Tari Melinting.

    Jenis-Jenis Tarian Utama :
    1. Tari Sigeh Pengunten: Gabungan adat Pepadun dan Saibatin untuk menyambut tamu agung.
    2. Tari Bedana: Tarian pergaulan bernapas Islam yang melambangkan keterbukaan masyarakat.
    3. Tari Cangget: Ritual pemuda-pemudi dalam acara adat, panen raya, atau pernikahan.Tari Melinting: Tarian klasik dari Lampung Timur yang dibawakan bangsawan kerajaan.
    4. Tari Tuping: Drama tari topeng tradisional yang menggambarkan kepahlawanan dan rasa syukur.Unsur dan Ciri KhasGerakan: Lembut, dinamis, serta sarat gestur penghormatan dan keramahan.
    5. Tari Cak Culay Na'bui Na'bui digunakan sebagai tari hiburan dan pergaulan masyarakat, yang menggambarkan suasana gembira, kebersamaan, dan interaksi sosial.

    Busana: Didominasi warna cerah dengan mahkota khas seperti Siger dan atribut keemasan.Musik: Diiringi alat musik tradisional seperti gamolan pekhing, gundang, dan petting atau gitar tunggal. Salah satu tarian Lampung 




    Kesimpulan Materi :

    Kesimpulan Pembelajaran:

    Kamis, 13 Agustus 2026

    Materi Ajar Kamis, 13 Agustus 2026

    A. Identitas Bloger

    Hari/Tanggal                       :  Kamis, 13 Agustus 2026

    Nama Guru                          : Yuyun Eka Purwanti, S. Pd

    Fase / Kelas                        : C  / 5A

    Mapel                                  : Seni Rupa & Kokulikuler

    B. Salam Sapa kepada murid

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak hebat!

    Apa kabar hari ini? Semoga kalian semua sehat, semangat, dan siap belajar.

    Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dan belajar bersama. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca basmalah bersama.

    C. Mapel 1 ( Seni Rupa)

    Capaian Pembelajaran (CP) : Merefleksikan (Reflecting) Merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang sesuai. 

    Tujuan Pembelajaran (TP): Murid dapat Merefleksikan proses dan hasil karya yang telah dibuat dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai

    Alut Tujuan Pembelajaran (ATP) : Murid mendeskripsikan unsur dan prinsip seni rupa yang digunakan pada hasil karyanya menggunakan kosakata seni rupa yang tepat.

    Materi Pokok : Mendeskripsikan unsur seni rupa sesuai hasil karya 

    Alokasi Waktu : 2jp

    Model/Metode Pembelajaran :  (Discovery Learning)

    Media Pembelajaran : LKPD/Video?Gambar

    Apersepsi   :

    Guru mengajak peserta didik mengamati keindahan alam di sekitar, seperti bunga yang berwarna-warni, pepohonanyang memiliki berbagai bentuk daun, langit dengan gradasi warna saat matahari terbit atau terbenam, serta kupu-kupu dengan sayap yang indah. Kemudian guru bertanya:

    "Siapa yang menciptakan semua keindahan alam ini?"

    "Apakah warna, bentuk, dan pola yang ada di alam terjadi dengan sendirinya?"

    "Menurut kalian, mengapa Allah menciptakan alam dengan begitu indah?"

    Guru kemudian membacakan firman Allah Swt.:

    "Dialah Allah yang menciptakan segala sesuatu lalu Dia menyempurnakan penciptaan-Nya." (QS. As-Sajdah: 7)

    Guru menjelaskan bahwa Allah menciptakan alam dengan berbagai garis, bentuk, warna, tekstur, ruang, dan pola yang sangat indah. Keindahan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi manusia untuk berkarya. Ketika kita membuat karya seni, kita juga belajar mengamati ciptaan Allah dan mensyukurinya.

    Selanjutnya guru mengaitkan dengan materi pembelajaran "Hari ini kita akan belajar mendeskripsikan unsur-unsur seni rupa yang terdapat pada karya yang telah kita buat. Kita akan belajar mengenali garis, bentuk, warna, tekstur, ruang, dan unsur lainnya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas kemampuan berpikir, berkarya, dan menikmati keindahan ciptaan-Nya."

    Materi Pembelajaran: 

    A. Unsur dan Prinsip Seni Rupa di Sekitar Kita
    Keindahan suatu objek di sekitar kita tak terlepas dari adanya berupa prinsip-prinsip seni rupa yang mendukung keindahannya, segala bentuk objek yang kita lihat dengan nilai akan muncul karena unsur-unsur yang dikandungnya, siswa dapat menemukan unsur-unsur seni rupa tersebut dengan mengamati unsur titik, garis, bidang, bentuk, ruang, tekstur, warna dan tone (nada gelap terang) yang terdapat dalam objek di lingkungan sekitar sekolah.


    Unsur Seni Rupa Titik
    Titik merupakan unsur paling kecil dalam suatu karya seni rupa. Titik bisa digunakan untuk menciptakan unsur-unsur lain dengan cara menyusun atau menderet hingga menjadi suatu garis.

    Unsur Seni Rupa Garis.
    Garis merupakan hubungan antar titik yang bisa menghasilkan suatu guratan serba guna. Guratan dari titik tersebut akan bisa membentuk unsur lain seperti bidang maupun bentuk.

    Unsur Seni Rupa Bentuk Atau Volume
    Bentuk merupakan unsur yang selanjutnya. Bisa dibilang jika bentuk adalah salah satu unsur yang bisa dilihat pada karya seni rupa dua dimensi. Contohnya adalah pada gambar, lukisan, desain grafis dan sebagainya.

    Unsur Seni Rupa Bidang
    Bidang adalah unsur yang ketiga. Bidang juga merupakan perkembangan dari bentuk. Secara mudahnya bidang merupakan suatu garis yang ujungnya akan saling bertemu hingga membentuk suatu area tertutup.

    Unsur Seni Rupa Ruang
    Ruang merupakan suatu karya karya dua dimensi yang memiliki sifat semu. Ruang juga masih dibagi menjadi dua yaitu ruang positif dan ruang negatif.

    Unsur Seni Rupa Gelap Terang.
    Untuk bisa membuat suatu gambar potret yang tampak begitu realistis, bukanlah warna yang akan dibuat benar-benar akurat. Akan tetapi adalah pada bagian gelap dan terang yang akan dibuat akurat pada gambar potret tersebut.

    Warna juga merupakan unsur yang paling mencolok pada suatu karya seni rupa. Dalam seni rupa, warna secara estetika terbilang cukup subjektif tergantung dari daya cipta pembuat karya seni.


    Unsur Seni Rupa Tekstur
    Tekstur adalah salah satu unsur yang berhubungan dengan interaksi manusia. Karya seni rupa tak hanya bisa dirasakan secara visual. Namun suatu karya seni rupa juga bisa dirasakan melalui bentuknya.

    Unsur Seni Rupa Nilai.
    Unsur nilai berkaitan dengan warna. Maksud dari nilai adalah seberapa besar kekuatan warna pada karya seni rupa, dan seberapa berpengaruhnya nilai warna tersebut.

    B. Prinsip Seni Rupa
    Prinsip Keseimbangan.
    Suatu karya yang tidak seimbang bisa membuat orang yang melihatnya akan mendapatkan kondisi perasaan yang tidak nyaman. Maka dari itu keseimbangan dalam seni rupa adalah suatu prinsip yang harus diperhatikan.


    Prinsip Irama.
    Irama dalam suatu karya seni rupa bisa diciptakan dari adanya pengulangan unsur yang dilakukan secara teratur. Prinsip irama bisa terjadi pada suatu karya seni yang dilakukan pengaturan terhadap unsur garis, raut, warna, tekstur dan gelap terang secara berulang-ulang.

    Prinsip Penekanan.
    Dalam seni rupa juga terdapat prinsip penekanan atau emphasis. Prinsip penekanan juga bisa dibilang sebagai point of interest dalam suatu karya seni rupa.


    Prinsip Proposisi
    Kontras merupakan suatu perbedaan yang begitu mencolok dari dua atau lebih unsur yang berbeda. Sebagai contohnya adalah titik putih dengan objek hitam, lalu bisa juga tekstur kain dengan tekstur logam.

    Prinsip Kejelasan.
    Prinsip kejelasan merupakan suatu prinsip atau taraf kemudahan suatu karya bisa dimengerti. Prinsip kejelasan lebih banyak ditemukan pada desain website, desain produk atau desain interior.
     Seimak video Berikut agar lebih mudah dipahami 


    Kesimpulan Materi :

    Kesimpulan Pembelajaran:


    Mapel 2 (Kokulikuler)
    Capaian Pembelajaran : Peserta didik mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas daerah. Peserta didik mampu mengidentifikasi nama, asal, makna, fungsi, kostum, properti, serta gerak dasar tari tradisional Lampung. Peserta didik menunjukkan sikap bangga, menghargai keberagaman budaya, bekerja sama, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan mengenal serta mempraktikkan gerak dasar tari tradisional Lampung sebagai bentuk pelestarian budaya bangsa.

    Tujuan pembelajaran : Peserta didik mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas daerah, mampu mengidentifikasi nama, asal, makna, fungsi, kostum, properti, serta gerak dasar tari tradisional Lampung, serta menunjukkan sikap bangga dan menghargai keberagaman budaya.

    Alur Tujuan Pembelajaran :  Peserta didik mengenal beberapa tarian tradisional Lampung serta mengidentifikasi nama dan asal daerahnya melalui gambar, video, atau tayangan.

    Materi Pokok : Tari Cak Culai Nabui-Nabui
    Alokasi Waktu : 3jp
    Model/Metode Pembelajaran :  (mindful learning)
    Media Pembelajaran          :  Video
    Apersepsi :
    "Anak-anak, pernahkah kalian melihat orang menari dengan pakaian dan gerakan yang berbeda-beda? Mengapa setiap daerah memiliki tarian yang berbeda?"

    Guru kemudian mengaitkan keberagaman tersebut dengan firman Allah Swt.:

    "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. (QS. Al-Hujurat: 13)

    "Anak-anak, Allah Swt. menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, bahasa, dan budaya. Perbedaan tersebut bukan untuk saling membeda-bedakan, tetapi agar kita saling mengenal, menghargai, dan hidup berdampingan."

    "Indonesia adalah negara yang memiliki banyak sekali budaya. Salah satunya adalah budaya Lampung, daerah tempat kita tinggal. Lampung memiliki berbagai tarian tradisional yang memiliki gerakan, pakaian, musik, dan makna yang khas. Keberagaman tarian tersebut merupakan kekayaan budaya yang patut kita syukuri dan kita lestarikan."

    Materi :
    Eksplorasi tarian Lampung mencakup pelestarian ragam seni gerak tradisional dan kreasi baru yang kaya makna budaya, seperti Tari Sigeh Pengunten, Tari Bedana, dan Tari Melinting.

    Jenis-Jenis Tarian Utama :
    1. Tari Sigeh Pengunten: Gabungan adat Pepadun dan Saibatin untuk menyambut tamu agung.
    2. Tari Bedana: Tarian pergaulan bernapas Islam yang melambangkan keterbukaan masyarakat.
    3. Tari Cangget: Ritual pemuda-pemudi dalam acara adat, panen raya, atau pernikahan.Tari Melinting: Tarian klasik dari Lampung Timur yang dibawakan bangsawan kerajaan.
    4. Tari Tuping: Drama tari topeng tradisional yang menggambarkan kepahlawanan dan rasa syukur.Unsur dan Ciri KhasGerakan: Lembut, dinamis, serta sarat gestur penghormatan dan keramahan.
    5. Tari Cak Culay Na'bui Na'bui digunakan sebagai tari hiburan dan pergaulan masyarakat, yang menggambarkan suasana gembira, kebersamaan, dan interaksi sosial.

    Busana: Didominasi warna cerah dengan mahkota khas seperti Siger dan atribut keemasan.Musik: Diiringi alat musik tradisional seperti gamolan pekhing, gundang, dan petting atau gitar tunggal. Salah satu tarian Lampung 





    Kesimpulan Pembelajaran:
    Pada hari ini seluruh siswa memahami materi dengan baik, jumlah siswa yang hadir pada hari ini dari 22 siswa. terdapat 2 siswa yang tidak hadir. dikarenakan izin. 20 siswa yang hadir memahami materi pembelajaran dengan baik baik itu seni rupa maupun kokulikuler, namun pada kokulikuler siswa masih dalam proses  berlatih dalam menarikan tarian adat Lampung (Cak Culai Nabuy-nabuy). Siswa yang tidak hadir diberikan link bloger yang dapat di akses dari rumah, dan dapat berlatih menaikan tarian data Lampung (Cak Culai Nabuy-nabuy) melalui link youtube yang terdapat di dalam bloger.

    Rabu, 12 Agustus 2026

    materi ajar Selasa, 12 Agustus 2026

      A. Identitas Bloger

    Hari Tanggal       : Rabu, 12 Agustus 2026

    Nama Guru        : Yuyun Eka Purwanti, S. Pd

    Fase / Kelas      : C / 5

    Mapel               : Semarak Kemerdekaan


    B. Salam Sapa kepada murid

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak hebat!

    Apa kabar hari ini? Semoga kalian semua sehat, semangat, dan siap belajar.

    Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dan belajar bersama. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca basmalah bersama.

    Sebagai generasi penerus bangsa, kita dapat mengisi kemerdekaan dengan cara belajar sungguh-sungguh, menghormati guru dan orang tua, saling menghargai, serta mencintai tanah air.

    Hari ini, mari kita belajar dengan penuh semangat seperti semangat para pahlawan. Ingat semboyan kita:

    "Merdeka Belajar, Semangat Berkarya, Indonesia Jaya!"

    B. Materi semarak kemerdekaan

    Pada bulan inilah kita memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebagai bentuk rasa syukur atas perjuangan para pahlawan, hari ini sekolah kita akan melaksanakan berbagai perlombaan dalam rangka menyongsong dan memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Perlombaan ini bukan hanya untuk mencari siapa yang menjadi juara, tetapi juga untuk melatih sportivitas, kerja sama, keberanian, kedisiplinan, rasa percaya diri, serta semangat persatuan dan kebersamaan. Menang tentu menjadi kebanggaan, tetapi yang lebih penting adalah berani mencoba, menghargai teman, dan menikmati setiap kegiatan dengan penuh kegembiraan.

    Oleh karena itu, ikutilah setiap lomba dengan semangat, jujur, tertib, dan tetap menjaga sikap yang baik. Mari kita tunjukkan bahwa peserta didik SD Al Azhar 3 Bandar Lampung adalah anak-anak yang berkarakter, sportif, dan cinta tanah air.



    Selamat mengikuti lomba. Semoga kegiatan hari ini berjalan dengan lancar, meriah, dan menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi kita semua.

    Dirgahayu Republik Indonesia! Merdeka! Merdeka! Merdeka!
    Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


    Selasa, 11 Agustus 2026

    Materi Ajar Selasa, 11 Agustus 2026

     A. Identitas Bloger

    Hari Tanggal       : Selasa, 11 Agustus 2026

    Nama Guru        : Yuyun Eka Purwanti, S. Pd

    Fase / Kelas      : C / 5

    Mapel               : Semarak Kemerdekaan


    B. Salam Sapa kepada murid

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Selamat pagi, anak-anak hebat!

    Apa kabar hari ini? Semoga kalian semua sehat, semangat, dan siap belajar.

    Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dan belajar bersama. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca basmalah bersama.

    Sebagai generasi penerus bangsa, kita dapat mengisi kemerdekaan dengan cara belajar sungguh-sungguh, menghormati guru dan orang tua, saling menghargai, serta mencintai tanah air.

    Hari ini, mari kita belajar dengan penuh semangat seperti semangat para pahlawan. Ingat semboyan kita:

    "Merdeka Belajar, Semangat Berkarya, Indonesia Jaya!"

    B. Materi semarak kemerdekaan

    Pada bulan inilah kita memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebagai bentuk rasa syukur atas perjuangan para pahlawan, hari ini sekolah kita akan melaksanakan berbagai perlombaan dalam rangka menyongsong dan memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Perlombaan ini bukan hanya untuk mencari siapa yang menjadi juara, tetapi juga untuk melatih sportivitas, kerja sama, keberanian, kedisiplinan, rasa percaya diri, serta semangat persatuan dan kebersamaan. Menang tentu menjadi kebanggaan, tetapi yang lebih penting adalah berani mencoba, menghargai teman, dan menikmati setiap kegiatan dengan penuh kegembiraan.

    Oleh karena itu, ikutilah setiap lomba dengan semangat, jujur, tertib, dan tetap menjaga sikap yang baik. Mari kita tunjukkan bahwa peserta didik SD Al Azhar 3 Bandar Lampung adalah anak-anak yang berkarakter, sportif, dan cinta tanah air.



    Selamat mengikuti lomba. Semoga kegiatan hari ini berjalan dengan lancar, meriah, dan menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi kita semua.

    Dirgahayu Republik Indonesia! Merdeka! Merdeka! Merdeka!
    Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


    Senin, 10 Agustus 2026

    Materi Ajar Senin, 10 Agustus 2026

                            

    Nama Guru.                         : Yuyun Eka Purwanti, S. PD

    Hari/Tanggal                      :  Senin, 10 Agustus 2026

    Fase / Kelas                        : C  / 5A

    Muatan Pembelajaran      :    1.  Matematika( Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang)


                                                  2. Bahasa Indonesia (Unsur Intrinsik cerita)
    Metode Pembelajaaran    :    1. Matematika (Discovery Learning)
                                                 2. Bahasa Indonesia (Problem Based Learning)
    Media Pembelajaran         :   1. matematika (uang kertas mainan)
                                                  2.  Bahasa Indonesia (Video)
                                               
    Capaian Pembelajaran Matematika

    Menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan; menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang; melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000; serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB. 

    Tujuan pembelajaran:

    Murid mampu  menghitung nilai mata uang rupiah, melakukan operasi hitung penjumlahan atau pengurangan, dan menerapkannya dalam konteks jual beli sehari-hari.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) MAtematika

    Murid dapat Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang



    Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia

    Peserta didik mampu menganalisis, mengidentifikasi, dan memahami unsur intrinsik (tema, tokoh, watak, latar, alur, amanat, sudut pandang) dalam teks narasi/cerita yang dibaca maupun dipirsa untuk memahami pesan tersurat dan tersirat

    Tujuan pembelajaran:

    Murid mampu menemukan tokoh dan latar (tempat, waktu, suasana) dalam cerita. Mengidentifikasi watak tokoh berdasarkan dialog atau tindakan dalam teks.

    Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Bahasa Indonesia

    Membaca cerita pendek atau menyimak tayangan dongeng.Menuliskan nama tokoh dan latar tempat/waktu kejadian.


    Materi Matematika



    A. Membaca dan Menulis Nilai Mata uang sampai 1.000.000 dan Menentukan Nilai Tempatnya

    • Nilai Tempat:
      • Memahami nilai tempat setiap angka dalam bilangan hingga 1.000.000 (satuan, puluhan, ratusan, ribuan, puluh ribuan, ratus ribuan).
      • Contoh:
        • Pada bilangan Rp324.000
          • Angka 3 menempati nilai tempat ratus ribuan
          • Angka 2 menempati nilai tempat puluh ribuan
          • Angka 4 menempati nilai tempat ribuan
          • Angka 5 menempati nilai tempat ratusan
          • Angka 6 menempati nilai tempat puluhan
          • Angka 9 menempati nilai tempat satuan
    • Membaca Bilangan Cacah:
      • Membaca bilangan hingga 1.000.000 dengan benar, dengan memperhatikan pengelompokan angka setiap tiga digit dari belakang.
      • Contoh:
        • 875.428 dibaca “delapan ratus tujuh puluh lima ribu empat ratus dua puluh delapan”
        • 324.569 dibaca “tiga ratus dua puluh empat ribu lima ratus enam puluh sembilan”
    • Menulis Bilangan Cacah:
      • Menuliskan bilangan dalam bentuk angka berdasarkan cara membacanya, dengan memisahkan setiap tiga digit dari belakang dengan tanda titik.
      • Contoh:
        • “sembilan ratus enam puluh tiga ribu” ditulis sebagai 963.000
    • B. Mengurutkan dan Membandingkan Bilangan Sampai 1.000.000
      • Membandingkan Bilangan:
        • Membandingkan dua bilangan cacah dengan menggunakan tanda “>”, “<“, atau “=”
        • Memulai perbandingan dari nilai tempat tertinggi (ratus ribuan)
        • Contoh:
          • 445.000 < 545.000 (karena 4 ratus ribuan lebih kecil dari 5 ratus ribuan)
          • 657.000 < 675.000 (karena puluh ribuannya sama-sama 6, tetapi 5 ribuan lebih kecil dari 7 ribuan)
      • Mengurutkan Bilangan:
        • Mengurutkan beberapa bilangan cacah secara terurut naik (dari yang terkecil) atau terurut turun (dari yang terbesar).
        • Contoh:
          • Urutan naik dari 978.500, 979.500, 982.500 adalah 978.500, 979.500, 982.500
          • Urutan turun dari 462.430, 462.410, 462.370 adalah 462.430, 462.410, 462.370

    C. Komposisi dan Dekomposisi Bilangan Sampai 1.000.000 

    • Komposisi Bilangan:
      • Menyusun bilangan berdasarkan nilai tempat masing-masing angka penyusunnya
      • Dapat menggunakan uang sebagai alat bantu
      • Contoh:
        • 5 lembar seratus ribuan + 4 lembar dua puluh ribuan + 3 lembar sepuluh ribuan + 1 lembar lima ribuan + 4 lembar dua ribuan
        • = 500.000 + 80.000 + 30.000 + 5.000 + 8.000
        • = 623.000
    • Dekomposisi Bilangan:
      • Menguraikan bilangan menjadi penjumlahan berdasarkan nilai tempat masing-masing angkanya
      • Contoh:
        • 345.600 = 300.000 + 40.000 + 5.000 + 600
        • 987.654 = 900.000 + 80.000 + 7.000 + 600 + 50 + 4


    Materi Bahasa Indonesia

    A. Unsur Intrinsik Cerita

    • Pengertian: Unsur-unsur yang membangun sebuah cerita dari dalam.
    • Unsur-unsur Intrinsik Cerita:
      • Tema: Ide pokok atau gagasan utama dalam cerita. Contoh: persahabatan, keberanian, kejujuran. Tema bersifat umum dan mencakup keseluruhan cerita
      • Tokoh dan Penokohan:
        • Tokoh adalah pelaku atau karakter dalam cerita, bisa manusia, hewan, atau benda yang diberi sifat manusia
        • Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan watak atau karakter tokoh melalui:
          • Penggambaran fisik (rupa, pakaian, dll)
          • Dialog atau percakapan tokoh
          • Pikiran dan perasaan tokoh (monolog)
          • Pendapat tokoh lain tentang tokoh tersebut
          • Tindakan atau perilaku tokoh
      • Alur (Plot): Rangkaian peristiwa dalam cerita yang saling berkaitan. Tahapan alur meliputi:
        • Pengenalan situasi cerita (awal cerita)
        • Munculnya konflik atau masalah
        • Klimaks (puncak masalah)
        • Penyelesaian masalah
        • Akhir cerita (menyelesaikan konflik atau memberikan penutup)
      • Latar: Keterangan mengenai tempat, waktu, dan suasana terjadinya cerita. Latar memberikan gambaran tentang di mana dan kapan cerita berlangsung, serta suasana atau atmosfer yang menyertainya
      • Amanat: Pesan moral atau nilai-nilai yang ingin disampaikan pengarang melalui cerita. Amanat bisa berupa nasihat, ajaran, atau pelajaran hidup yang bisa diambil dari cerita


    B. Majas

    • Pengertian: Gaya bahasa kiasan yang digunakan untuk menciptakan efek tertentu dalam karya sastra, seperti memperindah bahasa, memperjelas makna, atau menimbulkan kesan tertentu pada pembaca
    • Macam-macam Majas yang Dipelajari:
      • Metafora: Perbandingan langsung antara dua hal yang berbeda, tetapi memiliki kesamaan sifat. Tidak menggunakan kata-kata penghubung seperti “seperti”, “bagai”, “laksana”, dll. Contoh: Buku adalah jendela dunia. (Buku diibaratkan sebagai jendela yang membuka wawasan)
      • Personifikasi: Majas yang memberikan sifat manusia kepada benda mati atau hewan. Contoh: Angin berbisik di telingaku. (Angin diibaratkan bisa berbisik seperti manusia)
      • Hiperbola: Majas yang melebih-lebihkan sesuatu untuk memberikan efek dramatis atau humor. Contoh: Suaranya menggelegar sampai ke ujung dunia. (Suara yang sangat keras dilebih-lebihkan)

    C. Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

    • Kalimat Langsung:
      • Kalimat yang diucapkan langsung oleh tokoh dalam cerita.
      • Diapit oleh tanda petik dua (“…”).
      • Contoh: “Aku akan pergi ke perpustakaan,” kata Siti.
    • Kalimat Tidak Langsung:
      • Kalimat yang melaporkan perkataan tokoh tanpa mengutip secara langsung
      • Tidak menggunakan tanda petik dua
      • Sering menggunakan kata hubung seperti bahwa, agar, untuk, supaya
      • Contoh: Siti mengatakan bahwa dia akan pergi ke perpustakaan.
    • Mengubah Kalimat Langsung menjadi Tidak Langsung:
      • Hilangkan tanda petik dua
      • Ubah kata ganti orang sesuai konteks (contoh: “aku” menjadi “dia”)
      • Tambahkan kata hubung jika diperlukan
      • Sesuaikan tenses kata kerja jika diperlukan

    D. Teks Fiksi dan Nonfiksi

    • Teks Fiksi:
      • Berisi cerita rekaan atau imajinasi pengarang
      • Bertujuan untuk menghibur atau memberikan pengalaman estetis kepada pembaca
      • Contoh: cerita pendek (cerpen), novel, dongeng, fabel
    • Teks Nonfiksi:
      • Berisi informasi atau fakta berdasarkan kenyataan
      • Bertujuan untuk memberikan pengetahuan atau informasi kepada pembaca
      • Contoh: artikel ilmiah, buku pelajaran, laporan, berita
    • Perbedaan Teks Fiksi dan Nonfiksi:
      • Tujuan: Fiksi bertujuan menghibur, nonfiksi bertujuan memberi informasi
      • Isi: Fiksi berisi imajinasi, nonfiksi berisi fakta
      • Struktur: Fiksi memiliki alur cerita, nonfiksi memiliki struktur informasi
      • Bahasa: Fiksi menggunakan bahasa kiasan, nonfiksi menggunakan bahasa lugas


    Refleksi Pemelajaran/Kesimpulan 
    Alhamdullillah pada hari ini ananda mengikuti pembelajaran dengan baik, seluruh siswa hadir. dari 22 siswa masih ada 1 siswa yang masih kesulitan memahami soal pada materi  mateatika, guru memberikan pendampingan secara mendiri kepada siswa yang kesulitan. dan pada materi bahasa indonesia, dari 22 siswa masih ada 2 siswa yang masih kesulitan dalam memahami usur intrinsik ceria, guru juga memberikan dampingan kepada siswa tersebut dan menjelaskan materi yang di anggap sulit untuk siswa.
    Penutup
    Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.

    Jumat, 07 Agustus 2026

    materi ajar Jumat, 7 Agustus 2026

      

    Hari/Tanggal                      :  Jumat, 7 Agustus 2026

    Fase / Kelas                       : C  / 5A

    Muatan Pembelajaran        :  1. Kokulikuler (Eksplorasi Budaya Lampung)
    Metode Pembelajaaran      :  1. Kokulikuler((mindful learning)
    Media Pembelajaran          :  Video Pembelajaran,
                                               


    Materi  Ko kulikuler 

    Eksplorasi tarian Lampung mencakup pelestarian ragam seni gerak tradisional dan kreasi baru yang kaya makna budaya, seperti Tari Sigeh Pengunten, Tari Bedana, dan Tari Melinting.

    Jenis-Jenis Tarian Utama :
    1. Tari Sigeh Pengunten: Gabungan adat Pepadun dan Saibatin untuk menyambut tamu agung.
    2. Tari Bedana: Tarian pergaulan bernapas Islam yang melambangkan keterbukaan masyarakat.
    3. Tari Cangget: Ritual pemuda-pemudi dalam acara adat, panen raya, atau pernikahan.Tari Melinting: Tarian klasik dari Lampung Timur yang dibawakan bangsawan kerajaan.
    4. Tari Tuping: Drama tari topeng tradisional yang menggambarkan kepahlawanan dan rasa syukur.Unsur dan Ciri KhasGerakan: Lembut, dinamis, serta sarat gestur penghormatan dan keramahan.

    Busana: Didominasi warna cerah dengan mahkota khas seperti Siger dan atribut keemasan.Musik: Diiringi alat musik tradisional seperti gamolan pekhing, gundang, dan petting atau gitar tunggal.
    Salah satu tarian Lampung 


    Refleksi pembelajaran 
    pada hari ini pembelajaran kokulikuler berjalan dengan baik dan lancar, seluruh peserta didik memahami materi yang disampaikan (ananda dibagi ke dalam beberapa kelotko kulikuler dan masing masing kelompok menentukan tarian khas Lampung yang akan di tampilkan)

    Penutup
    Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.

    Kamis, 06 Agustus 2026

    Materi ajar Kamis, 6 Agustus 2026

      

    Hari/Tanggal                      :  Kamis, 6 Agustus 2026

    Fase / Kelas                       : C  / 5A

    Muatan Pembelajaran        :  1.  Seni Rupa (Konsep Seni Rupa)
                                                  2. Kokulikuler (Eksplorasi Budaya Lampung)
    Metode Pembelajaaran      :  1. Seni Rupa (Discovery Learning)
                                                 2. Kokulikuler((mindful learning)
    Media Pembelajaran          :  Video Pembelajaran, LKPD
                                               
    Capaian Pembelajaran Seni Rupa

    Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam benda-benda di sekitar/karya seni rupa. 

    Tujuan Pembelajaran (TP) Seni Rupa

    Murid dapat Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam benda-benda di sekitar/karya seni rupa.


    Materi Seni Rupa

    A. Unsur dan Prinsip Seni Rupa di Sekitar Kita
    Keindahan suatu objek di sekitar kita tak terlepas dari adanya berupa prinsip-prinsip seni rupa yang mendukung keindahannya, segala bentuk objek yang kita lihat dengan nilai akan muncul karena unsur-unsur yang dikandungnya, siswa dapat menemukan unsur-unsur seni rupa tersebut dengan mengamati unsur titik, garis, bidang, bentuk, ruang, tekstur, warna dan tone (nada gelap terang) yang terdapat dalam objek di lingkungan sekitar sekolah.


    Unsur Seni Rupa Titik
    Titik merupakan unsur paling kecil dalam suatu karya seni rupa. Titik bisa digunakan untuk menciptakan unsur-unsur lain dengan cara menyusun atau menderet hingga menjadi suatu garis.

    Unsur Seni Rupa Garis.
    Garis merupakan hubungan antar titik yang bisa menghasilkan suatu guratan serba guna. Guratan dari titik tersebut akan bisa membentuk unsur lain seperti bidang maupun bentuk.

    Unsur Seni Rupa Bentuk Atau Volume
    Bentuk merupakan unsur yang selanjutnya. Bisa dibilang jika bentuk adalah salah satu unsur yang bisa dilihat pada karya seni rupa dua dimensi. Contohnya adalah pada gambar, lukisan, desain grafis dan sebagainya.

    Unsur Seni Rupa Bidang
    Bidang adalah unsur yang ketiga. Bidang juga merupakan perkembangan dari bentuk. Secara mudahnya bidang merupakan suatu garis yang ujungnya akan saling bertemu hingga membentuk suatu area tertutup.

    Unsur Seni Rupa Ruang
    Ruang merupakan suatu karya karya dua dimensi yang memiliki sifat semu. Ruang juga masih dibagi menjadi dua yaitu ruang positif dan ruang negatif.

    Unsur Seni Rupa Gelap Terang.
    Untuk bisa membuat suatu gambar potret yang tampak begitu realistis, bukanlah warna yang akan dibuat benar-benar akurat. Akan tetapi adalah pada bagian gelap dan terang yang akan dibuat akurat pada gambar potret tersebut.

    Warna juga merupakan unsur yang paling mencolok pada suatu karya seni rupa. Dalam seni rupa, warna secara estetika terbilang cukup subjektif tergantung dari daya cipta pembuat karya seni.


    Unsur Seni Rupa Tekstur
    Tekstur adalah salah satu unsur yang berhubungan dengan interaksi manusia. Karya seni rupa tak hanya bisa dirasakan secara visual. Namun suatu karya seni rupa juga bisa dirasakan melalui bentuknya.

    Unsur Seni Rupa Nilai.
    Unsur nilai berkaitan dengan warna. Maksud dari nilai adalah seberapa besar kekuatan warna pada karya seni rupa, dan seberapa berpengaruhnya nilai warna tersebut.

    B. Prinsip Seni Rupa
    Prinsip Keseimbangan.
    Suatu karya yang tidak seimbang bisa membuat orang yang melihatnya akan mendapatkan kondisi perasaan yang tidak nyaman. Maka dari itu keseimbangan dalam seni rupa adalah suatu prinsip yang harus diperhatikan.


    Prinsip Irama.
    Irama dalam suatu karya seni rupa bisa diciptakan dari adanya pengulangan unsur yang dilakukan secara teratur. Prinsip irama bisa terjadi pada suatu karya seni yang dilakukan pengaturan terhadap unsur garis, raut, warna, tekstur dan gelap terang secara berulang-ulang.

    Prinsip Penekanan.
    Dalam seni rupa juga terdapat prinsip penekanan atau emphasis. Prinsip penekanan juga bisa dibilang sebagai point of interest dalam suatu karya seni rupa.


    Prinsip Proposisi
    Kontras merupakan suatu perbedaan yang begitu mencolok dari dua atau lebih unsur yang berbeda. Sebagai contohnya adalah titik putih dengan objek hitam, lalu bisa juga tekstur kain dengan tekstur logam.

    Prinsip Kejelasan.
    Prinsip kejelasan merupakan suatu prinsip atau taraf kemudahan suatu karya bisa dimengerti. Prinsip kejelasan lebih banyak ditemukan pada desain website, desain produk atau desain interior.
     Seimak video Berikut agar lebih mudah dipahami 



    Ko kulikuler 
    Eksplorasi tarian Lampung mencakup pelestarian ragam seni gerak tradisional dan kreasi baru yang kaya makna budaya, seperti Tari Sigeh Pengunten, Tari Bedana, dan Tari Melinting.

    Jenis-Jenis Tarian Utama :
    1. Tari Sigeh Pengunten: Gabungan adat Pepadun dan Saibatin untuk menyambut tamu agung.
    2. Tari Bedana: Tarian pergaulan bernapas Islam yang melambangkan keterbukaan masyarakat.
    3. Tari Cangget: Ritual pemuda-pemudi dalam acara adat, panen raya, atau pernikahan.Tari Melinting: Tarian klasik dari Lampung Timur yang dibawakan bangsawan kerajaan.
    4. Tari Tuping: Drama tari topeng tradisional yang menggambarkan kepahlawanan dan rasa syukur.Unsur dan Ciri KhasGerakan: Lembut, dinamis, serta sarat gestur penghormatan dan keramahan.

    Busana: Didominasi warna cerah dengan mahkota khas seperti Siger dan atribut keemasan.Musik: Diiringi alat musik tradisional seperti gamolan pekhing, gundang, dan petting atau gitar tunggal.
    Salah satu tarian Lampung 

    Refleksi pembelajaran 
    pada pembelajaran seni rupa materi mengenal unsur unsur seni rupa. Alhamdulillah seluruh ananda sudah mampu memahami materi dengan baik,, namun pada saat  guru melakukan tanya jawab secara lisan masih ada beberapa ananda yg masih ragu ragu dalam menjelaskan apa saja untuk unsur seni rupa. guru akan memberikan bimbingan secara mandiri terhadap ananda.

    Kesimpulan 
    pembelajaran berlangsung dengan baik dan seluryananda aktif dan antusias dalam memahami materi.
    Penutup
    Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.