Apa kabar hari ini? Semoga kalian semua sehat, semangat, dan siap belajar.
Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dan belajar bersama. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca basmalah bersama.
C. Mapel 1 ( Matematika)
Capaian Pembelajaran (CP) : Menunjukkan pemahaman dan intuisi
bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000; membaca, menulis,
menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan
dekomposisi bilangan; menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang
Tujuan Pembelajaran (TP): menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang
Alut Tujuan Pembelajaran (ATP) :
Peserta didik mengamati dan mengeksplorasi berbagai pecahan uang rupiah melalui benda konkret, gambar, atau simulasi kegiatan jual beli untuk mengenali nilai setiap pecahan uang. Mindful (menyadari penggunaan uang dalam kehidupan sehari-hari)
Peserta didik menemukan hubungan antara berbagai pecahan uang dan menentukan beberapa cara untuk membentuk nilai uang yang sama melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi. Meaningful (menghubungkan konsep dengan pengalaman nyata)
Peserta didik menggunakan penjumlahan dan pengurangan untuk menentukan total harga, jumlah uang yang harus dibayarkan, serta uang kembalian dalam simulasi jual beli sederhana. Joyful (belajar melalui bermain peran)
Materi Pokok : mengeksplorasi berbagai pecahan uang rupiah
Alokasi Waktu : 2jp
Model/Metode Pembelajaran: Discovery Learning
Media Pembelajaran:
LKPD, gambar pecahan uang rupiah, video pembelajaran tentang uang dan kegiatan jual beli, uang mainan,
Apersepsi
Guru mengawali pembelajaran dengan menunjukkan gambar uang rupiah dan gambar kegiatan jual beli di pasar/minimarket.
Guru mengajak peserta didik mengamati gambar tersebut, kemudian mengajukan pertanyaan:
"Apa yang kalian lihat pada gambar?"
"Untuk apa kita menggunakan uang?"
"Pernahkah kalian membeli sesuatu menggunakan uang?"
"Jika harga sebuah barang Rp5.000 dan kita membayar Rp10.000, berapa uang yang harus kita terima kembali?"
"Apakah kita dapat membeli semua barang jika uang yang kita miliki terbatas?"
Guru kemudian mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
"Uang merupakan salah satu nikmat dan amanah dari Allah Swt. yang perlu kita gunakan dengan bijak. Ketika menggunakan uang, kita perlu menghitung dengan teliti agar tidak salah dalam membayar maupun menerima kembalian."
"Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros."
(QS. Al-Isra: 26)
Guru kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran:
"Hari ini kita akan belajar menyelesaikan berbagai masalah yang berkaitan dengan uang. Kalian akan mengamati harga barang, menghitung jumlah uang yang harus dibayarkan, menentukan uang kembalian, serta memilih barang sesuai dengan uang yang tersedia. Kalian juga akan belajar melalui kegiatan jual beli agar matematika terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari."
Materi Pembelajaran
A. Mengenal Nilai Uang Rupiah
Uang digunakan sebagai alat pembayaran dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia, mata uang yang digunakan adalah rupiah (Rp).
Beberapa pecahan uang yang sering kita gunakan antara lain:
Rp1.000
Rp2.000
Rp5.000
Rp10.000
Rp20.000
Rp50.000
Rp100.000
Peserta didik mengamati gambar uang dan menyebutkan nilai masing-masing pecahan.
Ayo Mengamati!
Guru menampilkan beberapa gambar uang dan bertanya:
"Pecahan uang manakah yang memiliki nilai paling besar?"
"Jika kamu memiliki dua lembar uang Rp5.000, berapa jumlah uangmu?"
"Apakah Rp10.000 dapat dibentuk dengan pecahan uang yang berbeda?"
B. Komposisi dan Dekomposisi Uang
Nilai uang dapat disusun dari beberapa pecahan uang yang berbeda.
Contoh:
Rp10.000 dapat dibentuk menjadi:
Rp5.000 + Rp5.000
Rp2.000 + Rp2.000 + Rp2.000 + Rp2.000 + Rp2.000
Rp5.000 + Rp2.000 + Rp2.000 + Rp1.000
Jadi, satu nilai uang dapat memiliki beberapa bentuk susunan pecahan.
C. Menghitung Total Harga
Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita membeli lebih dari satu barang.
Contoh:
Barang
Harga
Buku
Rp5.000
Pensil
Rp3.000
Penghapus
Rp2.000
Jumlah yang harus dibayar:
Rp5.000 + Rp3.000 + Rp2.000 = Rp10.000
Jadi, total belanja adalah Rp10.000.
Guru dapat memberikan situasi:
"Aisyah membeli buku seharga Rp5.000 dan pensil seharga Rp3.000. Berapa uang yang harus dibayarkan Aisyah?"
Peserta didik dapat menggunakan berbagai strategi untuk memperoleh jawaban.
D. Menentukan Uang Kembalian
Jika uang yang dibayarkan lebih besar daripada harga barang, pembeli akan menerima uang kembalian.
Contoh:
Harga sebuah buku = Rp7.000
Uang yang dibayarkan = Rp10.000
Maka:
Rp10.000 − Rp7.000 = Rp3.000
Jadi, uang kembaliannya adalah Rp3.000.
Guru dapat menggunakan uang mainan agar peserta didik dapat mengalami langsung proses menghitung uang kembalian.
E. Menyelesaikan Masalah Uang dalam Kehidupan Sehari-hari
Masalah uang tidak hanya tentang penjumlahan dan pengurangan. Peserta didik juga perlu menganalisis situasi dan menentukan pilihan.
Contoh Masalah
Dina memiliki uang Rp20.000.
Ia ingin membeli:
Roti = Rp7.000
Susu = Rp6.000
Pensil = Rp4.000
Jika Dina membeli ketiganya:
Rp7.000 + Rp6.000 + Rp4.000 = Rp17.000
Sisa uang Dina:
Rp20.000 − Rp17.000 = Rp3.000
Jadi, Dina masih memiliki Rp3.000.
Kesimpulan / Fefleksi Pembelajaran :
Mapel 2 (IPAS)
Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS. Merefleksikan
sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan
tubuhnya; menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik, serta
pengaruhnya terhadap ekosistem; menjelaskan fenomen gelombang bunyi
dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; menghasilkan upaya penghematan energi,
serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menjelaskan sistem tata
surya, serta kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; menjelaskan letak dan
kondisi geografis negara Indonesia dengan
menggunakan peta konvensional/digital; meninjau sejarah perjuangan para
pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; menemukan keragaman budaya
nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai
kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan
kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
Tujuan pembelajaran : Merefleksikan
sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan
tubuhnya;
Alur Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mengamati gambar, video, atau model sistem pencernaan manusia untuk mengenali organ-organ pencernaan dan urutan perjalanan makanan di dalam tubuh. Mindful
Peserta didik mengeksplorasi proses pencernaan melalui gambar, video, model, atau simulasi sederhana untuk menemukan fungsi mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan organ pencernaan lainnya. Meaningful
Peserta didik menyajikan hasil pemahamannya tentang proses dan cara menjaga kesehatan sistem pencernaan melalui peta konsep, poster, presentasi, atau karya sederhana. Joyfull
Alokasi Waktu : 3 JP Model/Metode Pembelajaran :Mindful Learning dan Discovery Learning Media Pembelajaran : Video, gambar/model sistem pencernaan, LKPD, kartu organ pencernaan, dan LCD/TV.
Apersepsi
Guru menampilkan gambar dan video seseorang sedang makan, kemudian dilanjutkan dengan gambar sistem pencernaan manusia.
Guru mengajak peserta didik mengamati tayangan dan bertanya:
"Anak-anak, pernahkah kalian berpikir ke mana makanan yang kita makan setelah masuk ke dalam mulut?"
"Mengapa makanan harus dikunyah terlebih dahulu?"
"Apakah makanan langsung masuk ke perut setelah kita telan?"
"Menurut kalian, bagaimana tubuh kita mengubah makanan menjadi energi?"
Guru kemudian mengaitkan pembelajaran dengan firman Allah Swt.:
"Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya." (QS. 'Abasa: 24)
Guru menjelaskan:
"Allah Swt. mengingatkan kita untuk memperhatikan makanan yang kita konsumsi. Makanan yang kita makan akan diproses oleh tubuh melalui sistem pencernaan. Allah menciptakan organ-organ pencernaan dengan fungsi yang berbeda-beda dan bekerja secara teratur."
"Karena itu, kita perlu bersyukur dengan menjaga kesehatan sistem pencernaan. Kita dapat melakukannya dengan memilih makanan yang sehat, menjaga kebersihan makanan, cukup minum air, makan teratur, dan menjaga kebersihan diri."
Guru mengaitkan dengan materi:
"Hari ini kita akan mempelajari perjalanan makanan di dalam tubuh. Kalian akan menemukan organ-organ yang terlibat dalam sistem pencernaan, memahami fungsi masing-masing organ, serta mencari tahu bagaimana cara menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat."
Materi
A. Mengenal Sistem Pencernaan Manusia
Sistem pencernaan adalah serangkaian organ tubuh yang bekerja sama untuk mengolah makanan sehingga zat-zat yang dibutuhkan tubuh dapat diserap dan digunakan, sedangkan sisa makanan yang tidak diperlukan akan dikeluarkan dari tubuh.
Peserta didik mengamati dan menemukan urutan perjalanan makanan:
Mulut → Kerongkongan → Lambung → Usus Halus → Usus Besar → Rektum → Anus
B. Organ-Organ Sistem Pencernaan
1. Mulut
Pencernaan dimulai dari mulut.
Di dalam mulut terdapat:
gigi;
lidah;
air liur.
Gigi berfungsi menghancurkan dan menghaluskan makanan.
Lidah membantu mengatur posisi makanan dan membantu proses menelan.
Air liur membantu membasahi makanan dan memulai proses pencernaan.
Ayo berpikir:
"Mengapa makanan sebaiknya dikunyah dengan baik sebelum ditelan?"
2. Kerongkongan
Setelah ditelan, makanan bergerak menuju kerongkongan.
Kerongkongan merupakan saluran yang menghubungkan mulut dengan lambung.
Gerakan otot pada kerongkongan membantu mendorong makanan menuju lambung.
3. Lambung
Makanan kemudian masuk ke lambung.
Lambung berfungsi:
menampung makanan sementara;
mengaduk makanan;
membantu mencerna makanan dengan bantuan cairan pencernaan.
Guru dapat memberikan pertanyaan:
"Mengapa makanan yang masuk ke lambung perlu diolah kembali?"
4. Usus Halus
Setelah dari lambung, makanan masuk ke usus halus.
Usus halus merupakan tempat utama penyerapan zat-zat gizi dari makanan untuk digunakan oleh tubuh.
Zat gizi yang diserap kemudian diedarkan ke seluruh tubuh.
Guru menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari:
"Ketika kalian makan nasi, sayur, buah, ikan, atau telur, zat-zat berguna dari makanan tersebut akan diserap tubuh melalui proses pencernaan."
5. Usus Besar
Sisa makanan kemudian masuk ke usus besar.
Usus besar berfungsi terutama dalam menyerap sebagian air dan membentuk sisa makanan menjadi feses.
6. Rektum dan Anus
Rektum merupakan bagian tempat penyimpanan sementara feses sebelum dikeluarkan.
Anus merupakan tempat keluarnya feses dari tubuh.
Guru menekankan bahwa proses tersebut merupakan bagian normal dari sistem pencernaan dan menunjukkan bahwa tubuh memiliki mekanisme untuk mengeluarkan zat yang tidak diperlukan.
C. Perjalanan Makanan dalam Tubuh
Guru menampilkan gambar alur sistem pencernaan.
Peserta didik kemudian menyusun kartu organ pencernaan sesuai urutan perjalanan makanan.
Mulut → Kerongkongan → Lambung → Usus Halus → Usus Besar → Rektum → Anus
Guru memberikan pertanyaan pemantik:
"Apa yang akan terjadi jika salah satu organ pencernaan tidak bekerja dengan baik?"
"Mengapa semua organ harus bekerja sama?"
Peserta didik berdiskusi untuk menemukan jawabannya.
D. Hubungan Makanan dengan Kesehatan Pencernaan
Guru menampilkan gambar beberapa jenis makanan dan kebiasaan sehari-hari.
Peserta didik mengelompokkan kebiasaan menjadi:
Kebiasaan Baik
makan makanan bergizi;
makan sayur dan buah;
minum air yang cukup;
mencuci tangan sebelum makan;
makan secara teratur;
mengunyah makanan dengan baik;
melakukan aktivitas fisik.
Kebiasaan yang Perlu Dihindari
terlalu banyak mengonsumsi makanan rendah gizi;
kurang minum;
tidak menjaga kebersihan makanan;
makan secara tidak teratur;
terlalu sering mengonsumsi makanan yang kurang sehat
Apa kabar hari ini? Semoga kalian semua sehat, semangat, dan siap belajar.
Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dan belajar bersama. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca basmalah bersama.
C. Mapel 1 ( Kokulikuler)
Capaian Pembelajaran : Peserta didik mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas daerah. Peserta didik mampu mengidentifikasi nama, asal, makna, fungsi, kostum, properti, serta gerak dasar tari tradisional Lampung. Peserta didik menunjukkan sikap bangga, menghargai keberagaman budaya, bekerja sama, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan mengenal serta mempraktikkan gerak dasar tari tradisional Lampung sebagai bentuk pelestarian budaya bangsa.
Tujuan pembelajaran : Peserta didik mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas daerah, mampu mengidentifikasi nama, asal, makna, fungsi, kostum, properti, serta gerak dasar tari tradisional Lampung, serta menunjukkan sikap bangga dan menghargai keberagaman budaya.
Alur Tujuan Pembelajaran (Deep Learning):
Mindful : mengamati dan mengenali dengan penuh perhatian.
Meaningful : menghubungkan materi dengan identitas budaya dan kehidupan sehari-hari.
Joyful : belajar melalui aktivitas yang interaktif dan menyenangkan.
Materi Pokok : Tari Cak Culai Nabui-Nabui Alokasi Waktu : 3jp
Model/Metode Pembelajaran :(mindful learning)
Media Pembelajaran : Video
Apersepsi :
"Anak-anak, pernahkah kalian melihat orang menari dengan pakaian dan gerakan yang berbeda-beda? Mengapa setiap daerah memiliki tarian yang berbeda?"
Guru kemudian mengaitkan keberagaman tersebut dengan firman Allah Swt.:
"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. (QS. Al-Hujurat: 13)
"Anak-anak, Allah Swt. menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, bahasa, dan budaya. Perbedaan tersebut bukan untuk saling membeda-bedakan, tetapi agar kita saling mengenal, menghargai, dan hidup berdampingan."
"Indonesia adalah negara yang memiliki banyak sekali budaya. Salah satunya adalah budaya Lampung, daerah tempat kita tinggal. Lampung memiliki berbagai tarian tradisional yang memiliki gerakan, pakaian, musik, dan makna yang khas. Keberagaman tarian tersebut merupakan kekayaan budaya yang patut kita syukuri dan kita lestarikan."
Materi :
Eksplorasi tarian Lampung mencakup pelestarian ragam seni gerak tradisional dan kreasi baru yang kaya makna budaya, seperti Tari Sigeh Pengunten, Tari Bedana, dan Tari Melinting.
Jenis-Jenis Tarian Utama :
1. Tari Sigeh Pengunten: Gabungan adat Pepadun dan Saibatin untuk menyambut tamu agung.
2. Tari Bedana: Tarian pergaulan bernapas Islam yang melambangkan keterbukaan masyarakat.
3. Tari Cangget: Ritual pemuda-pemudi dalam acara adat, panen raya, atau pernikahan.Tari Melinting: Tarian klasik dari Lampung Timur yang dibawakan bangsawan kerajaan.
4. Tari Tuping: Drama tari topeng tradisional yang menggambarkan kepahlawanan dan rasa syukur.Unsur dan Ciri KhasGerakan: Lembut, dinamis, serta sarat gestur penghormatan dan keramahan.
5. Tari Cak Culay Na'bui Na'bui digunakan sebagai tari hiburan dan pergaulan masyarakat, yang menggambarkan suasana gembira, kebersamaan, dan interaksi sosial.
Busana: Didominasi warna cerah dengan mahkota khas seperti Siger dan atribut keemasan.Musik: Diiringi alat musik tradisional seperti gamolan pekhing, gundang, dan petting atau gitar tunggal. Salah satu tarian Lampung
Kesimpulan/ Refleksi pembelajaran
pada hari ini pembelajaran kokulikuler berjalan dengan baik dan lancar, seluruh peserta didik memahami materi yang disampaikan (ananda berlatih tarian khas Lampung yang akan di tampilkan)
Penutup
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.
Apa kabar hari ini? Semoga kalian semua sehat, semangat, dan siap belajar.
Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dan belajar bersama. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca basmalah bersama.
C. Mapel 1 ( Seni Rupa)
Capaian Pembelajaran (CP) : Merefleksikan (Reflecting) Merefleksikan dan mengapresiasi
karya diri sendiri dan teman sekelas menggunakan kosa kata seni rupa yang
sesuai.
Tujuan Pembelajaran (TP): Murid dapat Merefleksikan proses dan hasil karya
yang telah dibuat dengan menggunakan kosakata seni rupa yang sesuai
Alut Tujuan Pembelajaran (ATP) : Murid mendeskripsikan unsur dan prinsip seni rupa yang digunakan pada hasil karyanya menggunakan kosakata seni rupa yang tepat.
Materi Pokok : Mendeskripsikan unsur seni rupa sesuai hasil karya
Alokasi Waktu : 2jp
Model/Metode Pembelajaran :(Discovery Learning)
Media Pembelajaran : LKPD/Video?Gambar
Apersepsi :
Guru mengajak peserta didik mengamati keindahan alam di sekitar, seperti bunga yang berwarna-warni, pepohonanyang memiliki berbagai bentuk daun, langit dengan gradasi warna saat matahari terbit atau terbenam, serta kupu-kupu dengan sayap yang indah. Kemudian guru bertanya:
"Siapa yang menciptakan semua keindahan alam ini?"
"Apakah warna, bentuk, dan pola yang ada di alam terjadi dengan sendirinya?"
"Menurut kalian, mengapa Allah menciptakan alam dengan begitu indah?"
Guru kemudian membacakan firman Allah Swt.:
"Dialah Allah yang menciptakan segala sesuatu lalu Dia menyempurnakan penciptaan-Nya." (QS. As-Sajdah: 7)
Guru menjelaskan bahwa Allah menciptakan alam dengan berbagai garis, bentuk, warna, tekstur, ruang, dan pola yang sangat indah. Keindahan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi manusia untuk berkarya. Ketika kita membuat karya seni, kita juga belajar mengamati ciptaan Allah dan mensyukurinya.
Selanjutnya guru mengaitkan dengan materi pembelajaran "Hari ini kita akan belajar mendeskripsikan unsur-unsur seni rupa yang terdapat pada karya yang telah kita buat. Kita akan belajar mengenali garis, bentuk, warna, tekstur, ruang, dan unsur lainnya sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas kemampuan berpikir, berkarya, dan menikmati keindahan ciptaan-Nya."
Materi Pembelajaran:
A. Unsur dan Prinsip Seni Rupa di Sekitar Kita
Keindahan suatu objek di sekitar kita tak terlepas dari adanya berupa prinsip-prinsip seni rupa yang mendukung keindahannya, segala bentuk objek yang kita lihat dengan nilai akan muncul karena unsur-unsur yang dikandungnya, siswa dapat menemukan unsur-unsur seni rupa tersebut dengan mengamati unsur titik, garis, bidang, bentuk, ruang, tekstur, warna dan tone (nada gelap terang) yang terdapat dalam objek di lingkungan sekitar sekolah.
Unsur Seni Rupa Titik
Titik merupakan unsur paling kecil dalam suatu karya seni rupa. Titik bisa digunakan untuk menciptakan unsur-unsur lain dengan cara menyusun atau menderet hingga menjadi suatu garis.
Unsur Seni Rupa Garis.
Garis merupakan hubungan antar titik yang bisa menghasilkan suatu guratan serba guna. Guratan dari titik tersebut akan bisa membentuk unsur lain seperti bidang maupun bentuk.
Unsur Seni Rupa Bentuk Atau Volume
Bentuk merupakan unsur yang selanjutnya. Bisa dibilang jika bentuk adalah salah satu unsur yang bisa dilihat pada karya seni rupa dua dimensi. Contohnya adalah pada gambar, lukisan, desain grafis dan sebagainya.
Unsur Seni Rupa Bidang
Bidang adalah unsur yang ketiga. Bidang juga merupakan perkembangan dari bentuk. Secara mudahnya bidang merupakan suatu garis yang ujungnya akan saling bertemu hingga membentuk suatu area tertutup.
Unsur Seni Rupa Ruang
Ruang merupakan suatu karya karya dua dimensi yang memiliki sifat semu. Ruang juga masih dibagi menjadi dua yaitu ruang positif dan ruang negatif.
Unsur Seni Rupa Gelap Terang.
Untuk bisa membuat suatu gambar potret yang tampak begitu realistis, bukanlah warna yang akan dibuat benar-benar akurat. Akan tetapi adalah pada bagian gelap dan terang yang akan dibuat akurat pada gambar potret tersebut.
Warna juga merupakan unsur yang paling mencolok pada suatu karya seni rupa. Dalam seni rupa, warna secara estetika terbilang cukup subjektif tergantung dari daya cipta pembuat karya seni.
Unsur Seni Rupa Tekstur
Tekstur adalah salah satu unsur yang berhubungan dengan interaksi manusia. Karya seni rupa tak hanya bisa dirasakan secara visual. Namun suatu karya seni rupa juga bisa dirasakan melalui bentuknya.
Unsur Seni Rupa Nilai.
Unsur nilai berkaitan dengan warna. Maksud dari nilai adalah seberapa besar kekuatan warna pada karya seni rupa, dan seberapa berpengaruhnya nilai warna tersebut.
B. Prinsip Seni Rupa
Prinsip Keseimbangan.
Suatu karya yang tidak seimbang bisa membuat orang yang melihatnya akan mendapatkan kondisi perasaan yang tidak nyaman. Maka dari itu keseimbangan dalam seni rupa adalah suatu prinsip yang harus diperhatikan.
Prinsip Irama.
Irama dalam suatu karya seni rupa bisa diciptakan dari adanya pengulangan unsur yang dilakukan secara teratur. Prinsip irama bisa terjadi pada suatu karya seni yang dilakukan pengaturan terhadap unsur garis, raut, warna, tekstur dan gelap terang secara berulang-ulang.
Prinsip Penekanan.
Dalam seni rupa juga terdapat prinsip penekanan atau emphasis. Prinsip penekanan juga bisa dibilang sebagai point of interest dalam suatu karya seni rupa.
Prinsip Proposisi
Kontras merupakan suatu perbedaan yang begitu mencolok dari dua atau lebih unsur yang berbeda. Sebagai contohnya adalah titik putih dengan objek hitam, lalu bisa juga tekstur kain dengan tekstur logam.
Prinsip Kejelasan.
Prinsip kejelasan merupakan suatu prinsip atau taraf kemudahan suatu karya bisa dimengerti. Prinsip kejelasan lebih banyak ditemukan pada desain website, desain produk atau desain interior.
Seimak video Berikut agar lebih mudah dipahami
Kesimpulan Materi :
Kesimpulan Pembelajaran:
Mapel 2 (Kokulikuler)
Capaian Pembelajaran : Peserta didik mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas daerah. Peserta didik mampu mengidentifikasi nama, asal, makna, fungsi, kostum, properti, serta gerak dasar tari tradisional Lampung. Peserta didik menunjukkan sikap bangga, menghargai keberagaman budaya, bekerja sama, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan mengenal serta mempraktikkan gerak dasar tari tradisional Lampung sebagai bentuk pelestarian budaya bangsa.
Tujuan pembelajaran : Peserta didik mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas daerah, mampu mengidentifikasi nama, asal, makna, fungsi, kostum, properti, serta gerak dasar tari tradisional Lampung, serta menunjukkan sikap bangga dan menghargai keberagaman budaya.
Alur Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mengenal beberapa tarian tradisional Lampung serta mengidentifikasi nama dan asal daerahnya melalui gambar, video, atau tayangan.
Materi Pokok : Tari Cak Culai Nabui-Nabui Alokasi Waktu : 3jp
Model/Metode Pembelajaran :(mindful learning)
Media Pembelajaran : Video
Apersepsi :
"Anak-anak, pernahkah kalian melihat orang menari dengan pakaian dan gerakan yang berbeda-beda? Mengapa setiap daerah memiliki tarian yang berbeda?"
Guru kemudian mengaitkan keberagaman tersebut dengan firman Allah Swt.:
"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. (QS. Al-Hujurat: 13)
"Anak-anak, Allah Swt. menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, bahasa, dan budaya. Perbedaan tersebut bukan untuk saling membeda-bedakan, tetapi agar kita saling mengenal, menghargai, dan hidup berdampingan."
"Indonesia adalah negara yang memiliki banyak sekali budaya. Salah satunya adalah budaya Lampung, daerah tempat kita tinggal. Lampung memiliki berbagai tarian tradisional yang memiliki gerakan, pakaian, musik, dan makna yang khas. Keberagaman tarian tersebut merupakan kekayaan budaya yang patut kita syukuri dan kita lestarikan."
Materi :
Eksplorasi tarian Lampung mencakup pelestarian ragam seni gerak tradisional dan kreasi baru yang kaya makna budaya, seperti Tari Sigeh Pengunten, Tari Bedana, dan Tari Melinting.
Jenis-Jenis Tarian Utama :
1. Tari Sigeh Pengunten: Gabungan adat Pepadun dan Saibatin untuk menyambut tamu agung.
2. Tari Bedana: Tarian pergaulan bernapas Islam yang melambangkan keterbukaan masyarakat.
3. Tari Cangget: Ritual pemuda-pemudi dalam acara adat, panen raya, atau pernikahan.Tari Melinting: Tarian klasik dari Lampung Timur yang dibawakan bangsawan kerajaan.
4. Tari Tuping: Drama tari topeng tradisional yang menggambarkan kepahlawanan dan rasa syukur.Unsur dan Ciri KhasGerakan: Lembut, dinamis, serta sarat gestur penghormatan dan keramahan.
5. Tari Cak Culay Na'bui Na'bui digunakan sebagai tari hiburan dan pergaulan masyarakat, yang menggambarkan suasana gembira, kebersamaan, dan interaksi sosial.
Busana: Didominasi warna cerah dengan mahkota khas seperti Siger dan atribut keemasan.Musik: Diiringi alat musik tradisional seperti gamolan pekhing, gundang, dan petting atau gitar tunggal. Salah satu tarian Lampung
Kesimpulan Pembelajaran:
Pada hari ini seluruh siswa memahami materi dengan baik, jumlah siswa yang hadir pada hari ini dari 22 siswa. terdapat 2 siswa yang tidak hadir. dikarenakan izin. 20 siswa yang hadir memahami materi pembelajaran dengan baik baik itu seni rupa maupun kokulikuler, namun pada kokulikuler siswa masih dalam proses berlatih dalam menarikan tarian adat Lampung (Cak Culai Nabuy-nabuy). Siswa yang tidak hadir diberikan link bloger yang dapat di akses dari rumah, dan dapat berlatih menaikan tarian data Lampung (Cak Culai Nabuy-nabuy) melalui link youtube yang terdapat di dalam bloger.
Apa kabar hari ini? Semoga kalian semua sehat, semangat, dan siap belajar.
Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dan belajar bersama. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca basmalah bersama.
Sebagai generasi penerus bangsa, kita dapat mengisi kemerdekaan dengan cara belajar sungguh-sungguh, menghormati guru dan orang tua, saling menghargai, serta mencintai tanah air.
Hari ini, mari kita belajar dengan penuh semangat seperti semangat para pahlawan. Ingat semboyan kita:
"Merdeka Belajar, Semangat Berkarya, Indonesia Jaya!"
B. Materi semarak kemerdekaan
Pada bulan inilah kita memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebagai bentuk rasa syukur atas perjuangan para pahlawan, hari ini sekolah kita akan melaksanakan berbagai perlombaan dalam rangka menyongsong dan memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Perlombaan ini bukan hanya untuk mencari siapa yang menjadi juara, tetapi juga untuk melatih sportivitas, kerja sama, keberanian, kedisiplinan, rasa percaya diri, serta semangat persatuan dan kebersamaan. Menang tentu menjadi kebanggaan, tetapi yang lebih penting adalah berani mencoba, menghargai teman, dan menikmati setiap kegiatan dengan penuh kegembiraan.
Oleh karena itu, ikutilah setiap lomba dengan semangat, jujur, tertib, dan tetap menjaga sikap yang baik. Mari kita tunjukkan bahwa peserta didik SD Al Azhar 3 Bandar Lampung adalah anak-anak yang berkarakter, sportif, dan cinta tanah air.
Selamat mengikuti lomba. Semoga kegiatan hari ini berjalan dengan lancar, meriah, dan menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi kita semua.
Dirgahayu Republik Indonesia! Merdeka! Merdeka! Merdeka! Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Apa kabar hari ini? Semoga kalian semua sehat, semangat, dan
siap belajar.
Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk bertemu
dan belajar bersama. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan
membaca basmalah bersama.
Sebagai generasi penerus bangsa, kita dapat mengisi
kemerdekaan dengan cara belajar sungguh-sungguh, menghormati guru dan orang
tua, saling menghargai, serta mencintai tanah air.
Hari ini, mari kita belajar dengan penuh semangat seperti
semangat para pahlawan. Ingat semboyan kita:
"Merdeka Belajar, Semangat Berkarya, Indonesia
Jaya!"
B. Materi semarak kemerdekaan
Pada bulan inilah kita memperingati Hari Ulang Tahun
Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebagai bentuk rasa syukur atas perjuangan para
pahlawan, hari ini sekolah kita akan melaksanakan berbagai perlombaan dalam
rangka menyongsong dan memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Perlombaan ini bukan hanya untuk mencari siapa yang menjadi
juara, tetapi juga untuk melatih sportivitas, kerja sama, keberanian,
kedisiplinan, rasa percaya diri, serta semangat persatuan dan kebersamaan.
Menang tentu menjadi kebanggaan, tetapi yang lebih penting adalah berani
mencoba, menghargai teman, dan menikmati setiap kegiatan dengan penuh
kegembiraan.
Oleh karena itu, ikutilah setiap lomba dengan semangat,
jujur, tertib, dan tetap menjaga sikap yang baik. Mari kita tunjukkan bahwa
peserta didik SD Al Azhar 3 Bandar Lampung adalah anak-anak yang berkarakter,
sportif, dan cinta tanah air.
Selamat mengikuti lomba. Semoga kegiatan hari ini berjalan
dengan lancar, meriah, dan menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi kita
semua.
Dirgahayu Republik Indonesia! Merdeka! Merdeka! Merdeka! Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.