Kamis, 10 September 2026

Materi Ajar Kamis, 10 September 2026

 



IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

  2. Mapel : Kokulikuler

  3. Hari/Tanggal : Kamis, 10 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

  5. Materi : Tarian Khas La,pung

  6. Pertemuan ke : 6

Capaian Pembelajaran
:
  Peserta didik mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas daerah. Peserta didik mampu mengidentifikasi nama, asal, makna, fungsi, kostum, properti, serta gerak dasar tari tradisional Lampung. Peserta didik menunjukkan sikap bangga, menghargai keberagaman budaya, bekerja sama, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan mengenal serta mempraktikkan gerak dasar tari tradisional Lampung sebagai bentuk pelestarian budaya bangsa.

Tujuan Pembelajaran
:
Peserta didik mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas daerah, mampu mengidentifikasi nama, asal, makna, fungsi, kostum, properti, serta gerak dasar tari tradisional Lampung, serta menunjukkan sikap bangga dan menghargai keberagaman budaya.

TP Mindful, Meaningful, dan Joyful:

  • 1. Mindful Learning (Berkesadaran)
    Peserta didik mampu mengamati dan mengenali keberagaman tari tradisional Lampung dengan penuh perhatian melalui gambar, video, atau pertunjukan, kemudian mengidentifikasi nama, asal daerah, makna, fungsi, kostum, properti, dan gerak dasar tari serta menyadari bahwa setiap tari memiliki nilai dan identitas budaya yang perlu dihargai.

    2. Meaningful Learning (Bermakna)
    Peserta didik mampu menghubungkan unsur dan makna tari tradisional Lampung dengan kehidupan masyarakat, nilai-nilai budaya, dan identitas daerah, serta merefleksikan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari keberagaman budaya Indonesia.

    3. Joyful Learning (Menggembirakan)
    Peserta didik mampu menirukan dan mengeksplorasi gerak dasar tari tradisional Lampung secara sederhana melalui kegiatan yang menyenangkan, kreatif, dan kolaboratif, serta menunjukkan rasa percaya diri, bangga, dan menghargai keberagaman budaya.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran):

  1. mengenali dan mengidentifikasi keberagaman tari tradisional Lampung berdasarkan nama dan asal daerahnya dengan penuh perhatian serta menunjukkan sikap menghargai keberagaman budaya.

  2. menghubungkan makna, fungsi, kostum, properti, dan gerak dasar tari tradisional Lampung dengan kehidupan serta identitas masyarakat Lampung.

  3. menirukan dan mengeksplorasi gerak dasar tari tradisional Lampung secara sederhana dengan percaya diri, kreatif, dan menghargai karakteristik gerak tari.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Kokulikuler mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.
Apersepsi

"Anak-anak, Allah Swt. menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, bahasa, dan budaya. Perbedaan tersebut bukan untuk saling membeda-bedakan, tetapi agar kita saling mengenal, menghargai, dan hidup berdampingan."

"Indonesia adalah negara yang memiliki banyak sekali budaya. Salah satunya adalah budaya Lampung, daerah tempat kita tinggal. Lampung memiliki berbagai tarian tradisional yang memiliki gerakan, pakaian, musik, dan makna yang khas. Keberagaman tarian tersebut merupakan kekayaan budaya yang patut kita syukuri dan kita lestarikan."

Materi :
Eksplorasi tarian Lampung mencakup pelestarian ragam seni gerak tradisional dan kreasi baru yang kaya makna budaya, seperti Tari Sigeh Pengunten, Tari Bedana, dan Tari Melinting.

Jenis-Jenis Tarian Utama :
1. Tari Sigeh Pengunten: Gabungan adat Pepadun dan Saibatin untuk menyambut tamu agung.
2. Tari Bedana: Tarian pergaulan bernapas Islam yang melambangkan keterbukaan masyarakat.
3. Tari Cangget: Ritual pemuda-pemudi dalam acara adat, panen raya, atau pernikahan.Tari Melinting: Tarian klasik dari Lampung Timur yang dibawakan bangsawan kerajaan.
4. Tari Tuping: Drama tari topeng tradisional yang menggambarkan kepahlawanan dan rasa syukur.Unsur dan Ciri KhasGerakan: Lembut, dinamis, serta sarat gestur penghormatan dan keramahan.
5. Tari Cak Culay Na'bui Na'bui digunakan sebagai tari hiburan dan pergaulan masyarakat, yang menggambarkan suasana gembira, kebersamaan, dan interaksi sosial.

Busana: Didominasi warna cerah dengan mahkota khas seperti Siger dan atribut keemasan.Musik: Diiringi alat musik tradisional seperti gamolan pekhing, gundang, dan petting atau gitar tunggal. Salah satu tarian Lampung 



Kesimpulan/ Refleksi pembelajaran 



Penutup
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.

Materi Ajr Kamis, 10 September 2026

 

IDENTITAS

Nama Guru: Yuyun Eka Purwanti, S.Pd
Mapel: Seni Rupa
Hari/Tanggal: Kamis, 10 September 2026
Fase/Kelas: Fase C / Kelas V (Lima)
Materi: Makrame
Pertemuan ke: 13

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Mengalami, Menciptakan, dan Merefleksikan:
Peserta didik mampu mengamati, mengenal, mengeksplorasi, dan menciptakan karya seni rupa dengan memanfaatkan berbagai bahan dan teknik. Peserta didik mampu mengembangkan kreativitas, keterampilan, ketekunan, serta menunjukkan sikap menghargai karya seni dan proses berkarya.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  1. memahami pengertian dan fungsi makrame;
  2. mengenal alat dan bahan yang digunakan untuk membuat makrame;
  3. mengidentifikasi berbagai jenis simpul dasar dalam makrame;
  4. memahami langkah-langkah pembuatan karya makrame sederhana;
  5. mempraktikkan teknik simpul dasar makrame dengan tepat;
  6. membuat karya makrame sederhana dengan kreatif dan rapi;
  7. memilih kombinasi warna dan bentuk yang sesuai dalam karya makrame;
  8. menunjukkan sikap teliti, sabar, mandiri, dan bertanggung jawab selama proses berkarya;
  9. mempresentasikan dan menceritakan proses pembuatan karya makrame;
  10. merefleksikan pengalaman dan hasil karya makrame yang telah dibuat.

TP MINDFUL, MEANINGFUL, DAN JOYFUL

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

Peserta didik mampu mengamati contoh karya makrame dengan penuh perhatian untuk mengenali bentuk, pola, warna, bahan, dan teknik simpul yang digunakan.

Peserta didik menyadari bahwa membuat makrame membutuhkan ketelitian, kesabaran, konsentrasi, dan koordinasi antara mata dan tangan.

Peserta didik mampu mengikuti setiap langkah pembuatan simpul secara perlahan dan teliti serta memeriksa kembali kerapian hasil karyanya.

Peserta didik menyadari bahwa setiap kesalahan dalam membuat simpul merupakan bagian dari proses belajar dan dapat diperbaiki dengan sabar.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

Peserta didik mampu menghubungkan karya makrame dengan benda-benda yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti hiasan dinding, gantungan kunci, gelang, tempat tanaman, atau dekorasi ruangan.

Peserta didik memahami bahwa bahan sederhana seperti tali dapat diolah menjadi karya seni yang memiliki nilai keindahan dan fungsi.

Peserta didik mampu memanfaatkan kreativitas untuk membuat karya yang dapat digunakan atau dijadikan sebagai hiasan.

Peserta didik menyadari pentingnya menggunakan bahan secara bijak dan tidak membuang bahan yang masih dapat dimanfaatkan.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

Peserta didik mampu mempelajari makrame melalui kegiatan yang menyenangkan seperti mengamati contoh karya, menonton video tutorial, mencoba berbagai simpul, permainan tebak simpul, bekerja secara berpasangan atau berkelompok, serta membuat karya makrame sederhana.

Peserta didik menunjukkan antusiasme, rasa ingin tahu, kreativitas, keberanian mencoba, dan rasa percaya diri selama proses berkarya.

Peserta didik menikmati proses membuat karya makrame dan menghargai hasil karya diri sendiri maupun teman.

ATP (ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN)

Peserta didik mengenal pengertian, fungsi, dan karakteristik karya makrame.

Peserta didik mengidentifikasi alat dan bahan yang digunakan untuk membuat makrame.

Peserta didik mengamati berbagai contoh karya makrame dan menemukan unsur rupa yang terdapat di dalamnya.

Peserta didik mengenal dan membedakan beberapa simpul dasar yang digunakan dalam pembuatan makrame.

Peserta didik mempraktikkan teknik membuat simpul dasar makrame dengan memperhatikan urutan langkah dan kerapian.

Peserta didik mengeksplorasi kombinasi simpul, warna, dan bentuk untuk menghasilkan karya makrame sederhana.

Peserta didik menciptakan karya makrame sederhana secara mandiri atau berkelompok dengan memperhatikan unsur keindahan dan fungsi.

Peserta didik mempresentasikan karya makrame dan menjelaskan proses pembuatannya.

Peserta didik merefleksikan proses berkarya, kesulitan yang dihadapi, serta hal yang dipelajari dari kegiatan membuat makrame.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin, wa man tabi’ahum biihsaanin ilaa yaumiddiin, amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Seni Rupa, mari kita renungkan kebesaran Allah SWT.

Al-Khaliq (Maha Menciptakan)

Allah SWT adalah Al-Khaliq, yaitu Zat Yang Maha Menciptakan. Allah menciptakan berbagai macam benda, tumbuhan, hewan, dan manusia dengan bentuk serta keindahan yang berbeda-beda.

Allah juga memberikan manusia akal, tangan, dan kreativitas agar manusia dapat mengolah berbagai bahan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan indah.

Melalui kegiatan membuat makrame, kita belajar menggunakan tangan dan kreativitas sebagai bentuk rasa syukur atas kemampuan yang Allah SWT berikan.

Al-Musawwir (Maha Membentuk)

Allah SWT adalah Al-Musawwir, Zat Yang Maha Membentuk. Segala sesuatu yang diciptakan Allah memiliki bentuk dan keindahan.

Ketika membuat karya makrame, kita juga belajar mengatur bentuk, pola, dan susunan tali sehingga menghasilkan karya yang indah.

Oleh karena itu, kita harus menggunakan kemampuan berkarya dengan baik dan tidak lupa bersyukur kepada Allah SWT.


APERSEPSI

Guru menunjukkan atau menampilkan beberapa contoh karya makrame.

Guru mengajak peserta didik mengamati karya tersebut.

Guru bertanya:

"Anak-anak, pernahkah kalian melihat benda seperti ini?"

"Menurut kalian, benda tersebut dibuat dari bahan apa?"

"Bagaimana cara tali-tali tersebut dapat membentuk pola yang indah?"

"Apakah tali yang sederhana dapat dibuat menjadi sebuah karya seni?"

Guru kemudian mengajak peserta didik memperhatikan pola pada karya makrame.

Guru menjelaskan:

"Hari ini kita akan belajar tentang makrame. Makrame merupakan salah satu karya seni yang dibuat dengan teknik mengikat atau menyimpulkan tali sehingga menghasilkan pola dan bentuk yang indah."

Guru menyampaikan bahwa dalam membuat makrame diperlukan kesabaran, ketelitian, kreativitas, dan keterampilan tangan.


MATERI: MAKRAME

A. Pengertian Makrame

Makrame adalah karya seni yang dibuat dengan menggunakan teknik mengikat dan menyimpulkan tali sehingga menghasilkan bentuk, pola, atau hiasan tertentu.

Makrame dapat dibuat menjadi berbagai macam benda, baik sebagai hiasan maupun benda yang memiliki fungsi dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya adalah:

  • hiasan dinding;
  • gantungan kunci;
  • gelang;
  • gantungan pot;
  • hiasan meja;
  • gantungan dekorasi;
  • tempat penyimpanan sederhana.

Makrame menarik karena dari bahan yang sederhana, yaitu tali, kita dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai keindahan dan fungsi.


B. Alat dan Bahan Makrame

Untuk membuat makrame sederhana, kita dapat menggunakan beberapa alat dan bahan.

1. Tali

Tali merupakan bahan utama untuk membuat makrame.

Jenis tali yang dapat digunakan antara lain tali katun, tali kur, tali rami, atau jenis tali lain yang sesuai.

2. Gunting

Gunting digunakan untuk memotong tali sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan.

Saat menggunakan gunting, kita harus berhati-hati dan menggunakannya sesuai fungsinya.

3. Kayu atau Ring

Kayu, stik, atau ring dapat digunakan sebagai tempat mengikat tali pada beberapa jenis karya makrame.

4. Manik-manik

Manik-manik dapat digunakan sebagai tambahan dekorasi agar karya terlihat lebih menarik.

5. Bahan Pendukung Lain

Kita juga dapat menggunakan bahan lain sesuai dengan rancangan karya, misalnya pita, batang kayu kecil, atau benda lain yang aman digunakan.


C. Teknik Dasar Makrame

Makrame dibuat dengan berbagai macam teknik simpul.

Beberapa simpul dasar yang dapat dipelajari adalah:

1. Simpul Kepala

Simpul kepala dapat digunakan untuk mengikat tali pada kayu, ring, atau media lainnya sebagai bagian awal pembuatan makrame.

2. Simpul Mati

Simpul mati merupakan salah satu bentuk simpul sederhana yang digunakan untuk mengikat tali agar tidak mudah terlepas.

3. Simpul Persegi

Simpul persegi dapat menghasilkan pola yang menarik dan sering digunakan dalam berbagai karya makrame.

4. Simpul Spiral

Simpul spiral dapat menghasilkan pola seperti lilitan atau bentuk berputar.

Setiap jenis simpul memiliki cara pembuatan dan bentuk yang berbeda.

Karena itu, kita harus memperhatikan urutan langkah ketika mempraktikkannya.


D. Langkah-Langkah Membuat Makrame Sederhana

Untuk membuat makrame sederhana, langkah-langkahnya dapat dilakukan sebagai berikut:

Langkah 1: Menyiapkan Alat dan Bahan

Siapkan tali, gunting, kayu atau ring, serta bahan tambahan jika diperlukan.

Langkah 2: Menentukan Ukuran Tali

Potong tali sesuai dengan ukuran yang diperlukan.

Usahakan ukuran tali dibuat dengan tepat agar karya terlihat rapi.

Langkah 3: Memasang Tali

Pasangkan tali pada kayu atau ring menggunakan simpul awal.

Langkah 4: Membuat Simpul

Mulailah membuat simpul sesuai pola yang telah direncanakan.

Lakukan secara perlahan dan perhatikan setiap bagian tali.

Langkah 5: Mengatur Pola

Susun simpul secara berulang hingga membentuk pola yang diinginkan.

Langkah 6: Merapikan Karya

Periksa kembali simpul dan panjang tali.

Rapikan bagian yang belum sesuai.

Langkah 7: Finishing

Potong bagian tali yang terlalu panjang jika diperlukan dan tambahkan hiasan sesuai kreativitas.


E. Unsur Seni Rupa dalam Makrame

Dalam membuat karya makrame, kita dapat memperhatikan beberapa unsur seni rupa.

1. Garis

Tali yang digunakan dalam makrame membentuk berbagai garis, baik garis lurus, diagonal, maupun lengkung.

2. Bentuk

Susunan tali dan simpul dapat menghasilkan berbagai bentuk.

3. Warna

Penggunaan warna tali dapat membuat karya terlihat lebih menarik.

4. Tekstur

Makrame memiliki tekstur yang dapat dirasakan karena menggunakan tali yang disimpulkan dan disusun.

5. Pola

Pengulangan simpul dapat menghasilkan pola tertentu sehingga karya terlihat lebih teratur dan indah.


F. Prinsip Keindahan dalam Membuat Makrame

Agar karya makrame terlihat menarik, kita dapat memperhatikan:

Kerapian
Simpul dibuat dengan rapi dan tidak berantakan.

Keseimbangan
Susunan tali dan simpul dibuat seimbang.

Pengulangan
Simpul dapat diulang sehingga menghasilkan pola yang teratur.

Kesatuan
Warna, bentuk, dan pola disusun agar menjadi satu karya yang harmonis.

Kreativitas
Peserta didik dapat mengembangkan pola sesuai dengan ide dan imajinasinya.


G. Makrame dalam Kehidupan Sehari-hari

Makrame tidak hanya dibuat sebagai karya seni, tetapi juga dapat memiliki fungsi.

Contohnya:

  • sebagai hiasan kamar;
  • sebagai hiasan kelas;
  • sebagai gantungan pot;
  • sebagai gantungan kunci;
  • sebagai dekorasi rumah;
  • sebagai hadiah untuk orang lain.

Hal ini menunjukkan bahwa seni dapat hadir dan memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kreativitas, bahan sederhana dapat diubah menjadi sesuatu yang indah dan bermanfaat.


H. Mari Berkreasi!

Sekarang saatnya kita membuat karya makrame sederhana.

Sebelum mulai berkarya, perhatikan beberapa hal berikut:

  1. Siapkan alat dan bahan dengan lengkap.
  2. Gunakan gunting dengan hati-hati.
  3. Perhatikan contoh simpul yang diberikan.
  4. Buat simpul secara perlahan.
  5. Jangan mudah menyerah ketika simpul belum berhasil.
  6. Rapikan tali dan pola karya.
  7. Gunakan kreativitas untuk memilih warna dan bentuk.
  8. Hargai karya teman.

Ingat!

Karya yang baik bukan hanya karya yang indah, tetapi juga karya yang dibuat dengan sabar, teliti, kreatif, dan penuh tanggung jawab.


SIMAK VIDEO BERIKUT!



Setelah menyimak video, peserta didik diajak menemukan:

  • alat dan bahan yang digunakan;
  • jenis simpul yang dibuat;
  • urutan langkah pembuatan;
  • pola yang dihasilkan;
  • cara merapikan karya.

Rabu, 09 September 2026

Materi Ajar Bahasa Indonesia Rabu, 9 September 2026

 

IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd
  2. Mapel : Bahasa Indonesia
  3. Hari/Tanggal : Rabu, 9 September 2026
  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)
  5. Materi : Teks Prosedur
  6. Pertemuan ke : 15

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Berbicara dan Mempresentasikan

Peserta didik mampu mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun; serta menyampaikan perasaan berdasarkan fakta dan imajinasi secara indah dan menarik dalam bentuk teks sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  1. memahami pengertian dan tujuan teks prosedur;
  2. mengidentifikasi ciri-ciri teks prosedur;
  3. mengidentifikasi struktur teks prosedur;
  4. memahami penggunaan bahasa dalam teks prosedur;
  5. mempresentasikan isi teks prosedur dengan runtut, jelas, efektif, dan santun;
  6. menyampaikan langkah-langkah dalam teks prosedur menggunakan bahasa yang mudah dipahami;
  7. menunjukkan sikap percaya diri, santun, dan bertanggung jawab saat mempresentasikan teks prosedur.

TP Mindful, Meaningful dan Joyful

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

  1. Peserta didik mampu memahami teks prosedur dengan penuh perhatian dan teliti dengan mengidentifikasi tujuan, alat dan bahan, serta langkah-langkah secara runtut.
  2. Peserta didik menyadari pentingnya ketelitian, keteraturan, dan penggunaan bahasa yang jelas ketika menyampaikan langkah-langkah suatu kegiatan.
  3. Peserta didik mampu mempresentasikan teks prosedur dengan percaya diri, memperhatikan intonasi, pelafalan, volume suara, dan sikap tubuh.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

  1. Peserta didik mampu menghubungkan teks prosedur dengan kegiatan sehari-hari, seperti cara membuat makanan atau minuman, cara menggunakan suatu benda, dan cara melakukan suatu kegiatan.
  2. Peserta didik memahami bahwa teks prosedur membantu seseorang melakukan suatu kegiatan secara benar, teratur, dan aman.
  3. Peserta didik mampu menggunakan keterampilan mempresentasikan teks prosedur dalam kehidupan sehari-hari.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

  1. Peserta didik mampu memahami teks prosedur melalui kegiatan yang menyenangkan seperti mengamati contoh, menyusun langkah-langkah, berdiskusi dalam kelompok, bermain peran, dan mempresentasikan prosedur.
  2. Peserta didik menunjukkan rasa percaya diri, aktif berdiskusi, bekerja sama, dan menikmati kegiatan berbicara serta mempresentasikan teks prosedur.
  3. Peserta didik mampu memberikan apresiasi dan tanggapan yang santun terhadap presentasi teman.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

  1. Peserta didik memahami pengertian dan tujuan teks prosedur.
  2. Peserta didik mengidentifikasi ciri-ciri teks prosedur.
  3. Peserta didik mengidentifikasi struktur teks prosedur yang meliputi tujuan, alat dan bahan, serta langkah-langkah.
  4. Peserta didik mengidentifikasi penggunaan kata kerja, kata penghubung, dan kalimat perintah dalam teks prosedur.
  5. Peserta didik menyusun langkah-langkah suatu kegiatan secara runtut.
  6. Peserta didik mempresentasikan teks prosedur dengan efektif, runtut, jelas, dan santun.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi ajma’iin, wa mantabi’ahum biihsaanin ilaa yaumiddiin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Bahasa Indonesia, mari kita renungkan kebesaran Allah SWT.

  • Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan manusia dengan akal dan kemampuan untuk belajar, berpikir, berbicara, dan menyampaikan gagasan.
  • Al-'Alim (Maha Mengetahui): Allah SWT mengetahui segala sesuatu. Oleh karena itu, kita harus senantiasa belajar dan menggunakan ilmu yang kita miliki untuk kebaikan.
  • Al-Hakim (Maha Bijaksana): Allah SWT mengajarkan kita untuk bertindak dengan bijaksana, termasuk ketika berbicara, menyampaikan pendapat, dan menghargai orang lain.

Apersepsi

Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik:

“Anak-anak, pernahkah kalian menjelaskan kepada teman bagaimana cara membuat sesuatu?”

“Misalnya, bagaimana cara membuat teh manis? Apa saja yang harus disiapkan dan langkah apa yang harus dilakukan?”

“Apakah langkah-langkah tersebut boleh dilakukan secara sembarangan atau harus berurutan?”

Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan pembelajaran:

“Ketika kita menjelaskan cara melakukan atau membuat sesuatu secara runtut, jelas, dan mudah dipahami, kita sedang menggunakan teks prosedur.”

MATERI: TEKS PROSEDUR

A. Pengertian Teks Prosedur

Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah atau tahapan untuk melakukan atau membuat sesuatu secara berurutan agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai.

Teks prosedur dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya:

  • cara membuat teh manis;
  • cara mencuci tangan;
  • cara menggunakan blender;
  • cara membuat kerajinan;
  • cara menanam tanaman;
  • cara menggunakan suatu alat.

B. Tujuan Teks Prosedur

Teks prosedur bertujuan untuk memberikan petunjuk atau panduan kepada seseorang agar dapat melakukan suatu kegiatan dengan benar dan sesuai urutan.

Contoh:

Teks “Cara Membuat Jus Mangga” bertujuan memberikan petunjuk kepada pembaca tentang cara membuat jus mangga.

C. Ciri-Ciri Teks Prosedur

Teks prosedur memiliki beberapa ciri, yaitu:

  1. berisi langkah-langkah melakukan atau membuat sesuatu;
  2. langkah-langkah disusun secara runtut;
  3. menggunakan kalimat yang jelas dan mudah dipahami;
  4. menggunakan kata kerja atau kata tindakan;
  5. sering menggunakan kalimat perintah;
  6. menggunakan kata penghubung yang menunjukkan urutan, seperti kemudian, lalu, setelah itu, selanjutnya, dan terakhir;
  7. memiliki tujuan yang jelas.

D. Struktur Teks Prosedur



Teks prosedur biasanya terdiri atas:

1. Tujuan

Bagian ini menjelaskan apa yang akan dibuat atau dilakukan.

Contoh:

Cara Membuat Teh Manis

Tujuan: Membuat minuman teh manis yang segar dan nikmat.

2. Alat dan Bahan

Bagian ini berisi benda atau bahan yang diperlukan.

Contoh:

Alat dan bahan:

  • 1 gelas;
  • 1 sendok;
  • 1 kantong teh;
  • 2 sendok gula;
  • air panas.

3. Langkah-Langkah

Bagian ini berisi tahapan yang harus dilakukan secara berurutan.

Contoh:

  1. Siapkan gelas dan sendok.
  2. Masukkan satu kantong teh ke dalam gelas.
  3. Tuangkan air panas ke dalam gelas.
  4. Tambahkan dua sendok gula.
  5. Aduk hingga gula larut.
  6. Teh manis siap diminum.

E. Penggunaan Bahasa dalam Teks Prosedur

Dalam teks prosedur terdapat beberapa penggunaan bahasa yang perlu diperhatikan.

1. Kalimat Perintah

Kalimat perintah digunakan untuk memberikan instruksi.

Contoh:

  • Siapkan semua alat dan bahan!
  • Masukkan gula ke dalam gelas!
  • Aduk hingga merata!

2. Kata Kerja

Kata kerja menunjukkan tindakan yang harus dilakukan.

Contoh:

siapkan, masukkan, tuangkan, aduk, potong, campurkan, dan rebus.

3. Kata Penghubung Urutan

Kata penghubung digunakan agar langkah-langkah tersusun dengan runtut.

Contoh:

pertama, kemudian, lalu, setelah itu, selanjutnya, dan terakhir.

F. Contoh Teks Prosedur

Cara Membuat Es Jeruk

Tujuan:

Membuat minuman es jeruk yang segar.

Alat dan bahan:

  • 1 buah jeruk;
  • 1 gelas;
  • 1 sendok;
  • 2 sendok gula;
  • air;
  • es batu.

Langkah-langkah:

  1. Pertama, siapkan semua alat dan bahan.
  2. Kemudian, peras jeruk ke dalam gelas.
  3. Setelah itu, tambahkan dua sendok gula.
  4. Tuangkan air secukupnya.
  5. Aduk hingga gula larut.
  6. Selanjutnya, masukkan beberapa es batu.
  7. Terakhir, es jeruk siap disajikan.

Latihan Soal

Tugas indivdu (Buatlah teks prosedur cara menngreng telur sesuai dengan struktur teks prosedut berikut)

1. Judul      :
2. Tujuan    : 
3. Alat dan Bahsa :

4. Langkah-Langkah :
5. Penutup :



Kerjakan di buku tulis.

Penutup

Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.