Senin, 21 September 2026

Materi Ajar Matematika Senin, 21 September 2026

  

IDENTITAS

1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

2. Mapel : Matematika

3. Hari/Tanggal : Senin, 21  September 2026

4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

5. Materi : FPB dan KPK

6. Pertemuan ke : 15

Capaian Pembelajaran

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000, termasuk membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan, serta melakukan operasi hitung. Peserta didik juga mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB serta membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran.


Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

1. memahami pengertian FPB dan KPK;

2. menentukan FPB dari dua atau lebih bilangan;

3. menentukan KPK dari dua atau lebih bilangan;

4. menentukan FPB dan KPK menggunakan faktor dan kelipatan;

5. menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan FPB dan KPK;

6. menjelaskan strategi penyelesaian masalah FPB dan KPK dengan tepat.


TP Mindful, Meaningful dan Joyful


1. Mindful Learning (Berkesadaran)

  1. Peserta didik mampu memahami konsep FPB dan KPK dengan penuh perhatian dan teliti. Peserta didik mengidentifikasi faktor dan kelipatan suatu bilangan serta menentukan FPB dan KPK dengan langkah yang benar.
  2. Peserta didik menyadari bahwa ketelitian dalam menentukan faktor, kelipatan, FPB, dan KPK diperlukan agar dapat menyelesaikan permasalahan matematika dengan tepat.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

  1. Peserta didik mampu menghubungkan konsep FPB dan KPK dengan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Peserta didik memahami bahwa FPB dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah pembagian atau pengelompokan secara merata, sedangkan KPK dapat digunakan untuk menentukan waktu atau kejadian yang berlangsung secara bersamaan.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)


  1. Peserta didik mampu memahami dan menentukan FPB serta KPK melalui kegiatan yang menyenangkan seperti permainan faktor dan kelipatan, diskusi kelompok, latihan soal, pemecahan masalah, dan permainan mencari kelipatan yang sama.
  2. Peserta didik menunjukkan rasa percaya diri, aktif berdiskusi, bekerja sama, dan menikmati kegiatan pembelajaran matematika.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

1. Peserta didik memahami konsep faktor dan kelipatan suatu bilangan.

2. Peserta didik menentukan faktor persekutuan dan kelipatan persekutuan dari dua bilangan atau lebih.

3. Peserta didik menentukan FPB dari dua atau lebih bilangan.

4. Peserta didik menentukan KPK dari dua atau lebih bilangan.

5. Peserta didik membedakan penggunaan FPB dan KPK dalam berbagai permasalahan.

6. Peserta didik menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB dalam kehidupan sehari-hari.


MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Matematika mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.

Apersepsi

“Anak-anak, pernahkah kalian berbagi makanan atau benda kepada teman?”

“Misalnya, Ibu memiliki 12 apel dan 18 jeruk. Jika buah tersebut ingin dibagikan kepada beberapa anak dengan jumlah yang sama, bagaimana cara menentukan jumlah anak terbanyak yang dapat menerima?”

“Pernahkah kalian melihat dua kegiatan yang dilakukan secara berulang? Misalnya, lampu A menyala setiap 4 detik dan lampu B menyala setiap 6 detik. Menurut kalian, kapan kedua lampu tersebut akan menyala bersama-sama lagi?”

Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan pembelajaran:

“Untuk menyelesaikan masalah seperti membagi benda secara merata atau menentukan kapan dua kegiatan berulang terjadi bersamaan, kita dapat menggunakan FPB dan KPK.”


MATERI: FPB dan KPK

A. Pengertian Faktor

Faktor adalah bilangan yang dapat membagi habis suatu bilangan.

Contoh:

Faktor dari 12 adalah:

1, 2, 3, 4, 6, dan 12

Karena semua bilangan tersebut dapat membagi 12 tanpa sisa.

Simak Video berikut !




B. Pengertian Kelipatan

Kelipatan adalah hasil perkalian suatu bilangan dengan bilangan cacah.

Contoh:

Kelipatan 4:

4, 8, 12, 16, 20, 24, ...

Kelipatan 6:

6, 12, 18, 24, 30, ...

C. Faktor Persekutuan

Faktor persekutuan adalah faktor yang dimiliki oleh dua bilangan atau lebih.

Contoh:

Faktor dari 12 = 1, 2, 3, 4, 6, 12
Faktor dari 18 = 1, 2, 3, 6, 9, 18

Faktor persekutuannya adalah:

1, 2, 3, dan 6


D. FPB

FPB (Faktor Persekutuan Terbesar) adalah faktor persekutuan yang memiliki nilai paling besar.

Contoh:

Tentukan FPB dari 12 dan 18.

Faktor persekutuan 12 dan 18:

1, 2, 3, 6

Faktor yang paling besar adalah 6.

Jadi:

FPB dari 12 dan 18 = 6

A = 60

Beri masukan

Contoh masalah FPB

Ibu memiliki 24 apel dan 36 jeruk. Buah tersebut akan dimasukkan ke dalam beberapa kantong dengan jumlah apel dan jeruk yang sama pada setiap kantong.

Berapa jumlah kantong terbanyak yang dapat dibuat?

Penyelesaian:

FPB dari 24 dan 36 adalah 12.

Jadi, jumlah kantong terbanyak yang dapat dibuat adalah 12 kantong.


F. KPK

KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) adalah kelipatan persekutuan yang memiliki nilai paling kecil.

Contoh:

Tentukan KPK dari 4 dan 6.

Kelipatan 4 = 4, 8, 12, 16, 20, ...

Kelipatan 6 = 6, 12, 18, 24, ...

Kelipatan persekutuan terkecil adalah 12.

Jadi:

KPK dari 4 dan 6 = 12

Contoh masalah KPK

Andi berolahraga setiap 4 hari sekali, sedangkan Budi berolahraga setiap 6 hari sekali. Hari ini mereka berolahraga bersama.

Berapa hari lagi mereka akan berolahraga bersama kembali?

KPK dari 4 dan 6 adalah 12.

Jadi, mereka akan berolahraga bersama kembali 12 hari lagi.


Latihan Soal 

Mengerjakan Latihan soal yang ada di buku matematika halaman 24 (Langsung dikerjakan pada buku Cetak)

 

Penutup

Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.

Materi Ajar Bahasa Indonesia Senin, 21 September 2026

IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd
  2. Mapel : Bahasa Indonesia
  3. Hari/Tanggal : Senin, 21 September 2026
  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)
  5. Materi : Ekspresi Diri melalui Hobi – Menulis Surat
  6. Pertemuan ke : 17

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Menulis

Peserta didik mampu menulis berbagai tipe teks sederhana berdasarkan gagasan, pengalaman, pengamatan, dan imajinasi; menggunakan kosakata secara kreatif serta memperhatikan penggunaan bahasa dan struktur teks sesuai tujuan komunikasi.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  1. memahami pengertian hobi dan cara mengekspresikan perasaan melalui tulisan;
  2. memahami pengertian dan tujuan menulis surat;
  3. mengenali struktur surat pribadi;
  4. mengidentifikasi informasi dan perasaan yang disampaikan dalam surat;
  5. menyampaikan perasaan berdasarkan pengalaman dan fakta tentang hobi;
  6. mengembangkan imajinasi dari diri sendiri maupun orang lain ke dalam tulisan;
  7. menggunakan kosakata yang kreatif, indah, dan menarik dalam menulis surat;
  8. menulis surat pribadi dengan memperhatikan struktur dan penggunaan bahasa yang tepat.

TP Mindful, Meaningful dan Joyful

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

  1. Peserta didik mampu mengenali hobi yang dimiliki dan perasaan yang muncul ketika melakukan hobi tersebut.
  2. Peserta didik mampu menyadari bahwa setiap orang memiliki hobi dan perasaan yang berbeda.
  3. Peserta didik mampu memilih kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan perasaan dalam tulisan.
  4. Peserta didik mampu menulis surat dengan memperhatikan isi, struktur, dan penggunaan bahasa.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

  1. Peserta didik mampu menghubungkan kegiatan menulis surat dengan pengalaman dan hobi yang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Peserta didik memahami bahwa menulis dapat menjadi salah satu cara untuk menyampaikan perasaan kepada orang lain.
  3. Peserta didik mampu menceritakan pengalaman dan perasaan tentang hobi melalui surat.
  4. Peserta didik mampu menghargai hobi dan perasaan yang dimiliki oleh orang lain.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

  1. Peserta didik menceritakan hobi yang disukai dengan penuh semangat.
  2. Peserta didik saling berbagi cerita tentang hobi dan pengalaman yang menyenangkan.
  3. Peserta didik membuat surat dengan bahasa yang indah dan kreatif.
  4. Peserta didik dapat membaca surat yang dibuat dan membagikannya kepada teman.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Murid dapat menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk teks sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi ajma’iin, wa mantabi’ahum biihsaanin ilaa yaumiddiin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Bahasa Indonesia, mari kita renungkan kebesaran Allah SWT.

  • Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan setiap manusia dengan kemampuan dan keunikan yang berbeda-beda. Salah satunya adalah kemampuan dan kesukaan dalam berbagai kegiatan atau hobi.
  • Al-'Alim (Maha Mengetahui): Allah SWT mengetahui perasaan dan pengalaman setiap manusia. Oleh karena itu, kita dapat menyampaikan perasaan dengan cara yang baik melalui tulisan.
  • Al-Hakim (Maha Bijaksana): Allah SWT mengajarkan kita untuk menyampaikan perasaan dengan kata-kata yang baik, santun, dan tidak menyakiti orang lain.

Apersepsi

Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik:

“Anak-anak, apa hobi yang paling kalian sukai?”

“Mengapa kalian menyukai hobi tersebut?”

“Bagaimana perasaan kalian ketika melakukan hobi yang kalian sukai?”

“Pernahkah kalian menceritakan hobi atau perasaan kalian kepada orang lain melalui tulisan?”

“Jika kalian ingin menceritakan hobi kepada teman yang tinggal jauh, bagaimana cara kalian menyampaikannya?”

Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan pembelajaran:

“Setiap orang memiliki hobi yang berbeda. Ada yang senang membaca, menggambar, bermain sepak bola, bernyanyi, memasak, berkebun, atau melakukan kegiatan lainnya. Hobi dapat menjadi bagian dari pengalaman yang menyenangkan dan dapat kita ceritakan kepada orang lain. Hari ini kita akan belajar menyampaikan perasaan melalui hobi dengan cara menulis surat.”

MATERI: EKSPRESI DIRI MELALUI HOBI – MENULIS SURAT



A. Pengertian Ekspresi Diri

Ekspresi diri adalah cara seseorang menyampaikan pikiran, perasaan, pengalaman, atau keinginannya kepada orang lain.

Ekspresi diri dapat dilakukan melalui:

  • berbicara;
  • menggambar;
  • bernyanyi;
  • menulis;
  • membuat karya;
  • melakukan kegiatan yang disukai.

Salah satu cara mengekspresikan diri adalah melalui tulisan.

Contoh:

“Aku sangat senang menggambar. Ketika menggambar, aku merasa tenang. Aku dapat menuangkan berbagai ide dan imajinasi ke dalam gambar.”

Kalimat tersebut menunjukkan seseorang sedang menyampaikan perasaan tentang hobinya.

B. Pengertian Hobi

Hobi adalah kegiatan yang disukai dan dilakukan seseorang pada waktu luang.

Contoh hobi:

  1. membaca buku;
  2. menggambar;
  3. bermain sepak bola;
  4. bernyanyi;
  5. bermain musik;
  6. memasak;
  7. berkebun;
  8. menulis cerita;
  9. bersepeda;
  10. memelihara hewan.

Setiap orang dapat memiliki hobi yang berbeda. Perbedaan hobi harus kita hargai.

C. Menyampaikan Perasaan melalui Hobi

Hobi tidak hanya menjadi kegiatan yang menyenangkan, tetapi juga dapat menjadi cara untuk menyampaikan perasaan.

Perasaan yang dapat disampaikan antara lain:

  • senang;
  • bahagia;
  • bangga;
  • tenang;
  • bersemangat;
  • kagum;
  • sedih;
  • kecewa;
  • rindu.

Contoh:

“Aku sangat senang membaca buku. Ketika membaca cerita, aku merasa seperti sedang melakukan perjalanan ke tempat yang jauh. Aku juga merasa penasaran dengan setiap kejadian dalam cerita.”

Dalam contoh tersebut, penulis menyampaikan perasaan senang, penasaran, dan kagum melalui hobinya membaca.

D. Pengertian Surat

Surat adalah tulisan yang digunakan untuk menyampaikan pesan, informasi, cerita, atau perasaan kepada orang lain.

Surat dapat ditulis untuk:

  • keluarga;
  • teman;
  • guru;
  • saudara;
  • orang lain yang dikenal.

Salah satu jenis surat adalah surat pribadi.

Surat pribadi biasanya menggunakan bahasa yang lebih santai, akrab, dan sesuai dengan hubungan antara penulis dan penerima surat.

E. Struktur Surat Pribadi

Surat pribadi memiliki beberapa bagian, yaitu:

  1. Tempat dan tanggal surat
    Menunjukkan tempat dan waktu surat ditulis.
  2. Salam pembuka
    Digunakan untuk membuka surat.
  3. Paragraf pembuka
    Berisi sapaan atau kabar kepada penerima surat.
  4. Isi surat
    Berisi informasi, pengalaman, cerita, dan perasaan yang ingin disampaikan.
  5. Paragraf penutup
    Berisi harapan, pesan, atau salam sebelum surat diakhiri.
  6. Salam penutup
    Digunakan untuk mengakhiri surat.
  7. Nama pengirim
    Menunjukkan orang yang menulis surat.

F. Contoh Surat tentang Hobi

Bandar Lampung, 21 September 2026

Untuk sahabatku, Rani

Assalamu'alaikum, Rani.

Apa kabarmu? Semoga kamu selalu sehat dan bahagia. Aku ingin bercerita tentang hobiku yang sangat aku sukai, yaitu membaca buku.

Aku senang sekali membaca buku, terutama buku cerita. Ketika membaca, aku merasa seperti masuk ke dalam dunia yang berbeda. Aku dapat membayangkan tempat-tempat yang belum pernah aku kunjungi dan bertemu dengan tokoh-tokoh yang menarik.

Membaca juga membuatku merasa tenang. Jika sedang merasa bosan, aku biasanya mengambil buku dan membaca beberapa halaman. Setelah membaca, perasaanku menjadi lebih baik.

Aku berharap suatu hari nanti kita dapat membaca buku bersama di perpustakaan. Pasti akan sangat menyenangkan jika kita dapat saling menceritakan buku yang kita sukai.

Sekian ceritaku tentang hobiku. Aku ingin mendengar cerita tentang hobimu juga.

Sampai jumpa, Rani.

Salam sayang,

Yuyun

G. Menyampaikan Perasaan Berdasarkan Fakta dan Imajinasi

Ketika menulis surat tentang hobi, kita dapat menggunakan fakta dan imajinasi.

1. Berdasarkan Fakta

Fakta adalah sesuatu yang benar-benar terjadi atau dialami.

Contoh:

“Setiap sore aku bermain bulu tangkis bersama kakakku.”

“Aku biasanya membaca buku sebelum tidur.”

2. Berdasarkan Imajinasi

Imajinasi adalah kemampuan membayangkan sesuatu yang belum tentu benar-benar terjadi.

Contoh:

“Ketika membaca cerita tentang petualangan, aku membayangkan sedang menjelajahi hutan yang penuh dengan misteri.”

“Saat bermain sepak bola, aku membayangkan diriku menjadi pemain hebat yang mencetak gol kemenangan.”

Fakta dan imajinasi dapat digunakan bersama agar tulisan menjadi lebih menarik.

H. Menggunakan Kosakata secara Kreatif

Agar surat menjadi indah dan menarik, kita dapat menggunakan kosakata yang beragam.

Contoh:

PerasaanKosakata yang dapat digunakan
Senangbahagia, gembira, ceria
Sedihmurung, kecewa, berduka
Kagumtakjub, terpesona, terpukau
Tenangdamai, tenteram, nyaman
Semangatantusias, bersemangat, bergairah

Contoh kalimat:

“Hatiku terasa gembira ketika dapat bermain bersama teman-teman.”

“Aku merasa tenang setiap kali membaca buku di sudut kamar.”

“Aku sangat terpukau melihat indahnya hasil lukisan yang kubuat.”

I. Langkah-Langkah Menulis Surat tentang Hobi

  1. Tentukan hobi yang akan diceritakan.
  2. Tentukan orang yang akan menerima surat.
  3. Ingat pengalaman yang berkaitan dengan hobi.
  4. Tentukan perasaan yang ingin disampaikan.
  5. Tuliskan fakta atau pengalaman yang pernah dialami.
  6. Tambahkan imajinasi agar cerita lebih menarik.
  7. Pilih kosakata yang indah dan kreatif.
  8. Susun surat sesuai struktur surat pribadi.
  9. Periksa kembali penggunaan huruf kapital dan tanda baca.
  10. Bacalah kembali surat yang telah dibuat.

J. Contoh Ungkapan Perasaan dalam Surat

Beberapa ungkapan yang dapat digunakan:

  • “Aku merasa sangat senang ketika...”
  • “Aku sangat bahagia karena...”
  • “Menurutku, kegiatan ini sangat menyenangkan.”
  • “Aku merasa tenang saat...”
  • “Aku sangat bangga ketika...”
  • “Aku berharap suatu hari nanti...”
  • “Aku membayangkan bahwa...”
  • “Rasanya seperti berada di dunia yang berbeda.”
  • “Hatiku terasa hangat ketika...”
  • “Aku ingin sekali menceritakan pengalaman ini kepadamu.”

Latihan Soal

A. Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa yang dimaksud dengan ekspresi diri?
  2. Apa yang dimaksud dengan hobi?
  3. Sebutkan tiga contoh hobi!
  4. Apa yang dimaksud dengan surat pribadi?
  5. Sebutkan bagian-bagian surat pribadi!
  6. Mengapa kita dapat menggunakan hobi sebagai bahan untuk menulis surat?
  7. Apa perbedaan fakta dan imajinasi?
  8. Sebutkan dua contoh perasaan yang dapat disampaikan melalui surat!
  9. Mengapa kita perlu menggunakan kosakata yang kreatif dalam menulis surat?
  10. Kepada siapa saja kita dapat menulis surat pribadi?

B. Tentukan Fakta atau Imajinasi!

Tuliskan F jika kalimat tersebut merupakan fakta dan I jika merupakan imajinasi.

  1. Setiap hari Minggu aku bersepeda bersama ayah. (___)
  2. Saat menggambar, aku membayangkan sedang menjadi seorang pelukis terkenal. (___)
  3. Aku membaca buku selama tiga puluh menit sebelum tidur. (___)
  4. Ketika bernyanyi, aku membayangkan sedang tampil di panggung besar. (___)
  5. Aku bermain sepak bola bersama teman-teman di lapangan sekolah. (___)

C. Lengkapilah Kalimat Berikut!

  1. Hobi adalah kegiatan yang __________.
  2. Surat pribadi digunakan untuk menyampaikan __________ kepada orang lain.
  3. Bagian surat yang berisi pesan utama disebut __________.
  4. Bagian surat yang digunakan untuk mengakhiri surat disebut __________.
  5. Ketika menulis surat, kita sebaiknya menggunakan kosakata yang __________ dan __________.

D. Buatlah Ungkapan Perasaan!

Buatlah satu kalimat untuk menyampaikan perasaan berdasarkan hobi berikut:

  1. Membaca: __________________________________________
  2. Menggambar: ________________________________________
  3. Bermain sepak bola: _________________________________
  4. Bernyanyi: __________________________________________
  5. Berkebun: ___________________________________________

E. Tugas Individu

Buatlah sebuah surat pribadi kepada teman atau anggota keluarga dengan tema:

“Hobi yang Aku Sukai”

Dalam surat tersebut, ceritakan:

  1. hobi yang kamu sukai;
  2. alasan kamu menyukai hobi tersebut;
  3. pengalaman yang pernah kamu alami ketika melakukan hobi;
  4. perasaan yang kamu rasakan;
  5. imajinasi yang berkaitan dengan hobimu;
  6. harapan atau pesan kepada penerima surat.

Gunakan kosakata yang kreatif, indah, dan menarik.

Perhatikan struktur surat pribadi yang telah dipelajari.

Kerjakan di buku tulis.

Penutup

Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jumat, 18 September 2026

Materi Ajar Kokulikuler Jumat, 18 September 2026

 



IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

  2. Mapel : Kokulikuler

  3. Hari/Tanggal : Jumat, 18 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

  5. Materi : Tarian Khas La,pung

  6. Pertemuan ke : 14

Capaian Pembelajaran
:
  Peserta didik mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas daerah. Peserta didik mampu mengidentifikasi nama, asal, makna, fungsi, kostum, properti, serta gerak dasar tari tradisional Lampung. Peserta didik menunjukkan sikap bangga, menghargai keberagaman budaya, bekerja sama, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan mengenal serta mempraktikkan gerak dasar tari tradisional Lampung sebagai bentuk pelestarian budaya bangsa.

Tujuan Pembelajaran
:
Peserta didik mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas daerah, mampu mengidentifikasi nama, asal, makna, fungsi, kostum, properti, serta gerak dasar tari tradisional Lampung, serta menunjukkan sikap bangga dan menghargai keberagaman budaya.

TP Mindful, Meaningful, dan Joyful:

  • 1. Mindful Learning (Berkesadaran)
    Peserta didik mampu mengamati dan mengenali keberagaman tari tradisional Lampung dengan penuh perhatian melalui gambar, video, atau pertunjukan, kemudian mengidentifikasi nama, asal daerah, makna, fungsi, kostum, properti, dan gerak dasar tari serta menyadari bahwa setiap tari memiliki nilai dan identitas budaya yang perlu dihargai.

    2. Meaningful Learning (Bermakna)
    Peserta didik mampu menghubungkan unsur dan makna tari tradisional Lampung dengan kehidupan masyarakat, nilai-nilai budaya, dan identitas daerah, serta merefleksikan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari keberagaman budaya Indonesia.

    3. Joyful Learning (Menggembirakan)
    Peserta didik mampu menirukan dan mengeksplorasi gerak dasar tari tradisional Lampung secara sederhana melalui kegiatan yang menyenangkan, kreatif, dan kolaboratif, serta menunjukkan rasa percaya diri, bangga, dan menghargai keberagaman budaya.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran):

  1. mengenali dan mengidentifikasi keberagaman tari tradisional Lampung berdasarkan nama dan asal daerahnya dengan penuh perhatian serta menunjukkan sikap menghargai keberagaman budaya.

  2. menghubungkan makna, fungsi, kostum, properti, dan gerak dasar tari tradisional Lampung dengan kehidupan serta identitas masyarakat Lampung.

  3. menirukan dan mengeksplorasi gerak dasar tari tradisional Lampung secara sederhana dengan percaya diri, kreatif, dan menghargai karakteristik gerak tari.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Kokulikuler mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.
Apersepsi

"Anak-anak, Allah Swt. menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, bahasa, dan budaya. Perbedaan tersebut bukan untuk saling membeda-bedakan, tetapi agar kita saling mengenal, menghargai, dan hidup berdampingan."

"Indonesia adalah negara yang memiliki banyak sekali budaya. Salah satunya adalah budaya Lampung, daerah tempat kita tinggal. Lampung memiliki berbagai tarian tradisional yang memiliki gerakan, pakaian, musik, dan makna yang khas. Keberagaman tarian tersebut merupakan kekayaan budaya yang patut kita syukuri dan kita lestarikan."

Materi :
Eksplorasi tarian Lampung mencakup pelestarian ragam seni gerak tradisional dan kreasi baru yang kaya makna budaya, seperti Tari Sigeh Pengunten, Tari Bedana, dan Tari Melinting.

Jenis-Jenis Tarian Utama :
1. Tari Sigeh Pengunten: Gabungan adat Pepadun dan Saibatin untuk menyambut tamu agung.
2. Tari Bedana: Tarian pergaulan bernapas Islam yang melambangkan keterbukaan masyarakat.
3. Tari Cangget: Ritual pemuda-pemudi dalam acara adat, panen raya, atau pernikahan.Tari Melinting: Tarian klasik dari Lampung Timur yang dibawakan bangsawan kerajaan.
4. Tari Tuping: Drama tari topeng tradisional yang menggambarkan kepahlawanan dan rasa syukur.Unsur dan Ciri KhasGerakan: Lembut, dinamis, serta sarat gestur penghormatan dan keramahan.
5. Tari Cak Culay Na'bui Na'bui digunakan sebagai tari hiburan dan pergaulan masyarakat, yang menggambarkan suasana gembira, kebersamaan, dan interaksi sosial.

Busana: Didominasi warna cerah dengan mahkota khas seperti Siger dan atribut keemasan.Musik: Diiringi alat musik tradisional seperti gamolan pekhing, gundang, dan petting atau gitar tunggal. Salah satu tarian Lampung 



Kesimpulan/ Refleksi pembelajaran 



Penutup
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.

Kamis, 17 September 2026

Materi Ajar Seni rupa Kamis, 17 September 2026

 

IDENTITAS

Nama Guru: Yuyun Eka Purwanti, S.Pd
Mapel: Seni Rupa
Hari/Tanggal: Kamis, 17 September 2026
Fase/Kelas: Fase C / Kelas V (Lima)
Materi: Makrame
Pertemuan ke: 14

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Mengalami, Menciptakan, dan Merefleksikan:
Peserta didik mampu mengamati, mengenal, mengeksplorasi, dan menciptakan karya seni rupa dengan memanfaatkan berbagai bahan dan teknik. Peserta didik mampu mengembangkan kreativitas, keterampilan, ketekunan, serta menunjukkan sikap menghargai karya seni dan proses berkarya.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  1. memahami pengertian dan fungsi makrame;
  2. mengenal alat dan bahan yang digunakan untuk membuat makrame;
  3. mengidentifikasi berbagai jenis simpul dasar dalam makrame;
  4. memahami langkah-langkah pembuatan karya makrame sederhana;
  5. mempraktikkan teknik simpul dasar makrame dengan tepat;
  6. membuat karya makrame sederhana dengan kreatif dan rapi;
  7. memilih kombinasi warna dan bentuk yang sesuai dalam karya makrame;
  8. menunjukkan sikap teliti, sabar, mandiri, dan bertanggung jawab selama proses berkarya;
  9. mempresentasikan dan menceritakan proses pembuatan karya makrame;
  10. merefleksikan pengalaman dan hasil karya makrame yang telah dibuat.

TP MINDFUL, MEANINGFUL, DAN JOYFUL

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

Peserta didik mampu mengamati contoh karya makrame dengan penuh perhatian untuk mengenali bentuk, pola, warna, bahan, dan teknik simpul yang digunakan.

Peserta didik menyadari bahwa membuat makrame membutuhkan ketelitian, kesabaran, konsentrasi, dan koordinasi antara mata dan tangan.

Peserta didik mampu mengikuti setiap langkah pembuatan simpul secara perlahan dan teliti serta memeriksa kembali kerapian hasil karyanya.

Peserta didik menyadari bahwa setiap kesalahan dalam membuat simpul merupakan bagian dari proses belajar dan dapat diperbaiki dengan sabar.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

Peserta didik mampu menghubungkan karya makrame dengan benda-benda yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti hiasan dinding, gantungan kunci, gelang, tempat tanaman, atau dekorasi ruangan.

Peserta didik memahami bahwa bahan sederhana seperti tali dapat diolah menjadi karya seni yang memiliki nilai keindahan dan fungsi.

Peserta didik mampu memanfaatkan kreativitas untuk membuat karya yang dapat digunakan atau dijadikan sebagai hiasan.

Peserta didik menyadari pentingnya menggunakan bahan secara bijak dan tidak membuang bahan yang masih dapat dimanfaatkan.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

Peserta didik mampu mempelajari makrame melalui kegiatan yang menyenangkan seperti mengamati contoh karya, menonton video tutorial, mencoba berbagai simpul, permainan tebak simpul, bekerja secara berpasangan atau berkelompok, serta membuat karya makrame sederhana.

Peserta didik menunjukkan antusiasme, rasa ingin tahu, kreativitas, keberanian mencoba, dan rasa percaya diri selama proses berkarya.

Peserta didik menikmati proses membuat karya makrame dan menghargai hasil karya diri sendiri maupun teman.

ATP (ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN)

Peserta didik mengenal pengertian, fungsi, dan karakteristik karya makrame.

Peserta didik mengidentifikasi alat dan bahan yang digunakan untuk membuat makrame.

Peserta didik mengamati berbagai contoh karya makrame dan menemukan unsur rupa yang terdapat di dalamnya.

Peserta didik mengenal dan membedakan beberapa simpul dasar yang digunakan dalam pembuatan makrame.

Peserta didik mempraktikkan teknik membuat simpul dasar makrame dengan memperhatikan urutan langkah dan kerapian.

Peserta didik mengeksplorasi kombinasi simpul, warna, dan bentuk untuk menghasilkan karya makrame sederhana.

Peserta didik menciptakan karya makrame sederhana secara mandiri atau berkelompok dengan memperhatikan unsur keindahan dan fungsi.

Peserta didik mempresentasikan karya makrame dan menjelaskan proses pembuatannya.

Peserta didik merefleksikan proses berkarya, kesulitan yang dihadapi, serta hal yang dipelajari dari kegiatan membuat makrame.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin, wa man tabi’ahum biihsaanin ilaa yaumiddiin, amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Seni Rupa, mari kita renungkan kebesaran Allah SWT.

Al-Khaliq (Maha Menciptakan)

Allah SWT adalah Al-Khaliq, yaitu Zat Yang Maha Menciptakan. Allah menciptakan berbagai macam benda, tumbuhan, hewan, dan manusia dengan bentuk serta keindahan yang berbeda-beda.

Allah juga memberikan manusia akal, tangan, dan kreativitas agar manusia dapat mengolah berbagai bahan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan indah.

Melalui kegiatan membuat makrame, kita belajar menggunakan tangan dan kreativitas sebagai bentuk rasa syukur atas kemampuan yang Allah SWT berikan.

Al-Musawwir (Maha Membentuk)

Allah SWT adalah Al-Musawwir, Zat Yang Maha Membentuk. Segala sesuatu yang diciptakan Allah memiliki bentuk dan keindahan.

Ketika membuat karya makrame, kita juga belajar mengatur bentuk, pola, dan susunan tali sehingga menghasilkan karya yang indah.

Oleh karena itu, kita harus menggunakan kemampuan berkarya dengan baik dan tidak lupa bersyukur kepada Allah SWT.


APERSEPSI

Guru menunjukkan atau menampilkan beberapa contoh karya makrame.

Guru mengajak peserta didik mengamati karya tersebut.

Guru bertanya:

"Anak-anak, pernahkah kalian melihat benda seperti ini?"

"Menurut kalian, benda tersebut dibuat dari bahan apa?"

"Bagaimana cara tali-tali tersebut dapat membentuk pola yang indah?"

"Apakah tali yang sederhana dapat dibuat menjadi sebuah karya seni?"

Guru kemudian mengajak peserta didik memperhatikan pola pada karya makrame.

Guru menjelaskan:

"Hari ini kita akan belajar tentang makrame. Makrame merupakan salah satu karya seni yang dibuat dengan teknik mengikat atau menyimpulkan tali sehingga menghasilkan pola dan bentuk yang indah."

Guru menyampaikan bahwa dalam membuat makrame diperlukan kesabaran, ketelitian, kreativitas, dan keterampilan tangan.


MATERI: MAKRAME

A. Pengertian Makrame

Makrame adalah karya seni yang dibuat dengan menggunakan teknik mengikat dan menyimpulkan tali sehingga menghasilkan bentuk, pola, atau hiasan tertentu.

Makrame dapat dibuat menjadi berbagai macam benda, baik sebagai hiasan maupun benda yang memiliki fungsi dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya adalah:

  • hiasan dinding;
  • gantungan kunci;
  • gelang;
  • gantungan pot;
  • hiasan meja;
  • gantungan dekorasi;
  • tempat penyimpanan sederhana.

Makrame menarik karena dari bahan yang sederhana, yaitu tali, kita dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai keindahan dan fungsi.


B. Alat dan Bahan Makrame

Untuk membuat makrame sederhana, kita dapat menggunakan beberapa alat dan bahan.

1. Tali

Tali merupakan bahan utama untuk membuat makrame.

Jenis tali yang dapat digunakan antara lain tali katun, tali kur, tali rami, atau jenis tali lain yang sesuai.

2. Gunting

Gunting digunakan untuk memotong tali sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan.

Saat menggunakan gunting, kita harus berhati-hati dan menggunakannya sesuai fungsinya.

3. Kayu atau Ring

Kayu, stik, atau ring dapat digunakan sebagai tempat mengikat tali pada beberapa jenis karya makrame.

4. Manik-manik

Manik-manik dapat digunakan sebagai tambahan dekorasi agar karya terlihat lebih menarik.

5. Bahan Pendukung Lain

Kita juga dapat menggunakan bahan lain sesuai dengan rancangan karya, misalnya pita, batang kayu kecil, atau benda lain yang aman digunakan.


C. Teknik Dasar Makrame

Makrame dibuat dengan berbagai macam teknik simpul.

Beberapa simpul dasar yang dapat dipelajari adalah:

1. Simpul Kepala

Simpul kepala dapat digunakan untuk mengikat tali pada kayu, ring, atau media lainnya sebagai bagian awal pembuatan makrame.

2. Simpul Mati

Simpul mati merupakan salah satu bentuk simpul sederhana yang digunakan untuk mengikat tali agar tidak mudah terlepas.

3. Simpul Persegi

Simpul persegi dapat menghasilkan pola yang menarik dan sering digunakan dalam berbagai karya makrame.

4. Simpul Spiral

Simpul spiral dapat menghasilkan pola seperti lilitan atau bentuk berputar.

Setiap jenis simpul memiliki cara pembuatan dan bentuk yang berbeda.

Karena itu, kita harus memperhatikan urutan langkah ketika mempraktikkannya.


D. Langkah-Langkah Membuat Makrame Sederhana

Untuk membuat makrame sederhana, langkah-langkahnya dapat dilakukan sebagai berikut:

Langkah 1: Menyiapkan Alat dan Bahan

Siapkan tali, gunting, kayu atau ring, serta bahan tambahan jika diperlukan.

Langkah 2: Menentukan Ukuran Tali

Potong tali sesuai dengan ukuran yang diperlukan.

Usahakan ukuran tali dibuat dengan tepat agar karya terlihat rapi.

Langkah 3: Memasang Tali

Pasangkan tali pada kayu atau ring menggunakan simpul awal.

Langkah 4: Membuat Simpul

Mulailah membuat simpul sesuai pola yang telah direncanakan.

Lakukan secara perlahan dan perhatikan setiap bagian tali.

Langkah 5: Mengatur Pola

Susun simpul secara berulang hingga membentuk pola yang diinginkan.

Langkah 6: Merapikan Karya

Periksa kembali simpul dan panjang tali.

Rapikan bagian yang belum sesuai.

Langkah 7: Finishing

Potong bagian tali yang terlalu panjang jika diperlukan dan tambahkan hiasan sesuai kreativitas.


E. Unsur Seni Rupa dalam Makrame

Dalam membuat karya makrame, kita dapat memperhatikan beberapa unsur seni rupa.

1. Garis

Tali yang digunakan dalam makrame membentuk berbagai garis, baik garis lurus, diagonal, maupun lengkung.

2. Bentuk

Susunan tali dan simpul dapat menghasilkan berbagai bentuk.

3. Warna

Penggunaan warna tali dapat membuat karya terlihat lebih menarik.

4. Tekstur

Makrame memiliki tekstur yang dapat dirasakan karena menggunakan tali yang disimpulkan dan disusun.

5. Pola

Pengulangan simpul dapat menghasilkan pola tertentu sehingga karya terlihat lebih teratur dan indah.


F. Prinsip Keindahan dalam Membuat Makrame

Agar karya makrame terlihat menarik, kita dapat memperhatikan:

Kerapian
Simpul dibuat dengan rapi dan tidak berantakan.

Keseimbangan
Susunan tali dan simpul dibuat seimbang.

Pengulangan
Simpul dapat diulang sehingga menghasilkan pola yang teratur.

Kesatuan
Warna, bentuk, dan pola disusun agar menjadi satu karya yang harmonis.

Kreativitas
Peserta didik dapat mengembangkan pola sesuai dengan ide dan imajinasinya.


G. Makrame dalam Kehidupan Sehari-hari

Makrame tidak hanya dibuat sebagai karya seni, tetapi juga dapat memiliki fungsi.

Contohnya:

  • sebagai hiasan kamar;
  • sebagai hiasan kelas;
  • sebagai gantungan pot;
  • sebagai gantungan kunci;
  • sebagai dekorasi rumah;
  • sebagai hadiah untuk orang lain.

Hal ini menunjukkan bahwa seni dapat hadir dan memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kreativitas, bahan sederhana dapat diubah menjadi sesuatu yang indah dan bermanfaat.


H. Mari Berkreasi!

Sekarang saatnya kita membuat karya makrame sederhana.

Sebelum mulai berkarya, perhatikan beberapa hal berikut:

  1. Siapkan alat dan bahan dengan lengkap.
  2. Gunakan gunting dengan hati-hati.
  3. Perhatikan contoh simpul yang diberikan.
  4. Buat simpul secara perlahan.
  5. Jangan mudah menyerah ketika simpul belum berhasil.
  6. Rapikan tali dan pola karya.
  7. Gunakan kreativitas untuk memilih warna dan bentuk.
  8. Hargai karya teman.

Ingat!

Karya yang baik bukan hanya karya yang indah, tetapi juga karya yang dibuat dengan sabar, teliti, kreatif, dan penuh tanggung jawab.


SIMAK VIDEO BERIKUT!



Setelah menyimak video, peserta didik diajak menemukan:

  • alat dan bahan yang digunakan;
  • jenis simpul yang dibuat;
  • urutan langkah pembuatan;
  • pola yang dihasilkan;
  • cara merapikan karya.

Refleksi Pembelajaran

  • Alhamdulillah, hari ini ananda memahami materi Seni Rupa tentang Makrame dengan baik. Ananda dapat mengenal dan memahami konsep serta unsur-unsur yang terdapat dalam karya Makrame. Siswa yang belum memahami materi diberikan bimbingan secara mandiri agar dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

Kesimpulan Materi: Seni Rupa – Makrame

  • Mengenal Makrame: Makrema merupakan salah satu kegiatan seni rupa yang dapat melatih kreativitas dan keterampilan siswa dalam menghasilkan karya dengan memanfaatkan bahan serta teknik tertentu.
  • Unsur Seni Rupa: Dalam membuat karya Makrema, siswa perlu memperhatikan unsur-unsur seni rupa seperti garis, bentuk, warna, tekstur, dan komposisi agar karya yang dihasilkan terlihat menarik dan memiliki nilai estetis.
  • Kreativitas dan Keterampilan: Kegiatan membuat Makrema dapat mengembangkan kreativitas, ketelitian, kesabaran, serta keterampilan motorik siswa. Setiap siswa dapat menuangkan ide dan kreativitasnya melalui karya yang dibuat.
  • Apresiasi Karya: Siswa diharapkan mampu menghargai karya seni sendiri maupun karya teman. Perbedaan bentuk, warna, dan kreativitas dalam setiap karya merupakan bagian dari keunikan dan keberagaman dalam seni rupa.