Senin, 26 Oktober 2026

Materi UKG Senin, 26 Oktober 2026

 

IDENTITAS

1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

2. Mapel : IPAS

3. Hari/Tanggal : Senin, 26 Oktober 2026

4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

5. Materi : Piramida Makanan

6. Pertemuan ke : 1

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik serta pengaruhnya terhadap ekosistem.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat menjelaskan tingkatan dalam piramida makanan serta menganalisis hubungan jumlah energi pada setiap tingkatan dalam suatu ekosistem.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. menjelaskan pengertian piramida makanan;

  2. mengidentifikasi tingkatan trofik dalam piramida makanan;

  3. menjelaskan peran produsen dalam piramida makanan;

  4. menjelaskan peran konsumen tingkat I, II, dan III;

TP MINDFUL, MEANINGFUL, DAN JOYFUL

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

Peserta didik belajar dengan penuh perhatian terhadap hubungan antarmakhluk hidup dalam ekosistem.

Peserta didik menyadari bahwa setiap makhluk hidup memiliki peran dan posisi tertentu dalam piramida makanan.

Peserta didik mampu mengamati dengan teliti tingkatan produsen dan konsumen dalam piramida makanan.

Peserta didik menyadari bahwa energi yang tersedia semakin berkurang pada tingkat trofik yang lebih tinggi.

Peserta didik mampu merefleksikan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep piramida makanan dengan kehidupan nyata yang mereka temui sehari-hari.

  • mengamati tumbuhan sebagai sumber makanan bagi hewan;

  • mengidentifikasi hewan yang memakan tumbuhan;

  • mengidentifikasi hewan yang memakan hewan lainnya;

  • memahami bahwa tumbuhan memiliki energi paling besar dalam suatu rantai makanan;

  • memahami bahwa energi semakin berkurang pada konsumen tingkat yang lebih tinggi;

  • memahami pentingnya menjaga keberadaan tumbuhan dan hewan dalam ekosistem.

Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa piramida makanan bukan hanya materi pelajaran, tetapi berkaitan dengan keseimbangan kehidupan di lingkungan sekitar.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

Peserta didik mempelajari piramida makanan melalui kegiatan yang menyenangkan seperti:

  • permainan menyusun kartu organisme;

  • menyusun gambar organisme berdasarkan tingkat trofik;

  • permainan "Siapa Memakan Siapa?";

  • membuat piramida makanan sederhana;

  • kuis tentang produsen dan konsumen;

  • mengamati contoh rantai makanan;

  • berdiskusi dalam kelompok;

  • mempresentasikan hasil kerja kelompok.

Peserta didik diberikan kesempatan untuk berdiskusi, mencoba, mengamati, dan menyampaikan pendapat sehingga pembelajaran menjadi aktif, menyenangkan, dan bermakna.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

  1. Peserta didik menjelaskan pengertian piramida makanan.

  2. Peserta didik mengidentifikasi produsen dan konsumen dalam suatu rantai makanan.

  3. Peserta didik mengidentifikasi tingkatan trofik dalam piramida makanan.

  4. Peserta didik menjelaskan hubungan antara tingkatan trofik dan jumlah energi.

  5. Peserta didik menganalisis mengapa energi semakin berkurang pada tingkat trofik yang lebih tinggi.

  6. Peserta didik membuat contoh piramida makanan sederhana berdasarkan rantai makanan.

  7. Peserta didik merefleksikan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi ajma’iin, wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran IPAS mari kita renungkan kebesaran Allah SWT.

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta seluruh makhluk hidup di dalamnya.

  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT mengatur dan memelihara keseimbangan alam.

  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT memberikan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya melalui berbagai sumber makanan yang tersedia di alam.

Materi : PIRAMIDA MAKANAN



A. Pengertian Piramida Makanan

Piramida makanan adalah gambaran yang menunjukkan tingkatan makhluk hidup dalam suatu rantai makanan berdasarkan tingkat trofik dan jumlah energi yang tersedia.

Piramida makanan berbentuk seperti piramida. Bagian paling bawah memiliki jumlah energi paling besar, sedangkan semakin ke atas jumlah energi semakin sedikit.

Piramida makanan membantu kita memahami hubungan makan dan dimakan serta perpindahan energi dalam ekosistem.

B. Tingkatan dalam Piramida Makanan



Piramida makanan terdiri atas beberapa tingkatan.

1. Produsen

Produsen berada pada tingkat paling bawah piramida makanan.

Produsen adalah makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis.

Contoh produsen adalah:

  • rumput;

  • padi;

  • pohon;

  • tumbuhan hijau;

Produsen memiliki energi paling besar karena memperoleh energi langsung dari matahari.

2. Konsumen Tingkat I

Konsumen tingkat I berada di atas produsen.

Konsumen tingkat I adalah makhluk hidup yang memakan produsen.

Contohnya:

  • belalang memakan rumput;

  • ulat memakan daun;

  • tikus memakan padi;

  • sapi memakan rumput.

Konsumen tingkat I biasanya merupakan hewan herbivora.

3. Konsumen Tingkat II

Konsumen tingkat II memakan konsumen tingkat I.

Contohnya:

  • katak memakan belalang;

  • burung memakan ulat;

  • ular memakan tikus.

Konsumen tingkat II biasanya merupakan hewan karnivora atau omnivora.

4. Konsumen Tingkat III

Konsumen tingkat III berada pada tingkat yang lebih tinggi dan memakan konsumen tingkat II.

Contohnya:

  • ular memakan katak;

  • elang memakan ular;

  • elang memakan burung.

Jumlah energi pada tingkat ini lebih sedikit dibandingkan tingkat di bawahnya.

C. Contoh Piramida Makanan

Perhatikan contoh berikut:

Rumput → Belalang → Katak → Ular → Elang

Jika dibuat menjadi piramida makanan:

Tingkat IV: Elang
Tingkat III: Ular
Tingkat II: Katak
Tingkat I: Belalang
Dasar: Rumput

Dalam piramida tersebut:

  • Rumput berperan sebagai produsen.

  • Belalang berperan sebagai konsumen tingkat I.

  • Katak berperan sebagai konsumen tingkat II.

  • Ular berperan sebagai konsumen tingkat III.

  • Elang merupakan konsumen pada tingkat yang lebih tinggi.

D. Jumlah Energi dalam Piramida Makanan

Energi dalam piramida makanan semakin berkurang dari bawah ke atas.

Produsen memiliki energi paling banyak karena mendapatkan energi langsung dari matahari.

Ketika produsen dimakan oleh konsumen tingkat I, sebagian energi berpindah kepada konsumen. Namun, tidak seluruh energi dapat diteruskan.

Akibatnya, semakin tinggi tingkat trofik, semakin sedikit energi yang tersedia.

Urutannya dapat digambarkan sebagai berikut:

Produsen → Konsumen I → Konsumen II → Konsumen III

Energi banyak → Energi lebih sedikit → Energi semakin sedikit → Energi paling sedikit

E. Mengapa Bentuknya Seperti Piramida?

Piramida makanan berbentuk seperti piramida karena:

  1. produsen berada di bagian paling bawah;

  2. produsen memiliki energi paling banyak;

  3. konsumen tingkat I memiliki energi lebih sedikit;

  4. konsumen tingkat II memiliki energi lebih sedikit lagi;

  5. konsumen tingkat tinggi memiliki energi paling sedikit.

Jadi, semakin ke atas piramida, jumlah energi semakin kecil.

F. Hubungan Piramida Makanan dengan Keseimbangan Ekosistem

Setiap tingkat dalam piramida makanan saling berhubungan.

Jika jumlah produsen berkurang, konsumen tingkat I dapat kekurangan makanan. Hal tersebut dapat menyebabkan jumlah konsumen tingkat I berkurang.

Perubahan tersebut juga dapat memengaruhi konsumen tingkat II dan III.

Contohnya:

Rumput berkurang → belalang berkurang → katak berkurang → ular berkurang → elang kekurangan makanan.

Oleh karena itu, kita harus menjaga lingkungan agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga.

LATIHAN SOAL

A. Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa yang dimaksud dengan piramida makanan?

  2. Makhluk hidup apakah yang berada pada dasar piramida makanan?

  3. Mengapa produsen memiliki energi paling banyak?

  4. Apa yang dimaksud dengan konsumen tingkat I?

  5. Berikan dua contoh konsumen tingkat I!

B. Buatlah piramida makanan sederhana berdasarkan rantai makanan berikut!

Padi → Belalang → Katak → Ular → Elang

Tuliskan nama organisme dan perannya pada setiap tingkat.

Refleksi Pembelajaran

  • Untuk Siswa: Alhamdulillah, hari ini ananda mengikuti pembelajaran IPAS tentang piramida makanan dengan baik. Sebagian besar siswa dapat memahami tingkatan dalam piramida makanan, mulai dari produsen hingga konsumen. Namun, sebagian kecil siswa masih mengalami kesulitan dalam membedakan konsumen tingkat I dan konsumen tingkat II. Siswa yang masih mengalami kesulitan diberikan penjelasan dan bimbingan kembali dengan menggunakan contoh rantai makanan agar lebih mudah dipahami.
  • Untuk Guru: Pembelajaran berjalan dengan baik. Guru menjelaskan tingkatan pada piramida makanan dan memberikan contoh hubungan antara produsen, konsumen tingkat I, dan konsumen tingkat II. Sebagian besar siswa sudah memahami materi, sedangkan beberapa siswa masih memerlukan penguatan dalam membedakan konsumen tingkat I dan II.

Kesimpulan Pembelajaran

Piramida makanan menunjukkan tingkatan organisme dalam ekosistem berdasarkan perannya dalam memperoleh makanan dan energi. Produsen berada pada tingkat dasar, kemudian konsumen tingkat I yang memakan produsen, dan konsumen tingkat II yang memakan konsumen tingkat I. Sebagian besar siswa sudah memahami materi, namun sebagian kecil siswa masih perlu bimbingan dalam membedakan konsumen tingkat I dan konsumen tingkat II.

PENUTUP

Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. Kita akan melanjutkan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Minggu, 25 Oktober 2026

Materi Ajar Matematika Senin, 26 Oktober 2026

 

IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

  2. Mapel : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Senin, 26 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

  5. Materi : Pecahan

  6. Pertemuan ke : 20

Capaian Pembelajaran

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000, termasuk membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan, serta melakukan operasi hitung. Peserta didik juga mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB serta membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

  1. memahami konsep pecahan dan pecahan campuran;

  2. membandingkan berbagai pecahan dengan tepat;

  3. mengurutkan berbagai pecahan dari yang terkecil hingga terbesar atau sebaliknya;

  4. membandingkan dan mengurutkan pecahan campuran;

  5. melakukan operasi penjumlahan pecahan dengan penyebut yang sama maupun berbeda;

  6. menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan perbandingan, pengurutan, dan penjumlahan pecahan.

TP Mindful, Meaningful dan Joyful

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

  1. Peserta didik mampu memahami konsep pecahan dengan penuh perhatian dan teliti.

  2. Peserta didik mampu membandingkan dan mengurutkan pecahan dengan memperhatikan pembilang dan penyebut serta menggunakan langkah yang benar.

  3. Peserta didik menyadari pentingnya ketelitian dalam melakukan operasi penjumlahan pecahan agar memperoleh hasil yang tepat.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

  1. Peserta didik mampu menghubungkan konsep pecahan dengan kehidupan sehari-hari, seperti membagi makanan, mengukur bahan, dan menentukan bagian dari suatu benda.

  2. Peserta didik memahami bahwa membandingkan dan mengurutkan pecahan dapat membantu menentukan bagian yang lebih besar atau lebih kecil.

  3. Peserta didik mampu menerapkan penjumlahan pecahan dalam permasalahan sehari-hari.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

  1. Peserta didik mampu memahami pecahan melalui kegiatan yang menyenangkan seperti permainan kartu pecahan, gambar pecahan, diskusi kelompok, dan latihan soal.

  2. Peserta didik menunjukkan rasa percaya diri, aktif berdiskusi, bekerja sama, dan menikmati kegiatan pembelajaran Matematika.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran, serta melakukan operasi penjumlahan pecahan.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Matematika mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.



A. Pengertian Pecahan

Pecahan adalah bilangan yang menyatakan bagian dari keseluruhan.

Contoh:

1/2 dibaca satu per dua atau setengah.

Pada pecahan 1/2:

  • 1 disebut pembilang.

  • 2 disebut penyebut.

B. Membandingkan Pecahan

Membandingkan pecahan berarti menentukan pecahan mana yang lebih besar, lebih kecil, atau sama.

Contoh:

1/2 > 1/4

Artinya, satu per dua lebih besar daripada satu per empat.

Untuk pecahan dengan penyebut berbeda, pecahan dapat disamakan penyebutnya terlebih dahulu.

C. Mengurutkan Pecahan

Pecahan dapat diurutkan dari yang terkecil ke terbesar atau dari yang terbesar ke terkecil.

Contoh:

1/4, 1/2, 3/4

Urutan dari yang terkecil adalah:

1/4 < 1/2 < 3/4

D. Pecahan Campuran

Pecahan campuran adalah pecahan yang terdiri atas bilangan bulat dan pecahan.

Contoh:

2 1/3

Dibaca dua satu per tiga.

Pecahan campuran dapat dibandingkan dengan melihat bagian bilangan bulat terlebih dahulu. Jika bilangan bulatnya sama, maka bandingkan bagian pecahannya.

Contoh:

2 1/4 < 2 3/4

E. Penjumlahan Pecahan

1. Penjumlahan pecahan dengan penyebut sama

Jika penyebutnya sama, jumlahkan pembilangnya dan penyebut tetap.

Contoh:

2/7 + 3/7 = 5/7

2. Penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda

Jika penyebut berbeda, samakan penyebut terlebih dahulu.

Contoh:

1/2 + 1/4

KPK dari 2 dan 4 adalah 4.

1/2 = 2/4

Maka:

2/4 + 1/4 = 3/4

Jadi, hasilnya adalah 3/4.

3. Penjumlahan pecahan campuran

Contoh:

1 1/2 + 2 1/2 = 4

Bilangan bulat dijumlahkan dengan bilangan bulat dan bagian pecahan dijumlahkan dengan bagian pecahan.

Latihan Soal

Peserta didik mengerjakan latihan soal tentang:

  1. membandingkan pecahan;

  2. mengurutkan pecahan;

  3. membandingkan dan mengurutkan pecahan campuran;

  4. menjumlahkan pecahan dengan penyebut sama;

  5. menjumlahkan pecahan dengan penyebut berbeda;

  6. menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan.

Refleksi Pembelajaran

  • Untuk Siswa: Alhamdulillah, hari ini ananda mengikuti pembelajaran Matematika tentang mengurutkan pecahan dengan baik. Sebagian besar siswa dapat memahami cara membandingkan dan mengurutkan pecahan dari nilai terkecil ke terbesar maupun dari nilai terbesar ke terkecil. Siswa juga mampu menentukan urutan beberapa pecahan dengan menggunakan strategi yang telah dipelajari. Hanya sebagian kecil siswa yang masih mengalami kesulitan, terutama dalam mengurutkan pecahan dengan penyebut yang berbeda, sehingga perlu diberikan penguatan dan latihan tambahan agar semakin memahami materi.

  • Untuk Guru: Pembelajaran Matematika tentang mengurutkan pecahan berjalan dengan baik. Sebagian besar siswa menunjukkan pemahaman yang baik dan mampu mengurutkan pecahan dengan tepat. Guru memberikan penguatan agar siswa tidak hanya mampu menentukan urutan pecahan, tetapi juga memahami alasan mengapa suatu pecahan memiliki nilai lebih besar atau lebih kecil. Sebagian kecil siswa yang masih mengalami kesulitan akan diberikan pendampingan dan latihan tambahan secara bertahap agar dapat mengikuti pembelajaran selanjutnya dengan lebih baik.

Kesimpulan Materi: Mengurutkan Pecahan

  • Pengertian: Mengurutkan pecahan adalah menyusun beberapa pecahan berdasarkan nilainya, mulai dari nilai terkecil ke terbesar atau dari nilai terbesar ke terkecil.

  • Pecahan dengan Penyebut Sama: Jika beberapa pecahan memiliki penyebut yang sama, pecahan dengan pembilang lebih kecil memiliki nilai lebih kecil, sedangkan pecahan dengan pembilang lebih besar memiliki nilai lebih besar. Contoh: 2/8 < 5/8 < 7/8.

  • Pecahan dengan Penyebut Berbeda: Untuk membandingkan pecahan dengan penyebut berbeda, pecahan dapat diubah menjadi pecahan senilai dengan penyebut yang sama atau menggunakan cara membandingkan nilai pecahan.

  • Mengurutkan dari Terkecil ke Terbesar: Pecahan disusun mulai dari pecahan yang memiliki nilai paling kecil hingga pecahan yang memiliki nilai paling besar. Contoh: 1/4 < 1/2 < 3/4.

  • Mengurutkan dari Terbesar ke Terkecil: Pecahan disusun mulai dari pecahan yang memiliki nilai paling besar hingga pecahan yang memiliki nilai paling kecil. Contoh: 3/4 > 1/2 > 1/4.

  • Pecahan Senilai: Pecahan senilai adalah pecahan yang memiliki nilai yang sama meskipun pembilang dan penyebutnya berbeda. Pecahan senilai dapat membantu dalam membandingkan dan mengurutkan pecahan.

  • Penerapan dalam Kehidupan: Mengurutkan pecahan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya membandingkan bagian makanan yang dimakan, jumlah air yang digunakan, bagian waktu yang telah berlalu, atau bagian suatu benda yang telah digunakan.

Penutup

Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Materi ajar Bahasa Indonesia Senin, 26 Oktober 2026

 

IDENTITAS

Nama Guru               : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd.
Mapel                         : Bahasa Indonesia
Hari/Tanggal           : Senin, 26 Oktober 2026
Fase/Kelas                : Fase C / Kelas V (Lima)
Materi                        : Kata Idiom

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Membaca dan Memirsa

Peserta didik mampu memahami informasi dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif (makna sebenarnya) dan konotatif (makna kiasan) dalam berbagai teks. Peserta didik mampu mengidentifikasi makna kata berdasarkan konteks kalimat serta menggunakan kosakata tersebut untuk memahami dan menyampaikan informasi secara tepat.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  1. Memahami pengertian kata idiom.

  2. Menjelaskan ciri-ciri kata idiom.

  3. Membedakan makna sebenarnya dan makna kiasan.

  4. Mengidentifikasi kata idiom dalam kalimat sederhana.

  5. Menjelaskan arti kata idiom berdasarkan konteks kalimat.

  6. Menyebutkan contoh kata idiom yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

  7. Menggunakan kata idiom dalam kalimat dengan tepat.

  8. Menentukan makna kata idiom dalam sebuah teks bacaan.

  9. Menulis kalimat sederhana menggunakan kata idiom.

  10. Menyampaikan hasil identifikasi kata idiom secara lisan maupun tertulis.

TP Mindful, Meaningful, dan Joyful

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

  • Peserta didik mampu menyadari bahwa suatu ungkapan dapat memiliki makna yang berbeda dari arti kata sebenarnya.

  • Peserta didik mampu memperhatikan konteks kalimat untuk memahami makna kata idiom.

  • Peserta didik mampu membedakan penggunaan kata secara langsung dan secara kiasan.

  • Peserta didik mampu menggunakan kata idiom secara tepat dalam berkomunikasi.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

  • Peserta didik mampu menghubungkan kata idiom dengan percakapan sehari-hari.

  • Peserta didik mampu menemukan contoh kata idiom dalam cerita, percakapan, dan bacaan.

  • Peserta didik mampu memahami pesan yang disampaikan melalui ungkapan idiom.

  • Peserta didik mampu menggunakan kata idiom untuk membuat kalimat yang bermakna.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

  • Peserta didik menemukan contoh kata idiom melalui permainan tebak makna.

  • Peserta didik mencocokkan kata idiom dengan arti yang tepat.

  • Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk menemukan kata idiom dalam kalimat.

  • Peserta didik membuat kalimat menarik menggunakan kata idiom.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Murid dapat memahami kosakata baru, mengidentifikasi makna kata berdasarkan konteks, membedakan makna sebenarnya dan makna kiasan, serta menggunakan kata idiom dalam kalimat dan teks sederhana secara tepat.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Matematika mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.

Apersepsi

Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik:

“Anak-anak, pernahkah kalian mendengar ungkapan buah tangan?”

“Menurut kalian, apakah buah tangan berarti buah yang ada di tangan?”

“Jika seseorang disebut besar kepala, apakah kepalanya benar-benar berukuran besar?”

“Pernahkah kalian mendengar ungkapan panjang tangan atau kutu buku?”

Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan pembelajaran:

“Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar ungkapan yang maknanya tidak sama dengan arti kata sebenarnya. Misalnya, buah tangan berarti oleh-oleh, sedangkan kutu buku berarti orang yang gemar membaca. Ungkapan seperti ini disebut kata idiom. Hari ini kita akan belajar mengenal kata idiom, memahami artinya, dan menggunakannya dalam kalimat dengan tepat.”

MATERI: KATA IDIOM



A. Pengertian Kata Idiom

Kata idiom adalah gabungan kata atau ungkapan yang memiliki makna khusus dan tidak dapat diartikan hanya berdasarkan makna setiap kata penyusunnya.

Kata idiom sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, cerita, dan bacaan untuk menyampaikan maksud secara lebih menarik.

Contoh:

  1. Buah tangan berarti oleh-oleh.

  2. Besar kepala berarti sombong.

  3. Panjang tangan berarti suka mencuri.

  4. Kutu buku berarti orang yang gemar membaca.

  5. Kepala dingin berarti tenang dalam menghadapi masalah.

Jadi, untuk memahami kata idiom, kita harus memperhatikan makna ungkapan secara keseluruhan, bukan hanya arti setiap katanya.

B. Ciri-Ciri Kata Idiom

Kata idiom memiliki beberapa ciri, antara lain:

  1. Memiliki makna khusus atau makna kiasan.

  2. Maknanya tidak selalu sesuai dengan arti kata penyusunnya.

  3. Sering digunakan dalam percakapan dan tulisan sehari-hari.

  4. Maknanya dapat dipahami melalui konteks kalimat.

  5. Dapat digunakan untuk menggambarkan sifat, keadaan, atau perilaku seseorang.

Contoh:

“Dina menjadi kutu buku sejak mengikuti kegiatan membaca di perpustakaan.”

Ungkapan kutu buku tidak berarti Dina adalah kutu yang hidup di dalam buku. Ungkapan tersebut berarti Dina sangat gemar membaca.

C. Perbedaan Makna Sebenarnya dan Makna Kiasan

Makna sebenarnya adalah makna yang sesuai dengan arti kata secara langsung. Sementara itu, makna kiasan adalah makna yang digunakan untuk menyampaikan maksud tertentu secara tidak langsung.

Perhatikan contoh berikut!

KalimatMakna
Adik membawa buah di tangannya.Makna sebenarnya
Paman membawa buah tangan dari Jakarta.Makna kiasan: oleh-oleh
Kepala Andi terasa sakit.Makna sebenarnya
Andi tidak boleh besar kepala.Makna kiasan: sombong

Dengan memahami perbedaan tersebut, kita dapat mengetahui kapan suatu ungkapan digunakan dengan arti sebenarnya dan kapan digunakan sebagai idiom.

D. Contoh Kata Idiom dan Artinya

Berikut beberapa kata idiom yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Buah tangan: oleh-oleh.

  2. Besar kepala: sombong.

  3. Panjang tangan: suka mencuri.

  4. Kutu buku: orang yang gemar membaca.

  5. Kepala dingin: tenang dalam menghadapi masalah.

  6. Kambing hitam: orang yang dipersalahkan atas suatu kejadian.

  7. Meja hijau: pengadilan atau proses hukum.

  8. Buah hati: anak yang disayangi.

  9. Rendah hati: tidak sombong.

  10. Angkat tangan: menyerah atau tidak sanggup melanjutkan.

  11. Gulung tikar: mengalami kebangkrutan atau menutup usaha karena kerugian.

  12. Naik daun: sedang terkenal atau populer.

  13. Darah biru: keturunan bangsawan.

  14. Tangan kanan: orang kepercayaan.

  15. Ringan tangan: suka membantu; dalam konteks tertentu juga dapat berarti suka memukul.

Perlu diingat bahwa beberapa idiom dapat memiliki makna berbeda sesuai dengan konteks kalimatnya.

E. Penggunaan Kata Idiom dalam Kalimat

Kata idiom dapat digunakan dalam kalimat untuk menyampaikan maksud tertentu.

Perhatikan contoh berikut!

  1. Buah tangan

    Ibu membawakan buah tangan dari rumah nenek.

    Artinya: Ibu membawa oleh-oleh dari rumah nenek.

  2. Besar kepala

    Meskipun menjadi juara kelas, Rina tidak besar kepala.

    Artinya: Rina tidak menjadi sombong.

  3. Kutu buku

    Budi dikenal sebagai kutu buku di sekolahnya.

    Artinya: Budi sangat gemar membaca buku.

  4. Kepala dingin

    Kita harus menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.

    Artinya: Kita harus menyelesaikan masalah dengan tenang.

  5. Rendah hati

    Walaupun pandai, Siti tetap rendah hati kepada teman-temannya.

    Artinya: Siti tidak sombong.

F. Menentukan Makna Idiom Berdasarkan Konteks

Untuk mengetahui makna idiom dalam sebuah kalimat, kita dapat melakukan langkah-langkah berikut.

  1. Bacalah kalimat dengan saksama.

  2. Temukan ungkapan yang memiliki makna kiasan.

  3. Perhatikan kata-kata lain dalam kalimat.

  4. Tentukan maksud ungkapan berdasarkan konteks.

  5. Jelaskan arti idiom menggunakan bahasa sendiri.

Contoh:

“Pak Rudi menyelesaikan perselisihan antara warga dengan kepala dingin.”

Langkah-langkah:

  • Idiom: kepala dingin.

  • Konteks: Pak Rudi menyelesaikan perselisihan.

  • Makna: tenang dan tidak terburu-buru dalam menghadapi masalah.

Jadi, Pak Rudi menyelesaikan perselisihan dengan tenang.

G. Kata Idiom dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata idiom sering digunakan untuk menggambarkan sifat dan perilaku seseorang maupun keadaan tertentu.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Rani adalah anak yang rendah hati meskipun selalu mendapat nilai bagus.

  2. Ayah membawa buah tangan setelah pulang dari luar kota.

  3. Kakak tetap berkepala dingin ketika menghadapi masalah.

  4. Paman menjadi tangan kanan pemilik toko karena sangat dipercaya.

  5. Usaha Pak Budi gulung tikar akibat kerugian yang terus-menerus.

  6. Penyanyi muda itu sedang naik daun karena lagunya terkenal.

  7. Ibu sangat menyayangi buah hatinya.

  8. Kita tidak boleh menjadi besar kepala ketika memperoleh prestasi.

Melalui contoh tersebut, kita dapat memahami bahwa kata idiom membuat bahasa menjadi lebih beragam dan menarik.

H. Langkah-Langkah Membuat Kalimat Menggunakan Idiom

Untuk membuat kalimat menggunakan kata idiom, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Pilih satu kata idiom yang sudah diketahui artinya.

  2. Pahami makna idiom tersebut.

  3. Tentukan situasi yang sesuai dengan maknanya.

  4. Susun kalimat yang jelas dan mudah dipahami.

  5. Periksa kembali apakah penggunaan idiom sudah tepat.

Contoh:

Idiom: buah tangan.

Kalimat: Ayah membawa buah tangan untuk keluarga setelah pulang dari perjalanan.

Makna: Ayah membawa oleh-oleh untuk keluarga.

I. Contoh Teks yang Menggunakan Kata Idiom

Kunjungan ke Rumah Nenek

Pada hari Minggu, Rani dan keluarganya mengunjungi rumah nenek. Ibu membawa buah tangan berupa kue kesukaan nenek. Rani sangat senang karena dapat bertemu dengan sepupunya yang merupakan seorang kutu buku. Meskipun pandai, sepupunya tetap rendah hati. Ketika mereka berbeda pendapat saat bermain, mereka berusaha menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.

Dalam teks tersebut, terdapat beberapa kata idiom:

  • Buah tangan: oleh-oleh.

  • Kutu buku: orang yang gemar membaca.

  • Rendah hati: tidak sombong.

  • Kepala dingin: tenang dalam menghadapi masalah.

Dengan memahami kata idiom, kita dapat mengetahui maksud sebuah teks dengan lebih baik.

LATIHAN SOAL

A. Jawablah Pertanyaan Berikut!

  1. Apa yang dimaksud dengan kata idiom?

  2. Mengapa kata idiom tidak dapat diartikan hanya berdasarkan kata penyusunnya?

  3. Apa arti ungkapan buah tangan?

  4. Apa arti ungkapan besar kepala?

  5. Sebutkan tiga contoh kata idiom beserta artinya!

  6. Apa perbedaan makna sebenarnya dan makna kiasan?

  7. Apa arti ungkapan kutu buku?

  8. Jelaskan makna idiom kepala dingin dalam kalimat!

  9. Mengapa kita perlu memahami kata idiom ketika membaca sebuah teks?

  10. Buatlah dua kalimat menggunakan kata idiom yang berbeda!

B. Pasangkan Kata Idiom dengan Artinya!

Pasangkan kata idiom di sebelah kiri dengan arti yang tepat di sebelah kanan.

  1. Buah tangan

  2. Kutu buku

  3. Besar kepala

  4. Rendah hati

  5. Panjang tangan

  6. Kepala dingin

  7. Naik daun

  8. Kambing hitam

Pilihan arti:

a. Orang yang gemar membaca.
b. Sombong.
c. Oleh-oleh.
d. Tenang dalam menghadapi masalah.
e. Sedang terkenal.
f. Orang yang dipersalahkan.
g. Tidak sombong.
h. Suka mencuri.

C. Tentukan Makna Kata Idiom!

Tuliskan arti kata idiom yang dicetak tebal pada kalimat berikut.

  1. Ibu membawa buah tangan dari pasar.

  2. Riko tidak besar kepala meskipun menjadi juara lomba.

  3. Sinta dikenal sebagai kutu buku di kelasnya.

  4. Ayah menghadapi masalah dengan kepala dingin.

  5. Meskipun kaya, Pak Hasan tetap rendah hati.

  6. Penyanyi itu sedang naik daun.

  7. Pak Dedi menjadi tangan kanan kepala sekolah.

  8. Toko tersebut gulung tikar karena terus mengalami kerugian.

D. Lengkapilah Kalimat Berikut!

Isilah bagian yang kosong dengan kata idiom yang tepat.

Pilihan: buah tangan, kutu buku, rendah hati, kepala dingin, besar kepala.

  1. Rina rajin membaca buku sehingga ia dijuluki ....

  2. Ayah membawa ... setelah pulang dari luar kota.

  3. Kita harus tetap ... meskipun mendapatkan banyak prestasi.

  4. Saat menghadapi masalah, kita harus berpikir dengan ....

  5. Walaupun menjadi juara, Dika tidak ....

E. Buatlah Kalimat Menggunakan Kata Idiom!

Buatlah satu kalimat yang tepat menggunakan setiap kata idiom berikut.

  1. Buah tangan: __________________________________

  2. Kutu buku: ____________________________________

  3. Rendah hati: ___________________________________

  4. Kepala dingin: _________________________________

  5. Naik daun: _____________________________________

F. Tugas Individu

Buatlah sebuah cerita sederhana dengan tema:

“Pengalaman Menyenangkan Bersama Teman”

Ketentuan:

  1. Cerita terdiri atas minimal 5 kalimat.

  2. Gunakan minimal 3 kata idiom yang berbeda.

  3. Tuliskan arti dari setiap idiom yang digunakan.

  4. Gunakan huruf kapital dan tanda baca yang tepat.

  5. Buatlah cerita yang menarik, runtut, dan mudah dipahami.

Kerjakan di buku tulis dengan rapi.

REFLEKSI PEMBELAJARAN

Untuk Siswa:

Alhamdulillah, hari ini ananda telah mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia tentang kata idiom dengan baik. Peserta didik diharapkan mampu memahami pengertian kata idiom, mengenali makna kiasan, serta menentukan arti idiom berdasarkan konteks kalimat. Peserta didik juga berlatih menggunakan kata idiom dalam kalimat dan cerita sederhana.

Untuk Guru:

Guru mengevaluasi pemahaman peserta didik mengenai pengertian, contoh, dan makna kata idiom. Guru memperhatikan kemampuan peserta didik dalam membedakan makna sebenarnya dan makna kiasan serta menggunakan idiom secara tepat. Hasil evaluasi digunakan untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran, baik berupa penguatan materi maupun latihan tambahan bagi peserta didik yang masih mengalami kesulitan.

KESIMPULAN PEMBELAJARAN

Pembelajaran Bahasa Indonesia tentang kata idiom membantu peserta didik memahami ungkapan yang memiliki makna khusus atau kiasan. Peserta didik belajar mengenali contoh idiom seperti buah tangan, besar kepala, kutu buku, dan kepala dingin. Dengan memahami kata idiom, peserta didik dapat menafsirkan makna kalimat dan teks dengan lebih tepat serta menggunakan ungkapan tersebut dalam komunikasi sehari-hari.

PENUTUP

Alhamdulillah, pembelajaran hari ini telah selesai. Semoga ilmu yang dipelajari bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.