Kamis, 26 Februari 2026

Materi ajar Kamis 26 Februari 2026

      

 

Hari/Tanggal                   : Kams 26 Februari 2026

Fase / Kelas                    : C / 6A

Muatan Pembelajaran     :    1.  IPAS (Globalisasi dan dampak dampaknya)
                                             2. Matematika (Skala Peluang)
Metode Pembelajaaran    :  1. IPAS (Cooperative Learning)
                                            2. Matematika (PBL)
Media Pembelajaran        : Video dan LKPD
                                           
Capaian Pembelajaran IPAS
                                           
Capaian Pembelajaran IPAS

Peserta didik memahami sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; hubungan antar komponen biotic dan abiotik serta pengaruhnya terhadap ekosistem; siklus air dan kaitannya dengan upaya menjaga ketersediaan air; fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; upaya penghematan energi serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim;sistem tata surya dan kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; letak dan kondisi geografis negara Indonesia melalui peta konvensional/digital; sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; keragaman budaya nasional yang dikaitkan dengan konteks kebinekaan berdasarkan pemahamannya terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlakudi wilayahnya; serta kegiatan ekonomi masyarakat dan ekonomi kreatif dilingkungan sekitar.

Tujuan Pembelajaran IPAS :

Murid dapat mngidentifikasi galobalisasi dan dampak dampaknya

Capaian Pembelajaran Matematika

Pada akhir fase C, peserta didik dapat mengonstruksi dan mengurai bangun ruang (kubus, balok, dan gabungannya) dan mengenali visualisasi spasial (bagian depan, atas, dan samping). Mereka dapat membandingkan karakteristik antar bangun datar dan antar bangun ruang. Mereka dapat menentukan lokasi pada peta yang menggunakan sistem berpetak.

Tujuan Pembelajaran Matematika

Murid dapat mengidentifikasi slaka peluang suatu kejadian

Materi  IPAS

 Pengertian Globalisasi
Globalisasi adalah proses menyatunya dunia melalui pertukaran informasi, teknologi, budaya, dan ekonomi yang melampaui batas negara. Akibatnya, manusia di seluruh dunia menjadi lebih saling terhubung dan saling memengaruhi satu sama lain.

2. Macam-Macam Globalisasi di Berbagai Bidang
a. Bidang Ekonomi
– Perdagangan internasional semakin luas.
– Munculnya produk luar negeri di pasar Indonesia.
– Banyak perusahaan asing berinvestasi di Indonesia.
Contoh: produk elektronik Jepang, makanan cepat saji Amerika, e-commerce global.

b. Bidang Politik
– Hubungan antarnegara makin erat melalui perjanjian dan organisasi internasional.
Contoh: ASEAN, PBB, dan G20.

c. Bidang Sosial
– Gaya hidup masyarakat menjadi lebih modern.
– Komunikasi dan interaksi antarnegara semakin mudah.

d. Bidang Budaya
– Masuknya budaya asing seperti musik, film, dan gaya berpakaian.
– Budaya Indonesia juga dikenal dunia, seperti batik dan gamelan.

e. Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
– Kemajuan teknologi komunikasi (internet, ponsel pintar).
– Informasi mudah diperoleh dan cepat tersebar.

3. Dampak Globalisasi
Dampak Positif:
– Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
– Mempermudah komunikasi dan transportasi.
– Meningkatkan perekonomian dan kesempatan kerja.
– Budaya Indonesia dikenal dunia.

Dampak Negatif:
– Lunturnya nilai dan budaya bangsa.
– Konsumerisme (gaya hidup berlebihan).
– Ketergantungan terhadap teknologi asing.
– Persaingan global yang semakin ketat.

4. Sikap yang Tepat dalam Menghadapi Globalisasi
– Selektif terhadap pengaruh budaya asing.
– Melestarikan budaya lokal.
– Menggunakan teknologi dengan bijak.
– Menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta produk Indonesia.

5. Kerjasama Antarnegara
a. Kerjasama Bilateral
Kerjasama antara dua negara.
Contoh: Indonesia – Jepang (otomotif), Indonesia – Australia (pendidikan).

b. Kerjasama Regional
Kerjasama antara negara-negara dalam satu kawasan.
Contoh: ASEAN (Asia Tenggara).

c. Kerjasama Multilateral
Kerjasama antara banyak negara tanpa batas wilayah.
Contoh: PBB.

d. Kerjasama Internasional
Kerjasama antara negara-negara di seluruh dunia.
Contoh: G20, WTO, WHO.

6. Peran Indonesia dalam Kerjasama Internasional
a. Di ASEAN
– Mengusulkan berdirinya ASEAN Charter.
– Mengembangkan kerjasama ekonomi dan pendidikan.
– Menjadi tuan rumah pertemuan ASEAN.

b. Di PBB
– Mengirim pasukan perdamaian Garuda.
– Aktif dalam sidang-sidang umum PBB.
– Mendukung perdamaian dunia dan hak asasi manusia.

7. Warisan Budaya Indonesia
a. Warisan Budaya Benda
Contoh: Candi Borobudur, Keraton Yogyakarta, batik, rumah adat.

Materi Matematika


A. Skala Peluang

  • Konsep: Peluang adalah perhitungan tentang seberapa mungkin terjadinya suatu kejadian. Kejadian dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori:
    • Tidak mungkin: Kejadian yang tidak akan pernah terjadi. Contoh: Matahari terbit dari barat
    • Kurang mungkin: Kejadian yang kecil kemungkinannya untuk terjadi. Contoh: Mendapatkan angka 6 saat melempar dadu
    • Mungkin: Kejadian yang memiliki kemungkinan seimbang untuk terjadi atau tidak terjadi. Contoh: Mendapatkan angka ganjil atau genap saat melempar dadu
    • Sangat mungkin: Kejadian yang besar kemungkinannya untuk terjadi. Contoh: Mendapatkan angka kurang dari 7 saat melempar dadu
    • Pasti: Kejadian yang pasti akan terjadi. Contoh: Matahari terbit dari timur

A.1. Seberapa Mungkin?

  • Skala Peluang: Skala peluang membantu kita menilai seberapa mungkin terjadinya suatu kejadian. Kita dapat menggunakan skala dari “tidak mungkin” hingga “pasti” untuk menggambarkan peluang suatu kejadian.
  • Contoh:
    • Dalam sebuah kotak terdapat 3 bola merah, 2 bola biru, dan 1 bola kuning.
    • Peluang mengambil bola merah adalah “sangat mungkin” karena jumlahnya paling banyak.
    • Peluang mengambil bola kuning adalah “kurang mungkin” karena jumlahnya paling sedikit.
    • Peluang mengambil bola hijau adalah “tidak mungkin” karena tidak ada bola hijau di dalam kotak.

B. Membandingkan Peluang Kejadian

  • Konsep: Peluang dapat digunakan untuk membandingkan kemungkinan terjadinya dua atau lebih kejadian. Hal ini membantu kita membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan informasi yang tersedia
  • Permainan Adil dan Kurang Adil:
    • Permainan adil adalah permainan di mana setiap pemain memiliki peluang menang yang sama.
    • Permainan kurang adil adalah permainan di mana peluang menang setiap pemain tidak sama.

B.1 Membandingkan Peluang dalam Permainan

  • Peluang dalam permainan dapat dihitung dengan melihat jumlah hasil yang diinginkan dibandingkan dengan total kemungkinan hasil
  • Contoh:
    • Melempar koin: Peluang mendapatkan sisi gambar atau angka adalah sama, yaitu 1 dari 2 kemungkinan, sehingga permainan ini adil.
    • Melempar dadu: Peluang mendapatkan angka 6 adalah 1 dari 6 kemungkinan, lebih kecil daripada peluang mendapatkan angka lainnya. Sehingga permainan ini kurang adil jika syarat menangnya adalah mendapatkan angka 6.
  • Pentingnya membandingkan peluang dalam permainan membantu kita memahami apakah permainan tersebut adil atau tidak.


B.2 Membandingkan Peluang dalam Kejadian Sehari-hari

  • Membandingkan peluang dalam kejadian sehari-hari membantu kita membuat keputusan yang lebih tepat berdasarkan informasi yang tersedia
  • Contoh:
    • Memilih antara dua kotak hadiah. Kotak pertama berisi 4 bola biru dan 3 bola merah. Kotak kedua berisi 3 bola biru dan 4 bola merah. Jika mengambil bola biru mendapatkan hadiah piring, maka peluang mendapatkan piring lebih besar di kotak pertama.
    • Memilih rute perjalanan berdasarkan kemungkinan kemacetan lalu lintas

Penutup
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.

Rabu, 25 Februari 2026

Materi Ajar Rabu, 25 Februari 2026

      



Hari tanggal                        : Rabu, 25 Febriari 2026

Fase / Kelas                        : C / 6A

Muatan Pembelajaran     :   1. Pendidikan Pancasila (Mengenal Wilayah provinsi lampung)
                                                2. Bahasa Indonesia (Menyusun Anggaran, memahami iklan dan kwintansi)
Metode Pembelajaaran    :  1. Project Based Learning (PjBL) (Pendidikan Pancasila)
                                                2. Problem BasedLearning(bahasa Indonesia)
Media Pembelajaran        : LKPD

Capaian Pembelajaran Pendidikan Pancasila 

Murid mampu menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.

Capaian Pembelaaran Bahasa Indonesia

Murid mampu memahami, menganalisis, dan menyajikan informasi dari berbagai teks (biografi, pidato) serta menggunakan kaidah kebahasaan dengan tepat untuk menyampaikan ide dan sikap kepedulian sosial.

Tujuan pembelajaran Pendidikan Pancasila 

· Murid dapat mengenal Wilayah Provinsi Lampung

Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia 

· Murid dapa membelanjakan uang dan menyusun anggaran sederhana dengan benar

· Murid dapat memahami iklan dan kwitansi dengan benar.


Materi Pendidikan Pancasila

Lampung adalah sebuah provinsi yang terletak di ujung selatan pulau Sumatera. Provinsi ini terdiri dari 13 kabupaten dan 2 kota dengan memiliki luas sebesar 34.623,80 KM2.

Hingga saat ini provinsi Lampung ini sudah mengalami banyak kemajuan mulai dari segi ekonomi, budaya, seni, pemerintahan, pendidikan, hingga pariwiisata. Maka tidak heran jika provinsi ini mendapat banyak sorotan hingga sampai luar negeri.

Provinsi Lampung menjadi salah satu daerah tersibuk di Indonesia bagian barat, terutama pada daerah ibu kotanya yakni Bandar Lampung jalanan di sini juga tidak kalah padatnya dengan di kota Jakarta.

Hal ini dikarenakan letak wilayahnya yang bisa dibilang sangat strategis karena merupakan pintu gerbang selatan pulau sumatera.

Pada batas wilayah provinsi Lampung, disebelah utara berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Bengkulu, sementara di sebelah selatan dan barat berbatasan dengan selat Sunda, sedangkan untuk wilayah timur berbatasan dengan Laut Jawa. Provinsi ini terdiri dari 13 kabupaten dan 2 kota yang antara lain adalah :

  • Kabupaten Lampung tengah
  • Kabupaten Lampung Utara
  • Kabupaten Lampung Selatan
  • Kabupaten Lampung Barat
  • Kabupaten Lampung Timur
  • Kabupaten Mesuji
  • Kabupaten Pesawaran
  • Kabupaten Pesisir Barat
  • Kabupaten Pringsewu
  • Kabupaten Tulang Bawang
  • Kabupaten Tulang Bawang Barat
  • Kabupaten Tanggamus
  • Kabupaten Way Kanan
  • Kota Bandar Lampung
  • Kota Metro

Provinsi Lampung juga memiliki bahasa daerah tersendiri yang terbagi atas dua dialek yaitu dialek “O” dan dialek “A”. untuk dialek “O” biasanya digunakan oleh masyarakat Pepaduan yakni Menggala, Abung, dan Menggala.

Selain itu juga terdapat 93 lokasi komplek situs purbakala yang antara lainnya adalah Taman Purbakala Pugung Raharjo di Lampung Timur, Situs Kebun Tebui, dan situs Batu Gedil di Tanggamus.

Selain itu disini juga terdapat situs peninggalan Islam yang berupa makam Islam di Wonosobo, Tanggamus, dan situs pekuburan Kuno di Banteng Sari, Lampumg Timur.

Materi Bahasa Indonesia

Iklan

Iklan adalah sarana untuk menyampaikan informasi mengenai produk atau jasa kepada masyarakat.


Tujuan Iklan :

1. Memberikan informasi.

2. Membujuk orang (persuasi).

3. Mengingatkan orang tentang sebuah produk.

Bahasa dalam Iklan

  • Persuasif: Sifatnya mengajak.
  • Singkat & Padat: Tidak bertele-tele agar mudah diingat.
  • Slogan: Kata-kata ajaib yang ikonik (Contoh: "Pasti Pas!" atau "Nyatanya nyegerin").
  • Positif: Selalu menonjolkan kebaikan produk.
  • Jenis Iklan Berdasarkan Tujuannya

    1. Iklan Komersial

    Tujuan Utamanya: Mencari keuntungan ekonomi (uang) dengan cara membujuk orang untuk membeli.

    Contoh Produk:

    • Makanan & Minuman.
    • Barang.
    • Jasa.

    2. Iklan Non-Komersial

    Tujuan Utamanya: Memberikan informasi, edukasi, atau ajakan untuk melakukan hal baik tanpa mencari untung uang.

    Siapa yang membuat?

    Biasanya instansi pemerintah atau organisasi sosial (Kementrian Kesehatan, UNICEF, dll).


Kuitansi adalah surat bukti penerimaan uang yang ditandatangani oleh penerima uang dan diserahkan kepada penyetor uang.

FUNGSI KUITANSI

  • Sebagai bukti bahwa pembayaran telah dilakukan.
  • Sebagai alat bukti hukum jika terjadi perselisihan di kemudian hari.
  • Referensi pembukuan keuangan.


  • Nomor Kuitansi: Untuk urutan administrasi.
  • Nama Pemberi Vang: (Telah diterima dari...).
  • Jumlah Vang: Ditulis dalam angka (Rp) dan Huruf (Terbilang).
  • Tujuan Pembayaran: (Untuk pembayaran...).
  • Tempat dan Tanggal: Waktu transaksi.
  • Nama Penerima & Tanda Tangan.
  • Materai: (Jika nominalnya besar, sesuai aturan pemerintah).



  • Penutup
    Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.

    Selasa, 24 Februari 2026

    Materi Ajar Selasa, 24 Februari 2026

         

    Hari tanggal                        : Selasa 24 Febriari 2026

    Fase / Kelas                        : C / 6A

    Muatan Pembelajaran     :   1. Pendidikan Pancasila (Mengenal Wilayah provinsi lampung

                                                     2. Bahasa Indonesia (Menyusun Anggaran, memahami iklan dan kwintansi)

    Metode Pembelajaaran    :  1. Project Based Learning (PjBL) (Pendidikan Pancasila)

                                                    2. Problem BasedLearning(bahasa Indonesia)

    Media Pembelajaran        : LKPD


    Capaian Pembelajaran Pendidikan Pancasila 

    Murid mampu menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.

    Capaian Pembelaaran Bahasa Indonesia

    Murid mampu memahami, menganalisis, dan menyajikan informasi dari berbagai teks (biografi, pidato) serta menggunakan kaidah kebahasaan dengan tepat untuk menyampaikan ide dan sikap kepedulian sosial.

    Tujuan pembelajaran Pendidikan Pancasila 

    · Murid dapat mengenal Wilayah Provinsi Lampung

    Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia 

    · Murid dapa membelanjakan uang dan menyusun anggaran sederhana dengan benar

    · Murid dapat memahami iklan dan kwitansi dengan benar.


    Materi Pendidikan Pancasila

    Lampung adalah sebuah provinsi yang terletak di ujung selatan pulau Sumatera. Provinsi ini terdiri dari 13 kabupaten dan 2 kota dengan memiliki luas sebesar 34.623,80 KM2.

    Hingga saat ini provinsi Lampung ini sudah mengalami banyak kemajuan mulai dari segi ekonomi, budaya, seni, pemerintahan, pendidikan, hingga pariwiisata. Maka tidak heran jika provinsi ini mendapat banyak sorotan hingga sampai luar negeri.

    Provinsi Lampung menjadi salah satu daerah tersibuk di Indonesia bagian barat, terutama pada daerah ibu kotanya yakni Bandar Lampung jalanan di sini juga tidak kalah padatnya dengan di kota Jakarta.

    Hal ini dikarenakan letak wilayahnya yang bisa dibilang sangat strategis karena merupakan pintu gerbang selatan pulau sumatera.

    Pada batas wilayah provinsi Lampung, disebelah utara berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Bengkulu, sementara di sebelah selatan dan barat berbatasan dengan selat Sunda, sedangkan untuk wilayah timur berbatasan dengan Laut Jawa. Provinsi ini terdiri dari 13 kabupaten dan 2 kota yang antara lain adalah :

    • Kabupaten Lampung tengah
    • Kabupaten Lampung Utara
    • Kabupaten Lampung Selatan
    • Kabupaten Lampung Barat
    • Kabupaten Lampung Timur
    • Kabupaten Mesuji
    • Kabupaten Pesawaran
    • Kabupaten Pesisir Barat
    • Kabupaten Pringsewu
    • Kabupaten Tulang Bawang
    • Kabupaten Tulang Bawang Barat
    • Kabupaten Tanggamus
    • Kabupaten Way Kanan
    • Kota Bandar Lampung
    • Kota Metro

    Provinsi Lampung juga memiliki bahasa daerah tersendiri yang terbagi atas dua dialek yaitu dialek “O” dan dialek “A”. untuk dialek “O” biasanya digunakan oleh masyarakat Pepaduan yakni Menggala, Abung, dan Menggala.

    Selain itu juga terdapat 93 lokasi komplek situs purbakala yang antara lainnya adalah Taman Purbakala Pugung Raharjo di Lampung Timur, Situs Kebun Tebui, dan situs Batu Gedil di Tanggamus.

    Selain itu disini juga terdapat situs peninggalan Islam yang berupa makam Islam di Wonosobo, Tanggamus, dan situs pekuburan Kuno di Banteng Sari, Lampumg Timur.

    Materi Bahasa Indonesia

    Iklan

    Iklan adalah sarana untuk menyampaikan informasi mengenai produk atau jasa kepada masyarakat.


    Tujuan Iklan :

    1. Memberikan informasi.

    2. Membujuk orang (persuasi).

    3. Mengingatkan orang tentang sebuah produk.

    Bahasa dalam Iklan

    • Persuasif: Sifatnya mengajak.
    • Singkat & Padat: Tidak bertele-tele agar mudah diingat.
    • Slogan: Kata-kata ajaib yang ikonik (Contoh: "Pasti Pas!" atau "Nyatanya nyegerin").
    • Positif: Selalu menonjolkan kebaikan produk.
    • Jenis Iklan Berdasarkan Tujuannya

      1. Iklan Komersial

      Tujuan Utamanya: Mencari keuntungan ekonomi (uang) dengan cara membujuk orang untuk membeli.

      Contoh Produk:

      • Makanan & Minuman.
      • Barang.
      • Jasa.

      2. Iklan Non-Komersial

      Tujuan Utamanya: Memberikan informasi, edukasi, atau ajakan untuk melakukan hal baik tanpa mencari untung uang.

      Siapa yang membuat?

      Biasanya instansi pemerintah atau organisasi sosial (Kementrian Kesehatan, UNICEF, dll).


    Kuitansi adalah surat bukti penerimaan uang yang ditandatangani oleh penerima uang dan diserahkan kepada penyetor uang.

    FUNGSI KUITANSI

    • Sebagai bukti bahwa pembayaran telah dilakukan.
    • Sebagai alat bukti hukum jika terjadi perselisihan di kemudian hari.
    • Referensi pembukuan keuangan.


  • Nomor Kuitansi: Untuk urutan administrasi.
  • Nama Pemberi Vang: (Telah diterima dari...).
  • Jumlah Vang: Ditulis dalam angka (Rp) dan Huruf (Terbilang).
  • Tujuan Pembayaran: (Untuk pembayaran...).
  • Tempat dan Tanggal: Waktu transaksi.
  • Nama Penerima & Tanda Tangan.
  • Materai: (Jika nominalnya besar, sesuai aturan pemerintah).



  • Penutup
    Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.

    Senin, 23 Februari 2026

    Materi Ajar Senin, 23 Februari 2026

        

    Hari tanggal                        : Senin, 23 Februari 2026

    Fase / Kelas                        : C / 6A

    Muatan Pembelajaran     :   1. Pendidikan Pancasila (Mengenal Wilayah provinsi lampung)
                                                    2. Bahasa Indonesia (Menyusun Anggaran, memahami iklan dan kwintansi)
    Metode Pembelajaaran    :  1. Project Based Learning (PjBL) (Pendidikan Pancasila)
                                                    2. Problem BasedLearning(bahasa Indonesia)
    Media Pembelajaran        : LKPD

    Capaian Pembelajaran Pendidikan Pancasila 

    Murid mampu menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.

    Capaian Pembelaaran Bahasa Indonesia

    Murid mampu memahami, menganalisis, dan menyajikan informasi dari berbagai teks (biografi, pidato) serta menggunakan kaidah kebahasaan dengan tepat untuk menyampaikan ide dan sikap kepedulian sosial.

    Tujuan pembelajaran Pendidikan Pancasila 

    · Murid dapat mengenal Wilayah Provinsi Lampung

    Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia 

    · Murid dapa membelanjakan uang dan menyusun anggaran sederhana dengan benar

    · Murid dapat memahami iklan dan kwitansi dengan benar.


    Materi Pendidikan Pancasila

    Lampung adalah sebuah provinsi yang terletak di ujung selatan pulau Sumatera. Provinsi ini terdiri dari 13 kabupaten dan 2 kota dengan memiliki luas sebesar 34.623,80 KM2.

    Hingga saat ini provinsi Lampung ini sudah mengalami banyak kemajuan mulai dari segi ekonomi, budaya, seni, pemerintahan, pendidikan, hingga pariwiisata. Maka tidak heran jika provinsi ini mendapat banyak sorotan hingga sampai luar negeri.

    Provinsi Lampung menjadi salah satu daerah tersibuk di Indonesia bagian barat, terutama pada daerah ibu kotanya yakni Bandar Lampung jalanan di sini juga tidak kalah padatnya dengan di kota Jakarta.

    Hal ini dikarenakan letak wilayahnya yang bisa dibilang sangat strategis karena merupakan pintu gerbang selatan pulau sumatera.

    Pada batas wilayah provinsi Lampung, disebelah utara berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Bengkulu, sementara di sebelah selatan dan barat berbatasan dengan selat Sunda, sedangkan untuk wilayah timur berbatasan dengan Laut Jawa. Provinsi ini terdiri dari 13 kabupaten dan 2 kota yang antara lain adalah :

    • Kabupaten Lampung tengah
    • Kabupaten Lampung Utara
    • Kabupaten Lampung Selatan
    • Kabupaten Lampung Barat
    • Kabupaten Lampung Timur
    • Kabupaten Mesuji
    • Kabupaten Pesawaran
    • Kabupaten Pesisir Barat
    • Kabupaten Pringsewu
    • Kabupaten Tulang Bawang
    • Kabupaten Tulang Bawang Barat
    • Kabupaten Tanggamus
    • Kabupaten Way Kanan
    • Kota Bandar Lampung
    • Kota Metro

    Provinsi Lampung juga memiliki bahasa daerah tersendiri yang terbagi atas dua dialek yaitu dialek “O” dan dialek “A”. untuk dialek “O” biasanya digunakan oleh masyarakat Pepaduan yakni Menggala, Abung, dan Menggala.

    Selain itu juga terdapat 93 lokasi komplek situs purbakala yang antara lainnya adalah Taman Purbakala Pugung Raharjo di Lampung Timur, Situs Kebun Tebui, dan situs Batu Gedil di Tanggamus.

    Selain itu disini juga terdapat situs peninggalan Islam yang berupa makam Islam di Wonosobo, Tanggamus, dan situs pekuburan Kuno di Banteng Sari, Lampumg Timur.

    Materi Bahasa Indonesia

    Iklan

    Iklan adalah sarana untuk menyampaikan informasi mengenai produk atau jasa kepada masyarakat.


    Tujuan Iklan :

    1. Memberikan informasi.

    2. Membujuk orang (persuasi).

    3. Mengingatkan orang tentang sebuah produk.

    Bahasa dalam Iklan

    • Persuasif: Sifatnya mengajak.
    • Singkat & Padat: Tidak bertele-tele agar mudah diingat.
    • Slogan: Kata-kata ajaib yang ikonik (Contoh: "Pasti Pas!" atau "Nyatanya nyegerin").
    • Positif: Selalu menonjolkan kebaikan produk.
    • Jenis Iklan Berdasarkan Tujuannya

      1. Iklan Komersial

      Tujuan Utamanya: Mencari keuntungan ekonomi (uang) dengan cara membujuk orang untuk membeli.

      Contoh Produk:

      • Makanan & Minuman.
      • Barang.
      • Jasa.

      2. Iklan Non-Komersial

      Tujuan Utamanya: Memberikan informasi, edukasi, atau ajakan untuk melakukan hal baik tanpa mencari untung uang.

      Siapa yang membuat?

      Biasanya instansi pemerintah atau organisasi sosial (Kementrian Kesehatan, UNICEF, dll).


    Kuitansi adalah surat bukti penerimaan uang yang ditandatangani oleh penerima uang dan diserahkan kepada penyetor uang.

    FUNGSI KUITANSI

    • Sebagai bukti bahwa pembayaran telah dilakukan.
    • Sebagai alat bukti hukum jika terjadi perselisihan di kemudian hari.
    • Referensi pembukuan keuangan.


  • Nomor Kuitansi: Untuk urutan administrasi.
  • Nama Pemberi Vang: (Telah diterima dari...).
  • Jumlah Vang: Ditulis dalam angka (Rp) dan Huruf (Terbilang).
  • Tujuan Pembayaran: (Untuk pembayaran...).
  • Tempat dan Tanggal: Waktu transaksi.
  • Nama Penerima & Tanda Tangan.
  • Materai: (Jika nominalnya besar, sesuai aturan pemerintah).

  • Penutup
    Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.