Senin, 28 September 2026

Materi Ajar Bahasa Indonesia Senin, 28 September 2026

 

IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd
  2. Mapel : Bahasa Indonesia
  3. Hari/Tanggal : Senin, 28September 2026
  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)
  5. Materi : Huruf Kapital dan Kalimat Perintah
  6. Pertemuan ke : 18

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Menulis

Peserta didik mampu menulis berbagai tipe teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan/atau imajinasi dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif, menarik, dan/atau indah.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  1. memahami pengertian dan fungsi huruf kapital;
  2. mengidentifikasi penggunaan huruf kapital dalam kalimat;
  3. memahami aturan penggunaan huruf kapital pada awal kalimat;
  4. memahami penggunaan huruf kapital pada nama orang, nama tempat, nama hari, nama bulan, dan nama khusus;
  5. memperbaiki kesalahan penggunaan huruf kapital dalam kalimat;
  6. memahami pengertian dan ciri-ciri kalimat perintah;
  7. mengidentifikasi kalimat perintah dalam sebuah teks;
  8. membuat kalimat perintah dengan menggunakan bahasa yang santun;
  9. menggunakan huruf kapital dan tanda baca yang tepat dalam menulis kalimat;
  10. menulis teks sederhana dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital dan kalimat perintah.

TP Mindful, Meaningful dan Joyful

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

  1. Peserta didik mampu menyadari pentingnya penggunaan huruf kapital dalam tulisan.
  2. Peserta didik mampu memperhatikan penggunaan huruf kapital pada setiap kalimat yang ditulis.
  3. Peserta didik mampu mengenali kalimat perintah dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Peserta didik mampu menggunakan kalimat perintah dengan bahasa yang santun.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

  1. Peserta didik mampu menghubungkan penggunaan huruf kapital dengan kegiatan menulis sehari-hari.
  2. Peserta didik mampu menemukan contoh kalimat perintah di lingkungan rumah dan sekolah.
  3. Peserta didik mampu menggunakan kalimat perintah untuk menyampaikan pesan atau instruksi kepada orang lain.
  4. Peserta didik memahami bahwa penggunaan huruf kapital dan kalimat perintah yang tepat membuat tulisan lebih mudah dipahami.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

  1. Peserta didik menemukan contoh penggunaan huruf kapital melalui permainan atau kegiatan sederhana.
  2. Peserta didik membuat contoh kalimat perintah yang menarik dan santun.
  3. Peserta didik memperbaiki kalimat yang salah secara berkelompok.
  4. Peserta didik membuat teks sederhana dengan menggunakan huruf kapital dan kalimat perintah.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Murid dapat menulis berbagai tipe teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan/atau imajinasi dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif, menarik, dan/atau indah.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Alhamdulillah, sebelum kita masuk ke pembelajaran Bahasa Indonesia, mari kita bersyukur kepada Allah SWT karena telah diberikan kesempatan untuk belajar dan menambah ilmu pengetahuan.

Apersepsi

Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik:

“Anak-anak, pernahkah kalian melihat tulisan yang menggunakan huruf besar?”

“Mengapa nama seseorang biasanya ditulis menggunakan huruf kapital?”

“Pernahkah kalian mendengar seseorang memberikan perintah?”

“Apa contoh perintah yang sering kalian dengar di sekolah?”

Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan pembelajaran:

“Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan tulisan dan kalimat untuk menyampaikan informasi atau perintah. Agar tulisan mudah dipahami, kita perlu menggunakan huruf kapital dengan tepat. Kita juga perlu menggunakan kalimat perintah dengan bahasa yang santun. Hari ini kita akan belajar tentang huruf kapital dan kalimat perintah.”

MATERI: HURUF KAPITAL DAN KALIMAT PERINTAH

A. Pengertian Huruf Kapital

Huruf kapital adalah huruf yang berukuran lebih besar daripada huruf biasa dan digunakan pada bagian-bagian tertentu dalam tulisan sesuai dengan aturan bahasa Indonesia.

Contoh:

  • Yuyun sedang membaca buku.
  • Bandar Lampung adalah ibu kota Provinsi Lampung.
  • Senin adalah hari pertama dalam kegiatan sekolah.

B. Penggunaan Huruf Kapital

Huruf kapital digunakan pada beberapa bagian berikut.

1. Awal kalimat

Huruf pertama pada awal kalimat harus menggunakan huruf kapital.

Contoh:

  • Ayah sedang membaca koran.
  • Saya pergi ke sekolah.
  • Mereka bermain di halaman.

Salah:

  • saya pergi ke sekolah.

Benar:

  • Saya pergi ke sekolah.

2. Nama orang

Huruf kapital digunakan pada awal nama orang.

Contoh:

  • Yuyun sedang mengajar.
  • Rani membaca buku.
  • Budi bermain sepak bola.

3. Nama tempat

Huruf kapital digunakan pada nama tempat atau wilayah tertentu.

Contoh:

  • Lampung
  • Bandar Lampung
  • Jakarta
  • Indonesia

Contoh kalimat:

Rani tinggal di Bandar Lampung.

4. Nama hari dan bulan

Huruf kapital digunakan pada nama hari dan bulan.

Contoh:

  • Senin
  • Selasa
  • Januari
  • September

Contoh kalimat:

Kami belajar Bahasa Indonesia pada hari Selasa.

Bulan September memiliki tiga puluh hari.

5. Nama khusus

Huruf kapital digunakan pada nama khusus, seperti nama lembaga, sekolah, atau organisasi tertentu.

Contoh:

  • SD Negeri 1 Terbanggi Besar
  • Bahasa Indonesia
  • Provinsi Lampung

C. Kesalahan Penggunaan Huruf Kapital

Perhatikan contoh berikut!

❌ yuyun pergi ke bandar lampung pada hari senin.

Perbaikannya:

✅ Yuyun pergi ke Bandar Lampung pada hari Senin.

Perhatikan bahwa huruf kapital digunakan pada nama orang, nama tempat, dan nama hari.

D. Pengertian Kalimat Perintah

Kalimat perintah adalah kalimat yang digunakan untuk memberikan perintah, ajakan, larangan, atau instruksi kepada seseorang agar melakukan sesuatu.

Contoh:

  • Tutup pintu itu!
  • Bukalah bukumu!
  • Rapikan meja kalian!
  • Tolong ambilkan buku itu!

Kalimat perintah biasanya diakhiri dengan tanda seru (!), terutama jika perintah disampaikan dengan tegas.

E. Ciri-Ciri Kalimat Perintah

Ciri-ciri kalimat perintah antara lain:

  1. berisi perintah atau instruksi;
  2. meminta seseorang melakukan sesuatu;
  3. dapat menggunakan kata tolong, silakan, atau mari;
  4. biasanya menggunakan tanda seru (!);
  5. sebaiknya disampaikan dengan bahasa yang santun.

Contoh:

Tolong tutup pintunya!

Silakan duduk dengan tertib!

Rapikan buku-bukumu!

F. Jenis-Jenis Kalimat Perintah

1. Perintah biasa

Digunakan untuk meminta seseorang melakukan sesuatu.

Contoh:

Buka bukumu!

Kerjakan tugasmu!

2. Perintah dengan kata “tolong”

Digunakan agar perintah terdengar lebih santun.

Contoh:

Tolong ambilkan pensil saya!

Tolong rapikan meja ini!

3. Kalimat larangan

Digunakan untuk melarang seseorang melakukan sesuatu.

Contoh:

Jangan membuang sampah sembarangan!

Jangan berlari di dalam kelas!

4. Kalimat ajakan

Digunakan untuk mengajak seseorang melakukan sesuatu bersama-sama.

Contoh:

Mari kita menjaga kebersihan kelas!

Ayo belajar bersama!

G. Menggunakan Huruf Kapital dan Kalimat Perintah

Ketika membuat kalimat perintah, kita juga harus memperhatikan penggunaan huruf kapital.

Contoh:

❌ tolong rapikan meja kalian!

✅ Tolong rapikan meja kalian!

Contoh lainnya:

❌ jangan membuang sampah sembarangan!

✅ Jangan membuang sampah sembarangan!

Dengan demikian, kalimat ditulis dengan huruf kapital pada awal kalimat dan menggunakan tanda baca yang tepat.

H. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Perhatikan kalimat berikut:

  1. Tolong buanglah sampah pada tempatnya!
  2. Rapikan tempat tidurmu!
  3. Jangan mencoret-coret dinding!
  4. Ayo kita membersihkan kelas!
  5. Silakan antre dengan tertib!

Kalimat-kalimat tersebut dapat kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan tetap memperhatikan kesantunan dalam berbicara.

I. Langkah-Langkah Menulis Kalimat Perintah

  1. Tentukan kegiatan yang ingin diperintahkan.
  2. Pilih kata yang sesuai.
  3. Gunakan bahasa yang santun.
  4. Awali kalimat dengan huruf kapital.
  5. Gunakan tanda baca yang tepat.
  6. Bacalah kembali kalimat yang telah dibuat.
  7. Pastikan kalimat mudah dipahami.

Latihan Soal

A. Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa yang dimaksud dengan huruf kapital?
  2. Kapan huruf kapital digunakan pada awal kalimat?
  3. Sebutkan tiga contoh penggunaan huruf kapital!
  4. Apa yang dimaksud dengan kalimat perintah?
  5. Sebutkan tiga ciri kalimat perintah!
  6. Buatlah satu contoh kalimat perintah!
  7. Buatlah satu contoh kalimat larangan!
  8. Buatlah satu contoh kalimat ajakan!
  9. Mengapa kita harus menggunakan huruf kapital dengan tepat?
  10. Mengapa kalimat perintah sebaiknya disampaikan dengan bahasa yang santun?

B. Perbaikilah Penggunaan Huruf Kapital!

Perbaiki kalimat berikut agar penggunaan huruf kapitalnya tepat!

  1. yuyun pergi ke sekolah pada hari senin.
  2. rani tinggal di bandar lampung.
  3. pada bulan september kami mengikuti kegiatan sekolah.
  4. budi dan andi sedang membaca buku.
  5. indonesia memiliki banyak budaya.

C. Tentukan Kalimat Perintah!

Berilah tanda ✓ pada kalimat yang merupakan kalimat perintah!

  1. (___) Tolong tutup pintunya!
  2. (___) Rani sedang membaca buku.
  3. (___) Jangan berlari di dalam kelas!
  4. (___) Silakan duduk dengan tertib!
  5. (___) Budi bermain sepak bola.

D. Buatlah Kalimat Perintah!

Buatlah kalimat perintah berdasarkan kegiatan berikut:

  1. Membersihkan kelas: ______________________________
  2. Merapikan buku: _________________________________
  3. Membuang sampah: _______________________________
  4. Membuka buku pelajaran: _________________________
  5. Menjaga kebersihan: _____________________________

E. Tugas Individu

Buatlah sebuah teks sederhana bertema:

“Menjaga Kebersihan Sekolah”

Dalam teks tersebut, tuliskan minimal 5 kalimat yang memuat:

  1. penggunaan huruf kapital yang tepat;
  2. minimal 3 kalimat perintah;
  3. penggunaan tanda baca yang tepat;
  4. bahasa yang santun dan mudah dipahami.

Kerjakan di buku tulis.


Penutup

Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Materi Ajar Matematika Senin, 28 September 2026

 

IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

  2. Mapel : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Senin, 28 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

  5. Materi : Pecahan

  6. Pertemuan ke : 18

Capaian Pembelajaran

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000, termasuk membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan, serta melakukan operasi hitung. Peserta didik juga mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB serta membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

  1. memahami konsep pecahan dan pecahan campuran;

  2. membandingkan berbagai pecahan dengan tepat;

  3. mengurutkan berbagai pecahan dari yang terkecil hingga terbesar atau sebaliknya;

  4. membandingkan dan mengurutkan pecahan campuran;

  5. melakukan operasi penjumlahan pecahan dengan penyebut yang sama maupun berbeda;

  6. menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan perbandingan, pengurutan, dan penjumlahan pecahan.

TP Mindful, Meaningful dan Joyful

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

  1. Peserta didik mampu memahami konsep pecahan dengan penuh perhatian dan teliti.

  2. Peserta didik mampu membandingkan dan mengurutkan pecahan dengan memperhatikan pembilang dan penyebut serta menggunakan langkah yang benar.

  3. Peserta didik menyadari pentingnya ketelitian dalam melakukan operasi penjumlahan pecahan agar memperoleh hasil yang tepat.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

  1. Peserta didik mampu menghubungkan konsep pecahan dengan kehidupan sehari-hari, seperti membagi makanan, mengukur bahan, dan menentukan bagian dari suatu benda.

  2. Peserta didik memahami bahwa membandingkan dan mengurutkan pecahan dapat membantu menentukan bagian yang lebih besar atau lebih kecil.

  3. Peserta didik mampu menerapkan penjumlahan pecahan dalam permasalahan sehari-hari.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

  1. Peserta didik mampu memahami pecahan melalui kegiatan yang menyenangkan seperti permainan kartu pecahan, gambar pecahan, diskusi kelompok, dan latihan soal.

  2. Peserta didik menunjukkan rasa percaya diri, aktif berdiskusi, bekerja sama, dan menikmati kegiatan pembelajaran Matematika.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran, serta melakukan operasi penjumlahan pecahan.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Matematika mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.



A. Pengertian Pecahan

Pecahan adalah bilangan yang menyatakan bagian dari keseluruhan.

Contoh:

1/2 dibaca satu per dua atau setengah.

Pada pecahan 1/2:

  • 1 disebut pembilang.

  • 2 disebut penyebut.

B. Membandingkan Pecahan

Membandingkan pecahan berarti menentukan pecahan mana yang lebih besar, lebih kecil, atau sama.

Contoh:

1/2 > 1/4

Artinya, satu per dua lebih besar daripada satu per empat.

Untuk pecahan dengan penyebut berbeda, pecahan dapat disamakan penyebutnya terlebih dahulu.

C. Mengurutkan Pecahan

Pecahan dapat diurutkan dari yang terkecil ke terbesar atau dari yang terbesar ke terkecil.

Contoh:

1/4, 1/2, 3/4

Urutan dari yang terkecil adalah:

1/4 < 1/2 < 3/4

D. Pecahan Campuran

Pecahan campuran adalah pecahan yang terdiri atas bilangan bulat dan pecahan.

Contoh:

2 1/3

Dibaca dua satu per tiga.

Pecahan campuran dapat dibandingkan dengan melihat bagian bilangan bulat terlebih dahulu. Jika bilangan bulatnya sama, maka bandingkan bagian pecahannya.

Contoh:

2 1/4 < 2 3/4

E. Penjumlahan Pecahan

1. Penjumlahan pecahan dengan penyebut sama

Jika penyebutnya sama, jumlahkan pembilangnya dan penyebut tetap.

Contoh:

2/7 + 3/7 = 5/7

2. Penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda

Jika penyebut berbeda, samakan penyebut terlebih dahulu.

Contoh:

1/2 + 1/4

KPK dari 2 dan 4 adalah 4.

1/2 = 2/4

Maka:

2/4 + 1/4 = 3/4

Jadi, hasilnya adalah 3/4.

3. Penjumlahan pecahan campuran

Contoh:

1 1/2 + 2 1/2 = 4

Bilangan bulat dijumlahkan dengan bilangan bulat dan bagian pecahan dijumlahkan dengan bagian pecahan.

Latihan Soal

Peserta didik mengerjakan latihan soal tentang:

  1. membandingkan pecahan;

  2. mengurutkan pecahan;

  3. membandingkan dan mengurutkan pecahan campuran;

  4. menjumlahkan pecahan dengan penyebut sama;

  5. menjumlahkan pecahan dengan penyebut berbeda;

  6. menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan.


Penutup

Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jumat, 25 September 2026

Materi Ajar Kokulikuler Jumat, 24 September 2026

 



IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

  2. Mapel : Kokulikuler

  3. Hari/Tanggal : Jumat, 25 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

  5. Materi : Tarian Khas La,pung

  6. Pertemuan ke : 17

Capaian Pembelajaran
:
  Peserta didik mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas daerah. Peserta didik mampu mengidentifikasi nama, asal, makna, fungsi, kostum, properti, serta gerak dasar tari tradisional Lampung. Peserta didik menunjukkan sikap bangga, menghargai keberagaman budaya, bekerja sama, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan mengenal serta mempraktikkan gerak dasar tari tradisional Lampung sebagai bentuk pelestarian budaya bangsa.

Tujuan Pembelajaran
:
Peserta didik mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas daerah, mampu mengidentifikasi nama, asal, makna, fungsi, kostum, properti, serta gerak dasar tari tradisional Lampung, serta menunjukkan sikap bangga dan menghargai keberagaman budaya.

TP Mindful, Meaningful, dan Joyful:

  • 1. Mindful Learning (Berkesadaran)
    Peserta didik mampu mengamati dan mengenali keberagaman tari tradisional Lampung dengan penuh perhatian melalui gambar, video, atau pertunjukan, kemudian mengidentifikasi nama, asal daerah, makna, fungsi, kostum, properti, dan gerak dasar tari serta menyadari bahwa setiap tari memiliki nilai dan identitas budaya yang perlu dihargai.

    2. Meaningful Learning (Bermakna)
    Peserta didik mampu menghubungkan unsur dan makna tari tradisional Lampung dengan kehidupan masyarakat, nilai-nilai budaya, dan identitas daerah, serta merefleksikan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari keberagaman budaya Indonesia.

    3. Joyful Learning (Menggembirakan)
    Peserta didik mampu menirukan dan mengeksplorasi gerak dasar tari tradisional Lampung secara sederhana melalui kegiatan yang menyenangkan, kreatif, dan kolaboratif, serta menunjukkan rasa percaya diri, bangga, dan menghargai keberagaman budaya.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran):

  1. mengenali dan mengidentifikasi keberagaman tari tradisional Lampung berdasarkan nama dan asal daerahnya dengan penuh perhatian serta menunjukkan sikap menghargai keberagaman budaya.

  2. menghubungkan makna, fungsi, kostum, properti, dan gerak dasar tari tradisional Lampung dengan kehidupan serta identitas masyarakat Lampung.

  3. menirukan dan mengeksplorasi gerak dasar tari tradisional Lampung secara sederhana dengan percaya diri, kreatif, dan menghargai karakteristik gerak tari.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Kokulikuler mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.
Apersepsi

"Anak-anak, Allah Swt. menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, bahasa, dan budaya. Perbedaan tersebut bukan untuk saling membeda-bedakan, tetapi agar kita saling mengenal, menghargai, dan hidup berdampingan."

"Indonesia adalah negara yang memiliki banyak sekali budaya. Salah satunya adalah budaya Lampung, daerah tempat kita tinggal. Lampung memiliki berbagai tarian tradisional yang memiliki gerakan, pakaian, musik, dan makna yang khas. Keberagaman tarian tersebut merupakan kekayaan budaya yang patut kita syukuri dan kita lestarikan."

Materi :
Eksplorasi tarian Lampung mencakup pelestarian ragam seni gerak tradisional dan kreasi baru yang kaya makna budaya, seperti Tari Sigeh Pengunten, Tari Bedana, dan Tari Melinting.

Jenis-Jenis Tarian Utama :
1. Tari Sigeh Pengunten: Gabungan adat Pepadun dan Saibatin untuk menyambut tamu agung.
2. Tari Bedana: Tarian pergaulan bernapas Islam yang melambangkan keterbukaan masyarakat.
3. Tari Cangget: Ritual pemuda-pemudi dalam acara adat, panen raya, atau pernikahan.Tari Melinting: Tarian klasik dari Lampung Timur yang dibawakan bangsawan kerajaan.
4. Tari Tuping: Drama tari topeng tradisional yang menggambarkan kepahlawanan dan rasa syukur.Unsur dan Ciri KhasGerakan: Lembut, dinamis, serta sarat gestur penghormatan dan keramahan.
5. Tari Cak Culay Na'bui Na'bui digunakan sebagai tari hiburan dan pergaulan masyarakat, yang menggambarkan suasana gembira, kebersamaan, dan interaksi sosial.

Busana: Didominasi warna cerah dengan mahkota khas seperti Siger dan atribut keemasan.Musik: Diiringi alat musik tradisional seperti gamolan pekhing, gundang, dan petting atau gitar tunggal. Salah satu tarian Lampung 

Penutup 

Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.

Kamis, 24 September 2026

Materi ajar Kokulikuler Kamis, 24 September 2026

 



IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

  2. Mapel : Kokulikuler

  3. Hari/Tanggal : Kamis, 24 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

  5. Materi : Tarian Khas La,pung

  6. Pertemuan ke : 16

Capaian Pembelajaran
:
  Peserta didik mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas daerah. Peserta didik mampu mengidentifikasi nama, asal, makna, fungsi, kostum, properti, serta gerak dasar tari tradisional Lampung. Peserta didik menunjukkan sikap bangga, menghargai keberagaman budaya, bekerja sama, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan mengenal serta mempraktikkan gerak dasar tari tradisional Lampung sebagai bentuk pelestarian budaya bangsa.

Tujuan Pembelajaran
:
Peserta didik mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas daerah, mampu mengidentifikasi nama, asal, makna, fungsi, kostum, properti, serta gerak dasar tari tradisional Lampung, serta menunjukkan sikap bangga dan menghargai keberagaman budaya.

TP Mindful, Meaningful, dan Joyful:

  • 1. Mindful Learning (Berkesadaran)
    Peserta didik mampu mengamati dan mengenali keberagaman tari tradisional Lampung dengan penuh perhatian melalui gambar, video, atau pertunjukan, kemudian mengidentifikasi nama, asal daerah, makna, fungsi, kostum, properti, dan gerak dasar tari serta menyadari bahwa setiap tari memiliki nilai dan identitas budaya yang perlu dihargai.

    2. Meaningful Learning (Bermakna)
    Peserta didik mampu menghubungkan unsur dan makna tari tradisional Lampung dengan kehidupan masyarakat, nilai-nilai budaya, dan identitas daerah, serta merefleksikan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari keberagaman budaya Indonesia.

    3. Joyful Learning (Menggembirakan)
    Peserta didik mampu menirukan dan mengeksplorasi gerak dasar tari tradisional Lampung secara sederhana melalui kegiatan yang menyenangkan, kreatif, dan kolaboratif, serta menunjukkan rasa percaya diri, bangga, dan menghargai keberagaman budaya.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran):

  1. mengenali dan mengidentifikasi keberagaman tari tradisional Lampung berdasarkan nama dan asal daerahnya dengan penuh perhatian serta menunjukkan sikap menghargai keberagaman budaya.

  2. menghubungkan makna, fungsi, kostum, properti, dan gerak dasar tari tradisional Lampung dengan kehidupan serta identitas masyarakat Lampung.

  3. menirukan dan mengeksplorasi gerak dasar tari tradisional Lampung secara sederhana dengan percaya diri, kreatif, dan menghargai karakteristik gerak tari.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Kokulikuler mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.
Apersepsi

"Anak-anak, Allah Swt. menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, bahasa, dan budaya. Perbedaan tersebut bukan untuk saling membeda-bedakan, tetapi agar kita saling mengenal, menghargai, dan hidup berdampingan."

"Indonesia adalah negara yang memiliki banyak sekali budaya. Salah satunya adalah budaya Lampung, daerah tempat kita tinggal. Lampung memiliki berbagai tarian tradisional yang memiliki gerakan, pakaian, musik, dan makna yang khas. Keberagaman tarian tersebut merupakan kekayaan budaya yang patut kita syukuri dan kita lestarikan."

Materi :
Eksplorasi tarian Lampung mencakup pelestarian ragam seni gerak tradisional dan kreasi baru yang kaya makna budaya, seperti Tari Sigeh Pengunten, Tari Bedana, dan Tari Melinting.

Jenis-Jenis Tarian Utama :
1. Tari Sigeh Pengunten: Gabungan adat Pepadun dan Saibatin untuk menyambut tamu agung.
2. Tari Bedana: Tarian pergaulan bernapas Islam yang melambangkan keterbukaan masyarakat.
3. Tari Cangget: Ritual pemuda-pemudi dalam acara adat, panen raya, atau pernikahan.Tari Melinting: Tarian klasik dari Lampung Timur yang dibawakan bangsawan kerajaan.
4. Tari Tuping: Drama tari topeng tradisional yang menggambarkan kepahlawanan dan rasa syukur.Unsur dan Ciri KhasGerakan: Lembut, dinamis, serta sarat gestur penghormatan dan keramahan.
5. Tari Cak Culay Na'bui Na'bui digunakan sebagai tari hiburan dan pergaulan masyarakat, yang menggambarkan suasana gembira, kebersamaan, dan interaksi sosial.

Busana: Didominasi warna cerah dengan mahkota khas seperti Siger dan atribut keemasan.Musik: Diiringi alat musik tradisional seperti gamolan pekhing, gundang, dan petting atau gitar tunggal. Salah satu tarian Lampung 

Refleksi Pembelajaran

  • Untuk Siswa: Alhamdulillah, hari ini ananda mengikuti kegiatan kokurikuler dengan baik. Ananda dapat mengenal dan memahami berbagai hal tentang tarian daerah Lampung, serta menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan. Siswa dapat mengenal gerakan dan makna sederhana yang terdapat dalam tarian Lampung serta ikut berpartisipasi dengan tertib dan percaya diri.
  • Untuk Guru: Pembelajaran kokurikuler berjalan dengan baik dan siswa menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan. Guru memberikan arahan dan contoh gerakan agar siswa lebih mudah memahami dan mempraktikkan tarian Lampung. Kegiatan juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya daerah.

Kesimpulan Pembelajaran

Kegiatan kokurikuler hari ini memberikan pengalaman kepada siswa untuk mengenal dan melestarikan budaya daerah Lampung melalui seni tari. Siswa memahami bahwa tarian daerah merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu dihargai, dijaga, dan dilestarikan.

Penutup 

Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.