Rabu, 16 September 2026

Materi Ajar Bahasa Indonesia Rabu, 16 September 2026

 

IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd
  2. Mapel : Bahasa Indonesia
  3. Hari/Tanggal : Rabu, 16 September 2026
  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)
  5. Materi : Awalan me-, pe-, dan akhiran -lah, -kan
  6. Pertemuan ke : 16

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Membaca dan Memirsa

Peserta didik mampu memahami informasi dan kosakata baru dari berbagai tipe teks; memahami makna kata, ungkapan, serta penggunaan bahasa dalam berbagai konteks; serta menggunakan kosakata secara tepat dalam berkomunikasi.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  1. memahami pengertian awalan me- dan pe-;
  2. memahami pengertian akhiran -lah dan -kan;
  3. mengidentifikasi kata yang menggunakan awalan me-;
  4. mengidentifikasi kata yang menggunakan awalan pe-;
  5. mengidentifikasi kata yang menggunakan akhiran -lah dan -kan;
  6. menjelaskan perubahan bentuk kata setelah mendapat imbuhan;
  7. menggunakan kata berimbuhan me-, pe-, -lah, dan -kan dalam kalimat dengan tepat.

TP Mindful, Meaningful dan Joyful

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

  1. Peserta didik mampu memperhatikan perubahan bentuk kata setelah mendapatkan imbuhan.
  2. Peserta didik mampu membedakan penggunaan awalan me-, pe-, serta akhiran -lah dan -kan dengan teliti.
  3. Peserta didik mampu menggunakan kata berimbuhan secara tepat dalam kalimat.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

  1. Peserta didik mampu menemukan penggunaan kata berimbuhan dalam percakapan dan bacaan sehari-hari.
  2. Peserta didik memahami bahwa imbuhan dapat mengubah bentuk dan makna kata.
  3. Peserta didik mampu menggunakan kata berimbuhan dalam komunikasi sehari-hari.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

  1. Peserta didik memahami materi melalui kegiatan mencari, mengelompokkan, dan membuat kata berimbuhan.
  2. Peserta didik aktif berdiskusi dan bekerja sama dalam menemukan contoh kata berimbuhan.
  3. Peserta didik dapat bermain kata dengan mengubah kata dasar menjadi kata berimbuhan.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

  1. Peserta didik memahami pengertian imbuhan.
  2. Peserta didik memahami fungsi awalan me- dan pe-.
  3. Peserta didik memahami fungsi akhiran -lah dan -kan.
  4. Peserta didik mengidentifikasi kata berimbuhan me-, pe-, -lah, dan -kan.
  5. Peserta didik menentukan kata dasar dari kata berimbuhan.
  6. Peserta didik menggunakan kata berimbuhan dalam kalimat dengan tepat.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi ajma’iin, wa mantabi’ahum biihsaanin ilaa yaumiddiin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Bahasa Indonesia, mari kita renungkan kebesaran Allah SWT.

  • Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan manusia dengan akal dan kemampuan untuk belajar, berpikir, berbicara, dan berkomunikasi.
  • Al-'Alim (Maha Mengetahui): Allah SWT mengetahui segala sesuatu. Oleh karena itu, kita harus senantiasa belajar dan menggunakan ilmu yang dimiliki untuk kebaikan.
  • Al-Hakim (Maha Bijaksana): Allah SWT mengajarkan kita untuk bertindak dengan bijaksana, termasuk ketika berbicara dan menggunakan bahasa dengan baik.

Apersepsi

“Anak-anak, coba perhatikan kata berikut: baca dan membaca. Apakah kedua kata tersebut memiliki bentuk yang sama?”

“Kata membaca berasal dari kata dasar apa?”

“Bagaimana dengan kata pembaca? Apa hubungan kata pembaca dengan kata membaca?”

“Pernahkah kalian mendengar kata seperti bacalah, ambilkan, tulislah, atau bersihkan?”

Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan pembelajaran:

“Kata-kata tersebut mengalami perubahan karena mendapatkan imbuhan. Hari ini kita akan belajar tentang awalan me-, awalan pe-, serta akhiran -lah dan -kan.”

MATERI: AWALAN ME-, PE-, DAN AKHIRAN -LAH, -KAN



A. Pengertian Imbuhan

Imbuhan adalah tambahan yang diberikan pada kata dasar sehingga membentuk kata baru.

Contoh:

  • baca → membaca
  • tulis → menulis
  • kerja → pekerja
  • baca → bacalah
  • bersih → bersihkan

Imbuhan yang dipelajari kali ini adalah:

  1. awalan me-;
  2. awalan pe-;
  3. akhiran -lah;
  4. akhiran -kan.

B. Awalan me-

Awalan me- adalah imbuhan yang diletakkan di awal kata dasar. Awalan me- umumnya membentuk kata kerja atau menunjukkan suatu tindakan.

Contoh:

Kata DasarKata Berimbuhan
bacamembaca
tulismenulis
sapumenyapu
pakaimemakai
lihatmelihat
gambarmenggambar
kirimmengirim

Contoh dalam kalimat:

  1. Siti membaca buku.
  2. Rani menulis cerita.
  3. Ayah membeli buah.
  4. Adik menyapu halaman.
  5. Budi menggambar pemandangan.

C. Awalan pe-

Awalan pe- diletakkan di awal kata dasar. Awalan pe- dapat membentuk kata yang menunjukkan orang yang melakukan suatu pekerjaan atau kegiatan.

Contoh:

Kata DasarKata Berimbuhan
bacapembaca
tulispenulis
kerjapekerja
jualpenjual
ajarpengajar
tanipetani
dagangpedagang

Contoh dalam kalimat:

  1. Penulis itu membuat cerita yang menarik.
  2. Petani bekerja di sawah.
  3. Penjual menjajakan makanan.
  4. Pembaca harus memahami isi bacaan.
  5. Pengajar memberikan penjelasan kepada siswa.

D. Akhiran -lah

Akhiran -lah diletakkan di akhir kata. Akhiran -lah biasanya digunakan untuk memberikan penegasan atau membentuk kalimat perintah yang lebih halus.

Contoh:

  • baca + lah → bacalah
  • tulis + lah → tulislah
  • makan + lah → makanlah
  • duduk + lah → duduklah
  • ambil + lah → ambillah
  • lihat + lah → lihatlah

Contoh dalam kalimat:

  1. Bacalah buku sebelum tidur!
  2. Tulislah jawaban dengan rapi!
  3. Duduklah dengan tertib!
  4. Makanlah makanan yang sehat!
  5. Jagalah kebersihan kelas!

E. Akhiran -kan

Akhiran -kan diletakkan di akhir kata. Akhiran -kan dapat digunakan untuk membentuk kata kerja yang bermakna melakukan sesuatu untuk orang lain, menyebabkan sesuatu menjadi demikian, atau meminta seseorang melakukan suatu tindakan.

Contoh:

  • baca + kan → bacakan
  • tulis + kan → tuliskan
  • ambil + kan → ambilkan
  • bersih + kan → bersihkan
  • masuk + kan → masukkan
  • sedia + kan → sediakan

Contoh dalam kalimat:

  1. Bacakan cerita itu untuk adik!
  2. Tuliskan nama kamu di kertas!
  3. Ambilkan buku di atas meja!
  4. Bersihkan papan tulis!
  5. Masukkan buku ke dalam tas!

F. Perbedaan me-, pe-, -lah, dan -kan

ImbuhanLetakContohKegunaan
me-Awal katamembacaMembentuk kata kerja
pe-Awal katapembacaMenunjukkan pelaku
-lahAkhir katabacalahPerintah/penegasan
-kanAkhir katabacakanPerintah atau melakukan sesuatu untuk orang lain

Contoh perubahan kata:

baca

  • me- + baca → membaca
  • pe- + baca → pembaca
  • baca + -lah → bacalah
  • baca + -kan → bacakan

G. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Perhatikan kalimat berikut:

  1. Rina membaca buku di perpustakaan.
  2. Rina adalah seorang pembaca yang rajin.
  3. Bacalah buku dengan teliti!
  4. Bacakan cerita itu kepada adik!

Keempat kata tersebut berasal dari kata dasar yang sama, yaitu baca, tetapi mendapatkan imbuhan yang berbeda sehingga penggunaannya juga berbeda.

Latihan Soal

A. Tentukan kata dasar dari kata berikut!

  1. membaca = __________
  2. menulis = __________
  3. pembaca = __________
  4. penjual = __________
  5. bacalah = __________
  6. tuliskan = __________

B. Berilah imbuhan yang tepat!

  1. me- + sapu = __________
  2. me- + tulis = __________
  3. pe- + jual = __________
  4. pe- + tani = __________
  5. baca + -lah = __________
  6. ambil + -kan = __________

C. Lengkapilah kalimat berikut!

  1. Siti sedang ________ buku. (baca)
  2. ________ buku itu dengan teliti! (baca + -lah)
  3. Ayah meminta Rudi untuk ________ meja. (bersih + -kan)
  4. Kakak adalah seorang ________ cerita. (tulis + pe-)
  5. Ibu sedang ________ sayuran. (masak + me-)

D. Tugas Individu

Buatlah masing-masing 3 contoh kata menggunakan:

  1. awalan me-;
  2. awalan pe-;
  3. akhiran -lah;
  4. akhiran -kan.

Kemudian buatlah satu kalimat dari setiap kata yang telah dibuat.

Kerjakan di buku tulis.

Refleksi Pembelajaran


Kesimpulan Materi


Penutup

Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Materi Ajar IPAS Rabu, 16 September 2026

 



IDENTITAS

1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

2. Mapel : IPAS

3. Hari/Tanggal : Rabu, 16 September 2026

4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

5. Materi : Piramida Makanan

6. Pertemuan ke : 16

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik serta pengaruhnya terhadap ekosistem.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat menjelaskan tingkatan dalam piramida makanan serta menganalisis hubungan jumlah energi pada setiap tingkatan dalam suatu ekosistem.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. menjelaskan pengertian piramida makanan;

  2. mengidentifikasi tingkatan trofik dalam piramida makanan;

  3. menjelaskan peran produsen dalam piramida makanan;

  4. menjelaskan peran konsumen tingkat I, II, dan III;

  5. menjelaskan hubungan jumlah energi pada setiap tingkatan piramida makanan;

  6. menganalisis mengapa jumlah organisme semakin sedikit pada tingkat trofik yang lebih tinggi;

  7. membuat contoh piramida makanan sederhana;

  8. menunjukkan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap keseimbangan ekosistem.

TP MINDFUL, MEANINGFUL, DAN JOYFUL

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

Peserta didik belajar dengan penuh perhatian terhadap hubungan antarmakhluk hidup dalam ekosistem.

Peserta didik menyadari bahwa setiap makhluk hidup memiliki peran dan posisi tertentu dalam piramida makanan.

Peserta didik mampu mengamati dengan teliti tingkatan produsen dan konsumen dalam piramida makanan.

Peserta didik menyadari bahwa energi yang tersedia semakin berkurang pada tingkat trofik yang lebih tinggi.

Peserta didik mampu merefleksikan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep piramida makanan dengan kehidupan nyata yang mereka temui sehari-hari.

  • mengamati tumbuhan sebagai sumber makanan bagi hewan;

  • mengidentifikasi hewan yang memakan tumbuhan;

  • mengidentifikasi hewan yang memakan hewan lainnya;

  • memahami bahwa tumbuhan memiliki energi paling besar dalam suatu rantai makanan;

  • memahami bahwa energi semakin berkurang pada konsumen tingkat yang lebih tinggi;

  • memahami pentingnya menjaga keberadaan tumbuhan dan hewan dalam ekosistem.

Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa piramida makanan bukan hanya materi pelajaran, tetapi berkaitan dengan keseimbangan kehidupan di lingkungan sekitar.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

Peserta didik mempelajari piramida makanan melalui kegiatan yang menyenangkan seperti:

  • permainan menyusun kartu organisme;

  • menyusun gambar organisme berdasarkan tingkat trofik;

  • permainan "Siapa Memakan Siapa?";

  • membuat piramida makanan sederhana;

  • kuis tentang produsen dan konsumen;

  • mengamati contoh rantai makanan;

  • berdiskusi dalam kelompok;

  • mempresentasikan hasil kerja kelompok.

Peserta didik diberikan kesempatan untuk berdiskusi, mencoba, mengamati, dan menyampaikan pendapat sehingga pembelajaran menjadi aktif, menyenangkan, dan bermakna.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

  1. Peserta didik menjelaskan pengertian piramida makanan.

  2. Peserta didik mengidentifikasi produsen dan konsumen dalam suatu rantai makanan.

  3. Peserta didik mengidentifikasi tingkatan trofik dalam piramida makanan.

  4. Peserta didik menjelaskan hubungan antara tingkatan trofik dan jumlah energi.

  5. Peserta didik menganalisis mengapa energi semakin berkurang pada tingkat trofik yang lebih tinggi.

  6. Peserta didik membuat contoh piramida makanan sederhana berdasarkan rantai makanan.

  7. Peserta didik merefleksikan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi ajma’iin, wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran IPAS mari kita renungkan kebesaran Allah SWT.

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta seluruh makhluk hidup di dalamnya.

  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT mengatur dan memelihara keseimbangan alam.

  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT memberikan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya melalui berbagai sumber makanan yang tersedia di alam.

Materi : PIRAMIDA MAKANAN



A. Pengertian Piramida Makanan

Piramida makanan adalah gambaran yang menunjukkan tingkatan makhluk hidup dalam suatu rantai makanan berdasarkan tingkat trofik dan jumlah energi yang tersedia.

Piramida makanan berbentuk seperti piramida. Bagian paling bawah memiliki jumlah energi paling besar, sedangkan semakin ke atas jumlah energi semakin sedikit.

Piramida makanan membantu kita memahami hubungan makan dan dimakan serta perpindahan energi dalam ekosistem.

B. Tingkatan dalam Piramida Makanan



Piramida makanan terdiri atas beberapa tingkatan.

1. Produsen

Produsen berada pada tingkat paling bawah piramida makanan.

Produsen adalah makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis.

Contoh produsen adalah:

  • rumput;

  • padi;

  • pohon;

  • tumbuhan hijau;

  • fitoplankton.

Produsen memiliki energi paling besar karena memperoleh energi langsung dari matahari.

2. Konsumen Tingkat I

Konsumen tingkat I berada di atas produsen.

Konsumen tingkat I adalah makhluk hidup yang memakan produsen.

Contohnya:

  • belalang memakan rumput;

  • ulat memakan daun;

  • tikus memakan padi;

  • sapi memakan rumput.

Konsumen tingkat I biasanya merupakan hewan herbivora.

3. Konsumen Tingkat II

Konsumen tingkat II memakan konsumen tingkat I.

Contohnya:

  • katak memakan belalang;

  • burung memakan ulat;

  • ular memakan tikus.

Konsumen tingkat II biasanya merupakan hewan karnivora atau omnivora.

4. Konsumen Tingkat III

Konsumen tingkat III berada pada tingkat yang lebih tinggi dan memakan konsumen tingkat II.

Contohnya:

  • ular memakan katak;

  • elang memakan ular;

  • elang memakan burung.

Jumlah energi pada tingkat ini lebih sedikit dibandingkan tingkat di bawahnya.

C. Contoh Piramida Makanan

Perhatikan contoh berikut:

Rumput → Belalang → Katak → Ular → Elang

Jika dibuat menjadi piramida makanan:

Tingkat IV: Elang
Tingkat III: Ular
Tingkat II: Katak
Tingkat I: Belalang
Dasar: Rumput

Dalam piramida tersebut:

  • Rumput berperan sebagai produsen.

  • Belalang berperan sebagai konsumen tingkat I.

  • Katak berperan sebagai konsumen tingkat II.

  • Ular berperan sebagai konsumen tingkat III.

  • Elang merupakan konsumen pada tingkat yang lebih tinggi.

D. Jumlah Energi dalam Piramida Makanan

Energi dalam piramida makanan semakin berkurang dari bawah ke atas.

Produsen memiliki energi paling banyak karena mendapatkan energi langsung dari matahari.

Ketika produsen dimakan oleh konsumen tingkat I, sebagian energi berpindah kepada konsumen. Namun, tidak seluruh energi dapat diteruskan.

Akibatnya, semakin tinggi tingkat trofik, semakin sedikit energi yang tersedia.

Urutannya dapat digambarkan sebagai berikut:

Produsen → Konsumen I → Konsumen II → Konsumen III

Energi banyak → Energi lebih sedikit → Energi semakin sedikit → Energi paling sedikit

E. Mengapa Bentuknya Seperti Piramida?

Piramida makanan berbentuk seperti piramida karena:

  1. produsen berada di bagian paling bawah;

  2. produsen memiliki energi paling banyak;

  3. konsumen tingkat I memiliki energi lebih sedikit;

  4. konsumen tingkat II memiliki energi lebih sedikit lagi;

  5. konsumen tingkat tinggi memiliki energi paling sedikit.

Jadi, semakin ke atas piramida, jumlah energi semakin kecil.

F. Hubungan Piramida Makanan dengan Keseimbangan Ekosistem

Setiap tingkat dalam piramida makanan saling berhubungan.

Jika jumlah produsen berkurang, konsumen tingkat I dapat kekurangan makanan. Hal tersebut dapat menyebabkan jumlah konsumen tingkat I berkurang.

Perubahan tersebut juga dapat memengaruhi konsumen tingkat II dan III.

Contohnya:

Rumput berkurang → belalang berkurang → katak berkurang → ular berkurang → elang kekurangan makanan.

Oleh karena itu, kita harus menjaga lingkungan agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga.

LATIHAN SOAL

A. Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa yang dimaksud dengan piramida makanan?

  2. Makhluk hidup apakah yang berada pada dasar piramida makanan?

  3. Mengapa produsen memiliki energi paling banyak?

  4. Apa yang dimaksud dengan konsumen tingkat I?

  5. Berikan dua contoh konsumen tingkat I!

  6. Apa yang dimaksud dengan konsumen tingkat II?

  7. Mengapa energi semakin berkurang pada tingkat trofik yang lebih tinggi?

  8. Perhatikan rantai makanan berikut:

    Padi → Tikus → Ular → Elang

    Siapakah yang berperan sebagai produsen?

  9. Dalam rantai makanan Rumput → Belalang → Katak → Ular, siapakah konsumen tingkat II?

  10. Apa yang terjadi jika jumlah tumbuhan sebagai produsen berkurang secara drastis?

B. Buatlah piramida makanan sederhana berdasarkan rantai makanan berikut!

Padi → Belalang → Katak → Ular → Elang

Tuliskan nama organisme dan perannya pada setiap tingkat.

REFLEKSI PEMBELAJARAN


KESIMPULAN MATERI: PIRAMIDA MAKANAN



PENUTUP

Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. Kita akan melanjutkan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Materi Ajar PKN Rabu, 16 September 2026

 

IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd
  2. Mapel : Pendidikan Pancasila
  3. Hari/Tanggal : Rabu, 16 September 2026
  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)
  5. Materi : Meneladani Perilaku Pancasila
  6. Pertemuan ke : 14

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pancasila

Peserta didik mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkannya di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh; serta menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  1. memahami sikap dan nilai-nilai keteladanan para perumus Pancasila;
  2. mengidentifikasi sikap para perumus Pancasila yang dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari;
  3. menjelaskan hubungan sikap para perumus Pancasila dengan nilai-nilai Pancasila;
  4. memberikan contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat;
  5. menunjukkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari;
  6. menerapkan sikap para perumus Pancasila dalam kehidupan di lingkungan masyarakat.

TP Mindful, Meaningful dan Joyful

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

  1. Peserta didik mampu memahami sikap para perumus Pancasila dengan penuh perhatian dan menyadari pentingnya sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Peserta didik menyadari bahwa para perumus Pancasila memiliki sikap rela berkorban, mengutamakan persatuan, menghargai pendapat, bekerja sama, dan mengutamakan kepentingan bangsa.
  3. Peserta didik mampu merefleksikan perilaku diri sendiri dan menentukan sikap yang perlu diterapkan agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

  1. Peserta didik mampu menghubungkan sikap para perumus Pancasila dengan kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  2. Peserta didik memahami bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipelajari, tetapi harus diterapkan melalui perilaku nyata.
  3. Peserta didik mampu memberikan contoh penerapan sikap persatuan, gotong royong, musyawarah, menghargai perbedaan, dan rela berkorban dalam kehidupan masyarakat.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

  1. Peserta didik mampu memahami keteladanan para perumus Pancasila melalui kegiatan yang menyenangkan seperti mengamati gambar atau cerita, bermain peran, diskusi kelompok, permainan kartu perilaku, dan menyelesaikan studi kasus.
  2. Peserta didik menunjukkan sikap aktif, percaya diri, bekerja sama, saling menghargai, dan bertanggung jawab selama kegiatan pembelajaran.
  3. Peserta didik mampu menyampaikan pendapat dan pengalaman tentang perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dengan suasana pembelajaran yang menyenangkan.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

  1. Peserta didik memahami sikap dan nilai keteladanan para perumus Pancasila.
  2. Peserta didik mengidentifikasi sikap para perumus Pancasila yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Peserta didik menghubungkan sikap para perumus Pancasila dengan nilai-nilai dalam setiap sila Pancasila.
  4. Peserta didik mengidentifikasi contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  5. Peserta didik menganalisis contoh perilaku yang mencerminkan dan tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
  6. Peserta didik menerapkan sikap keteladanan para perumus Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi ajma’iin, wa mantabi’ahum biihsaanin ilaa yaumiddiin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Pendidikan Pancasila, mari kita renungkan kebesaran Allah SWT.

  • Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai perbedaan. Perbedaan tersebut merupakan anugerah yang harus kita syukuri dan kita jaga dengan saling menghormati.
  • Al-Hakim (Maha Bijaksana): Allah SWT mengajarkan manusia untuk bersikap bijaksana dalam mengambil keputusan, menghargai pendapat, dan menyelesaikan masalah dengan cara yang baik.
  • Al-'Adl (Maha Adil): Allah SWT mengajarkan manusia untuk berlaku adil kepada sesama dan tidak membeda-bedakan orang lain.

Apersepsi

Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik:

“Anak-anak, pernahkah kalian bekerja sama dengan teman untuk menyelesaikan suatu kegiatan?”

“Bagaimana perasaan kalian ketika semua anggota kelompok saling membantu?”

“Pernahkah kalian berbeda pendapat dengan teman? Bagaimana cara kalian menyelesaikan perbedaan tersebut?”

Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan pembelajaran:

“Para tokoh yang merumuskan Pancasila juga memiliki semangat untuk bekerja sama, menghargai pendapat, mengutamakan persatuan, dan mendahulukan kepentingan bangsa. Sikap-sikap tersebut dapat kita teladani dan kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.”


 

MATERI: MENELADANI PERILAKU PANCASILA

A. Pengertian Meneladani Perilaku Pancasila

Meneladani perilaku Pancasila berarti mengikuti dan menerapkan sikap serta nilai-nilai yang sesuai dengan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus diamalkan dalam perilaku nyata.

Contohnya:

  • menghargai orang lain;
  • bekerja sama;
  • bergotong royong;
  • bermusyawarah;
  • menghargai perbedaan;
  • bersikap adil;
  • membantu orang yang membutuhkan;
  • menjaga persatuan.

B. Sikap Para Perumus Pancasila yang Dapat Diteladani

Para perumus Pancasila menunjukkan berbagai sikap yang dapat kita teladani.

1. Mengutamakan Persatuan

Para perumus Pancasila mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

Contoh penerapan:

  • tidak membeda-bedakan teman;
  • menjaga kerukunan;
  • tidak bertengkar karena perbedaan;
  • menjaga persatuan di lingkungan masyarakat.

2. Menghargai Pendapat

Dalam proses perumusan dasar negara, para tokoh menyampaikan pendapat dan mendengarkan pendapat tokoh lainnya.

Sikap tersebut dapat kita teladani dengan:

  • mendengarkan ketika orang lain berbicara;
  • tidak memaksakan pendapat;
  • menghargai pendapat teman;
  • menerima hasil musyawarah dengan lapang dada.

3. Musyawarah

Para perumus Pancasila melakukan pembahasan dan mencari kesepakatan melalui proses musyawarah.

Contoh penerapannya:

  • bermusyawarah menentukan kegiatan kelas;
  • berdiskusi ketika menyelesaikan masalah;
  • mengambil keputusan bersama;
  • menerima hasil keputusan yang telah disepakati.

4. Rela Berkorban

Para tokoh perumus Pancasila bersedia mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.

Contoh perilaku:

  • membantu teman yang kesulitan;
  • menyumbangkan tenaga dalam kegiatan masyarakat;
  • meluangkan waktu untuk kegiatan gotong royong;
  • membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan.

5. Gotong Royong dan Bekerja Sama

Para tokoh bangsa memiliki semangat untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama.

Contoh:

  • membersihkan lingkungan bersama;
  • bekerja sama dalam kegiatan sekolah;
  • membantu tetangga;
  • ikut dalam kegiatan kerja bakti.

6. Menghargai Perbedaan

Indonesia memiliki banyak suku, agama, bahasa, budaya, dan adat istiadat.

Sebagai warga negara, kita harus menghargai perbedaan tersebut.

Contoh:

  • berteman dengan siapa saja;
  • menghormati teman yang berbeda agama;
  • menghargai budaya daerah lain;
  • tidak mengejek perbedaan orang lain.

C. Meneladani Perilaku Pancasila Berdasarkan Sila

Sila Pertama

Ketuhanan Yang Maha Esa

Contoh perilaku:

  • menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan;
  • menghormati teman yang berbeda agama;
  • tidak mengganggu orang yang sedang beribadah;
  • hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

Sila Kedua

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Contoh perilaku:

  • membantu orang yang membutuhkan;
  • menghormati orang lain;
  • tidak melakukan perundungan;
  • bersikap sopan dan santun;
  • memperlakukan orang lain dengan adil.

Sila Ketiga

Persatuan Indonesia

Contoh perilaku:

  • menjaga kerukunan;
  • bekerja sama;
  • mengikuti kegiatan gotong royong;
  • tidak membeda-bedakan teman;
  • menjaga persatuan di lingkungan masyarakat.

Sila Keempat

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Contoh perilaku:

  • bermusyawarah dalam mengambil keputusan;
  • menghargai pendapat orang lain;
  • tidak memaksakan kehendak;
  • menerima hasil keputusan bersama;
  • menyampaikan pendapat dengan santun.

Sila Kelima

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Contoh perilaku:

  • berbagi dengan orang yang membutuhkan;
  • bersikap adil kepada semua orang;
  • tidak mengambil hak orang lain;
  • melaksanakan kewajiban dengan bertanggung jawab;
  • tidak membeda-bedakan teman.

D. Penerapan Nilai Pancasila di Lingkungan Masyarakat

Nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan di masyarakat.

Contohnya:

1. Gotong Royong

Warga bersama-sama membersihkan lingkungan.

Sikap yang ditunjukkan:

kerja sama, persatuan, tanggung jawab, dan kepedulian.

2. Musyawarah Warga

Warga berkumpul untuk membicarakan kegiatan lingkungan.

Sikap yang ditunjukkan:

menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, dan menerima keputusan bersama.

3. Membantu Tetangga

Ketika ada tetangga yang mengalami kesulitan, kita membantu sesuai kemampuan.

Sikap yang ditunjukkan:

peduli, saling membantu, dan menghargai sesama.

4. Menjaga Kerukunan

Masyarakat hidup berdampingan meskipun memiliki perbedaan.

Sikap yang ditunjukkan:

toleransi, menghargai perbedaan, dan menjaga persatuan.

E. Contoh Perilaku yang Sesuai dan Tidak Sesuai dengan Pancasila

PerilakuSesuai/Tidak SesuaiAlasan
Membantu tetangga yang kesulitanSesuaiMenunjukkan kepedulian terhadap sesama
Memaksakan pendapat kepada temanTidak sesuaiTidak menghargai pendapat orang lain
Ikut kerja baktiSesuaiMenunjukkan gotong royong
Mengejek teman karena perbedaannyaTidak sesuaiTidak menghargai keberagaman
Bermusyawarah untuk mengambil keputusanSesuaiMengutamakan keputusan bersama
Bertengkar karena perbedaanTidak sesuaiDapat merusak persatuan

Latihan Soal

  1. Apa yang dimaksud dengan meneladani perilaku Pancasila?
  2. Sebutkan tiga sikap para perumus Pancasila yang dapat kita teladani!
  3. Mengapa kita harus menghargai pendapat orang lain?
  4. Tuliskan tiga contoh perilaku yang mencerminkan sila ketiga Pancasila di lingkungan masyarakat!
  5. Bagaimana cara menerapkan sikap musyawarah dalam kehidupan sehari-hari?
  6. Perhatikan situasi berikut:

    “Warga di lingkungan tempat tinggalmu akan melakukan kerja bakti membersihkan selokan. Kamu sedang bermain bersama teman. Apa yang sebaiknya kamu lakukan? Jelaskan alasanmu.”

  7. Tuliskan contoh perilaku yang dapat kamu lakukan untuk menjaga persatuan di lingkungan masyarakat!

Kerjakan di buku tulis.

Refleksi Pembelajaran

PENUTUP

Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.