Apa kabar hari ini? Semoga kalian semua sehat, semangat, dan siap belajar.
Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dan belajar bersama. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca basmalah bersama.
C. Mapel 2 (IPAS)
Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS. Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik, serta pengaruhnya terhadap ekosistem; menjelaskan fenomen gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; menghasilkan upaya penghematan energi, serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menjelaskan sistem tata surya, serta kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; menjelaskan letak dan kondisi geografis negara Indonesia dengan menggunakan peta konvensional/digital; meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
Tujuan pembelajaran : Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya;
Alur Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mengamati gambar, video, atau model sistem pencernaan manusia untuk mengenali organ-organ pencernaan dan urutan perjalanan makanan di dalam tubuh. Mindful
Peserta didik mengeksplorasi proses pencernaan melalui gambar, video, model, atau simulasi sederhana untuk menemukan fungsi mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan organ pencernaan lainnya. Meaningful
Peserta didik menyajikan hasil pemahamannya tentang proses dan cara menjaga kesehatan sistem pencernaan melalui peta konsep, poster, presentasi, atau karya sederhana. Joyfull
Alokasi Waktu : 3 JP Model/Metode Pembelajaran :Mindful Learning dan Discovery Learning Media Pembelajaran : Video, gambar/model sistem pencernaan, LKPD, kartu organ pencernaan, dan LCD/TV.
Apersepsi
Guru menampilkan gambar dan video seseorang sedang makan, kemudian dilanjutkan dengan gambar sistem pencernaan manusia.
Guru mengajak peserta didik mengamati tayangan dan bertanya:
"Anak-anak, pernahkah kalian berpikir ke mana makanan yang kita makan setelah masuk ke dalam mulut?"
"Mengapa makanan harus dikunyah terlebih dahulu?"
"Apakah makanan langsung masuk ke perut setelah kita telan?"
"Menurut kalian, bagaimana tubuh kita mengubah makanan menjadi energi?"
Guru kemudian mengaitkan pembelajaran dengan firman Allah Swt.:
"Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya." (QS. 'Abasa: 24)
Guru menjelaskan:
"Allah Swt. mengingatkan kita untuk memperhatikan makanan yang kita konsumsi. Makanan yang kita makan akan diproses oleh tubuh melalui sistem pencernaan. Allah menciptakan organ-organ pencernaan dengan fungsi yang berbeda-beda dan bekerja secara teratur."
"Karena itu, kita perlu bersyukur dengan menjaga kesehatan sistem pencernaan. Kita dapat melakukannya dengan memilih makanan yang sehat, menjaga kebersihan makanan, cukup minum air, makan teratur, dan menjaga kebersihan diri."
Guru mengaitkan dengan materi:
"Hari ini kita akan mempelajari perjalanan makanan di dalam tubuh. Kalian akan menemukan organ-organ yang terlibat dalam sistem pencernaan, memahami fungsi masing-masing organ, serta mencari tahu bagaimana cara menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat."
Materi Pokok
A. Mengenal Sistem Pencernaan Manusia
Sistem pencernaan adalah serangkaian organ tubuh yang bekerja sama untuk mengolah makanan sehingga zat-zat yang dibutuhkan tubuh dapat diserap dan digunakan, sedangkan sisa makanan yang tidak diperlukan akan dikeluarkan dari tubuh.
Peserta didik mengamati dan menemukan urutan perjalanan makanan:
Mulut → Kerongkongan → Lambung → Usus Halus → Usus Besar → Rektum → Anus
B. Organ-Organ Sistem Pencernaan
1. Mulut
Pencernaan dimulai dari mulut.
Di dalam mulut terdapat:
gigi;
lidah;
air liur.
Gigi berfungsi menghancurkan dan menghaluskan makanan.
Lidah membantu mengatur posisi makanan dan membantu proses menelan.
Air liur membantu membasahi makanan dan memulai proses pencernaan.
Ayo berpikir:
"Mengapa makanan sebaiknya dikunyah dengan baik sebelum ditelan?"
2. Kerongkongan
Setelah ditelan, makanan bergerak menuju kerongkongan.
Kerongkongan merupakan saluran yang menghubungkan mulut dengan lambung.
Gerakan otot pada kerongkongan membantu mendorong makanan menuju lambung.
3. Lambung
Makanan kemudian masuk ke lambung.
Lambung berfungsi:
menampung makanan sementara;
mengaduk makanan;
membantu mencerna makanan dengan bantuan cairan pencernaan.
Guru dapat memberikan pertanyaan:
"Mengapa makanan yang masuk ke lambung perlu diolah kembali?"
4. Usus Halus
Setelah dari lambung, makanan masuk ke usus halus.
Usus halus merupakan tempat utama penyerapan zat-zat gizi dari makanan untuk digunakan oleh tubuh.
Zat gizi yang diserap kemudian diedarkan ke seluruh tubuh.
Guru menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari:
"Ketika kalian makan nasi, sayur, buah, ikan, atau telur, zat-zat berguna dari makanan tersebut akan diserap tubuh melalui proses pencernaan."
5. Usus Besar
Sisa makanan kemudian masuk ke usus besar.
Usus besar berfungsi terutama dalam menyerap sebagian air dan membentuk sisa makanan menjadi feses.
6. Rektum dan Anus
Rektum merupakan bagian tempat penyimpanan sementara feses sebelum dikeluarkan.
Anus merupakan tempat keluarnya feses dari tubuh.
Guru menekankan bahwa proses tersebut merupakan bagian normal dari sistem pencernaan dan menunjukkan bahwa tubuh memiliki mekanisme untuk mengeluarkan zat yang tidak diperlukan.
C. Perjalanan Makanan dalam Tubuh
Guru menampilkan gambar alur sistem pencernaan.
Peserta didik kemudian menyusun kartu organ pencernaan sesuai urutan perjalanan makanan.
Mulut → Kerongkongan → Lambung → Usus Halus → Usus Besar → Rektum → Anus
Guru memberikan pertanyaan pemantik:
"Apa yang akan terjadi jika salah satu organ pencernaan tidak bekerja dengan baik?"
"Mengapa semua organ harus bekerja sama?"
Peserta didik berdiskusi untuk menemukan jawabannya.
D. Hubungan Makanan dengan Kesehatan Pencernaan
Guru menampilkan gambar beberapa jenis makanan dan kebiasaan sehari-hari.
Peserta didik mengelompokkan kebiasaan menjadi:
Kebiasaan Baik
makan makanan bergizi;
makan sayur dan buah;
minum air yang cukup;
mencuci tangan sebelum makan;
makan secara teratur;
mengunyah makanan dengan baik;
melakukan aktivitas fisik.
Kebiasaan yang Perlu Dihindari
terlalu banyak mengonsumsi makanan rendah gizi;
kurang minum;
tidak menjaga kebersihan makanan;
makan secara tidak teratur;
terlalu sering mengonsumsi makanan yang kurang sehat
D. Mapel 2 (Bahasa Indonesia)
Capaian Pembelajaran :3.1. Menyimak. Menganalisis informasi dari teks
nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan;
dan menganalisis isi teks sastra berbentuk teks aural. 3.2. Membaca dan Memirsa. Membaca kata-kata dengan berbagai
pola kombinasi huruf dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa;
dan menganalisis informasi serta
nilai-nilai dalam teks sastra dan nonsastra berwujud teks visual dan/atau
audiovisual.
Tujuan pembelajaran : Menganalisis informasi dari teks nonsastra
berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan.
Alur Tujuan Pembelajaran :
Mindful Learning
Peserta didik mampu menyimak teks nonsastra yang dibacakan atau diperdengarkan dengan penuh perhatian serta mengenali topik dan tujuan teks.
Meaningful Learning
Peserta didik mampu mengidentifikasi informasi penting berupa fakta, gagasan utama, dan informasi pendukung dari teks nonsastra yang didengarkan.
Joyful Learning
Peserta didik mampu menganalisis informasi dalam teks nonsastra dengan menjawab pertanyaan berdasarkan bukti yang terdapat dalam teks.
Alokasi Waktu : 3 JP Model/Metode Pembelajaran :Discovery Learning Media Pembelajaran : Video, gambar/model sistem pencernaan, LKPD, kartu organ pencernaan, dan LCD/TV.
Apersepsi
Guru menampilkan gambar/video singkat tentang suatu peristiwa atau informasi yang dekat dengan kehidupan peserta didik, misalnya tentang menjaga kebersihan lingkungan.
Guru mengajak peserta didik mengamati tayangan dan bertanya:
"Anak-anak, pernahkah kalian mendengarkan seseorang menjelaskan tentang suatu informasi?"
"Ketika mendengarkan sebuah cerita atau penjelasan, apakah semua informasi yang kita dengar harus kita ingat?"
"Bagaimana cara kita menemukan informasi yang paling penting dari apa yang kita dengarkan?"
Guru kemudian mengaitkan pembelajaran dengan firman Allah Swt.:
"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya." (QS. Al-Isra': 36)
Guru menjelaskan:
"Ayat tersebut mengajarkan kepada kita agar tidak menerima atau menyampaikan sesuatu tanpa mengetahui informasinya dengan baik. Oleh karena itu, ketika kita mendengarkan sebuah informasi, kita perlu menyimak dengan penuh perhatian dan memahami isi informasi tersebut."
Guru mengaitkan dengan materi:
"Hari ini kita akan belajar menyimak teks nonsastra. Kalian akan mendengarkan sebuah teks, menemukan informasi penting, membedakan informasi utama dan pendukung, kemudian menganalisis informasi berdasarkan apa yang kalian dengarkan."
Materi Pokok
A. Mengenal Teks Nonsastra Aural
Teks nonsastra adalah teks yang berisi informasi berdasarkan fakta, pengetahuan, atau kenyataan dan bukan merupakan cerita rekaan.
Contoh teks nonsastra:
teks tentang kesehatan;
teks tentang lingkungan;
teks tentang hewan;
teks tentang budaya;
teks tentang pendidikan;
teks tentang teknologi;
teks tentang peristiwa atau fenomena alam.
Teks aural adalah teks yang diterima melalui kegiatan mendengarkan atau menyimak, misalnya teks yang:
dibacakan oleh guru;
diperdengarkan melalui audio;
disampaikan melalui video;
disampaikan dalam bentuk rekaman suara.
Guru memberikan contoh:
"Menjaga kebersihan tangan merupakan salah satu cara menjaga kesehatan. Tangan yang bersih dapat membantu mengurangi penyebaran kuman."
Peserta didik menyimak informasi tersebut.
Guru bertanya:
"Apa topik yang dibicarakan?"
"Informasi apa yang kalian peroleh?"
B. Menyimak dengan Penuh Perhatian
Sebelum teks dibacakan atau diperdengarkan, peserta didik melakukan persiapan menyimak.
Langkah-langkah menyimak:
Duduk dengan posisi nyaman.
Memusatkan perhatian kepada pembicara atau sumber audio.
Tidak berbicara ketika teks sedang dibacakan.
Mendengarkan sampai teks selesai.
Mengingat atau mencatat kata-kata penting.
Menentukan informasi yang dianggap penting.
Memeriksa kembali pemahaman setelah teks selesai.
Guru menekankan:
"Menyimak bukan sekadar mendengar suara. Menyimak berarti mendengarkan dengan perhatian agar kita memahami informasi yang disampaikan."
C. Menentukan Topik Teks
Topik adalah pokok pembicaraan dalam sebuah teks.
Peserta didik menyimak teks pendek yang dibacakan guru.
Contoh:
"Sarapan sebelum berangkat sekolah memberikan energi bagi tubuh. Sarapan juga membantu kita lebih siap mengikuti kegiatan belajar di sekolah."
Peserta didik menentukan:
Topik:
➡️ Pentingnya sarapan.
Guru memberikan pertanyaan:
"Apa yang paling banyak dibicarakan dalam teks tersebut?"
"Kata atau informasi apa yang membantu kalian menentukan topiknya?"
D. Menemukan Informasi Penting
Setelah mengetahui topik, peserta didik mencari informasi penting dari teks yang didengarkan.
Informasi penting dapat berupa:
fakta;
peristiwa;
manfaat;
sebab;
akibat;
proses;
tujuan;
data atau keterangan tertentu.
Contoh:
Teks:
"Menanam pohon dapat membantu menjaga lingkungan. Pohon menghasilkan oksigen, memberikan tempat hidup bagi beberapa hewan, dan membantu mengurangi panas."
Informasi penting:
Menanam pohon membantu menjaga lingkungan.
Pohon menghasilkan oksigen.
Pohon menjadi tempat hidup bagi beberapa hewan.
Pohon membantu mengurangi panas.
E. Menentukan Gagasan Utama
Gagasan utama adalah ide pokok yang menjadi dasar pembahasan dalam suatu teks.
Peserta didik menyimak teks kemudian menentukan gagasan utama.
Contoh:
Teks:
"Air sangat penting bagi kehidupan. Manusia membutuhkan air untuk minum, memasak, mandi, dan berbagai kegiatan lainnya. Oleh karena itu, kita harus menggunakan air dengan bijak."
Gagasan utama:
➡️ Air sangat penting bagi kehidupan.
Informasi pendukung:
Air digunakan untuk minum.
Air digunakan untuk memasak.
Air digunakan untuk mandi.
Air harus digunakan dengan bijak.
F. Menemukan Kata Kunci
Kata kunci adalah kata atau istilah penting yang membantu kita memahami isi teks.
Contoh teks:
"Sampah plastik sulit terurai. Penggunaan plastik secara berlebihan dapat mencemari lingkungan. Oleh karena itu, kita perlu mengurangi penggunaan plastik."
Apa kabar hari ini? Semoga kalian semua sehat, semangat, dan siap belajar.
Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dan belajar bersama. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca basmalah bersama.
C. Mapel 1 ( Matematika)
Capaian Pembelajaran (CP) : Menunjukkan pemahaman dan intuisi
bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000; membaca, menulis,
menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan
dekomposisi bilangan; menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang
Tujuan Pembelajaran (TP): menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang
Alut Tujuan Pembelajaran (ATP) :
Peserta didik mengamati dan mengeksplorasi berbagai pecahan uang rupiah melalui benda konkret, gambar, atau simulasi kegiatan jual beli untuk mengenali nilai setiap pecahan uang. Mindful (menyadari penggunaan uang dalam kehidupan sehari-hari)
Peserta didik menemukan hubungan antara berbagai pecahan uang dan menentukan beberapa cara untuk membentuk nilai uang yang sama melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi. Meaningful (menghubungkan konsep dengan pengalaman nyata)
Peserta didik menggunakan penjumlahan dan pengurangan untuk menentukan total harga, jumlah uang yang harus dibayarkan, serta uang kembalian dalam simulasi jual beli sederhana. Joyful (belajar melalui bermain peran)
Materi Pokok : mengeksplorasi berbagai pecahan uang rupiah
Alokasi Waktu : 2jp
Model/Metode Pembelajaran: Discovery Learning
Media Pembelajaran:
LKPD, gambar pecahan uang rupiah, video pembelajaran tentang uang dan kegiatan jual beli, uang mainan,
Apersepsi
Guru mengawali pembelajaran dengan menunjukkan gambar uang rupiah dan gambar kegiatan jual beli di pasar/minimarket.
Guru mengajak peserta didik mengamati gambar tersebut, kemudian mengajukan pertanyaan:
"Apa yang kalian lihat pada gambar?"
"Untuk apa kita menggunakan uang?"
"Pernahkah kalian membeli sesuatu menggunakan uang?"
"Jika harga sebuah barang Rp5.000 dan kita membayar Rp10.000, berapa uang yang harus kita terima kembali?"
"Apakah kita dapat membeli semua barang jika uang yang kita miliki terbatas?"
Guru kemudian mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
"Uang merupakan salah satu nikmat dan amanah dari Allah Swt. yang perlu kita gunakan dengan bijak. Ketika menggunakan uang, kita perlu menghitung dengan teliti agar tidak salah dalam membayar maupun menerima kembalian."
"Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros."
(QS. Al-Isra: 26)
Guru kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran:
"Hari ini kita akan belajar menyelesaikan berbagai masalah yang berkaitan dengan uang. Kalian akan mengamati harga barang, menghitung jumlah uang yang harus dibayarkan, menentukan uang kembalian, serta memilih barang sesuai dengan uang yang tersedia. Kalian juga akan belajar melalui kegiatan jual beli agar matematika terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari."
Materi Pembelajaran
A. Mengenal Nilai Uang Rupiah
Uang digunakan sebagai alat pembayaran dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia, mata uang yang digunakan adalah rupiah (Rp).
Beberapa pecahan uang yang sering kita gunakan antara lain:
Rp1.000
Rp2.000
Rp5.000
Rp10.000
Rp20.000
Rp50.000
Rp100.000
Peserta didik mengamati gambar uang dan menyebutkan nilai masing-masing pecahan.
Ayo Mengamati!
Guru menampilkan beberapa gambar uang dan bertanya:
"Pecahan uang manakah yang memiliki nilai paling besar?"
"Jika kamu memiliki dua lembar uang Rp5.000, berapa jumlah uangmu?"
"Apakah Rp10.000 dapat dibentuk dengan pecahan uang yang berbeda?"
B. Komposisi dan Dekomposisi Uang
Nilai uang dapat disusun dari beberapa pecahan uang yang berbeda.
Contoh:
Rp10.000 dapat dibentuk menjadi:
Rp5.000 + Rp5.000
Rp2.000 + Rp2.000 + Rp2.000 + Rp2.000 + Rp2.000
Rp5.000 + Rp2.000 + Rp2.000 + Rp1.000
Jadi, satu nilai uang dapat memiliki beberapa bentuk susunan pecahan.
C. Menghitung Total Harga
Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita membeli lebih dari satu barang.
Contoh:
Barang
Harga
Buku
Rp5.000
Pensil
Rp3.000
Penghapus
Rp2.000
Jumlah yang harus dibayar:
Rp5.000 + Rp3.000 + Rp2.000 = Rp10.000
Jadi, total belanja adalah Rp10.000.
Guru dapat memberikan situasi:
"Aisyah membeli buku seharga Rp5.000 dan pensil seharga Rp3.000. Berapa uang yang harus dibayarkan Aisyah?"
Peserta didik dapat menggunakan berbagai strategi untuk memperoleh jawaban.
D. Menentukan Uang Kembalian
Jika uang yang dibayarkan lebih besar daripada harga barang, pembeli akan menerima uang kembalian.
Contoh:
Harga sebuah buku = Rp7.000
Uang yang dibayarkan = Rp10.000
Maka:
Rp10.000 − Rp7.000 = Rp3.000
Jadi, uang kembaliannya adalah Rp3.000.
Guru dapat menggunakan uang mainan agar peserta didik dapat mengalami langsung proses menghitung uang kembalian.
E. Menyelesaikan Masalah Uang dalam Kehidupan Sehari-hari
Masalah uang tidak hanya tentang penjumlahan dan pengurangan. Peserta didik juga perlu menganalisis situasi dan menentukan pilihan.
Contoh Masalah
Dina memiliki uang Rp20.000.
Ia ingin membeli:
Roti = Rp7.000
Susu = Rp6.000
Pensil = Rp4.000
Jika Dina membeli ketiganya:
Rp7.000 + Rp6.000 + Rp4.000 = Rp17.000
Sisa uang Dina:
Rp20.000 − Rp17.000 = Rp3.000
Jadi, Dina masih memiliki Rp3.000.
Kesimpulan / Fefleksi Pembelajaran :
Mapel 2 (IPAS)
Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS. Merefleksikan
sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan
tubuhnya; menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik, serta
pengaruhnya terhadap ekosistem; menjelaskan fenomen gelombang bunyi
dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; menghasilkan upaya penghematan energi,
serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menjelaskan sistem tata
surya, serta kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; menjelaskan letak dan
kondisi geografis negara Indonesia dengan
menggunakan peta konvensional/digital; meninjau sejarah perjuangan para
pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; menemukan keragaman budaya
nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai
kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan
kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
Tujuan pembelajaran : Merefleksikan
sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan
tubuhnya;
Alur Tujuan Pembelajaran :
Peserta didik mengamati gambar, video, atau model sistem pencernaan manusia untuk mengenali organ-organ pencernaan dan urutan perjalanan makanan di dalam tubuh. Mindful
Peserta didik mengeksplorasi proses pencernaan melalui gambar, video, model, atau simulasi sederhana untuk menemukan fungsi mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan organ pencernaan lainnya. Meaningful
Peserta didik menyajikan hasil pemahamannya tentang proses dan cara menjaga kesehatan sistem pencernaan melalui peta konsep, poster, presentasi, atau karya sederhana. Joyfull
Alokasi Waktu : 3 JP Model/Metode Pembelajaran :Mindful Learning dan Discovery Learning Media Pembelajaran : Video, gambar/model sistem pencernaan, LKPD, kartu organ pencernaan, dan LCD/TV.
Apersepsi
Guru menampilkan gambar dan video seseorang sedang makan, kemudian dilanjutkan dengan gambar sistem pencernaan manusia.
Guru mengajak peserta didik mengamati tayangan dan bertanya:
"Anak-anak, pernahkah kalian berpikir ke mana makanan yang kita makan setelah masuk ke dalam mulut?"
"Mengapa makanan harus dikunyah terlebih dahulu?"
"Apakah makanan langsung masuk ke perut setelah kita telan?"
"Menurut kalian, bagaimana tubuh kita mengubah makanan menjadi energi?"
Guru kemudian mengaitkan pembelajaran dengan firman Allah Swt.:
"Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya." (QS. 'Abasa: 24)
Guru menjelaskan:
"Allah Swt. mengingatkan kita untuk memperhatikan makanan yang kita konsumsi. Makanan yang kita makan akan diproses oleh tubuh melalui sistem pencernaan. Allah menciptakan organ-organ pencernaan dengan fungsi yang berbeda-beda dan bekerja secara teratur."
"Karena itu, kita perlu bersyukur dengan menjaga kesehatan sistem pencernaan. Kita dapat melakukannya dengan memilih makanan yang sehat, menjaga kebersihan makanan, cukup minum air, makan teratur, dan menjaga kebersihan diri."
Guru mengaitkan dengan materi:
"Hari ini kita akan mempelajari perjalanan makanan di dalam tubuh. Kalian akan menemukan organ-organ yang terlibat dalam sistem pencernaan, memahami fungsi masing-masing organ, serta mencari tahu bagaimana cara menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat."
Materi
A. Mengenal Sistem Pencernaan Manusia
Sistem pencernaan adalah serangkaian organ tubuh yang bekerja sama untuk mengolah makanan sehingga zat-zat yang dibutuhkan tubuh dapat diserap dan digunakan, sedangkan sisa makanan yang tidak diperlukan akan dikeluarkan dari tubuh.
Peserta didik mengamati dan menemukan urutan perjalanan makanan:
Mulut → Kerongkongan → Lambung → Usus Halus → Usus Besar → Rektum → Anus
B. Organ-Organ Sistem Pencernaan
1. Mulut
Pencernaan dimulai dari mulut.
Di dalam mulut terdapat:
gigi;
lidah;
air liur.
Gigi berfungsi menghancurkan dan menghaluskan makanan.
Lidah membantu mengatur posisi makanan dan membantu proses menelan.
Air liur membantu membasahi makanan dan memulai proses pencernaan.
Ayo berpikir:
"Mengapa makanan sebaiknya dikunyah dengan baik sebelum ditelan?"
2. Kerongkongan
Setelah ditelan, makanan bergerak menuju kerongkongan.
Kerongkongan merupakan saluran yang menghubungkan mulut dengan lambung.
Gerakan otot pada kerongkongan membantu mendorong makanan menuju lambung.
3. Lambung
Makanan kemudian masuk ke lambung.
Lambung berfungsi:
menampung makanan sementara;
mengaduk makanan;
membantu mencerna makanan dengan bantuan cairan pencernaan.
Guru dapat memberikan pertanyaan:
"Mengapa makanan yang masuk ke lambung perlu diolah kembali?"
4. Usus Halus
Setelah dari lambung, makanan masuk ke usus halus.
Usus halus merupakan tempat utama penyerapan zat-zat gizi dari makanan untuk digunakan oleh tubuh.
Zat gizi yang diserap kemudian diedarkan ke seluruh tubuh.
Guru menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari:
"Ketika kalian makan nasi, sayur, buah, ikan, atau telur, zat-zat berguna dari makanan tersebut akan diserap tubuh melalui proses pencernaan."
5. Usus Besar
Sisa makanan kemudian masuk ke usus besar.
Usus besar berfungsi terutama dalam menyerap sebagian air dan membentuk sisa makanan menjadi feses.
6. Rektum dan Anus
Rektum merupakan bagian tempat penyimpanan sementara feses sebelum dikeluarkan.
Anus merupakan tempat keluarnya feses dari tubuh.
Guru menekankan bahwa proses tersebut merupakan bagian normal dari sistem pencernaan dan menunjukkan bahwa tubuh memiliki mekanisme untuk mengeluarkan zat yang tidak diperlukan.
C. Perjalanan Makanan dalam Tubuh
Guru menampilkan gambar alur sistem pencernaan.
Peserta didik kemudian menyusun kartu organ pencernaan sesuai urutan perjalanan makanan.
Mulut → Kerongkongan → Lambung → Usus Halus → Usus Besar → Rektum → Anus
Guru memberikan pertanyaan pemantik:
"Apa yang akan terjadi jika salah satu organ pencernaan tidak bekerja dengan baik?"
"Mengapa semua organ harus bekerja sama?"
Peserta didik berdiskusi untuk menemukan jawabannya.
D. Hubungan Makanan dengan Kesehatan Pencernaan
Guru menampilkan gambar beberapa jenis makanan dan kebiasaan sehari-hari.
Peserta didik mengelompokkan kebiasaan menjadi:
Kebiasaan Baik
makan makanan bergizi;
makan sayur dan buah;
minum air yang cukup;
mencuci tangan sebelum makan;
makan secara teratur;
mengunyah makanan dengan baik;
melakukan aktivitas fisik.
Kebiasaan yang Perlu Dihindari
terlalu banyak mengonsumsi makanan rendah gizi;
kurang minum;
tidak menjaga kebersihan makanan;
makan secara tidak teratur;
terlalu sering mengonsumsi makanan yang kurang sehat
Kesimpulan / Refleksi Pembelajaran:
Pembelajaran berlasung dengan baik dan menyenangkan. jumlah siswa yang hadir pada ahri tersebut adalah 20 siswa. 2 siswa tidak hadir karena sakit, jumlah siswa yang hadir pada mata pelajaran matematika masih ada 1 siswa yang mengalami kesulitan dalam memmahami materi pembelajaran dan pada mata pelajaran IPAS seluruh siswa memahami materi dengan baik. pada mata pelajaran matematika siswa yang tkesulitan diberikan bimbingan secara mandiri, dan siswa yang tidak hadir akan diberikan materi dan menyampaikan link bloger kepada wali siswa.