Muatan Pembelajaran : 1. Seni Rupa (Konsep Seni Rupa)
2. Kokulikuler (Eksplorasi Budaya Lampung)
Metode Pembelajaaran : 1. Seni Rupa (Discovery Learning)
2. Kokulikuler((mindful learning)
Media Pembelajaran : Video Pembelajaran, LKPD
Capaian Pembelajaran Seni Rupa
Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam benda-benda di sekitar/karya seni rupa.
Tujuan Pembelajaran (TP) Seni Rupa
Murid dapat Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam benda-benda di sekitar/karya seni rupa.
Materi Seni Rupa
A. Unsur dan Prinsip Seni Rupa di Sekitar Kita
Keindahan suatu objek di sekitar kita tak terlepas dari adanya berupa prinsip-prinsip seni rupa yang mendukung keindahannya, segala bentuk objek yang kita lihat dengan nilai akan muncul karena unsur-unsur yang dikandungnya, siswa dapat menemukan unsur-unsur seni rupa tersebut dengan mengamati unsur titik, garis, bidang, bentuk, ruang, tekstur, warna dan tone (nada gelap terang) yang terdapat dalam objek di lingkungan sekitar sekolah.
Unsur Seni Rupa Titik
Titik merupakan unsur paling kecil dalam suatu karya seni rupa. Titik bisa digunakan untuk menciptakan unsur-unsur lain dengan cara menyusun atau menderet hingga menjadi suatu garis.
Unsur Seni Rupa Garis.
Garis merupakan hubungan antar titik yang bisa menghasilkan suatu guratan serba guna. Guratan dari titik tersebut akan bisa membentuk unsur lain seperti bidang maupun bentuk.
Unsur Seni Rupa Bentuk Atau Volume
Bentuk merupakan unsur yang selanjutnya. Bisa dibilang jika bentuk adalah salah satu unsur yang bisa dilihat pada karya seni rupa dua dimensi. Contohnya adalah pada gambar, lukisan, desain grafis dan sebagainya.
Unsur Seni Rupa Bidang
Bidang adalah unsur yang ketiga. Bidang juga merupakan perkembangan dari bentuk. Secara mudahnya bidang merupakan suatu garis yang ujungnya akan saling bertemu hingga membentuk suatu area tertutup.
Unsur Seni Rupa Ruang
Ruang merupakan suatu karya karya dua dimensi yang memiliki sifat semu. Ruang juga masih dibagi menjadi dua yaitu ruang positif dan ruang negatif.
Unsur Seni Rupa Gelap Terang.
Untuk bisa membuat suatu gambar potret yang tampak begitu realistis, bukanlah warna yang akan dibuat benar-benar akurat. Akan tetapi adalah pada bagian gelap dan terang yang akan dibuat akurat pada gambar potret tersebut.
Warna juga merupakan unsur yang paling mencolok pada suatu karya seni rupa. Dalam seni rupa, warna secara estetika terbilang cukup subjektif tergantung dari daya cipta pembuat karya seni.
Unsur Seni Rupa Tekstur
Tekstur adalah salah satu unsur yang berhubungan dengan interaksi manusia. Karya seni rupa tak hanya bisa dirasakan secara visual. Namun suatu karya seni rupa juga bisa dirasakan melalui bentuknya.
Unsur Seni Rupa Nilai.
Unsur nilai berkaitan dengan warna. Maksud dari nilai adalah seberapa besar kekuatan warna pada karya seni rupa, dan seberapa berpengaruhnya nilai warna tersebut.
B. Prinsip Seni Rupa
Prinsip Keseimbangan.
Suatu karya yang tidak seimbang bisa membuat orang yang melihatnya akan mendapatkan kondisi perasaan yang tidak nyaman. Maka dari itu keseimbangan dalam seni rupa adalah suatu prinsip yang harus diperhatikan.
Prinsip Irama.
Irama dalam suatu karya seni rupa bisa diciptakan dari adanya pengulangan unsur yang dilakukan secara teratur. Prinsip irama bisa terjadi pada suatu karya seni yang dilakukan pengaturan terhadap unsur garis, raut, warna, tekstur dan gelap terang secara berulang-ulang.
Prinsip Penekanan.
Dalam seni rupa juga terdapat prinsip penekanan atau emphasis. Prinsip penekanan juga bisa dibilang sebagai point of interest dalam suatu karya seni rupa.
Prinsip Proposisi
Kontras merupakan suatu perbedaan yang begitu mencolok dari dua atau lebih unsur yang berbeda. Sebagai contohnya adalah titik putih dengan objek hitam, lalu bisa juga tekstur kain dengan tekstur logam.
Prinsip Kejelasan.
Prinsip kejelasan merupakan suatu prinsip atau taraf kemudahan suatu karya bisa dimengerti. Prinsip kejelasan lebih banyak ditemukan pada desain website, desain produk atau desain interior.
Seimak video Berikut agar lebih mudah dipahami
Ko kulikuler
Eksplorasi tarian Lampung mencakup pelestarian ragam seni gerak tradisional dan kreasi baru yang kaya makna budaya, seperti Tari Sigeh Pengunten, Tari Bedana, dan Tari Melinting.
Jenis-Jenis Tarian Utama :
1. Tari Sigeh Pengunten: Gabungan adat Pepadun dan Saibatin untuk menyambut tamu agung.
2. Tari Bedana: Tarian pergaulan bernapas Islam yang melambangkan keterbukaan masyarakat.
3. Tari Cangget: Ritual pemuda-pemudi dalam acara adat, panen raya, atau pernikahan.Tari Melinting: Tarian klasik dari Lampung Timur yang dibawakan bangsawan kerajaan.
4. Tari Tuping: Drama tari topeng tradisional yang menggambarkan kepahlawanan dan rasa syukur.Unsur dan Ciri KhasGerakan: Lembut, dinamis, serta sarat gestur penghormatan dan keramahan.
Busana: Didominasi warna cerah dengan mahkota khas seperti Siger dan atribut keemasan.Musik: Diiringi alat musik tradisional seperti gamolan pekhing, gundang, dan petting atau gitar tunggal.
Salah satu tarian Lampung
Penutup
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.
Muatan Pembelajaran : 1. Matematika(Mengenal bilangan sampai 1.000.000)
2. IPAS (Organ pencernaan,)
Metode Pembelajaaran : 1. Matematika (Discovery Learning)
2.IPAS((mindful learning)
Media Pembelajaran : Video Pembelajaran, LKPD
Capaian Pembelajaran Matematika
Menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan; menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang; melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000; serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB.
Tujuan Pembelajaran (TP) Matematika
Murid dapat Menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000;
Capaian Pembelajaran IPAS
Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik, serta pengaruhnya terhadap ekosistem; menjelaskan fenomena; gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; menghasilkan upaya penghematan energi, serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menjelaskan sistem tata surya, serta kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; menjelaskan letak dan kondisi geografis negara Indonesia dengan menggunakan peta konvensional/digital; meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
Tujuan Pembelajaran (TP) IPAS
Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya;
Materi Matematika
A. Membaca dan Menulis Bilangan Cacah Sampai 1.000.000 dan Menentukan Nilai Tempatnya
Nilai Tempat:
Memahami nilai tempat setiap angka dalam bilangan hingga 1.000.000 (satuan, puluhan, ratusan, ribuan, puluh ribuan, ratus ribuan).
Contoh:
Pada bilangan 324.569
Angka 3 menempati nilai tempat ratus ribuan
Angka 2 menempati nilai tempat puluh ribuan
Angka 4 menempati nilai tempat ribuan
Angka 5 menempati nilai tempat ratusan
Angka 6 menempati nilai tempat puluhan
Angka 9 menempati nilai tempat satuan
Membaca Bilangan Cacah:
Membaca bilangan hingga 1.000.000 dengan benar, dengan memperhatikan pengelompokan angka setiap tiga digit dari belakang.
Contoh:
875.428 dibaca “delapan ratus tujuh puluh lima ribu empat ratus dua puluh delapan”
324.569 dibaca “tiga ratus dua puluh empat ribu lima ratus enam puluh sembilan”
Menulis Bilangan Cacah:
Menuliskan bilangan dalam bentuk angka berdasarkan cara membacanya, dengan memisahkan setiap tiga digit dari belakang dengan tanda titik.
Contoh:
“sembilan ratus enam puluh tiga ribu” ditulis sebagai 963.000
B. Mengurutkan dan Membandingkan Bilangan Sampai 1.000.000
Membandingkan Bilangan:
Membandingkan dua bilangan cacah dengan menggunakan tanda “>”, “<“, atau “=”
Memulai perbandingan dari nilai tempat tertinggi (ratus ribuan)
Contoh:
445.000 < 545.000 (karena 4 ratus ribuan lebih kecil dari 5 ratus ribuan)
657.000 < 675.000 (karena puluh ribuannya sama-sama 6, tetapi 5 ribuan lebih kecil dari 7 ribuan)
Mengurutkan Bilangan:
Mengurutkan beberapa bilangan cacah secara terurut naik (dari yang terkecil) atau terurut turun (dari yang terbesar).
Contoh:
Urutan naik dari 978.500, 979.500, 982.500 adalah 978.500, 979.500, 982.500
Urutan turun dari 462.430, 462.410, 462.370 adalah 462.430, 462.410, 462.370
Materi IPAS
Sistem Pencernaan: Pabrik Energi Tubuh
Makanan yang kita makan harus diubah menjadi bentuk yang sangat kecil agar bisa diserap oleh darah.
Urutan Pencernaan: Mulut (pencernaan mekanik & kimiawi) → Kerongkongan → Lambung (penghancuran makanan dengan asam) → Usus Halus (penyerapan nutrisi) → Usus Besar (penyerapan air) → Anus (pembuangan sisa).
Jenis Pencernaan: * Mekanik: Menggunakan gigi dan otot (di mulut dan lambung).
Kimiawi: Menggunakan enzim untuk memecah zat makanan.
Pentingnya Nutrisi: Karbohidrat untuk energi, protein untuk pertumbuhan, lemak untuk cadangan energi, serta vitamin dan mineral untuk menjaga kesehatan.
Wawasan Tambahan:
Mengenal Enzim dan Zat Pencernaan: Agar nutrisi terserap sempurna, organ tubuh menghasilkan zat khusus:
Mulut: Terdapat enzim Ptialin yang berfungsi mengubah karbohidrat (zat tepung) menjadi gula sederhana (maltosa).
Lambung: * Asam Lambung (HCl): Membunuh kuman yang masuk bersama makanan dan mengaktifkan enzim.
Pepsin: Mengubah protein menjadi peptun.
Renin: Mengendapkan protein susu (kasein) dari air susu.
Pankreas & Usus Halus:
Amilase: Mengubah zat tepung menjadi glukosa.
Tripsin: Mengubah pepton menjadi asam amino.
Lipase: Mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
Hati & Empedu:
Getah Empedu: Dihasilkan oleh hati untuk membantu menghancurkan atau mengemulsi lemak agar lebih mudah dicerna oleh enzim lipase.
Mengunyah makanan hingga benar-benar halus (sekitar 32 kali) membantu kerja lambung menjadi lebih ringan dan nutrisi terserap lebih maksimal.
Latihan Soal
1. Jelaskan urutan organ pada sistem pernapasan manusia mulai dari udara masuk hingga mencapai paru-paru!
2. Mengapa kita dianjurkan bernapas melalui hidung, bukan melalui mulut? Jelaskan alasanmu!
3. Sebutkan urutan organ pada sistem pencernaan manusia mulai dari makanan masuk ke dalam tubuh hingga dikeluarkan kembali!
4. Jelaskan fungsi lambung dan usus halus dalam proses pencernaan makanan!
5. Bagaimana cara menjaga kesehatan sistem pernapasan dan sistem pencernaan? Sebutkan masing-masing minimal 3 cara!
Refleksi pembelajaran
Pada pembelajaran hari ini di kelas 5 SD Al Azhar 3 seluruh ananda sangat aktif dan antusias mengikuti kegiatan pembelajaran, baik itu materii matematika (mengurutkan bilangan sampai 1.000.000) maupun untuk materi IPAS (sistem pencernaan). Pada materi Matematika, dari 22 Alhamdulillah sudah mampu mengurutkan bilangan sampai 1.000.000 dan pada materi IPAS tentang sistem pencernaan ada 2 siswa yang masih kesulitan untuk menjelaskan beberapa fungsi dari sistem pencernaan. Unsuk siswa yang kesulitan tersebut guru memberikan bimbingan secara mandiri agar lebih mudah memahami dan lebih fokus pada materi yang disampaikan.
Kesimpulan
Pembelajaran yang sudah dilaksanakan hari ini berjalan dengan lancar. seluruh siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dengan antusias.
Penutup
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.
Muatan Pembelajaran : 1. Matematika(Mengenal bilangan sampai 1.000.000)
2. Bahasa Indonesia (ata sifat, sinoni antoni, makna awalan pe,)
Metode Pembelajaaran : 1. Matematika (Discovery Learning)
2. Bahasa Indonesia ((mindful learning))
Media Pembelajaran : LKPD
Capaian Pembelajaran Matematika
Menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan; menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang; melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000; serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) MAtematika
Murid dapat Menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000;
Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia
Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan; dan menganalisis isi teks sastra berbentuk teks aural.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Bahasa Indonesia
Murid dapat Menganalisis informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan; dan
Matema Matematika
A. Membaca dan Menulis Bilangan Cacah Sampai 1.000.000 dan Menentukan Nilai Tempatnya
Nilai Tempat:
Memahami nilai tempat setiap angka dalam bilangan hingga 1.000.000 (satuan, puluhan, ratusan, ribuan, puluh ribuan, ratus ribuan).
Contoh:
Pada bilangan 324.569
Angka 3 menempati nilai tempat ratus ribuan
Angka 2 menempati nilai tempat puluh ribuan
Angka 4 menempati nilai tempat ribuan
Angka 5 menempati nilai tempat ratusan
Angka 6 menempati nilai tempat puluhan
Angka 9 menempati nilai tempat satuan
Membaca Bilangan Cacah:
Membaca bilangan hingga 1.000.000 dengan benar, dengan memperhatikan pengelompokan angka setiap tiga digit dari belakang.
Contoh:
875.428 dibaca “delapan ratus tujuh puluh lima ribu empat ratus dua puluh delapan”
324.569 dibaca “tiga ratus dua puluh empat ribu lima ratus enam puluh sembilan”
Menulis Bilangan Cacah:
Menuliskan bilangan dalam bentuk angka berdasarkan cara membacanya, dengan memisahkan setiap tiga digit dari belakang dengan tanda titik.
Contoh:
“sembilan ratus enam puluh tiga ribu” ditulis sebagai 963.000
B. Mengurutkan dan Membandingkan Bilangan Sampai 1.000.000
Membandingkan Bilangan:
Membandingkan dua bilangan cacah dengan menggunakan tanda “>”, “<“, atau “=”
Memulai perbandingan dari nilai tempat tertinggi (ratus ribuan)
Contoh:
445.000 < 545.000 (karena 4 ratus ribuan lebih kecil dari 5 ratus ribuan)
657.000 < 675.000 (karena puluh ribuannya sama-sama 6, tetapi 5 ribuan lebih kecil dari 7 ribuan)
Mengurutkan Bilangan:
Mengurutkan beberapa bilangan cacah secara terurut naik (dari yang terkecil) atau terurut turun (dari yang terbesar).
Contoh:
Urutan naik dari 978.500, 979.500, 982.500 adalah 978.500, 979.500, 982.500
Urutan turun dari 462.430, 462.410, 462.370 adalah 462.430, 462.410, 462.370
Materi Bahasa Indonesia
Kata Sifat
Pengertian: Kata sifat adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan sifat, ciri, atau keadaan suatu benda, orang, atau tempat.
Fungsi Kata Sifat:
Mendeskripsikan karakter atau kepribadian seseorang (contoh: ramah, pemberani, cerdas, jujur, mandiri, kreatif, sabar, sopan)
Mendeskripsikan keadaan atau ciri fisik sesuatu (contoh: besar, kecil, hijau, bulat, panjang)
Mendeskripsikan suasana atau keadaan suatu tempat (contoh: ramai, tenang, indah, sejuk)
Penggunaan Kata Sifat: Kata sifat dapat digunakan untuk membuat tulisan menjadi lebih hidup, jelas, dan menarik. Dalam mendeskripsikan seseorang atau sesuatu, kita bisa menggunakan berbagai macam kata sifat untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap dan detail
C. Sinonim dan Antonim
Sinonim: Kata-kata yang memiliki makna yang sama atau mirip. Sinonim dapat digunakan untuk menghindari pengulangan kata dan membuat tulisan lebih bervariasi
Antonim: Kata-kata yang memiliki makna yang berlawanan. Antonim dapat digunakan untuk menunjukkan kontras atau perbedaan antara dua hal
Contoh Sinonim:
Pintar – Cerdas, Pandai
Rapi – Apik, Teratur
Cantik – Jelita, Molek
Contoh Antonim:
Mahal – Murah
Tinggi – Rendah
Besar – Kecil
D. Imbuhan
Awalan pe-:
Awalan pe- membentuk kata benda atau kata sifat dari kata dasar.
Makna awalan pe-:
Menyatakan orang yang melakukan pekerjaan (contoh: pembaca, penulis)
Menyatakan orang yang memiliki sifat tertentu (contoh: pendiam, pemarah)
Menyatakan alat (contoh: penggaris, penunjuk)
Perubahan bentuk awalan pe-:
pe- menjadi pem- jika kata dasar dimulai dengan huruf ‘b’, ‘p’, atau ‘m’. Contoh: pemberani, pemukul, peminta
pe- menjadi peng- jika kata dasar dimulai dengan huruf ‘h’, ‘k’, atau ‘g’. Contoh: penghujan, penggali, penghapus
pe- menjadi pen- jika kata dasar dimulai dengan huruf ‘c’, ‘d’, ‘j’, atau ‘t’. Contoh: pencuri, pendengar, penjual, penari
pe- menjadi peny- jika kata dasar dimulai dengan huruf ‘s’. Contoh: penyanyi, penyakit
pe- tidak berubah jika kata dasar dimulai dengan huruf selain yang disebutkan di atas. Contoh: pelajar, pelukis
E. Kalimat Majemuk Setara
Pengertian: Kalimat majemuk yang terdiri dari dua atau lebih klausa yang memiliki kedudukan yang sama atau setara.
Klausa: Bagian kalimat yang memiliki subjek dan predikat
Konjungsi/Kata Hubung: Kata yang menghubungkan dua klausa atau lebih dalam kalimat majemuk
Jenis-jenis Kalimat Majemuk Setara berdasarkan hubungan antar klausa:
Hubungan Penjumlahan/Sejalan: Menggunakan kata hubung dan, serta, lagi pula, kemudian. Contoh: Saya suka membaca buku dan mendengarkan musik
Hubungan Pertentangan/Berlawanan: Menggunakan kata hubung tetapi, namun, sedangkan. Contoh: Dia rajin belajar, tetapi nilainya belum memuaskan
Hubungan Pilihan: Menggunakan kata hubung atau. Contoh: Kamu mau makan nasi atau mie?
Hubungan Sebab-Akibat: Menggunakan kata hubung karena, sebab, sehingga. Contoh: Dia tidak masuk sekolah karena sakit
Contoh Soal
1. Bacalah kalimat berikut!
"Pemandangan di pantai itu sangat indah dan udara di sekitarnya terasa sejuk." Pertanyaan: Sebutkan dua kata sifat yang terdapat pada kalimat tersebut!
2. Sinonim dan Antonim
Tuliskan:
a. Sinonim dari kata rajin.
b. Antonim dari kata tinggi.
3. Perhatikan kata berikut: penulis. Pertanyaan: Jelaskan makna awalan pe- pada kata penulis, kemudian buatlah satu kalimat menggunakan kata tersebut!
4. Buatlah satu contoh kalimat majemuk setara yang menggunakan kata hubung dan, atau, tetapi, atau lalu!
5. Bacalah teks berikut!
"Ruang kelas V sangat bersih dan nyaman. Dindingnya dihiasi berbagai hasil karya siswa. Meja dan kursi tersusun rapi sehingga kelas tampak indah. Di depan kelas terdapat papan tulis yang selalu bersih dan mudah dibaca."
Pertanyaan: Jelaskan tiga ciri ruang kelas berdasarkan teks deskripsi tersebut!
Penutup
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.
Muatan Pembelajaran : 1. Kokulikuler (Eksplorasi Budaya Lampung)
Metode Pembelajaaran : 1. Kokulikuler((mindful learning)
Media Pembelajaran : Video Pembelajaran,
Materi Ko kulikuler
Eksplorasi tarian Lampung mencakup pelestarian ragam seni gerak tradisional dan kreasi baru yang kaya makna budaya, seperti Tari Sigeh Pengunten, Tari Bedana, dan Tari Melinting.
Jenis-Jenis Tarian Utama :
1. Tari Sigeh Pengunten: Gabungan adat Pepadun dan Saibatin untuk menyambut tamu agung.
2. Tari Bedana: Tarian pergaulan bernapas Islam yang melambangkan keterbukaan masyarakat.
3. Tari Cangget: Ritual pemuda-pemudi dalam acara adat, panen raya, atau pernikahan.Tari Melinting: Tarian klasik dari Lampung Timur yang dibawakan bangsawan kerajaan.
4. Tari Tuping: Drama tari topeng tradisional yang menggambarkan kepahlawanan dan rasa syukur.Unsur dan Ciri KhasGerakan: Lembut, dinamis, serta sarat gestur penghormatan dan keramahan.
Busana: Didominasi warna cerah dengan mahkota khas seperti Siger dan atribut keemasan.Musik: Diiringi alat musik tradisional seperti gamolan pekhing, gundang, dan petting atau gitar tunggal.
Salah satu tarian Lampung
Penutup
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.
Muatan Pembelajaran : 1. Seni Rupa (Konsep Seni Rupa)
2. Kokulikuler (Eksplorasi Budaya Lampung)
Metode Pembelajaaran : 1. Seni Rupa (Discovery Learning)
2. Kokulikuler((mindful learning)
Media Pembelajaran : Video Pembelajaran, LKPD
Capaian Pembelajaran Seni Rupa
Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam benda-benda di sekitar/karya seni rupa.
Tujuan Pembelajaran (TP) Seni Rupa
Murid dapat Menjelaskan unsur rupa dan prinsip desain dalam benda-benda di sekitar/karya seni rupa.
Materi Seni Rupa
A. Unsur dan Prinsip Seni Rupa di Sekitar Kita
Keindahan suatu objek di sekitar kita tak terlepas dari adanya berupa prinsip-prinsip seni rupa yang mendukung keindahannya, segala bentuk objek yang kita lihat dengan nilai akan muncul karena unsur-unsur yang dikandungnya, siswa dapat menemukan unsur-unsur seni rupa tersebut dengan mengamati unsur titik, garis, bidang, bentuk, ruang, tekstur, warna dan tone (nada gelap terang) yang terdapat dalam objek di lingkungan sekitar sekolah.
Unsur Seni Rupa Titik
Titik merupakan unsur paling kecil dalam suatu karya seni rupa. Titik bisa digunakan untuk menciptakan unsur-unsur lain dengan cara menyusun atau menderet hingga menjadi suatu garis.
Unsur Seni Rupa Garis.
Garis merupakan hubungan antar titik yang bisa menghasilkan suatu guratan serba guna. Guratan dari titik tersebut akan bisa membentuk unsur lain seperti bidang maupun bentuk.
Unsur Seni Rupa Bentuk Atau Volume
Bentuk merupakan unsur yang selanjutnya. Bisa dibilang jika bentuk adalah salah satu unsur yang bisa dilihat pada karya seni rupa dua dimensi. Contohnya adalah pada gambar, lukisan, desain grafis dan sebagainya.
Unsur Seni Rupa Bidang
Bidang adalah unsur yang ketiga. Bidang juga merupakan perkembangan dari bentuk. Secara mudahnya bidang merupakan suatu garis yang ujungnya akan saling bertemu hingga membentuk suatu area tertutup.
Unsur Seni Rupa Ruang
Ruang merupakan suatu karya karya dua dimensi yang memiliki sifat semu. Ruang juga masih dibagi menjadi dua yaitu ruang positif dan ruang negatif.
Unsur Seni Rupa Gelap Terang.
Untuk bisa membuat suatu gambar potret yang tampak begitu realistis, bukanlah warna yang akan dibuat benar-benar akurat. Akan tetapi adalah pada bagian gelap dan terang yang akan dibuat akurat pada gambar potret tersebut.
Warna juga merupakan unsur yang paling mencolok pada suatu karya seni rupa. Dalam seni rupa, warna secara estetika terbilang cukup subjektif tergantung dari daya cipta pembuat karya seni.
Unsur Seni Rupa Tekstur
Tekstur adalah salah satu unsur yang berhubungan dengan interaksi manusia. Karya seni rupa tak hanya bisa dirasakan secara visual. Namun suatu karya seni rupa juga bisa dirasakan melalui bentuknya.
Unsur Seni Rupa Nilai.
Unsur nilai berkaitan dengan warna. Maksud dari nilai adalah seberapa besar kekuatan warna pada karya seni rupa, dan seberapa berpengaruhnya nilai warna tersebut.
B. Prinsip Seni Rupa
Prinsip Keseimbangan.
Suatu karya yang tidak seimbang bisa membuat orang yang melihatnya akan mendapatkan kondisi perasaan yang tidak nyaman. Maka dari itu keseimbangan dalam seni rupa adalah suatu prinsip yang harus diperhatikan.
Prinsip Irama.
Irama dalam suatu karya seni rupa bisa diciptakan dari adanya pengulangan unsur yang dilakukan secara teratur. Prinsip irama bisa terjadi pada suatu karya seni yang dilakukan pengaturan terhadap unsur garis, raut, warna, tekstur dan gelap terang secara berulang-ulang.
Prinsip Penekanan.
Dalam seni rupa juga terdapat prinsip penekanan atau emphasis. Prinsip penekanan juga bisa dibilang sebagai point of interest dalam suatu karya seni rupa.
Prinsip Proposisi
Kontras merupakan suatu perbedaan yang begitu mencolok dari dua atau lebih unsur yang berbeda. Sebagai contohnya adalah titik putih dengan objek hitam, lalu bisa juga tekstur kain dengan tekstur logam.
Prinsip Kejelasan.
Prinsip kejelasan merupakan suatu prinsip atau taraf kemudahan suatu karya bisa dimengerti. Prinsip kejelasan lebih banyak ditemukan pada desain website, desain produk atau desain interior.
Seimak video Berikut agar lebih mudah dipahami
Ko kulikuler
Eksplorasi tarian Lampung mencakup pelestarian ragam seni gerak tradisional dan kreasi baru yang kaya makna budaya, seperti Tari Sigeh Pengunten, Tari Bedana, dan Tari Melinting.
Jenis-Jenis Tarian Utama :
1. Tari Sigeh Pengunten: Gabungan adat Pepadun dan Saibatin untuk menyambut tamu agung.
2. Tari Bedana: Tarian pergaulan bernapas Islam yang melambangkan keterbukaan masyarakat.
3. Tari Cangget: Ritual pemuda-pemudi dalam acara adat, panen raya, atau pernikahan.Tari Melinting: Tarian klasik dari Lampung Timur yang dibawakan bangsawan kerajaan.
4. Tari Tuping: Drama tari topeng tradisional yang menggambarkan kepahlawanan dan rasa syukur.Unsur dan Ciri KhasGerakan: Lembut, dinamis, serta sarat gestur penghormatan dan keramahan.
Busana: Didominasi warna cerah dengan mahkota khas seperti Siger dan atribut keemasan.Musik: Diiringi alat musik tradisional seperti gamolan pekhing, gundang, dan petting atau gitar tunggal.
Salah satu tarian Lampung
Penutup
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.