IDENTITAS
Nama Guru: Yuyun Eka Purwanti, S.Pd
Mapel: Seni Rupa
Hari/Tanggal: Kamis, 3 September 2026
Fase/Kelas: Fase C / Kelas V (Lima)
Materi: Makrame
Pertemuan ke: 13
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Mengalami, Menciptakan, dan Merefleksikan:
Peserta didik mampu mengamati, mengenal, mengeksplorasi, dan menciptakan karya seni rupa dengan memanfaatkan berbagai bahan dan teknik. Peserta didik mampu mengembangkan kreativitas, keterampilan, ketekunan, serta menunjukkan sikap menghargai karya seni dan proses berkarya.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu:
- memahami pengertian dan fungsi makrame;
- mengenal alat dan bahan yang digunakan untuk membuat makrame;
- mengidentifikasi berbagai jenis simpul dasar dalam makrame;
- memahami langkah-langkah pembuatan karya makrame sederhana;
- mempraktikkan teknik simpul dasar makrame dengan tepat;
- membuat karya makrame sederhana dengan kreatif dan rapi;
- memilih kombinasi warna dan bentuk yang sesuai dalam karya makrame;
- menunjukkan sikap teliti, sabar, mandiri, dan bertanggung jawab selama proses berkarya;
- mempresentasikan dan menceritakan proses pembuatan karya makrame;
- merefleksikan pengalaman dan hasil karya makrame yang telah dibuat.
TP MINDFUL, MEANINGFUL, DAN JOYFUL
1. Mindful Learning (Berkesadaran)
Peserta didik mampu mengamati contoh karya makrame dengan penuh perhatian untuk mengenali bentuk, pola, warna, bahan, dan teknik simpul yang digunakan.
Peserta didik menyadari bahwa membuat makrame membutuhkan ketelitian, kesabaran, konsentrasi, dan koordinasi antara mata dan tangan.
Peserta didik mampu mengikuti setiap langkah pembuatan simpul secara perlahan dan teliti serta memeriksa kembali kerapian hasil karyanya.
Peserta didik menyadari bahwa setiap kesalahan dalam membuat simpul merupakan bagian dari proses belajar dan dapat diperbaiki dengan sabar.
2. Meaningful Learning (Bermakna)
Peserta didik mampu menghubungkan karya makrame dengan benda-benda yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti hiasan dinding, gantungan kunci, gelang, tempat tanaman, atau dekorasi ruangan.
Peserta didik memahami bahwa bahan sederhana seperti tali dapat diolah menjadi karya seni yang memiliki nilai keindahan dan fungsi.
Peserta didik mampu memanfaatkan kreativitas untuk membuat karya yang dapat digunakan atau dijadikan sebagai hiasan.
Peserta didik menyadari pentingnya menggunakan bahan secara bijak dan tidak membuang bahan yang masih dapat dimanfaatkan.
3. Joyful Learning (Menggembirakan)
Peserta didik mampu mempelajari makrame melalui kegiatan yang menyenangkan seperti mengamati contoh karya, menonton video tutorial, mencoba berbagai simpul, permainan tebak simpul, bekerja secara berpasangan atau berkelompok, serta membuat karya makrame sederhana.
Peserta didik menunjukkan antusiasme, rasa ingin tahu, kreativitas, keberanian mencoba, dan rasa percaya diri selama proses berkarya.
Peserta didik menikmati proses membuat karya makrame dan menghargai hasil karya diri sendiri maupun teman.
ATP (ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN)
Peserta didik mengenal pengertian, fungsi, dan karakteristik karya makrame.
Peserta didik mengidentifikasi alat dan bahan yang digunakan untuk membuat makrame.
Peserta didik mengamati berbagai contoh karya makrame dan menemukan unsur rupa yang terdapat di dalamnya.
Peserta didik mengenal dan membedakan beberapa simpul dasar yang digunakan dalam pembuatan makrame.
Peserta didik mempraktikkan teknik membuat simpul dasar makrame dengan memperhatikan urutan langkah dan kerapian.
Peserta didik mengeksplorasi kombinasi simpul, warna, dan bentuk untuk menghasilkan karya makrame sederhana.
Peserta didik menciptakan karya makrame sederhana secara mandiri atau berkelompok dengan memperhatikan unsur keindahan dan fungsi.
Peserta didik mempresentasikan karya makrame dan menjelaskan proses pembuatannya.
Peserta didik merefleksikan proses berkarya, kesulitan yang dihadapi, serta hal yang dipelajari dari kegiatan membuat makrame.
MATERI
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin, wa man tabi’ahum biihsaanin ilaa yaumiddiin, amma ba’du.
Sebelum kita masuk ke pembelajaran Seni Rupa, mari kita renungkan kebesaran Allah SWT.
Al-Khaliq (Maha Menciptakan)
Allah SWT adalah Al-Khaliq, yaitu Zat Yang Maha Menciptakan. Allah menciptakan berbagai macam benda, tumbuhan, hewan, dan manusia dengan bentuk serta keindahan yang berbeda-beda.
Allah juga memberikan manusia akal, tangan, dan kreativitas agar manusia dapat mengolah berbagai bahan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan indah.
Melalui kegiatan membuat makrame, kita belajar menggunakan tangan dan kreativitas sebagai bentuk rasa syukur atas kemampuan yang Allah SWT berikan.
Al-Musawwir (Maha Membentuk)
Allah SWT adalah Al-Musawwir, Zat Yang Maha Membentuk. Segala sesuatu yang diciptakan Allah memiliki bentuk dan keindahan.
Ketika membuat karya makrame, kita juga belajar mengatur bentuk, pola, dan susunan tali sehingga menghasilkan karya yang indah.
Oleh karena itu, kita harus menggunakan kemampuan berkarya dengan baik dan tidak lupa bersyukur kepada Allah SWT.
APERSEPSI
Guru menunjukkan atau menampilkan beberapa contoh karya makrame.
Guru mengajak peserta didik mengamati karya tersebut.
Guru bertanya:
"Anak-anak, pernahkah kalian melihat benda seperti ini?"
"Menurut kalian, benda tersebut dibuat dari bahan apa?"
"Bagaimana cara tali-tali tersebut dapat membentuk pola yang indah?"
"Apakah tali yang sederhana dapat dibuat menjadi sebuah karya seni?"
Guru kemudian mengajak peserta didik memperhatikan pola pada karya makrame.
Guru menjelaskan:
"Hari ini kita akan belajar tentang makrame. Makrame merupakan salah satu karya seni yang dibuat dengan teknik mengikat atau menyimpulkan tali sehingga menghasilkan pola dan bentuk yang indah."
Guru menyampaikan bahwa dalam membuat makrame diperlukan kesabaran, ketelitian, kreativitas, dan keterampilan tangan.
MATERI: MAKRAME
A. Pengertian Makrame
Makrame adalah karya seni yang dibuat dengan menggunakan teknik mengikat dan menyimpulkan tali sehingga menghasilkan bentuk, pola, atau hiasan tertentu.
Makrame dapat dibuat menjadi berbagai macam benda, baik sebagai hiasan maupun benda yang memiliki fungsi dalam kehidupan sehari-hari.
Contohnya adalah:
- hiasan dinding;
- gantungan kunci;
- gelang;
- gantungan pot;
- hiasan meja;
- gantungan dekorasi;
- tempat penyimpanan sederhana.
Makrame menarik karena dari bahan yang sederhana, yaitu tali, kita dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai keindahan dan fungsi.
B. Alat dan Bahan Makrame
Untuk membuat makrame sederhana, kita dapat menggunakan beberapa alat dan bahan.
1. Tali
Tali merupakan bahan utama untuk membuat makrame.
Jenis tali yang dapat digunakan antara lain tali katun, tali kur, tali rami, atau jenis tali lain yang sesuai.
2. Gunting
Gunting digunakan untuk memotong tali sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan.
Saat menggunakan gunting, kita harus berhati-hati dan menggunakannya sesuai fungsinya.
3. Kayu atau Ring
Kayu, stik, atau ring dapat digunakan sebagai tempat mengikat tali pada beberapa jenis karya makrame.
4. Manik-manik
Manik-manik dapat digunakan sebagai tambahan dekorasi agar karya terlihat lebih menarik.
5. Bahan Pendukung Lain
Kita juga dapat menggunakan bahan lain sesuai dengan rancangan karya, misalnya pita, batang kayu kecil, atau benda lain yang aman digunakan.
C. Teknik Dasar Makrame
Makrame dibuat dengan berbagai macam teknik simpul.
Beberapa simpul dasar yang dapat dipelajari adalah:
1. Simpul Kepala
Simpul kepala dapat digunakan untuk mengikat tali pada kayu, ring, atau media lainnya sebagai bagian awal pembuatan makrame.
2. Simpul Mati
Simpul mati merupakan salah satu bentuk simpul sederhana yang digunakan untuk mengikat tali agar tidak mudah terlepas.
3. Simpul Persegi
Simpul persegi dapat menghasilkan pola yang menarik dan sering digunakan dalam berbagai karya makrame.
4. Simpul Spiral
Simpul spiral dapat menghasilkan pola seperti lilitan atau bentuk berputar.
Setiap jenis simpul memiliki cara pembuatan dan bentuk yang berbeda.
Karena itu, kita harus memperhatikan urutan langkah ketika mempraktikkannya.
D. Langkah-Langkah Membuat Makrame Sederhana
Untuk membuat makrame sederhana, langkah-langkahnya dapat dilakukan sebagai berikut:
Langkah 1: Menyiapkan Alat dan Bahan
Siapkan tali, gunting, kayu atau ring, serta bahan tambahan jika diperlukan.
Langkah 2: Menentukan Ukuran Tali
Potong tali sesuai dengan ukuran yang diperlukan.
Usahakan ukuran tali dibuat dengan tepat agar karya terlihat rapi.
Langkah 3: Memasang Tali
Pasangkan tali pada kayu atau ring menggunakan simpul awal.
Langkah 4: Membuat Simpul
Mulailah membuat simpul sesuai pola yang telah direncanakan.
Lakukan secara perlahan dan perhatikan setiap bagian tali.
Langkah 5: Mengatur Pola
Susun simpul secara berulang hingga membentuk pola yang diinginkan.
Langkah 6: Merapikan Karya
Periksa kembali simpul dan panjang tali.
Rapikan bagian yang belum sesuai.
Langkah 7: Finishing
Potong bagian tali yang terlalu panjang jika diperlukan dan tambahkan hiasan sesuai kreativitas.
E. Unsur Seni Rupa dalam Makrame
Dalam membuat karya makrame, kita dapat memperhatikan beberapa unsur seni rupa.
1. Garis
Tali yang digunakan dalam makrame membentuk berbagai garis, baik garis lurus, diagonal, maupun lengkung.
2. Bentuk
Susunan tali dan simpul dapat menghasilkan berbagai bentuk.
3. Warna
Penggunaan warna tali dapat membuat karya terlihat lebih menarik.
4. Tekstur
Makrame memiliki tekstur yang dapat dirasakan karena menggunakan tali yang disimpulkan dan disusun.
5. Pola
Pengulangan simpul dapat menghasilkan pola tertentu sehingga karya terlihat lebih teratur dan indah.
F. Prinsip Keindahan dalam Membuat Makrame
Agar karya makrame terlihat menarik, kita dapat memperhatikan:
Kerapian
Simpul dibuat dengan rapi dan tidak berantakan.
Keseimbangan
Susunan tali dan simpul dibuat seimbang.
Pengulangan
Simpul dapat diulang sehingga menghasilkan pola yang teratur.
Kesatuan
Warna, bentuk, dan pola disusun agar menjadi satu karya yang harmonis.
Kreativitas
Peserta didik dapat mengembangkan pola sesuai dengan ide dan imajinasinya.
G. Makrame dalam Kehidupan Sehari-hari
Makrame tidak hanya dibuat sebagai karya seni, tetapi juga dapat memiliki fungsi.
Contohnya:
- sebagai hiasan kamar;
- sebagai hiasan kelas;
- sebagai gantungan pot;
- sebagai gantungan kunci;
- sebagai dekorasi rumah;
- sebagai hadiah untuk orang lain.
Hal ini menunjukkan bahwa seni dapat hadir dan memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan kreativitas, bahan sederhana dapat diubah menjadi sesuatu yang indah dan bermanfaat.
H. Mari Berkreasi!
Sekarang saatnya kita membuat karya makrame sederhana.
Sebelum mulai berkarya, perhatikan beberapa hal berikut:
- Siapkan alat dan bahan dengan lengkap.
- Gunakan gunting dengan hati-hati.
- Perhatikan contoh simpul yang diberikan.
- Buat simpul secara perlahan.
- Jangan mudah menyerah ketika simpul belum berhasil.
- Rapikan tali dan pola karya.
- Gunakan kreativitas untuk memilih warna dan bentuk.
- Hargai karya teman.
Ingat!
Karya yang baik bukan hanya karya yang indah, tetapi juga karya yang dibuat dengan sabar, teliti, kreatif, dan penuh tanggung jawab.
SIMAK VIDEO BERIKUT!
Setelah menyimak video, peserta didik diajak menemukan:
- alat dan bahan yang digunakan;
- jenis simpul yang dibuat;
- urutan langkah pembuatan;
- pola yang dihasilkan;
- cara merapikan karya.







0 komentar:
Posting Komentar