IDENTITAS
Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd
Mapel : Bahasa Indonesia
Hari/Tanggal : Senin, 31 Agustus 2026
Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)
Materi : Unsur Intrinsik Cerita
Pertemuan ke : 13
Capaian Pembelajaran
Peserta didik mampu membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa. Peserta didik mampu menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks sastra dan nonsastra berwujud teks visual dan/atau audiovisual. Peserta didik mampu memahami isi cerita, mengidentifikasi unsur intrinsik, serta menghubungkan informasi dan nilai-nilai yang terdapat dalam cerita dengan kehidupan sehari-hari.
Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu:
- mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik dalam sebuah cerita;
- menentukan tokoh, penokohan, tema, alur, latar, sudut pandang, dan amanat dalam cerita;
- menganalisis informasi penting yang terdapat dalam teks cerita;
- menganalisis nilai-nilai moral dan kehidupan yang terdapat dalam cerita;
TP Mindfull, Meaningfull dan Joyfull
1. Mindful Learning (Berkesadaran)
Peserta didik mampu membaca, menyimak, dan mengamati cerita dengan penuh perhatian. Peserta didik mengidentifikasi unsur intrinsik cerita, seperti tokoh, penokohan, tema, alur, latar, sudut pandang, dan amanat secara teliti.
Peserta didik menyadari bahwa setiap cerita mengandung informasi, pengalaman, dan nilai kehidupan yang dapat dijadikan pembelajaran.
2. Meaningful Learning (Bermakna)
Peserta didik mampu menghubungkan peristiwa, karakter tokoh, konflik, dan amanat dalam cerita dengan pengalaman kehidupan sehari-hari.
Peserta didik memahami bahwa cerita tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, keberanian, kepedulian, dan menghargai orang lain.
3. Joyful Learning (Menggembirakan)
Peserta didik mampu mengenali dan menganalisis unsur intrinsik cerita melalui kegiatan membaca, menyimak tayangan, berdiskusi, bermain peran, menjawab pertanyaan, dan menyampaikan pendapat secara kreatif dan menyenangkan.
Peserta didik menunjukkan rasa percaya diri, aktif bekerja sama, dan menikmati kegiatan memahami cerita.
ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)
- Peserta didik membaca dan menyimak teks cerita dengan fasih serta mengidentifikasi informasi penting yang terdapat di dalamnya.
- Peserta didik mengenali dan menjelaskan unsur intrinsik cerita yang meliputi tema, tokoh, penokohan, alur, latar, sudut pandang, dan amanat.
- Peserta didik menganalisis hubungan antara tokoh, peristiwa, konflik, latar, dan alur dalam sebuah cerita.
- Peserta didik menganalisis nilai-nilai kehidupan yang terdapat dalam teks cerita atau tayangan audiovisual.
- Peserta didik menghubungkan amanat dan nilai-nilai cerita dengan kehidupan sehari-hari.
- Peserta didik menyampaikan hasil analisis cerita secara lisan atau tertulis dengan bahasa yang jelas dan percaya diri.
MATERI
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
Sebelum kita masuk ke pembelajaran Kokulikuler mari kita renungkan kebesaran Allah SWT
- Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
- Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
- Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.
APERSEPSI
Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik:
"Anak-anak, siapa di antara kalian yang suka membaca cerita?"
"Cerita apa yang paling kalian sukai?"
"Menurut kalian, mengapa sebuah cerita bisa menjadi menarik?"
"Apakah sebuah cerita hanya berisi tokoh dan kejadian?"
"Apa yang dapat kita pelajari dari sebuah cerita?"
"Setiap cerita memiliki bagian-bagian penting yang membuat cerita menjadi menarik dan memiliki makna. Bagian-bagian tersebut disebut unsur intrinsik cerita."
"Ketika membaca atau menonton sebuah cerita, kita tidak hanya perlu mengetahui apa yang terjadi. Kita juga perlu berpikir: siapa tokohnya, bagaimana sifat tokohnya, di mana dan kapan peristiwa terjadi, apa masalah yang dihadapi tokoh, bagaimana masalah tersebut diselesaikan, dan apa pesan yang dapat kita ambil."
MATERI: UNSUR INTRINSIK CERITA
A. Pengertian Cerita
Cerita adalah rangkaian peristiwa yang disampaikan secara lisan maupun tulisan. Cerita dapat berasal dari pengalaman nyata maupun hasil imajinasi penulis.
Contoh cerita antara lain:
- cerita rakyat;
- dongeng;
- fabel;
- legenda;
- cerpen;
- cerita pengalaman;
- cerita bergambar;
- cerita yang disampaikan melalui video atau film pendek.
Sebuah cerita biasanya memiliki tokoh yang mengalami berbagai peristiwa dan menghadapi suatu masalah atau konflik.
Simak video berikut !
B. Unsur Intrinsik Cerita
Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang terdapat di dalam cerita dan membangun cerita tersebut sehingga menjadi sebuah cerita yang utuh.
Unsur intrinsik cerita antara lain:
- Tema
- Tokoh
- Penokohan
- Alur
- Latar
- Sudut pandang
- Amanat
1. Tema
Tema adalah gagasan utama atau ide pokok yang menjadi dasar sebuah cerita.
Tema menjawab pertanyaan:
"Cerita ini secara umum membahas tentang apa?"
Contoh tema:
- persahabatan;
- kejujuran;
- keberanian;
- keluarga;
- pendidikan;
- kerja sama;
- lingkungan;
- kasih sayang.
Contoh:
Cerita tentang dua orang sahabat yang saling membantu ketika salah satu mengalami kesulitan memiliki tema persahabatan dan kepedulian.
2. Tokoh
Tokoh adalah orang, hewan, atau makhluk yang mengalami peristiwa dalam cerita.
Tokoh dapat dibedakan berdasarkan perannya.
Tokoh utama
Tokoh yang paling banyak diceritakan dan menjadi pusat cerita.
Tokoh tambahan
Tokoh yang membantu mengembangkan cerita, tetapi tidak menjadi pusat cerita.
Contoh:
Dalam cerita tentang persahabatan Rani dan Siti, Rani dan Siti dapat menjadi tokoh utama, sedangkan guru, orang tua, atau teman lainnya dapat menjadi tokoh tambahan.
3. Penokohan
Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan sifat atau karakter tokoh.
Contoh sifat tokoh:
- jujur;
- rajin;
- baik hati;
- sabar;
- pemberani;
- bertanggung jawab;
- sombong;
- malas;
- iri;
- pemarah;
- egois.
Sifat tokoh dapat diketahui melalui:
- perkataan tokoh;
- tindakan tokoh;
- pikiran tokoh;
- sikap tokoh terhadap tokoh lain;
- penjelasan pengarang.
Contoh:
"Rina menemukan sebuah dompet di halaman sekolah. Ia segera menyerahkannya kepada guru meskipun tidak ada seorang pun yang melihat."
Dari tindakan tersebut dapat diketahui bahwa Rina memiliki sifat:
jujur dan bertanggung jawab.
4. Alur
Alur adalah rangkaian peristiwa yang terjadi dalam sebuah cerita dari awal sampai akhir.
Alur sederhana terdiri atas:
a. Awal cerita
Memperkenalkan tokoh, tempat, waktu, dan keadaan awal.
b. Muncul masalah
Tokoh mulai menghadapi suatu masalah atau konflik.
c. Puncak masalah
Masalah menjadi semakin besar dan tokoh harus mengambil keputusan.
d. Penyelesaian
Masalah mulai diselesaikan.
e. Akhir cerita
Cerita berakhir dan pembaca dapat mengetahui hasil dari peristiwa tersebut.
Contoh:
Rani kehilangan buku → Rani mencari buku → Rani menemukan buku di perpustakaan → Rani menyadari bahwa ia lupa meletakkannya di sana.
5. Latar
Latar adalah keterangan mengenai tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.
Latar terdiri atas:
a. Latar tempat
Menunjukkan tempat terjadinya peristiwa.
Contoh:
- sekolah;
- rumah;
- pasar;
- taman;
- perpustakaan;
- sawah.
b. Latar waktu
Menunjukkan kapan peristiwa terjadi.
Contoh:
- pagi hari;
- siang hari;
- malam hari;
- hari Minggu;
- saat musim hujan.
c. Latar suasana
Menunjukkan keadaan atau suasana dalam cerita.
Contoh:
- gembira;
- sedih;
- menegangkan;
- takut;
- ramai;
- tenang.
Contoh:
"Pada Minggu pagi, Andi dan ayahnya berjalan-jalan di taman. Suasana taman sangat ramai dan menyenangkan."
Latar:
- Tempat: taman
- Waktu: Minggu pagi
- Suasana: ramai dan menyenangkan
6. Sudut Pandang
Sudut pandang adalah posisi pengarang dalam menyampaikan cerita.
Sudut pandang orang pertama
Cerita menggunakan kata:
- aku;
- saya;
- kami;
- kita.
Contoh:
"Aku berjalan menuju sekolah bersama teman-temanku."
Sudut pandang orang ketiga
Cerita menggunakan nama tokoh atau kata:
- dia;
- ia;
- mereka.
Contoh:
"Rani berjalan menuju sekolah. Ia bertemu dengan Siti di depan gerbang."
7. Amanat
Amanat adalah pesan atau pelajaran yang ingin disampaikan melalui cerita.
Amanat biasanya berisi nilai kebaikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan.
Contoh:
Cerita menceritakan seorang anak yang selalu berkata jujur meskipun melakukan kesalahan.
Amanat:
Kita harus selalu berkata jujur dan berani mengakui kesalahan.
Amanat dapat ditemukan secara langsung maupun disimpulkan dari tindakan dan peristiwa dalam cerita.
C. NILAI-NILAI DALAM CERITA
Selain unsur intrinsik, kita juga dapat menemukan berbagai nilai kehidupan dalam sebuah cerita.
1. Nilai moral
Berkaitan dengan baik dan buruknya perilaku.
Contoh:
- berkata jujur;
- tidak berbohong;
- bertanggung jawab;
- menghormati orang lain.
2. Nilai sosial
Berkaitan dengan hubungan antarmanusia.
Contoh:
- bekerja sama;
- membantu teman;
- berbagi;
- menghargai orang lain.
3. Nilai pendidikan
Berkaitan dengan pembelajaran dan sikap untuk menjadi lebih baik.
Contoh:
- rajin belajar;
- disiplin;
- pantang menyerah;
- menghargai ilmu.
4. Nilai kepedulian
Berkaitan dengan kepedulian terhadap orang lain dan lingkungan.
Contoh:
- membantu orang yang kesulitan;
- menjaga kebersihan;
- menyayangi hewan;
- menjaga lingkungan.








0 komentar:
Posting Komentar