Rabu, 30 September 2026

Materi Ajar Kokulikuler Kamis, 1 Oktober 2026

 



IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

  2. Mapel : Kokulikuler

  3. Hari/Tanggal : Kamis, 1 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

  5. Materi : Tarian Khas La,pung

  6. Pertemuan ke : 16

Capaian Pembelajaran
:
  Peserta didik mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas daerah. Peserta didik mampu mengidentifikasi nama, asal, makna, fungsi, kostum, properti, serta gerak dasar tari tradisional Lampung. Peserta didik menunjukkan sikap bangga, menghargai keberagaman budaya, bekerja sama, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan mengenal serta mempraktikkan gerak dasar tari tradisional Lampung sebagai bentuk pelestarian budaya bangsa.

Tujuan Pembelajaran
:
Peserta didik mengenali keberagaman budaya Indonesia melalui tarian tradisional Lampung sebagai bagian dari identitas daerah, mampu mengidentifikasi nama, asal, makna, fungsi, kostum, properti, serta gerak dasar tari tradisional Lampung, serta menunjukkan sikap bangga dan menghargai keberagaman budaya.

TP Mindful, Meaningful, dan Joyful:

  • 1. Mindful Learning (Berkesadaran)
    Peserta didik mampu mengamati dan mengenali keberagaman tari tradisional Lampung dengan penuh perhatian melalui gambar, video, atau pertunjukan, kemudian mengidentifikasi nama, asal daerah, makna, fungsi, kostum, properti, dan gerak dasar tari serta menyadari bahwa setiap tari memiliki nilai dan identitas budaya yang perlu dihargai.

    2. Meaningful Learning (Bermakna)
    Peserta didik mampu menghubungkan unsur dan makna tari tradisional Lampung dengan kehidupan masyarakat, nilai-nilai budaya, dan identitas daerah, serta merefleksikan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari keberagaman budaya Indonesia.

    3. Joyful Learning (Menggembirakan)
    Peserta didik mampu menirukan dan mengeksplorasi gerak dasar tari tradisional Lampung secara sederhana melalui kegiatan yang menyenangkan, kreatif, dan kolaboratif, serta menunjukkan rasa percaya diri, bangga, dan menghargai keberagaman budaya.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran):

  1. mengenali dan mengidentifikasi keberagaman tari tradisional Lampung berdasarkan nama dan asal daerahnya dengan penuh perhatian serta menunjukkan sikap menghargai keberagaman budaya.

  2. menghubungkan makna, fungsi, kostum, properti, dan gerak dasar tari tradisional Lampung dengan kehidupan serta identitas masyarakat Lampung.

  3. menirukan dan mengeksplorasi gerak dasar tari tradisional Lampung secara sederhana dengan percaya diri, kreatif, dan menghargai karakteristik gerak tari.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Kokulikuler mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.
Apersepsi

"Anak-anak, Allah Swt. menciptakan manusia dengan berbagai suku, bangsa, bahasa, dan budaya. Perbedaan tersebut bukan untuk saling membeda-bedakan, tetapi agar kita saling mengenal, menghargai, dan hidup berdampingan."

"Indonesia adalah negara yang memiliki banyak sekali budaya. Salah satunya adalah budaya Lampung, daerah tempat kita tinggal. Lampung memiliki berbagai tarian tradisional yang memiliki gerakan, pakaian, musik, dan makna yang khas. Keberagaman tarian tersebut merupakan kekayaan budaya yang patut kita syukuri dan kita lestarikan."

Materi :
Eksplorasi tarian Lampung mencakup pelestarian ragam seni gerak tradisional dan kreasi baru yang kaya makna budaya, seperti Tari Sigeh Pengunten, Tari Bedana, dan Tari Melinting.

Jenis-Jenis Tarian Utama :
1. Tari Sigeh Pengunten: Gabungan adat Pepadun dan Saibatin untuk menyambut tamu agung.
2. Tari Bedana: Tarian pergaulan bernapas Islam yang melambangkan keterbukaan masyarakat.
3. Tari Cangget: Ritual pemuda-pemudi dalam acara adat, panen raya, atau pernikahan.Tari Melinting: Tarian klasik dari Lampung Timur yang dibawakan bangsawan kerajaan.
4. Tari Tuping: Drama tari topeng tradisional yang menggambarkan kepahlawanan dan rasa syukur.Unsur dan Ciri KhasGerakan: Lembut, dinamis, serta sarat gestur penghormatan dan keramahan.
5. Tari Cak Culay Na'bui Na'bui digunakan sebagai tari hiburan dan pergaulan masyarakat, yang menggambarkan suasana gembira, kebersamaan, dan interaksi sosial.

Busana: Didominasi warna cerah dengan mahkota khas seperti Siger dan atribut keemasan.Musik: Diiringi alat musik tradisional seperti gamolan pekhing, gundang, dan petting atau gitar tunggal. Salah satu tarian Lampung 

Penutup 

Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.

Selasa, 29 September 2026

Materi Ajar IPAS Selasa, 29 September 2026

 

IDENTITAS

1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

2. Mapel : IPAS

3. Hari/Tanggal : Selasa, 29 September 2026

4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

5. Materi : Sifat-Sifat Cahaya

6. Pertemuan ke : 18

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik memahami sifat-sifat cahaya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari serta mampu melakukan pengamatan dan percobaan sederhana untuk membuktikan sifat-sifat cahaya.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat menjelaskan berbagai sifat cahaya serta menganalisis penerapan sifat cahaya dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan pengamatan dan percobaan sederhana.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. menjelaskan pengertian cahaya;
  2. mengidentifikasi sumber cahaya;
  3. menjelaskan sifat cahaya merambat lurus;
  4. menjelaskan sifat cahaya dapat menembus benda bening;
  5. menjelaskan sifat cahaya dapat dipantulkan;
  6. menjelaskan sifat cahaya dapat dibiaskan;
  7. menjelaskan bahwa cahaya putih dapat diuraikan menjadi berbagai warna;
  8. memberikan contoh pemanfaatan sifat cahaya dalam kehidupan sehari-hari;
  9. melakukan percobaan sederhana untuk membuktikan sifat-sifat cahaya;
  10. menunjukkan sikap teliti, aktif, dan bertanggung jawab dalam melakukan percobaan.

TP MINDFUL, MEANINGFUL, DAN JOYFUL

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

Peserta didik belajar dengan penuh perhatian terhadap berbagai peristiwa cahaya yang terjadi di lingkungan sekitar.

Peserta didik menyadari bahwa cahaya memiliki berbagai sifat yang dapat diamati melalui kehidupan sehari-hari.

Peserta didik mampu mengamati arah perjalanan cahaya dengan teliti.

Peserta didik menyadari bahwa cahaya sangat penting bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Peserta didik mampu merefleksikan kebesaran Allah SWT melalui keteraturan cahaya dan manfaatnya bagi kehidupan.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep sifat cahaya dengan pengalaman yang mereka temui sehari-hari.

  • mengamati cahaya matahari yang masuk melalui jendela;
  • mengamati bayangan benda ketika terkena cahaya;
  • mengamati benda yang terlihat jelas melalui kaca;
  • mengamati bayangan pada cermin;
  • mengamati pensil yang terlihat bengkok ketika dimasukkan ke dalam air;
  • mengamati warna-warni pelangi;
  • memahami manfaat cahaya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa sifat cahaya bukan hanya materi pelajaran, tetapi dapat ditemukan dalam berbagai peristiwa di lingkungan sekitar.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

Peserta didik mempelajari sifat cahaya melalui kegiatan yang menyenangkan seperti:

  • permainan mencari sumber cahaya;
  • percobaan cahaya merambat lurus;
  • percobaan cahaya menembus benda bening;
  • percobaan pemantulan cahaya menggunakan cermin;
  • percobaan pembiasan menggunakan gelas berisi air;
  • mengamati warna pelangi;
  • permainan tebak sifat cahaya;
  • kuis tentang sifat-sifat cahaya;
  • berdiskusi dalam kelompok;
  • mempresentasikan hasil percobaan.

Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengamati, mencoba, menemukan, berdiskusi, dan menyampaikan hasil pengamatan sehingga pembelajaran menjadi aktif, menyenangkan, dan bermakna.

ATP (ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN)

  1. Peserta didik menjelaskan pengertian cahaya.
  2. Peserta didik mengidentifikasi berbagai sumber cahaya.
  3. Peserta didik menjelaskan bahwa cahaya merambat lurus.
  4. Peserta didik menjelaskan bahwa cahaya dapat menembus benda bening.
  5. Peserta didik menjelaskan bahwa cahaya dapat dipantulkan.
  6. Peserta didik menjelaskan bahwa cahaya dapat dibiaskan.
  7. Peserta didik menjelaskan bahwa cahaya putih dapat diuraikan menjadi berbagai warna.
  8. Peserta didik menghubungkan sifat cahaya dengan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.
  9. Peserta didik melakukan percobaan sederhana untuk membuktikan sifat-sifat cahaya.
  10. Peserta didik merefleksikan manfaat cahaya bagi kehidupan.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi ajma’iin, wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddiin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran IPAS, mari kita renungkan kebesaran Allah SWT.

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT menciptakan matahari sebagai salah satu sumber cahaya yang sangat penting bagi kehidupan.
  • Al-'Alim (Maha Mengetahui): Allah SWT mengetahui segala sesuatu yang terjadi di alam semesta, termasuk bagaimana cahaya bergerak dan memberikan manfaat bagi makhluk hidup.
  • Ar-Rahman (Maha Pengasih): Allah SWT memberikan cahaya kepada makhluk-Nya sehingga manusia dapat melihat, tumbuhan dapat melakukan fotosintesis, dan berbagai aktivitas kehidupan dapat berlangsung.

Materi : SIFAT-SIFAT CAHAYA



A. Pengertian Cahaya

Cahaya adalah energi yang memungkinkan kita melihat benda-benda di sekitar.

Tanpa cahaya, kita akan kesulitan melihat benda di lingkungan sekitar.

Cahaya dapat berasal dari sumber alami maupun sumber buatan.

Contoh sumber cahaya alami adalah:

  • Matahari;
  • bintang;
  • kunang-kunang.

Contoh sumber cahaya buatan adalah:

  • lampu;
  • senter;
  • lilin.

Cahaya memiliki beberapa sifat yang dapat kita amati melalui berbagai percobaan sederhana.


B. Sifat-Sifat Cahaya

1. Cahaya Merambat Lurus

Cahaya merambat dalam garis lurus.

Kita dapat membuktikannya dengan menggunakan beberapa lembar karton yang diberi lubang.

Jika lubang-lubang tersebut berada dalam posisi sejajar, cahaya dari senter dapat melewati lubang tersebut.

Namun, jika salah satu karton digeser sehingga lubangnya tidak sejajar, cahaya tidak dapat melewatinya.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • cahaya matahari yang masuk melalui celah jendela;
  • sinar senter yang terlihat lurus;
  • cahaya lampu kendaraan yang menerangi jalan.

Kesimpulan:

Cahaya dapat merambat lurus.


2. Cahaya Dapat Menembus Benda Bening

Cahaya dapat melewati benda yang bening atau transparan.

Benda bening adalah benda yang dapat ditembus cahaya sehingga benda di baliknya dapat terlihat.

Contoh benda bening:

  • kaca jendela;
  • air jernih;
  • plastik bening;
  • gelas bening.

Contohnya, cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah melalui kaca jendela.

Namun, tidak semua benda dapat ditembus cahaya.

Benda seperti kayu, buku, dan dinding tidak dapat ditembus cahaya.

Kesimpulan:

Cahaya dapat menembus benda bening.


3. Cahaya Dapat Dipantulkan

Cahaya dapat dipantulkan ketika mengenai permukaan suatu benda.

Pemantulan cahaya dapat kita lihat dengan jelas pada cermin.

Ketika kita berdiri di depan cermin, cahaya yang mengenai tubuh kita dipantulkan oleh cermin menuju mata. Oleh karena itu, kita dapat melihat bayangan diri kita.

Contoh benda yang dapat memantulkan cahaya:

  • cermin;
  • permukaan air;
  • benda logam yang mengilap.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • bercermin;
  • kaca spion kendaraan;
  • menggunakan reflektor pada kendaraan;
  • melihat bayangan pada permukaan air.

Kesimpulan:

Cahaya dapat dipantulkan oleh permukaan benda.


4. Cahaya Dapat Dibiaskan

Pembiasan cahaya adalah peristiwa perubahan arah cahaya ketika melewati dua medium atau zat yang berbeda.

Contohnya dapat diamati ketika sebuah pensil dimasukkan ke dalam gelas berisi air.

Pensil yang berada di dalam air dapat terlihat seperti bengkok atau patah.

Hal tersebut terjadi karena cahaya mengalami perubahan arah ketika berpindah dari air ke udara.

Contoh pembiasan cahaya dalam kehidupan sehari-hari:

  • pensil terlihat bengkok di dalam air;
  • dasar kolam terlihat lebih dangkal;
  • penggunaan kaca pembesar;
  • penggunaan lensa pada kacamata.

Kesimpulan:

Cahaya dapat mengalami pembiasan ketika melewati medium yang berbeda.


5. Cahaya Dapat Diuraikan

Cahaya putih dapat diuraikan menjadi berbagai warna.

Peristiwa penguraian cahaya disebut dispersi cahaya.

Salah satu contoh yang dapat kita lihat di alam adalah pelangi.

Pelangi terjadi ketika cahaya matahari mengalami pembiasan dan penguraian oleh titik-titik air di udara.

Warna-warna pelangi antara lain:

Merah – Jingga – Kuning – Hijau – Biru – Nila – Ungu

Contoh lain penguraian cahaya dapat diamati menggunakan prisma.

Kesimpulan:

Cahaya putih dapat diuraikan menjadi berbagai warna.


C. Contoh Sifat Cahaya dalam Kehidupan Sehari-hari

Perhatikan contoh berikut!

Sifat CahayaContoh dalam Kehidupan
Merambat lurusCahaya senter
Menembus benda beningCahaya masuk melalui kaca jendela
Dapat dipantulkanBercermin
Dapat dibiaskanPensil terlihat bengkok di dalam air
Dapat diuraikanPelangi

Dengan mengamati berbagai peristiwa tersebut, kita dapat mengetahui bahwa sifat cahaya banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.


D. Percobaan Sederhana Sifat Cahaya

Percobaan 1: Cahaya Merambat Lurus

Alat dan bahan:

  • senter;
  • 3 lembar karton;
  • alat pelubang.

Langkah-langkah:

  1. Buat satu lubang pada masing-masing karton.
  2. Susun ketiga karton secara berjajar.
  3. Arahkan cahaya senter melalui lubang.
  4. Amati apakah cahaya dapat melewati ketiga karton.
  5. Geser salah satu karton.
  6. Amati perubahan yang terjadi.

Hasil pengamatan:

Ketika lubang berada dalam satu garis lurus, cahaya dapat melewatinya. Ketika posisi lubang tidak sejajar, cahaya tidak dapat melewatinya.

Kesimpulan:

Cahaya merambat lurus.


E. Percobaan Cahaya Menembus Benda

Alat dan bahan:

  • senter;
  • gelas bening;
  • buku;
  • plastik bening;
  • karton.

Langkah-langkah:

  1. Nyalakan senter.
  2. Arahkan cahaya ke benda yang berbeda.
  3. Amati apakah cahaya dapat melewati benda tersebut.
  4. Catat hasil pengamatan.

Kesimpulan:

Cahaya dapat menembus benda bening, tetapi tidak dapat menembus benda yang tidak tembus cahaya.


F. Percobaan Pemantulan Cahaya

Alat dan bahan:

  • senter;
  • cermin;
  • kertas putih.

Langkah-langkah:

  1. Letakkan cermin pada posisi tertentu.
  2. Arahkan cahaya senter ke permukaan cermin.
  3. Amati arah cahaya setelah mengenai cermin.
  4. Gunakan kertas putih untuk melihat arah cahaya yang dipantulkan.

Kesimpulan:

Cahaya dapat dipantulkan ketika mengenai permukaan benda.


G. Percobaan Pembiasan Cahaya

Alat dan bahan:

  • gelas bening;
  • air;
  • pensil.

Langkah-langkah:

  1. Isi gelas dengan air.
  2. Masukkan pensil ke dalam gelas.
  3. Amati pensil dari samping.
  4. Bandingkan bagian pensil yang berada di dalam air dengan bagian yang berada di luar air.

Hasil pengamatan:

Pensil terlihat seperti bengkok atau patah.

Kesimpulan:

Cahaya mengalami pembiasan ketika berpindah dari satu medium ke medium lainnya.


H. Hubungan Sifat Cahaya dengan Kehidupan

Cahaya sangat penting bagi kehidupan.

Tumbuhan memanfaatkan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis. Manusia menggunakan cahaya untuk melihat benda, belajar, bekerja, dan melakukan berbagai aktivitas.

Berbagai alat juga memanfaatkan sifat cahaya.

Contohnya:

  • cermin memanfaatkan pemantulan cahaya;
  • kacamata memanfaatkan pembiasan cahaya;
  • kaca jendela memanfaatkan kemampuan cahaya menembus benda bening;
  • senter menghasilkan cahaya yang merambat lurus;
  • pelangi merupakan contoh penguraian cahaya.

Oleh karena itu, cahaya merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

LATIHAN SOAL

A. Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa yang dimaksud dengan cahaya?
  2. Sebutkan tiga contoh sumber cahaya!
  3. Apa yang dimaksud dengan cahaya merambat lurus?
  4. Sebutkan dua contoh peristiwa cahaya merambat lurus dalam kehidupan sehari-hari!
  5. Mengapa cahaya dapat masuk ke dalam rumah melalui kaca jendela?
  6. Apa yang dimaksud dengan pemantulan cahaya?
  7. Mengapa kita dapat melihat bayangan pada cermin?
  8. Apa yang dimaksud dengan pembiasan cahaya?
  9. Mengapa pensil terlihat bengkok ketika dimasukkan ke dalam gelas berisi air?
  10. Apa yang dimaksud dengan penguraian cahaya?

B. Perhatikan peristiwa berikut!

Rani memasukkan sebuah pensil ke dalam gelas berisi air. Ketika dilihat dari samping, pensil tersebut tampak seperti bengkok.

Pertanyaan:

  1. Sifat cahaya apakah yang terjadi pada peristiwa tersebut?
  2. Mengapa pensil terlihat seperti bengkok?
  3. Sebutkan satu contoh pembiasan cahaya lainnya dalam kehidupan sehari-hari!

C. Kelompokkan peristiwa berikut berdasarkan sifat cahaya!

  1. Bercermin.
  2. Cahaya masuk melalui kaca jendela.
  3. Pensil terlihat bengkok di dalam air.
  4. Cahaya senter bergerak lurus.
  5. Pelangi muncul setelah hujan.

Tuliskan ke dalam tabel berikut:

No.PeristiwaSifat Cahaya
1Bercermin................
2Cahaya melalui kaca................
3Pensil dalam air................
4Cahaya senter................
5Pelangi................

PENUTUP

Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. Semoga kita semakin menyadari kebesaran Allah SWT melalui berbagai fenomena alam yang ada di sekitar kita.

Kita akan melanjutkan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Materi Ajar Matematika Selasa, 28 September 2026

 

IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

  2. Mapel : Matematika

  3. Hari/Tanggal : Selasa, 28 September 2026

  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

  5. Materi : Pecahan

  6. Pertemuan ke : 19

Capaian Pembelajaran

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000, termasuk membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan, serta melakukan operasi hitung. Peserta didik juga mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB serta membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

  1. memahami konsep pecahan dan pecahan campuran;

  2. membandingkan berbagai pecahan dengan tepat;

  3. mengurutkan berbagai pecahan dari yang terkecil hingga terbesar atau sebaliknya;

  4. membandingkan dan mengurutkan pecahan campuran;

  5. melakukan operasi penjumlahan pecahan dengan penyebut yang sama maupun berbeda;

  6. menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan perbandingan, pengurutan, dan penjumlahan pecahan.

TP Mindful, Meaningful dan Joyful

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

  1. Peserta didik mampu memahami konsep pecahan dengan penuh perhatian dan teliti.

  2. Peserta didik mampu membandingkan dan mengurutkan pecahan dengan memperhatikan pembilang dan penyebut serta menggunakan langkah yang benar.

  3. Peserta didik menyadari pentingnya ketelitian dalam melakukan operasi penjumlahan pecahan agar memperoleh hasil yang tepat.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

  1. Peserta didik mampu menghubungkan konsep pecahan dengan kehidupan sehari-hari, seperti membagi makanan, mengukur bahan, dan menentukan bagian dari suatu benda.

  2. Peserta didik memahami bahwa membandingkan dan mengurutkan pecahan dapat membantu menentukan bagian yang lebih besar atau lebih kecil.

  3. Peserta didik mampu menerapkan penjumlahan pecahan dalam permasalahan sehari-hari.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

  1. Peserta didik mampu memahami pecahan melalui kegiatan yang menyenangkan seperti permainan kartu pecahan, gambar pecahan, diskusi kelompok, dan latihan soal.

  2. Peserta didik menunjukkan rasa percaya diri, aktif berdiskusi, bekerja sama, dan menikmati kegiatan pembelajaran Matematika.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran, serta melakukan operasi penjumlahan pecahan.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran Matematika mari kita renungkan kebesaran Allah SWT

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.



A. Pengertian Pecahan

Pecahan adalah bilangan yang menyatakan bagian dari keseluruhan.

Contoh:

1/2 dibaca satu per dua atau setengah.

Pada pecahan 1/2:

  • 1 disebut pembilang.

  • 2 disebut penyebut.

B. Membandingkan Pecahan

Membandingkan pecahan berarti menentukan pecahan mana yang lebih besar, lebih kecil, atau sama.

Contoh:

1/2 > 1/4

Artinya, satu per dua lebih besar daripada satu per empat.

Untuk pecahan dengan penyebut berbeda, pecahan dapat disamakan penyebutnya terlebih dahulu.

C. Mengurutkan Pecahan

Pecahan dapat diurutkan dari yang terkecil ke terbesar atau dari yang terbesar ke terkecil.

Contoh:

1/4, 1/2, 3/4

Urutan dari yang terkecil adalah:

1/4 < 1/2 < 3/4

D. Pecahan Campuran

Pecahan campuran adalah pecahan yang terdiri atas bilangan bulat dan pecahan.

Contoh:

2 1/3

Dibaca dua satu per tiga.

Pecahan campuran dapat dibandingkan dengan melihat bagian bilangan bulat terlebih dahulu. Jika bilangan bulatnya sama, maka bandingkan bagian pecahannya.

Contoh:

2 1/4 < 2 3/4

E. Penjumlahan Pecahan

1. Penjumlahan pecahan dengan penyebut sama

Jika penyebutnya sama, jumlahkan pembilangnya dan penyebut tetap.

Contoh:

2/7 + 3/7 = 5/7

2. Penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda

Jika penyebut berbeda, samakan penyebut terlebih dahulu.

Contoh:

1/2 + 1/4

KPK dari 2 dan 4 adalah 4.

1/2 = 2/4

Maka:

2/4 + 1/4 = 3/4

Jadi, hasilnya adalah 3/4.

3. Penjumlahan pecahan campuran

Contoh:

1 1/2 + 2 1/2 = 4

Bilangan bulat dijumlahkan dengan bilangan bulat dan bagian pecahan dijumlahkan dengan bagian pecahan.

Latihan Soal

Peserta didik mengerjakan latihan soal tentang:

  1. membandingkan pecahan;

  2. mengurutkan pecahan;

  3. membandingkan dan mengurutkan pecahan campuran;

  4. menjumlahkan pecahan dengan penyebut sama;

  5. menjumlahkan pecahan dengan penyebut berbeda;

  6. menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan.


Penutup

Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Senin, 28 September 2026

Materi Ajar Bahasa Indonesia Senin, 28 September 2026

 

IDENTITAS

  1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd
  2. Mapel : Bahasa Indonesia
  3. Hari/Tanggal : Senin, 28September 2026
  4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)
  5. Materi : Huruf Kapital dan Kalimat Perintah
  6. Pertemuan ke : 18

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Menulis

Peserta didik mampu menulis berbagai tipe teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan/atau imajinasi dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif, menarik, dan/atau indah.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  1. memahami pengertian dan fungsi huruf kapital;
  2. mengidentifikasi penggunaan huruf kapital dalam kalimat;
  3. memahami aturan penggunaan huruf kapital pada awal kalimat;
  4. memahami penggunaan huruf kapital pada nama orang, nama tempat, nama hari, nama bulan, dan nama khusus;
  5. memperbaiki kesalahan penggunaan huruf kapital dalam kalimat;
  6. memahami pengertian dan ciri-ciri kalimat perintah;
  7. mengidentifikasi kalimat perintah dalam sebuah teks;
  8. membuat kalimat perintah dengan menggunakan bahasa yang santun;
  9. menggunakan huruf kapital dan tanda baca yang tepat dalam menulis kalimat;
  10. menulis teks sederhana dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital dan kalimat perintah.

TP Mindful, Meaningful dan Joyful

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

  1. Peserta didik mampu menyadari pentingnya penggunaan huruf kapital dalam tulisan.
  2. Peserta didik mampu memperhatikan penggunaan huruf kapital pada setiap kalimat yang ditulis.
  3. Peserta didik mampu mengenali kalimat perintah dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Peserta didik mampu menggunakan kalimat perintah dengan bahasa yang santun.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

  1. Peserta didik mampu menghubungkan penggunaan huruf kapital dengan kegiatan menulis sehari-hari.
  2. Peserta didik mampu menemukan contoh kalimat perintah di lingkungan rumah dan sekolah.
  3. Peserta didik mampu menggunakan kalimat perintah untuk menyampaikan pesan atau instruksi kepada orang lain.
  4. Peserta didik memahami bahwa penggunaan huruf kapital dan kalimat perintah yang tepat membuat tulisan lebih mudah dipahami.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

  1. Peserta didik menemukan contoh penggunaan huruf kapital melalui permainan atau kegiatan sederhana.
  2. Peserta didik membuat contoh kalimat perintah yang menarik dan santun.
  3. Peserta didik memperbaiki kalimat yang salah secara berkelompok.
  4. Peserta didik membuat teks sederhana dengan menggunakan huruf kapital dan kalimat perintah.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

Murid dapat menulis berbagai tipe teks sederhana berdasarkan gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan/atau imajinasi dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif, menarik, dan/atau indah.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Alhamdulillah, sebelum kita masuk ke pembelajaran Bahasa Indonesia, mari kita bersyukur kepada Allah SWT karena telah diberikan kesempatan untuk belajar dan menambah ilmu pengetahuan.

Apersepsi

Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik:

“Anak-anak, pernahkah kalian melihat tulisan yang menggunakan huruf besar?”

“Mengapa nama seseorang biasanya ditulis menggunakan huruf kapital?”

“Pernahkah kalian mendengar seseorang memberikan perintah?”

“Apa contoh perintah yang sering kalian dengar di sekolah?”

Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan pembelajaran:

“Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan tulisan dan kalimat untuk menyampaikan informasi atau perintah. Agar tulisan mudah dipahami, kita perlu menggunakan huruf kapital dengan tepat. Kita juga perlu menggunakan kalimat perintah dengan bahasa yang santun. Hari ini kita akan belajar tentang huruf kapital dan kalimat perintah.”

MATERI: HURUF KAPITAL DAN KALIMAT PERINTAH

A. Pengertian Huruf Kapital

Huruf kapital adalah huruf yang berukuran lebih besar daripada huruf biasa dan digunakan pada bagian-bagian tertentu dalam tulisan sesuai dengan aturan bahasa Indonesia.

Contoh:

  • Yuyun sedang membaca buku.
  • Bandar Lampung adalah ibu kota Provinsi Lampung.
  • Senin adalah hari pertama dalam kegiatan sekolah.

B. Penggunaan Huruf Kapital

Huruf kapital digunakan pada beberapa bagian berikut.

1. Awal kalimat

Huruf pertama pada awal kalimat harus menggunakan huruf kapital.

Contoh:

  • Ayah sedang membaca koran.
  • Saya pergi ke sekolah.
  • Mereka bermain di halaman.

Salah:

  • saya pergi ke sekolah.

Benar:

  • Saya pergi ke sekolah.

2. Nama orang

Huruf kapital digunakan pada awal nama orang.

Contoh:

  • Yuyun sedang mengajar.
  • Rani membaca buku.
  • Budi bermain sepak bola.

3. Nama tempat

Huruf kapital digunakan pada nama tempat atau wilayah tertentu.

Contoh:

  • Lampung
  • Bandar Lampung
  • Jakarta
  • Indonesia

Contoh kalimat:

Rani tinggal di Bandar Lampung.

4. Nama hari dan bulan

Huruf kapital digunakan pada nama hari dan bulan.

Contoh:

  • Senin
  • Selasa
  • Januari
  • September

Contoh kalimat:

Kami belajar Bahasa Indonesia pada hari Selasa.

Bulan September memiliki tiga puluh hari.

5. Nama khusus

Huruf kapital digunakan pada nama khusus, seperti nama lembaga, sekolah, atau organisasi tertentu.

Contoh:

  • SD Negeri 1 Terbanggi Besar
  • Bahasa Indonesia
  • Provinsi Lampung

C. Kesalahan Penggunaan Huruf Kapital

Perhatikan contoh berikut!

❌ yuyun pergi ke bandar lampung pada hari senin.

Perbaikannya:

✅ Yuyun pergi ke Bandar Lampung pada hari Senin.

Perhatikan bahwa huruf kapital digunakan pada nama orang, nama tempat, dan nama hari.

D. Pengertian Kalimat Perintah

Kalimat perintah adalah kalimat yang digunakan untuk memberikan perintah, ajakan, larangan, atau instruksi kepada seseorang agar melakukan sesuatu.

Contoh:

  • Tutup pintu itu!
  • Bukalah bukumu!
  • Rapikan meja kalian!
  • Tolong ambilkan buku itu!

Kalimat perintah biasanya diakhiri dengan tanda seru (!), terutama jika perintah disampaikan dengan tegas.

E. Ciri-Ciri Kalimat Perintah

Ciri-ciri kalimat perintah antara lain:

  1. berisi perintah atau instruksi;
  2. meminta seseorang melakukan sesuatu;
  3. dapat menggunakan kata tolong, silakan, atau mari;
  4. biasanya menggunakan tanda seru (!);
  5. sebaiknya disampaikan dengan bahasa yang santun.

Contoh:

Tolong tutup pintunya!

Silakan duduk dengan tertib!

Rapikan buku-bukumu!

F. Jenis-Jenis Kalimat Perintah

1. Perintah biasa

Digunakan untuk meminta seseorang melakukan sesuatu.

Contoh:

Buka bukumu!

Kerjakan tugasmu!

2. Perintah dengan kata “tolong”

Digunakan agar perintah terdengar lebih santun.

Contoh:

Tolong ambilkan pensil saya!

Tolong rapikan meja ini!

3. Kalimat larangan

Digunakan untuk melarang seseorang melakukan sesuatu.

Contoh:

Jangan membuang sampah sembarangan!

Jangan berlari di dalam kelas!

4. Kalimat ajakan

Digunakan untuk mengajak seseorang melakukan sesuatu bersama-sama.

Contoh:

Mari kita menjaga kebersihan kelas!

Ayo belajar bersama!

G. Menggunakan Huruf Kapital dan Kalimat Perintah

Ketika membuat kalimat perintah, kita juga harus memperhatikan penggunaan huruf kapital.

Contoh:

❌ tolong rapikan meja kalian!

✅ Tolong rapikan meja kalian!

Contoh lainnya:

❌ jangan membuang sampah sembarangan!

✅ Jangan membuang sampah sembarangan!

Dengan demikian, kalimat ditulis dengan huruf kapital pada awal kalimat dan menggunakan tanda baca yang tepat.

H. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Perhatikan kalimat berikut:

  1. Tolong buanglah sampah pada tempatnya!
  2. Rapikan tempat tidurmu!
  3. Jangan mencoret-coret dinding!
  4. Ayo kita membersihkan kelas!
  5. Silakan antre dengan tertib!

Kalimat-kalimat tersebut dapat kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan tetap memperhatikan kesantunan dalam berbicara.

I. Langkah-Langkah Menulis Kalimat Perintah

  1. Tentukan kegiatan yang ingin diperintahkan.
  2. Pilih kata yang sesuai.
  3. Gunakan bahasa yang santun.
  4. Awali kalimat dengan huruf kapital.
  5. Gunakan tanda baca yang tepat.
  6. Bacalah kembali kalimat yang telah dibuat.
  7. Pastikan kalimat mudah dipahami.

Latihan Soal

A. Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa yang dimaksud dengan huruf kapital?
  2. Kapan huruf kapital digunakan pada awal kalimat?
  3. Sebutkan tiga contoh penggunaan huruf kapital!
  4. Apa yang dimaksud dengan kalimat perintah?
  5. Sebutkan tiga ciri kalimat perintah!
  6. Buatlah satu contoh kalimat perintah!
  7. Buatlah satu contoh kalimat larangan!
  8. Buatlah satu contoh kalimat ajakan!
  9. Mengapa kita harus menggunakan huruf kapital dengan tepat?
  10. Mengapa kalimat perintah sebaiknya disampaikan dengan bahasa yang santun?

B. Perbaikilah Penggunaan Huruf Kapital!

Perbaiki kalimat berikut agar penggunaan huruf kapitalnya tepat!

  1. yuyun pergi ke sekolah pada hari senin.
  2. rani tinggal di bandar lampung.
  3. pada bulan september kami mengikuti kegiatan sekolah.
  4. budi dan andi sedang membaca buku.
  5. indonesia memiliki banyak budaya.

C. Tentukan Kalimat Perintah!

Berilah tanda ✓ pada kalimat yang merupakan kalimat perintah!

  1. (___) Tolong tutup pintunya!
  2. (___) Rani sedang membaca buku.
  3. (___) Jangan berlari di dalam kelas!
  4. (___) Silakan duduk dengan tertib!
  5. (___) Budi bermain sepak bola.

D. Buatlah Kalimat Perintah!

Buatlah kalimat perintah berdasarkan kegiatan berikut:

  1. Membersihkan kelas: ______________________________
  2. Merapikan buku: _________________________________
  3. Membuang sampah: _______________________________
  4. Membuka buku pelajaran: _________________________
  5. Menjaga kebersihan: _____________________________

E. Tugas Individu

Buatlah sebuah teks sederhana bertema:

“Menjaga Kebersihan Sekolah”

Dalam teks tersebut, tuliskan minimal 5 kalimat yang memuat:

  1. penggunaan huruf kapital yang tepat;
  2. minimal 3 kalimat perintah;
  3. penggunaan tanda baca yang tepat;
  4. bahasa yang santun dan mudah dipahami.

Kerjakan di buku tulis.

Refleksi Pembelajaran

  • Untuk Siswa: Alhamdulillah, hari ini ananda mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia tentang huruf kapital dan kalimat perintah dengan baik. Semua siswa dapat memahami penggunaan huruf kapital dengan tepat serta mengenali dan membuat kalimat perintah. Siswa juga mampu menerapkan penggunaan huruf kapital dan kalimat perintah dalam contoh kalimat sederhana.
  • Untuk Guru: Guru memberikan penjelasan dan contoh mengenai penggunaan huruf kapital serta ciri-ciri dan penggunaan kalimat perintah. Seluruh siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan memahami materi yang disampaikan.

Kesimpulan Pembelajaran

Pembelajaran Bahasa Indonesia tentang huruf kapital dan kalimat perintah berjalan dengan baik. Alhamdulillah, semua siswa memahami materi dan mampu menerapkannya dalam membuat serta mengidentifikasi kalimat dengan tepat.

Penutup

Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.