Selasa, 29 September 2026

Materi Ajar IPAS Selasa, 29 September 2026

 

IDENTITAS

1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

2. Mapel : IPAS

3. Hari/Tanggal : Selasa, 29 September 2026

4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

5. Materi : Sifat-Sifat Cahaya

6. Pertemuan ke : 18

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik memahami sifat-sifat cahaya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari serta mampu melakukan pengamatan dan percobaan sederhana untuk membuktikan sifat-sifat cahaya.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat menjelaskan berbagai sifat cahaya serta menganalisis penerapan sifat cahaya dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan pengamatan dan percobaan sederhana.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. menjelaskan pengertian cahaya;
  2. mengidentifikasi sumber cahaya;
  3. menjelaskan sifat cahaya merambat lurus;
  4. menjelaskan sifat cahaya dapat menembus benda bening;
  5. menjelaskan sifat cahaya dapat dipantulkan;
  6. menjelaskan sifat cahaya dapat dibiaskan;
  7. menjelaskan bahwa cahaya putih dapat diuraikan menjadi berbagai warna;
  8. memberikan contoh pemanfaatan sifat cahaya dalam kehidupan sehari-hari;
  9. melakukan percobaan sederhana untuk membuktikan sifat-sifat cahaya;
  10. menunjukkan sikap teliti, aktif, dan bertanggung jawab dalam melakukan percobaan.

TP MINDFUL, MEANINGFUL, DAN JOYFUL

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

Peserta didik belajar dengan penuh perhatian terhadap berbagai peristiwa cahaya yang terjadi di lingkungan sekitar.

Peserta didik menyadari bahwa cahaya memiliki berbagai sifat yang dapat diamati melalui kehidupan sehari-hari.

Peserta didik mampu mengamati arah perjalanan cahaya dengan teliti.

Peserta didik menyadari bahwa cahaya sangat penting bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Peserta didik mampu merefleksikan kebesaran Allah SWT melalui keteraturan cahaya dan manfaatnya bagi kehidupan.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep sifat cahaya dengan pengalaman yang mereka temui sehari-hari.

  • mengamati cahaya matahari yang masuk melalui jendela;
  • mengamati bayangan benda ketika terkena cahaya;
  • mengamati benda yang terlihat jelas melalui kaca;
  • mengamati bayangan pada cermin;
  • mengamati pensil yang terlihat bengkok ketika dimasukkan ke dalam air;
  • mengamati warna-warni pelangi;
  • memahami manfaat cahaya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa sifat cahaya bukan hanya materi pelajaran, tetapi dapat ditemukan dalam berbagai peristiwa di lingkungan sekitar.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

Peserta didik mempelajari sifat cahaya melalui kegiatan yang menyenangkan seperti:

  • permainan mencari sumber cahaya;
  • percobaan cahaya merambat lurus;
  • percobaan cahaya menembus benda bening;
  • percobaan pemantulan cahaya menggunakan cermin;
  • percobaan pembiasan menggunakan gelas berisi air;
  • mengamati warna pelangi;
  • permainan tebak sifat cahaya;
  • kuis tentang sifat-sifat cahaya;
  • berdiskusi dalam kelompok;
  • mempresentasikan hasil percobaan.

Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengamati, mencoba, menemukan, berdiskusi, dan menyampaikan hasil pengamatan sehingga pembelajaran menjadi aktif, menyenangkan, dan bermakna.

ATP (ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN)

  1. Peserta didik menjelaskan pengertian cahaya.
  2. Peserta didik mengidentifikasi berbagai sumber cahaya.
  3. Peserta didik menjelaskan bahwa cahaya merambat lurus.
  4. Peserta didik menjelaskan bahwa cahaya dapat menembus benda bening.
  5. Peserta didik menjelaskan bahwa cahaya dapat dipantulkan.
  6. Peserta didik menjelaskan bahwa cahaya dapat dibiaskan.
  7. Peserta didik menjelaskan bahwa cahaya putih dapat diuraikan menjadi berbagai warna.
  8. Peserta didik menghubungkan sifat cahaya dengan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.
  9. Peserta didik melakukan percobaan sederhana untuk membuktikan sifat-sifat cahaya.
  10. Peserta didik merefleksikan manfaat cahaya bagi kehidupan.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi ajma’iin, wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddiin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran IPAS, mari kita renungkan kebesaran Allah SWT.

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT menciptakan matahari sebagai salah satu sumber cahaya yang sangat penting bagi kehidupan.
  • Al-'Alim (Maha Mengetahui): Allah SWT mengetahui segala sesuatu yang terjadi di alam semesta, termasuk bagaimana cahaya bergerak dan memberikan manfaat bagi makhluk hidup.
  • Ar-Rahman (Maha Pengasih): Allah SWT memberikan cahaya kepada makhluk-Nya sehingga manusia dapat melihat, tumbuhan dapat melakukan fotosintesis, dan berbagai aktivitas kehidupan dapat berlangsung.

Materi : SIFAT-SIFAT CAHAYA



A. Pengertian Cahaya

Cahaya adalah energi yang memungkinkan kita melihat benda-benda di sekitar.

Tanpa cahaya, kita akan kesulitan melihat benda di lingkungan sekitar.

Cahaya dapat berasal dari sumber alami maupun sumber buatan.

Contoh sumber cahaya alami adalah:

  • Matahari;
  • bintang;
  • kunang-kunang.

Contoh sumber cahaya buatan adalah:

  • lampu;
  • senter;
  • lilin.

Cahaya memiliki beberapa sifat yang dapat kita amati melalui berbagai percobaan sederhana.


B. Sifat-Sifat Cahaya

1. Cahaya Merambat Lurus

Cahaya merambat dalam garis lurus.

Kita dapat membuktikannya dengan menggunakan beberapa lembar karton yang diberi lubang.

Jika lubang-lubang tersebut berada dalam posisi sejajar, cahaya dari senter dapat melewati lubang tersebut.

Namun, jika salah satu karton digeser sehingga lubangnya tidak sejajar, cahaya tidak dapat melewatinya.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • cahaya matahari yang masuk melalui celah jendela;
  • sinar senter yang terlihat lurus;
  • cahaya lampu kendaraan yang menerangi jalan.

Kesimpulan:

Cahaya dapat merambat lurus.


2. Cahaya Dapat Menembus Benda Bening

Cahaya dapat melewati benda yang bening atau transparan.

Benda bening adalah benda yang dapat ditembus cahaya sehingga benda di baliknya dapat terlihat.

Contoh benda bening:

  • kaca jendela;
  • air jernih;
  • plastik bening;
  • gelas bening.

Contohnya, cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah melalui kaca jendela.

Namun, tidak semua benda dapat ditembus cahaya.

Benda seperti kayu, buku, dan dinding tidak dapat ditembus cahaya.

Kesimpulan:

Cahaya dapat menembus benda bening.


3. Cahaya Dapat Dipantulkan

Cahaya dapat dipantulkan ketika mengenai permukaan suatu benda.

Pemantulan cahaya dapat kita lihat dengan jelas pada cermin.

Ketika kita berdiri di depan cermin, cahaya yang mengenai tubuh kita dipantulkan oleh cermin menuju mata. Oleh karena itu, kita dapat melihat bayangan diri kita.

Contoh benda yang dapat memantulkan cahaya:

  • cermin;
  • permukaan air;
  • benda logam yang mengilap.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • bercermin;
  • kaca spion kendaraan;
  • menggunakan reflektor pada kendaraan;
  • melihat bayangan pada permukaan air.

Kesimpulan:

Cahaya dapat dipantulkan oleh permukaan benda.


4. Cahaya Dapat Dibiaskan

Pembiasan cahaya adalah peristiwa perubahan arah cahaya ketika melewati dua medium atau zat yang berbeda.

Contohnya dapat diamati ketika sebuah pensil dimasukkan ke dalam gelas berisi air.

Pensil yang berada di dalam air dapat terlihat seperti bengkok atau patah.

Hal tersebut terjadi karena cahaya mengalami perubahan arah ketika berpindah dari air ke udara.

Contoh pembiasan cahaya dalam kehidupan sehari-hari:

  • pensil terlihat bengkok di dalam air;
  • dasar kolam terlihat lebih dangkal;
  • penggunaan kaca pembesar;
  • penggunaan lensa pada kacamata.

Kesimpulan:

Cahaya dapat mengalami pembiasan ketika melewati medium yang berbeda.


5. Cahaya Dapat Diuraikan

Cahaya putih dapat diuraikan menjadi berbagai warna.

Peristiwa penguraian cahaya disebut dispersi cahaya.

Salah satu contoh yang dapat kita lihat di alam adalah pelangi.

Pelangi terjadi ketika cahaya matahari mengalami pembiasan dan penguraian oleh titik-titik air di udara.

Warna-warna pelangi antara lain:

Merah – Jingga – Kuning – Hijau – Biru – Nila – Ungu

Contoh lain penguraian cahaya dapat diamati menggunakan prisma.

Kesimpulan:

Cahaya putih dapat diuraikan menjadi berbagai warna.


C. Contoh Sifat Cahaya dalam Kehidupan Sehari-hari

Perhatikan contoh berikut!

Sifat CahayaContoh dalam Kehidupan
Merambat lurusCahaya senter
Menembus benda beningCahaya masuk melalui kaca jendela
Dapat dipantulkanBercermin
Dapat dibiaskanPensil terlihat bengkok di dalam air
Dapat diuraikanPelangi

Dengan mengamati berbagai peristiwa tersebut, kita dapat mengetahui bahwa sifat cahaya banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.


D. Percobaan Sederhana Sifat Cahaya

Percobaan 1: Cahaya Merambat Lurus

Alat dan bahan:

  • senter;
  • 3 lembar karton;
  • alat pelubang.

Langkah-langkah:

  1. Buat satu lubang pada masing-masing karton.
  2. Susun ketiga karton secara berjajar.
  3. Arahkan cahaya senter melalui lubang.
  4. Amati apakah cahaya dapat melewati ketiga karton.
  5. Geser salah satu karton.
  6. Amati perubahan yang terjadi.

Hasil pengamatan:

Ketika lubang berada dalam satu garis lurus, cahaya dapat melewatinya. Ketika posisi lubang tidak sejajar, cahaya tidak dapat melewatinya.

Kesimpulan:

Cahaya merambat lurus.


E. Percobaan Cahaya Menembus Benda

Alat dan bahan:

  • senter;
  • gelas bening;
  • buku;
  • plastik bening;
  • karton.

Langkah-langkah:

  1. Nyalakan senter.
  2. Arahkan cahaya ke benda yang berbeda.
  3. Amati apakah cahaya dapat melewati benda tersebut.
  4. Catat hasil pengamatan.

Kesimpulan:

Cahaya dapat menembus benda bening, tetapi tidak dapat menembus benda yang tidak tembus cahaya.


F. Percobaan Pemantulan Cahaya

Alat dan bahan:

  • senter;
  • cermin;
  • kertas putih.

Langkah-langkah:

  1. Letakkan cermin pada posisi tertentu.
  2. Arahkan cahaya senter ke permukaan cermin.
  3. Amati arah cahaya setelah mengenai cermin.
  4. Gunakan kertas putih untuk melihat arah cahaya yang dipantulkan.

Kesimpulan:

Cahaya dapat dipantulkan ketika mengenai permukaan benda.


G. Percobaan Pembiasan Cahaya

Alat dan bahan:

  • gelas bening;
  • air;
  • pensil.

Langkah-langkah:

  1. Isi gelas dengan air.
  2. Masukkan pensil ke dalam gelas.
  3. Amati pensil dari samping.
  4. Bandingkan bagian pensil yang berada di dalam air dengan bagian yang berada di luar air.

Hasil pengamatan:

Pensil terlihat seperti bengkok atau patah.

Kesimpulan:

Cahaya mengalami pembiasan ketika berpindah dari satu medium ke medium lainnya.


H. Hubungan Sifat Cahaya dengan Kehidupan

Cahaya sangat penting bagi kehidupan.

Tumbuhan memanfaatkan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis. Manusia menggunakan cahaya untuk melihat benda, belajar, bekerja, dan melakukan berbagai aktivitas.

Berbagai alat juga memanfaatkan sifat cahaya.

Contohnya:

  • cermin memanfaatkan pemantulan cahaya;
  • kacamata memanfaatkan pembiasan cahaya;
  • kaca jendela memanfaatkan kemampuan cahaya menembus benda bening;
  • senter menghasilkan cahaya yang merambat lurus;
  • pelangi merupakan contoh penguraian cahaya.

Oleh karena itu, cahaya merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

LATIHAN SOAL

A. Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa yang dimaksud dengan cahaya?
  2. Sebutkan tiga contoh sumber cahaya!
  3. Apa yang dimaksud dengan cahaya merambat lurus?
  4. Sebutkan dua contoh peristiwa cahaya merambat lurus dalam kehidupan sehari-hari!
  5. Mengapa cahaya dapat masuk ke dalam rumah melalui kaca jendela?
  6. Apa yang dimaksud dengan pemantulan cahaya?
  7. Mengapa kita dapat melihat bayangan pada cermin?
  8. Apa yang dimaksud dengan pembiasan cahaya?
  9. Mengapa pensil terlihat bengkok ketika dimasukkan ke dalam gelas berisi air?
  10. Apa yang dimaksud dengan penguraian cahaya?

B. Perhatikan peristiwa berikut!

Rani memasukkan sebuah pensil ke dalam gelas berisi air. Ketika dilihat dari samping, pensil tersebut tampak seperti bengkok.

Pertanyaan:

  1. Sifat cahaya apakah yang terjadi pada peristiwa tersebut?
  2. Mengapa pensil terlihat seperti bengkok?
  3. Sebutkan satu contoh pembiasan cahaya lainnya dalam kehidupan sehari-hari!

C. Kelompokkan peristiwa berikut berdasarkan sifat cahaya!

  1. Bercermin.
  2. Cahaya masuk melalui kaca jendela.
  3. Pensil terlihat bengkok di dalam air.
  4. Cahaya senter bergerak lurus.
  5. Pelangi muncul setelah hujan.

Tuliskan ke dalam tabel berikut:

No.PeristiwaSifat Cahaya
1Bercermin................
2Cahaya melalui kaca................
3Pensil dalam air................
4Cahaya senter................
5Pelangi................

PENUTUP

Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. Semoga kita semakin menyadari kebesaran Allah SWT melalui berbagai fenomena alam yang ada di sekitar kita.

Kita akan melanjutkan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

0 komentar:

Posting Komentar