IDENTITAS
Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd
Mapel : Seni Rupa
Hari/Tanggal : Kamis, 1 Oktober 2026
Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)
Materi : Kerajinan Gerabah
Pertemuan ke : 14
Capaian Pembelajaran
Peserta didik mampu mengeksplorasi dan menciptakan karya seni rupa dengan menggunakan berbagai alat, bahan, teknik, dan prosedur. Peserta didik mampu mengembangkan kreativitas melalui kegiatan mencoba, mengamati, memodifikasi, dan menghasilkan karya yang memiliki nilai estetis serta berkaitan dengan lingkungan dan budaya di sekitarnya.
Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu:
memahami pengertian dan karakteristik kerajinan gerabah;
mengenali bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan gerabah;
mengidentifikasi berbagai teknik dalam membuat kerajinan gerabah;
mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan/atau bahan dalam membuat gerabah;
membuat rancangan atau karya sederhana yang terinspirasi dari kerajinan gerabah;
menunjukkan sikap kreatif, teliti, mandiri, dan bertanggung jawab selama proses berkarya.
TP Mindful, Meaningful dan Joyful
1. Mindful Learning (Berkesadaran)
Peserta didik mampu mengamati bentuk, tekstur, dan karakteristik gerabah dengan penuh perhatian.
Peserta didik mampu menggunakan alat dan bahan dengan hati-hati, aman, dan bertanggung jawab.
Peserta didik mampu menyadari bahwa setiap teknik berkarya membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan keterampilan.
Peserta didik mampu menghargai proses dan hasil karya diri sendiri maupun karya teman.
2. Meaningful Learning (Bermakna)
Peserta didik mampu menghubungkan kerajinan gerabah dengan kehidupan sehari-hari dan budaya masyarakat Indonesia.
Peserta didik memahami bahwa gerabah dapat digunakan sebagai benda pakai maupun benda hias.
Peserta didik mampu mengenali bahwa tanah liat dapat diolah menjadi berbagai bentuk benda yang memiliki nilai guna dan nilai seni.
Peserta didik mampu menghubungkan kegiatan membuat gerabah dengan pentingnya melestarikan kerajinan tradisional Indonesia.
3. Joyful Learning (Menggembirakan)
Peserta didik mampu mengeksplorasi berbagai bentuk dan teknik gerabah melalui kegiatan mencoba dan berkarya.
Peserta didik merasa senang dan percaya diri dalam menuangkan ide kreatif ke dalam karya.
Peserta didik mampu bekerja sama dan berdiskusi dalam mengeksplorasi alat, bahan, serta teknik pembuatan gerabah.
Peserta didik menikmati proses berkarya tanpa takut melakukan kesalahan dan berani mencoba variasi bentuk baru.
ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)
Murid dapat mengeksplorasi variasi teknik penggunaan alat dan/atau bahan dalam membuat karya kerajinan gerabah dengan memperhatikan karakteristik bahan, fungsi, keamanan, dan nilai estetis karya.
MATERI
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin, wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
Sebelum kita masuk ke pembelajaran Seni Rupa, mari kita renungkan kebesaran Allah SWT
Allah SWT menciptakan alam dengan berbagai macam bentuk, warna, tekstur, dan bahan yang dapat dimanfaatkan manusia.
Tanah yang terlihat sederhana dapat diolah menjadi berbagai karya yang indah dan bermanfaat. Salah satunya adalah gerabah.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Mu'minun ayat 12:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن سُلَالَةٍ مِّن طِينٍ
Artinya:
“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah.”
Melalui kegiatan membuat gerabah, kita belajar bahwa bahan yang berasal dari alam dapat diolah dengan kreativitas dan keterampilan menjadi karya yang memiliki nilai guna dan keindahan.
Kita juga belajar untuk bersyukur atas ciptaan Allah SWT, menjaga lingkungan, menghargai budaya, serta menggunakan bahan alam dengan bijaksana.
A. Pengertian Gerabah
Gerabah adalah benda yang dibuat dari tanah liat yang dibentuk sesuai kebutuhan, kemudian dikeringkan dan dibakar hingga menjadi keras.
Gerabah merupakan salah satu bentuk kerajinan tradisional yang telah dibuat oleh masyarakat Indonesia sejak dahulu.
Contoh benda yang dapat dibuat dari gerabah antara lain:
pot bunga;
kendi;
vas bunga;
tempat pensil;
mangkuk;
piring;
celengan;
tempat lilin;
hiasan rumah.
Gerabah dapat memiliki nilai guna karena dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan nilai estetis karena memiliki bentuk serta hiasan yang indah.
B. Bahan dalam Membuat Gerabah
Bahan utama yang digunakan untuk membuat gerabah adalah tanah liat.
Tanah liat memiliki karakteristik:
mudah dibentuk ketika basah;
memiliki tekstur yang lembut;
dapat dibentuk menjadi berbagai macam benda;
menjadi keras setelah dikeringkan dan dibakar;
dapat diberi warna atau hiasan.
Selain tanah liat, dalam kegiatan berkarya dapat digunakan bahan tambahan seperti:
air;
pewarna;
bahan untuk menghias;
cat;
bahan pelapis.
C. Alat dalam Membuat Gerabah
Beberapa alat yang dapat digunakan untuk membuat gerabah antara lain:
tangan, untuk membentuk dan meratakan tanah liat;
papan atau alas, sebagai tempat membuat karya;
pisau atau alat ukir, untuk membuat pola atau hiasan;
alat pemotong, untuk memotong atau merapikan tanah liat;
alat pembentuk sederhana, untuk membantu menghasilkan bentuk tertentu.
Penggunaan alat harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai fungsinya.
D. Teknik Membuat Gerabah
Ada beberapa teknik sederhana yang dapat digunakan dalam membuat gerabah.
1. Teknik Pijit (Pinching)
Teknik pijit dilakukan dengan cara membentuk tanah liat menggunakan jari-jari tangan.
Tanah liat dipijat dan ditekan secara perlahan hingga membentuk benda yang diinginkan.
Contohnya:
mangkuk kecil, wadah sederhana, atau hiasan.
2. Teknik Pilin (Coiling)
Teknik pilin dilakukan dengan membuat tanah liat menjadi bentuk seperti tali panjang.
Pilin-pilin tanah liat tersebut kemudian disusun secara melingkar dan disatukan hingga membentuk benda.
Teknik ini dapat digunakan untuk membuat:
pot;
vas;
tempat pensil;
wadah sederhana.
3. Teknik Lempeng (Slab)
Teknik lempeng dilakukan dengan membuat tanah liat menjadi lembaran atau lempengan yang memiliki ketebalan relatif sama.
Lempengan kemudian dipotong dan disusun menjadi bentuk tertentu.
Contohnya:
kotak kecil;
tempat pensil;
hiasan dinding;
wadah sederhana.
4. Teknik Cetak
Teknik cetak dilakukan dengan memasukkan atau menekan tanah liat ke dalam cetakan sehingga menghasilkan bentuk tertentu.
Teknik ini dapat membantu menghasilkan bentuk yang lebih seragam.
E. Eksplorasi Variasi Teknik
Eksplorasi berarti mencoba dan mencari berbagai kemungkinan untuk menghasilkan karya.
Dalam membuat gerabah, peserta didik dapat mengeksplorasi:
bentuk;
ukuran;
tekstur;
pola;
hiasan;
teknik pijit;
teknik pilin;
teknik lempeng;
teknik cetak;
kombinasi beberapa teknik.
Contoh:
Sebuah pot dapat dibuat menggunakan teknik pilin, kemudian permukaannya dihias menggunakan teknik ukir atau gores.
Dengan mencoba berbagai teknik, peserta didik dapat menemukan cara yang sesuai dengan ide dan bentuk karya yang ingin dibuat.
F. Tahapan Sederhana Membuat Gerabah
1. Menyiapkan bahan dan alat
Siapkan tanah liat, air, alas, dan alat pembentuk atau penghias.
2. Mengolah tanah liat
Tanah liat diremas dan dipadatkan agar lebih mudah dibentuk.
3. Membentuk
Bentuk tanah liat menggunakan teknik yang dipilih, misalnya teknik pijit, pilin, lempeng, atau cetak.
4. Menghias
Tambahkan pola, tekstur, garis, atau bentuk hiasan sesuai kreativitas.
5. Mengeringkan
Karya dikeringkan secara bertahap hingga cukup kuat dan tidak terlalu basah.
6. Membakar
Gerabah yang sudah kering dapat dibakar menggunakan tungku khusus dengan pengawasan orang dewasa atau pengrajin.
7. Finishing
Gerabah dapat diberi warna atau lapisan akhir agar terlihat lebih menarik.
G. Nilai Seni dan Budaya Gerabah
Gerabah tidak hanya memiliki fungsi sebagai benda pakai, tetapi juga menjadi bagian dari budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia.
Melalui kerajinan gerabah, kita dapat belajar tentang:
kreativitas;
ketekunan;
keterampilan tangan;
pemanfaatan bahan alam;
budaya daerah;
pelestarian kerajinan tradisional.
Gerabah merupakan salah satu contoh bahwa karya seni dapat menggabungkan keindahan, fungsi, kreativitas, dan budaya.
H. Keselamatan dan Sikap dalam Berkarya
Saat membuat gerabah, peserta didik perlu:
menggunakan alat sesuai fungsinya;
menjaga kebersihan tempat kerja;
tidak bermain-main dengan alat;
mencuci tangan setelah selesai berkarya;
menggunakan alat tajam dengan pengawasan guru;
tidak mendekati tungku pembakaran tanpa izin dan pengawasan orang dewasa;
menghargai karya teman;
menjaga bahan alam agar tidak digunakan secara berlebihan.
I. Kegiatan Eksplorasi
Peserta didik melakukan kegiatan eksplorasi sederhana dengan mencoba berbagai teknik membentuk tanah liat.
Peserta didik dapat mencoba:
Teknik Pijit → Teknik Pilin → Teknik Lempeng → Teknik Cetak
Kemudian peserta didik memilih teknik yang paling sesuai untuk membuat karya sederhana.
Peserta didik dapat membuat salah satu karya berikut:
pot mini;
mangkuk kecil;
tempat pensil;
vas mini;
celengan;
hiasan sederhana.
Peserta didik kemudian memberikan hiasan atau tekstur sesuai kreativitas masing-masing.
Latihan Soal
Peserta didik mengerjakan latihan soal tentang:
pengertian gerabah;
bahan utama pembuatan gerabah;
karakteristik tanah liat;
alat yang digunakan untuk membuat gerabah;
teknik pijit;
teknik pilin;
teknik lempeng;
teknik cetak;
variasi teknik dalam membuat gerabah;
fungsi dan nilai budaya kerajinan gerabah.
Penutup
Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini.
Guru memberikan apresiasi terhadap proses dan hasil karya peserta didik serta mengajak peserta didik untuk selalu berani mencoba, menghargai karya orang lain, dan menjaga kelestarian budaya Indonesia.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.






