IDENTITAS
Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd
Mapel : Matematika
Hari/Tanggal : Selasa, 6 Oktober 2026
Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)
Materi : Pecahan
Pertemuan ke : 20
Capaian Pembelajaran
Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000, termasuk membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan, serta melakukan operasi hitung. Peserta didik juga mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB serta membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran.
Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu:
memahami konsep pecahan dan pecahan campuran;
membandingkan berbagai pecahan dengan tepat;
mengurutkan berbagai pecahan dari yang terkecil hingga terbesar atau sebaliknya;
membandingkan dan mengurutkan pecahan campuran;
melakukan operasi penjumlahan pecahan dengan penyebut yang sama maupun berbeda;
menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan perbandingan, pengurutan, dan penjumlahan pecahan.
TP Mindful, Meaningful dan Joyful
1. Mindful Learning (Berkesadaran)
Peserta didik mampu memahami konsep pecahan dengan penuh perhatian dan teliti.
Peserta didik mampu membandingkan dan mengurutkan pecahan dengan memperhatikan pembilang dan penyebut serta menggunakan langkah yang benar.
Peserta didik menyadari pentingnya ketelitian dalam melakukan operasi penjumlahan pecahan agar memperoleh hasil yang tepat.
2. Meaningful Learning (Bermakna)
Peserta didik mampu menghubungkan konsep pecahan dengan kehidupan sehari-hari, seperti membagi makanan, mengukur bahan, dan menentukan bagian dari suatu benda.
Peserta didik memahami bahwa membandingkan dan mengurutkan pecahan dapat membantu menentukan bagian yang lebih besar atau lebih kecil.
Peserta didik mampu menerapkan penjumlahan pecahan dalam permasalahan sehari-hari.
3. Joyful Learning (Menggembirakan)
Peserta didik mampu memahami pecahan melalui kegiatan yang menyenangkan seperti permainan kartu pecahan, gambar pecahan, diskusi kelompok, dan latihan soal.
Peserta didik menunjukkan rasa percaya diri, aktif berdiskusi, bekerja sama, dan menikmati kegiatan pembelajaran Matematika.
ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)
Peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran, serta melakukan operasi penjumlahan pecahan.
MATERI
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
Sebelum kita masuk ke pembelajaran Matematika mari kita renungkan kebesaran Allah SWT
- Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
- Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
- Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.
A. Pengertian Pecahan
Pecahan adalah bilangan yang menyatakan bagian dari keseluruhan.
Contoh:
1/2 dibaca satu per dua atau setengah.
Pada pecahan 1/2:
1 disebut pembilang.
2 disebut penyebut.
B. Membandingkan Pecahan
Membandingkan pecahan berarti menentukan pecahan mana yang lebih besar, lebih kecil, atau sama.
Contoh:
1/2 > 1/4
Artinya, satu per dua lebih besar daripada satu per empat.
Untuk pecahan dengan penyebut berbeda, pecahan dapat disamakan penyebutnya terlebih dahulu.
C. Mengurutkan Pecahan
Pecahan dapat diurutkan dari yang terkecil ke terbesar atau dari yang terbesar ke terkecil.
Contoh:
1/4, 1/2, 3/4
Urutan dari yang terkecil adalah:
1/4 < 1/2 < 3/4
D. Pecahan Campuran
Pecahan campuran adalah pecahan yang terdiri atas bilangan bulat dan pecahan.
Contoh:
2 1/3
Dibaca dua satu per tiga.
Pecahan campuran dapat dibandingkan dengan melihat bagian bilangan bulat terlebih dahulu. Jika bilangan bulatnya sama, maka bandingkan bagian pecahannya.
Contoh:
2 1/4 < 2 3/4
E. Penjumlahan Pecahan
1. Penjumlahan pecahan dengan penyebut sama
Jika penyebutnya sama, jumlahkan pembilangnya dan penyebut tetap.
Contoh:
2/7 + 3/7 = 5/7
2. Penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda
Jika penyebut berbeda, samakan penyebut terlebih dahulu.
Contoh:
1/2 + 1/4
KPK dari 2 dan 4 adalah 4.
1/2 = 2/4
Maka:
2/4 + 1/4 = 3/4
Jadi, hasilnya adalah 3/4.
3. Penjumlahan pecahan campuran
Contoh:
1 1/2 + 2 1/2 = 4
Bilangan bulat dijumlahkan dengan bilangan bulat dan bagian pecahan dijumlahkan dengan bagian pecahan.
Latihan Soal
Peserta didik mengerjakan latihan soal tentang:
membandingkan pecahan;
mengurutkan pecahan;
membandingkan dan mengurutkan pecahan campuran;
menjumlahkan pecahan dengan penyebut sama;
menjumlahkan pecahan dengan penyebut berbeda;
menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan.
Refleksi Pembelajaran
Untuk Siswa: Alhamdulillah, hari ini ananda mengikuti pembelajaran Matematika tentang mengurutkan pecahan dengan baik. Sebagian besar siswa dapat memahami cara membandingkan dan mengurutkan pecahan dari nilai terkecil ke terbesar maupun dari nilai terbesar ke terkecil. Siswa juga mampu menentukan urutan beberapa pecahan dengan menggunakan strategi yang telah dipelajari. Hanya sebagian kecil siswa yang masih mengalami kesulitan, terutama dalam mengurutkan pecahan dengan penyebut yang berbeda, sehingga perlu diberikan penguatan dan latihan tambahan agar semakin memahami materi.
Untuk Guru: Pembelajaran Matematika tentang mengurutkan pecahan berjalan dengan baik. Sebagian besar siswa menunjukkan pemahaman yang baik dan mampu mengurutkan pecahan dengan tepat. Guru memberikan penguatan agar siswa tidak hanya mampu menentukan urutan pecahan, tetapi juga memahami alasan mengapa suatu pecahan memiliki nilai lebih besar atau lebih kecil. Sebagian kecil siswa yang masih mengalami kesulitan akan diberikan pendampingan dan latihan tambahan secara bertahap agar dapat mengikuti pembelajaran selanjutnya dengan lebih baik.
Kesimpulan Materi: Mengurutkan Pecahan
Pengertian: Mengurutkan pecahan adalah menyusun beberapa pecahan berdasarkan nilainya, mulai dari nilai terkecil ke terbesar atau dari nilai terbesar ke terkecil.
Pecahan dengan Penyebut Sama: Jika beberapa pecahan memiliki penyebut yang sama, pecahan dengan pembilang lebih kecil memiliki nilai lebih kecil, sedangkan pecahan dengan pembilang lebih besar memiliki nilai lebih besar. Contoh: 2/8 < 5/8 < 7/8.
Pecahan dengan Penyebut Berbeda: Untuk membandingkan pecahan dengan penyebut berbeda, pecahan dapat diubah menjadi pecahan senilai dengan penyebut yang sama atau menggunakan cara membandingkan nilai pecahan.
Mengurutkan dari Terkecil ke Terbesar: Pecahan disusun mulai dari pecahan yang memiliki nilai paling kecil hingga pecahan yang memiliki nilai paling besar. Contoh: 1/4 < 1/2 < 3/4.
Mengurutkan dari Terbesar ke Terkecil: Pecahan disusun mulai dari pecahan yang memiliki nilai paling besar hingga pecahan yang memiliki nilai paling kecil. Contoh: 3/4 > 1/2 > 1/4.
Pecahan Senilai: Pecahan senilai adalah pecahan yang memiliki nilai yang sama meskipun pembilang dan penyebutnya berbeda. Pecahan senilai dapat membantu dalam membandingkan dan mengurutkan pecahan.
Penerapan dalam Kehidupan: Mengurutkan pecahan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya membandingkan bagian makanan yang dimakan, jumlah air yang digunakan, bagian waktu yang telah berlalu, atau bagian suatu benda yang telah digunakan.
Penutup
Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.







0 komentar:
Posting Komentar