Rabu, 28 Oktober 2026

Materi Ajar IPAS Rabu, 28 Oktober 2026

 

IDENTITAS

Nama Guru: Yuyun Eka Purwanti, S.Pd.

Mata Pelajaran: IPAS

Hari/Tanggal: Rabu, 28 Oktober 2026

Fase/Kelas: Fase C / Kelas V (Lima)

Materi: Telinga dan Fungsinya

Pertemuan ke: 22 

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik memahami bagian-bagian telinga, fungsi setiap bagian telinga, proses mendengar, serta cara menjaga kesehatan organ pendengaran melalui kegiatan pengamatan, diskusi, dan percobaan sederhana.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat menjelaskan bagian-bagian telinga dan fungsinya, menguraikan proses terjadinya pendengaran, serta menganalisis cara menjaga kesehatan telinga dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian telinga sebagai organ pendengaran.

  2. Mengidentifikasi bagian-bagian telinga.

  3. Menjelaskan fungsi telinga bagian luar, tengah, dan dalam.

  4. Menguraikan proses masuknya bunyi hingga dapat didengar oleh otak.

  5. Menjelaskan hubungan bunyi dengan fungsi telinga.

  6. Mengidentifikasi kebiasaan yang dapat merusak kesehatan pendengaran.

  7. Menjelaskan cara merawat dan menjaga kesehatan telinga.

  8. Melakukan pengamatan sederhana tentang bunyi dan pendengaran dengan aman.

  9. Menunjukkan sikap teliti, aktif, bekerja sama, dan bertanggung jawab selama pembelajaran.

TP MINDFUL, MEANINGFUL, DAN JOYFUL

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

  • Peserta didik belajar dengan penuh perhatian terhadap berbagai bunyi di lingkungan sekitar.

  • Peserta didik menyadari bahwa telinga merupakan organ penting yang membantu manusia mendengar.

  • Peserta didik memahami pentingnya menjaga kesehatan telinga dan menghindari suara yang terlalu keras.

  • Peserta didik mensyukuri karunia Allah SWT berupa kemampuan mendengar.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari, seperti:

  • Mendengar suara guru saat menjelaskan pelajaran.

  • Mendengar bel sekolah sebagai tanda pergantian kegiatan.

  • Mendengar suara azan, percakapan, dan suara kendaraan.

  • Mengenali arah datangnya suara.

  • Memahami pentingnya telinga ketika berkomunikasi dengan orang lain.

  • Mengetahui akibat mendengarkan suara terlalu keras.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

Peserta didik mempelajari telinga melalui kegiatan menyenangkan, seperti:

  • Mengamati gambar bagian-bagian telinga.

  • Permainan tebak sumber bunyi.

  • Menyusun urutan proses mendengar.

  • Diskusi kelompok tentang cara merawat telinga.

  • Kuis bagian telinga dan fungsinya.

  • Presentasi hasil pengamatan secara berkelompok.

Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengamati, mencoba, berdiskusi, dan menyampaikan hasil temuannya agar pembelajaran menjadi aktif, menyenangkan, dan bermakna.

ATP (ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN)

  1. Peserta didik menjelaskan pengertian telinga sebagai organ pendengaran.

  2. Peserta didik mengidentifikasi bagian-bagian telinga.

  3. Peserta didik menjelaskan fungsi telinga bagian luar, tengah, dan dalam.

  4. Peserta didik menguraikan proses terjadinya pendengaran.

  5. Peserta didik menjelaskan fungsi koklea dan saraf pendengaran.

  6. Peserta didik menjelaskan peran telinga bagian dalam dalam menjaga keseimbangan tubuh.

  7. Peserta didik mengidentifikasi gangguan yang dapat memengaruhi pendengaran.

  8. Peserta didik menjelaskan cara menjaga kesehatan telinga.

  9. Peserta didik menghubungkan fungsi telinga dengan kegiatan sehari-hari.

  10. Peserta didik melakukan pengamatan sederhana tentang bunyi dan pendengaran.

  11. Peserta didik merefleksikan pentingnya menjaga telinga sebagai anugerah Allah SWT.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ.

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran IPAS, mari kita renungkan kebesaran Allah SWT.

  • Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan manusia dengan organ tubuh yang memiliki fungsi masing-masing, termasuk telinga sebagai organ pendengaran.

  • Al-'Alim (Maha Mengetahui): Allah SWT mengetahui segala sesuatu yang terjadi di alam semesta, termasuk bagaimana manusia dapat mendengar berbagai suara.

  • Ar-Rahman (Maha Pengasih): Allah SWT memberikan kemampuan mendengar kepada manusia agar dapat berkomunikasi, belajar, mengenali lingkungan, dan memperoleh informasi.

Materi: TELINGA DAN FUNGSINYA

A. Pengertian Telinga




Telinga adalah organ tubuh manusia yang berfungsi sebagai alat pendengaran dan membantu menjaga keseimbangan tubuh.

Dengan telinga, kita dapat mendengar berbagai bunyi, seperti suara orang berbicara, kicauan burung, bel sekolah, suara kendaraan, dan alat musik.

Telinga bekerja bersama bagian-bagian lain dalam sistem pendengaran. Bunyi yang berasal dari lingkungan ditangkap oleh telinga, diteruskan melalui bagian-bagian telinga, kemudian diubah menjadi sinyal yang dikirim ke otak sehingga kita dapat mengenali suara tersebut.

CDC+1

Contoh fungsi telinga dalam kehidupan sehari-hari:

  • Mendengarkan penjelasan guru di kelas.

  • Mendengar panggilan orang tua.

  • Menikmati suara musik.

  • Mengenali suara bel sekolah.

  • Membantu mengetahui arah datangnya suara.

  • Membantu menjaga keseimbangan ketika berjalan dan berlari.

Kesimpulan:

Telinga merupakan organ penting yang membantu manusia mendengar dan menjaga keseimbangan tubuh.

B. Bagian-Bagian Telinga

Telinga manusia terdiri atas tiga bagian utama, yaitu telinga bagian luar, telinga bagian tengah, dan telinga bagian dalam. Setiap bagian memiliki struktur dan fungsi yang berbeda, tetapi semuanya bekerja sama agar kita dapat mendengar dengan baik.

Children's Hospital of Philadelphia+1

1. Telinga Bagian Luar



Telinga bagian luar merupakan bagian telinga yang berfungsi menangkap dan mengarahkan bunyi menuju bagian dalam telinga.

Bagian telinga luar meliputi:

  • Daun telinga: Bagian telinga yang terlihat dari luar. Fungsinya menangkap dan mengarahkan gelombang bunyi menuju lubang telinga.

  • Liang telinga: Saluran yang membawa gelombang bunyi menuju gendang telinga.

  • Gendang telinga: Selaput tipis yang bergetar ketika terkena gelombang bunyi. Gendang telinga menjadi batas antara telinga luar dan telinga tengah.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

Ketika guru berbicara, gelombang bunyi ditangkap oleh daun telinga, kemudian bergerak melalui liang telinga hingga mencapai gendang telinga.

Kesimpulan:

Telinga bagian luar berfungsi menangkap dan mengarahkan bunyi menuju gendang telinga.

2. Telinga Bagian Tengah

Telinga bagian tengah merupakan bagian telinga yang membantu meneruskan getaran bunyi menuju telinga bagian dalam.

Bagian telinga tengah meliputi:

  • Tulang martil (maleus): Menerima getaran dari gendang telinga.

  • Tulang landasan (inkus): Meneruskan getaran dari tulang martil ke tulang sanggurdi.

  • Tulang sanggurdi (stapes): Meneruskan getaran menuju telinga bagian dalam.

  • Tuba Eustachius: Saluran yang membantu menyamakan tekanan udara di telinga tengah dengan tekanan di sekitar tubuh.

Tulang martil, landasan, dan sanggurdi merupakan tiga tulang pendengaran terkecil dalam tubuh manusia. Ketiganya bekerja sama untuk meneruskan dan memperkuat getaran bunyi menuju telinga bagian dalam.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

Saat kita mendengar suara bel sekolah, gendang telinga bergetar. Getaran tersebut diteruskan oleh ketiga tulang pendengaran menuju telinga bagian dalam.

Kesimpulan:

Telinga bagian tengah berfungsi meneruskan dan memperkuat getaran bunyi menuju telinga bagian dalam serta membantu menyeimbangkan tekanan udara.

3. Telinga Bagian Dalam

Telinga bagian dalam merupakan bagian yang berperan penting dalam proses pendengaran dan keseimbangan tubuh.

Bagian telinga dalam meliputi:

  • Koklea (rumah siput): Berbentuk menyerupai rumah siput dan berisi cairan serta sel-sel rambut sensorik. Fungsinya mengubah getaran menjadi sinyal saraf yang dapat diteruskan ke otak.

  • Saluran setengah lingkaran: Membantu mendeteksi gerakan kepala dan menjaga keseimbangan tubuh.

  • Saraf pendengaran: Membawa sinyal pendengaran dari telinga bagian dalam menuju otak.

Otak kemudian mengolah sinyal tersebut sehingga kita dapat mengenali suara sebagai percakapan, musik, atau bunyi lainnya. Sistem keseimbangan di telinga bagian dalam juga membantu otak mengetahui gerakan dan posisi kepala.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • Kita dapat mengenali suara teman yang sedang memanggil.

  • Kita dapat memahami kata-kata yang disampaikan guru.

  • Kita dapat menjaga keseimbangan saat berjalan atau berlari.

Kesimpulan:

Telinga bagian dalam berfungsi mengubah getaran menjadi sinyal saraf untuk pendengaran dan membantu menjaga keseimbangan tubuh.

C. Fungsi Utama Telinga

Secara umum, telinga mempunyai dua fungsi utama.

1. Sebagai Alat Pendengaran

Telinga membantu manusia menerima dan mengenali berbagai bunyi dari lingkungan sekitar.

Contohnya:

  • Mendengar suara guru saat menjelaskan.

  • Mendengar suara alarm atau bel sekolah.

  • Mendengarkan percakapan dengan teman.

  • Menikmati suara alat musik.

2. Membantu Menjaga Keseimbangan Tubuh

Bagian telinga dalam memiliki sistem keseimbangan yang membantu mendeteksi gerakan kepala dan memberikan informasi kepada otak.

Contohnya:

  • Menjaga tubuh tetap seimbang saat berdiri.

  • Membantu kita berjalan tanpa mudah terjatuh.

  • Membantu menjaga keseimbangan saat berlari dan bermain.

Kesimpulan:

Telinga tidak hanya berfungsi untuk mendengar, tetapi juga berperan dalam menjaga keseimbangan tubuh.

Children's Hospital of Philadelphia+1

D. Proses Terjadinya Pendengaran

Bagaimana kita dapat mendengar suara seseorang yang berbicara? Proses mendengar berlangsung melalui beberapa tahapan.

  1. Bunyi ditangkap daun telinga. Gelombang bunyi dari sumber suara diarahkan menuju liang telinga.

  2. Bunyi melewati liang telinga. Gelombang bunyi bergerak menuju gendang telinga.

  3. Gendang telinga bergetar. Gelombang bunyi membuat gendang telinga bergetar.

  4. Getaran diteruskan oleh tulang pendengaran. Tulang martil, landasan, dan sanggurdi meneruskan getaran menuju telinga bagian dalam.

  5. Koklea mengubah getaran menjadi sinyal saraf. Gerakan cairan di dalam koklea merangsang sel-sel rambut sensorik.

  6. Sinyal dikirim ke otak. Saraf pendengaran membawa sinyal ke otak untuk diolah menjadi bunyi yang dapat dikenali.

Urutan ini menjelaskan bagaimana bunyi dari lingkungan akhirnya dapat dikenali oleh manusia.

UCSF Benioff Children's Hospitals+1

Contoh:

Ketika bel sekolah berbunyi, telinga menangkap gelombang bunyi tersebut. Gelombang bunyi diteruskan melalui bagian-bagian telinga hingga menjadi sinyal saraf yang diolah oleh otak. Kita kemudian mengenali bunyi tersebut sebagai tanda masuk kelas atau pergantian pelajaran.

Kesimpulan:

Proses mendengar melibatkan kerja sama antara telinga luar, telinga tengah, telinga dalam, saraf pendengaran, dan otak.

E. Gangguan pada Telinga

Telinga perlu dijaga agar dapat berfungsi dengan baik. Beberapa gangguan dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk mendengar.

1. Penumpukan Kotoran Telinga

Kotoran telinga sebenarnya membantu melindungi liang telinga. Namun, jika menumpuk dan menyumbat saluran, pendengaran dapat terganggu.

2. Infeksi Telinga

Infeksi dapat menyebabkan telinga terasa sakit, tidak nyaman, atau mengalami gangguan pendengaran sementara.

3. Gangguan Pendengaran Akibat Suara Keras

Mendengarkan suara yang terlalu keras dalam waktu lama dapat merusak bagian telinga dalam dan menyebabkan gangguan pendengaran.

4. Gendang Telinga Rusak

Gendang telinga dapat mengalami kerusakan akibat cedera, infeksi tertentu, atau tekanan yang berlebihan sehingga proses pendengaran terganggu.

Kesimpulan:

Gangguan pada bagian telinga dapat memengaruhi kemampuan mendengar. Oleh karena itu, kita perlu menjaga kesehatan telinga dan meminta bantuan tenaga kesehatan jika mengalami nyeri atau gangguan pendengaran.

CDC+1

F. Cara Menjaga Kesehatan Telinga

Telinga merupakan organ yang penting sehingga harus dirawat dengan baik.

Cara menjaga kesehatan telinga antara lain:

  1. Menghindari suara yang terlalu keras.

  2. Mengatur volume televisi dan perangkat audio pada tingkat yang nyaman.

  3. Membatasi waktu mendengarkan suara keras menggunakan headphone atau earphone.

  4. Tidak memasukkan benda tajam, cotton bud terlalu dalam, atau benda lain ke dalam liang telinga.

  5. Menjaga kebersihan bagian luar telinga.

  6. Menggunakan pelindung pendengaran saat berada di lingkungan yang sangat bising.

  7. Memeriksakan telinga kepada tenaga kesehatan jika terasa sakit atau mengalami gangguan pendengaran.

  8. Tidak menggunakan obat tetes telinga sembarangan tanpa petunjuk yang sesuai.

Paparan suara keras dapat merusak pendengaran. Karena itu, menjaga volume suara dan menjauhi sumber kebisingan merupakan kebiasaan penting untuk melindungi telinga.

CDC+1

Kesimpulan:

Menjaga kesehatan telinga dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, seperti menghindari suara keras, tidak memasukkan benda ke dalam telinga, dan memeriksakan diri jika mengalami keluhan.

G. Contoh Fungsi Telinga dalam Kehidupan Sehari-hari

Kegiatan

Fungsi telinga

Mendengar penjelasan guru

Membantu menerima informasi

Mendengar bel sekolah

Mengenali tanda atau isyarat

Mendengar suara kendaraan

Membantu mengenali keadaan sekitar

Mendengarkan musik

Menikmati bunyi dan irama

Mendengar panggilan teman

Membantu komunikasi

Berjalan dan berlari

Membantu menjaga keseimbangan tubuh

Dengan memahami fungsi telinga, peserta didik dapat mengetahui pentingnya organ pendengaran dalam kegiatan belajar, berkomunikasi, dan beraktivitas sehari-hari.

H. Percobaan Sederhana tentang Telinga dan Pendengaran

Percobaan 1: Mengenali Sumber Bunyi

Alat dan bahan:

  • Lonceng kecil atau benda yang menghasilkan bunyi.

  • Beberapa benda di sekitar kelas.

Langkah-langkah:

  1. Mintalah seorang teman membunyikan lonceng dengan volume yang nyaman.

  2. Dengarkan bunyi tersebut dengan saksama.

  3. Amati dari mana bunyi berasal.

  4. Ulangi dengan sumber bunyi lain, misalnya tepukan tangan atau ketukan meja.

  5. Catat perbedaan bunyi yang terdengar.

Hasil pengamatan:

Peserta didik dapat mendengar dan membedakan bunyi yang dihasilkan oleh sumber yang berbeda.

Kesimpulan:

Telinga membantu kita menerima dan mengenali bunyi dari lingkungan sekitar.

Percobaan 2: Mengamati Peran Daun Telinga

Alat dan bahan:

  • Dua orang peserta didik.

  • Sumber bunyi yang lembut, seperti suara tepukan tangan pelan.

Langkah-langkah:

  1. Mintalah seorang teman berdiri pada jarak yang sama dari sumber bunyi.

  2. Dengarkan bunyi dengan posisi telinga normal.

  3. Ulangi kegiatan sambil membentuk kedua telapak tangan seperti corong di belakang daun telinga, tanpa menekan telinga.

  4. Bandingkan bunyi yang terdengar.

  5. Diskusikan hasil pengamatan bersama teman.

Hasil pengamatan:

Bunyi mungkin terdengar berbeda ketika posisi tangan berubah karena tangan dapat membantu mengarahkan bunyi.

Kesimpulan:

Daun telinga membantu menangkap dan mengarahkan gelombang bunyi menuju liang telinga.

Percobaan 3: Mengenali Arah Datangnya Bunyi

Alat dan bahan:

  • Lonceng kecil atau sumber bunyi lembut.

  • Penutup mata yang nyaman, jika diperlukan dan dengan pendampingan guru.

Langkah-langkah:

  1. Peserta didik duduk dengan tenang.

  2. Guru membunyikan lonceng secara perlahan dari sisi kiri atau kanan.

  3. Peserta didik menunjukkan arah perkiraan datangnya bunyi.

  4. Ulangi dari arah yang berbeda.

  5. Diskusikan bagaimana kedua telinga membantu mengenali arah suara.

Hasil pengamatan:

Peserta didik dapat mencoba memperkirakan arah datangnya bunyi berdasarkan suara yang diterima kedua telinga.

Kesimpulan:

Kedua telinga bekerja bersama untuk membantu mengenali arah datangnya suara.

Catatan keselamatan: Gunakan suara dengan volume nyaman. Jangan menggunakan bunyi yang mengejutkan atau terlalu keras, dan jangan menutup telinga dengan menekan kuat.

LATIHAN SOAL

A. Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa yang dimaksud dengan telinga?

  2. Sebutkan tiga bagian utama telinga manusia!

  3. Apa fungsi daun telinga?

  4. Jelaskan fungsi gendang telinga!

  5. Sebutkan tiga tulang pendengaran pada telinga tengah!

  6. Apa fungsi koklea atau rumah siput?

  7. Bagaimana proses bunyi dapat sampai ke otak?

  8. Apa fungsi telinga bagian dalam dalam menjaga keseimbangan tubuh?

  9. Sebutkan empat cara menjaga kesehatan telinga!

  10. Mengapa kita tidak boleh mendengarkan suara yang terlalu keras dalam waktu lama?

B. Perhatikan cerita berikut!

Dina sedang belajar di kelas. Ketika guru menjelaskan pelajaran, Dina mendengarkan dengan saksama. Tidak lama kemudian, bel sekolah berbunyi. Dina mengenali bunyi tersebut sebagai tanda pergantian pelajaran.

Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Organ tubuh apakah yang digunakan Dina untuk mendengar?

  2. Bagaimana proses bunyi bel sekolah dapat dikenali oleh Dina?

  3. Mengapa telinga penting dalam kegiatan belajar?

  4. Apa yang mungkin terjadi jika pendengaran Dina mengalami gangguan?

C. Pasangkan Bagian Telinga dengan Fungsinya!

No.

Bagian telinga

Fungsi

1

Daun telinga

A. Mengirim sinyal pendengaran menuju otak

2

Gendang telinga

B. Membantu menjaga keseimbangan

3

Tulang pendengaran

C. Menangkap dan mengarahkan bunyi

4

Koklea

D. Bergetar ketika terkena gelombang bunyi

5

Saraf pendengaran

E. Mengubah getaran menjadi sinyal saraf

6

Saluran setengah lingkaran

F. Meneruskan getaran menuju telinga dalam

Tuliskan pasangan nomor dan huruf yang tepat!

D. Soal Analisis (HOTS)

  1. Rafi sering mendengarkan musik menggunakan earphone dengan volume sangat keras. Menurutmu, apakah kebiasaan tersebut baik untuk telinga? Jelaskan alasanmu!

  2. Seorang anak dapat mendengar suara guru, tetapi sering kehilangan keseimbangan ketika berjalan. Mengapa telinga bagian dalam perlu diperhatikan dalam kasus tersebut?

  3. Ketika seseorang mengalami gangguan pada saraf pendengaran, bagaimana hal itu dapat memengaruhi proses mendengar?

  4. Di sekolah, beberapa siswa berteriak dengan suara keras di dalam kelas. Apa dampak kebiasaan tersebut terhadap kenyamanan belajar dan kesehatan pendengaran?

  5. Buatlah tiga ajakan sederhana kepada teman-temanmu untuk menjaga kesehatan telinga!

REFLEKSI PEMBELAJARAN

Untuk Siswa

Setelah mempelajari materi telinga dan fungsinya, peserta didik diharapkan memahami bahwa telinga merupakan organ penting untuk mendengar dan membantu menjaga keseimbangan tubuh. Peserta didik mampu menyebutkan bagian-bagian telinga, menjelaskan fungsi setiap bagian, menguraikan proses terjadinya pendengaran, serta menerapkan kebiasaan menjaga kesehatan telinga dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik juga belajar untuk bersyukur atas kemampuan mendengar dan menghargai teman yang memiliki gangguan pendengaran.

Untuk Guru

Guru mengevaluasi pemahaman peserta didik melalui tanya jawab, pengamatan, diskusi kelompok, dan latihan soal. Guru dapat mengidentifikasi peserta didik yang sudah memahami bagian-bagian telinga dan proses pendengaran serta memberikan bimbingan tambahan kepada peserta didik yang masih mengalami kesulitan. Pembelajaran selanjutnya dapat dikembangkan melalui penggunaan gambar anatomi telinga, simulasi sederhana, dan kegiatan kampanye menjaga kesehatan pendengaran.

KESIMPULAN PEMBELAJARAN

Telinga merupakan organ tubuh yang berfungsi sebagai alat pendengaran dan membantu menjaga keseimbangan tubuh.

  • Bagian telinga luar: Menangkap dan mengarahkan bunyi menuju gendang telinga.

  • Bagian telinga tengah: Meneruskan dan memperkuat getaran bunyi melalui tulang pendengaran.

  • Bagian telinga dalam: Mengubah getaran menjadi sinyal saraf dan membantu menjaga keseimbangan tubuh.

  • Proses mendengar: Bunyi ditangkap oleh telinga, diteruskan melalui bagian-bagian telinga, lalu sinyalnya dikirim ke otak untuk dikenali.

  • Menjaga kesehatan telinga: Dilakukan dengan menghindari suara keras, tidak memasukkan benda ke dalam liang telinga, dan memeriksakan diri jika mengalami keluhan.

Dengan memahami telinga dan fungsinya, peserta didik diharapkan semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan organ pendengaran serta mensyukuri karunia Allah SWT.

PENUTUP

Demikian pembelajaran IPAS hari ini. Semoga kita semakin memahami bagian-bagian telinga, fungsi setiap bagian, dan proses terjadinya pendengaran.

Mari kita menjaga kesehatan telinga, menghindari suara yang terlalu keras, serta menghargai orang lain ketika berbicara maupun mendengarkan.

Semoga ilmu yang kita pelajari hari ini bermanfaat dan menambah rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala karunia-Nya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

0 komentar:

Posting Komentar