Rabu, 16 September 2026

Materi Ajar IPAS Rabu, 16 September 2026

 



IDENTITAS

1. Nama Guru : Yuyun Eka Purwanti, S.Pd

2. Mapel : IPAS

3. Hari/Tanggal : Rabu, 16 September 2026

4. Fase/Kelas : Fase C / Kelas V (Lima)

5. Materi : Piramida Makanan

6. Pertemuan ke : 16

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik serta pengaruhnya terhadap ekosistem.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat menjelaskan tingkatan dalam piramida makanan serta menganalisis hubungan jumlah energi pada setiap tingkatan dalam suatu ekosistem.

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. menjelaskan pengertian piramida makanan;

  2. mengidentifikasi tingkatan trofik dalam piramida makanan;

  3. menjelaskan peran produsen dalam piramida makanan;

  4. menjelaskan peran konsumen tingkat I, II, dan III;

  5. menjelaskan hubungan jumlah energi pada setiap tingkatan piramida makanan;

  6. menganalisis mengapa jumlah organisme semakin sedikit pada tingkat trofik yang lebih tinggi;

  7. membuat contoh piramida makanan sederhana;

  8. menunjukkan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap keseimbangan ekosistem.

TP MINDFUL, MEANINGFUL, DAN JOYFUL

1. Mindful Learning (Berkesadaran)

Peserta didik belajar dengan penuh perhatian terhadap hubungan antarmakhluk hidup dalam ekosistem.

Peserta didik menyadari bahwa setiap makhluk hidup memiliki peran dan posisi tertentu dalam piramida makanan.

Peserta didik mampu mengamati dengan teliti tingkatan produsen dan konsumen dalam piramida makanan.

Peserta didik menyadari bahwa energi yang tersedia semakin berkurang pada tingkat trofik yang lebih tinggi.

Peserta didik mampu merefleksikan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

2. Meaningful Learning (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan konsep piramida makanan dengan kehidupan nyata yang mereka temui sehari-hari.

  • mengamati tumbuhan sebagai sumber makanan bagi hewan;

  • mengidentifikasi hewan yang memakan tumbuhan;

  • mengidentifikasi hewan yang memakan hewan lainnya;

  • memahami bahwa tumbuhan memiliki energi paling besar dalam suatu rantai makanan;

  • memahami bahwa energi semakin berkurang pada konsumen tingkat yang lebih tinggi;

  • memahami pentingnya menjaga keberadaan tumbuhan dan hewan dalam ekosistem.

Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa piramida makanan bukan hanya materi pelajaran, tetapi berkaitan dengan keseimbangan kehidupan di lingkungan sekitar.

3. Joyful Learning (Menggembirakan)

Peserta didik mempelajari piramida makanan melalui kegiatan yang menyenangkan seperti:

  • permainan menyusun kartu organisme;

  • menyusun gambar organisme berdasarkan tingkat trofik;

  • permainan "Siapa Memakan Siapa?";

  • membuat piramida makanan sederhana;

  • kuis tentang produsen dan konsumen;

  • mengamati contoh rantai makanan;

  • berdiskusi dalam kelompok;

  • mempresentasikan hasil kerja kelompok.

Peserta didik diberikan kesempatan untuk berdiskusi, mencoba, mengamati, dan menyampaikan pendapat sehingga pembelajaran menjadi aktif, menyenangkan, dan bermakna.

ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)

  1. Peserta didik menjelaskan pengertian piramida makanan.

  2. Peserta didik mengidentifikasi produsen dan konsumen dalam suatu rantai makanan.

  3. Peserta didik mengidentifikasi tingkatan trofik dalam piramida makanan.

  4. Peserta didik menjelaskan hubungan antara tingkatan trofik dan jumlah energi.

  5. Peserta didik menganalisis mengapa energi semakin berkurang pada tingkat trofik yang lebih tinggi.

  6. Peserta didik membuat contoh piramida makanan sederhana berdasarkan rantai makanan.

  7. Peserta didik merefleksikan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi ajma’iin, wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Sebelum kita masuk ke pembelajaran IPAS mari kita renungkan kebesaran Allah SWT.

  • Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta seluruh makhluk hidup di dalamnya.

  • Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT mengatur dan memelihara keseimbangan alam.

  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT memberikan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya melalui berbagai sumber makanan yang tersedia di alam.

Materi : PIRAMIDA MAKANAN



A. Pengertian Piramida Makanan

Piramida makanan adalah gambaran yang menunjukkan tingkatan makhluk hidup dalam suatu rantai makanan berdasarkan tingkat trofik dan jumlah energi yang tersedia.

Piramida makanan berbentuk seperti piramida. Bagian paling bawah memiliki jumlah energi paling besar, sedangkan semakin ke atas jumlah energi semakin sedikit.

Piramida makanan membantu kita memahami hubungan makan dan dimakan serta perpindahan energi dalam ekosistem.

B. Tingkatan dalam Piramida Makanan



Piramida makanan terdiri atas beberapa tingkatan.

1. Produsen

Produsen berada pada tingkat paling bawah piramida makanan.

Produsen adalah makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis.

Contoh produsen adalah:

  • rumput;

  • padi;

  • pohon;

  • tumbuhan hijau;

  • fitoplankton.

Produsen memiliki energi paling besar karena memperoleh energi langsung dari matahari.

2. Konsumen Tingkat I

Konsumen tingkat I berada di atas produsen.

Konsumen tingkat I adalah makhluk hidup yang memakan produsen.

Contohnya:

  • belalang memakan rumput;

  • ulat memakan daun;

  • tikus memakan padi;

  • sapi memakan rumput.

Konsumen tingkat I biasanya merupakan hewan herbivora.

3. Konsumen Tingkat II

Konsumen tingkat II memakan konsumen tingkat I.

Contohnya:

  • katak memakan belalang;

  • burung memakan ulat;

  • ular memakan tikus.

Konsumen tingkat II biasanya merupakan hewan karnivora atau omnivora.

4. Konsumen Tingkat III

Konsumen tingkat III berada pada tingkat yang lebih tinggi dan memakan konsumen tingkat II.

Contohnya:

  • ular memakan katak;

  • elang memakan ular;

  • elang memakan burung.

Jumlah energi pada tingkat ini lebih sedikit dibandingkan tingkat di bawahnya.

C. Contoh Piramida Makanan

Perhatikan contoh berikut:

Rumput → Belalang → Katak → Ular → Elang

Jika dibuat menjadi piramida makanan:

Tingkat IV: Elang
Tingkat III: Ular
Tingkat II: Katak
Tingkat I: Belalang
Dasar: Rumput

Dalam piramida tersebut:

  • Rumput berperan sebagai produsen.

  • Belalang berperan sebagai konsumen tingkat I.

  • Katak berperan sebagai konsumen tingkat II.

  • Ular berperan sebagai konsumen tingkat III.

  • Elang merupakan konsumen pada tingkat yang lebih tinggi.

D. Jumlah Energi dalam Piramida Makanan

Energi dalam piramida makanan semakin berkurang dari bawah ke atas.

Produsen memiliki energi paling banyak karena mendapatkan energi langsung dari matahari.

Ketika produsen dimakan oleh konsumen tingkat I, sebagian energi berpindah kepada konsumen. Namun, tidak seluruh energi dapat diteruskan.

Akibatnya, semakin tinggi tingkat trofik, semakin sedikit energi yang tersedia.

Urutannya dapat digambarkan sebagai berikut:

Produsen → Konsumen I → Konsumen II → Konsumen III

Energi banyak → Energi lebih sedikit → Energi semakin sedikit → Energi paling sedikit

E. Mengapa Bentuknya Seperti Piramida?

Piramida makanan berbentuk seperti piramida karena:

  1. produsen berada di bagian paling bawah;

  2. produsen memiliki energi paling banyak;

  3. konsumen tingkat I memiliki energi lebih sedikit;

  4. konsumen tingkat II memiliki energi lebih sedikit lagi;

  5. konsumen tingkat tinggi memiliki energi paling sedikit.

Jadi, semakin ke atas piramida, jumlah energi semakin kecil.

F. Hubungan Piramida Makanan dengan Keseimbangan Ekosistem

Setiap tingkat dalam piramida makanan saling berhubungan.

Jika jumlah produsen berkurang, konsumen tingkat I dapat kekurangan makanan. Hal tersebut dapat menyebabkan jumlah konsumen tingkat I berkurang.

Perubahan tersebut juga dapat memengaruhi konsumen tingkat II dan III.

Contohnya:

Rumput berkurang → belalang berkurang → katak berkurang → ular berkurang → elang kekurangan makanan.

Oleh karena itu, kita harus menjaga lingkungan agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga.

LATIHAN SOAL

A. Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa yang dimaksud dengan piramida makanan?

  2. Makhluk hidup apakah yang berada pada dasar piramida makanan?

  3. Mengapa produsen memiliki energi paling banyak?

  4. Apa yang dimaksud dengan konsumen tingkat I?

  5. Berikan dua contoh konsumen tingkat I!

  6. Apa yang dimaksud dengan konsumen tingkat II?

  7. Mengapa energi semakin berkurang pada tingkat trofik yang lebih tinggi?

  8. Perhatikan rantai makanan berikut:

    Padi → Tikus → Ular → Elang

    Siapakah yang berperan sebagai produsen?

  9. Dalam rantai makanan Rumput → Belalang → Katak → Ular, siapakah konsumen tingkat II?

  10. Apa yang terjadi jika jumlah tumbuhan sebagai produsen berkurang secara drastis?

B. Buatlah piramida makanan sederhana berdasarkan rantai makanan berikut!

Padi → Belalang → Katak → Ular → Elang

Tuliskan nama organisme dan perannya pada setiap tingkat.

REFLEKSI PEMBELAJARAN


KESIMPULAN MATERI: PIRAMIDA MAKANAN



PENUTUP

Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. Kita akan melanjutkan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

0 komentar:

Posting Komentar