IDENTITAS
- Nama Guru: Yuyun Eka Purwanti, S.Pd
- Mapel: Bahasa Indonesia
- Hari/Tanggal: Rabu, 2 September 2026
- Fase/Kelas: Fase C / Kelas V (Lima)
- Materi: Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung
- Pertemuan ke: 13
Capaian Pembelajaran
Membaca dan Memirsa: Peserta didik mampu membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa; serta menganalisis informasi serta nilai-nilai dalam teks sastra dan nonsastra berwujud teks visual dan/atau audiovisual.
Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu:
- memahami pengertian kalimat langsung dan kalimat tidak langsung;
- mengidentifikasi ciri-ciri kalimat langsung dan kalimat tidak langsung;
- membedakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung dalam sebuah teks;
- menganalisis penggunaan tanda baca pada kalimat langsung;
- mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung dan sebaliknya;
- menganalisis informasi yang terdapat dalam kalimat langsung dan tidak langsung;
- menyampaikan kembali informasi dari kalimat langsung dan tidak langsung dengan tepat.
TP Mindful, Meaningful dan Joyful
1. Mindful Learning (Berkesadaran)
Peserta didik mampu membaca dan mencermati kalimat dalam teks dengan penuh perhatian untuk menemukan perbedaan antara kalimat langsung dan kalimat tidak langsung.
Peserta didik menyadari pentingnya ketelitian dalam memperhatikan penggunaan tanda petik, tanda baca, kata pengiring, perubahan kata ganti, serta susunan kalimat ketika mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.
Peserta didik mampu memeriksa kembali hasil pekerjaannya agar informasi yang disampaikan tetap sesuai dengan makna kalimat asal.
2. Meaningful Learning (Bermakna)
Peserta didik mampu menghubungkan penggunaan kalimat langsung dan tidak langsung dengan pengalaman sehari-hari.
Peserta didik memahami bahwa kalimat langsung sering digunakan ketika menyampaikan perkataan seseorang secara apa adanya, sedangkan kalimat tidak langsung digunakan ketika menceritakan kembali perkataan atau informasi yang disampaikan oleh orang lain.
Peserta didik mampu menggunakan kedua jenis kalimat tersebut untuk menyampaikan informasi secara tepat dalam kehidupan sehari-hari.
3. Joyful Learning (Menggembirakan)
Peserta didik mampu memahami kalimat langsung dan tidak langsung melalui kegiatan yang menyenangkan seperti membaca dialog, bermain peran, mengamati gambar atau video, permainan mengubah kalimat, diskusi kelompok, dan kuis bahasa.
Peserta didik menunjukkan rasa percaya diri, aktif berdiskusi, bekerja sama, berani menyampaikan pendapat, dan menikmati kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia.
ATP (Alur Tujuan Pembelajaran)
- Peserta didik memahami pengertian dan ciri-ciri kalimat langsung dan kalimat tidak langsung.
- Peserta didik mengidentifikasi kalimat langsung dan kalimat tidak langsung dalam teks visual dan/atau audiovisual.
- Peserta didik menganalisis penggunaan tanda baca dan kata pengiring dalam kalimat langsung.
- Peserta didik membedakan karakteristik kalimat langsung dan kalimat tidak langsung.
- Peserta didik mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung dengan tetap mempertahankan informasi yang disampaikan.
- Peserta didik mengubah kalimat tidak langsung menjadi kalimat langsung dengan penggunaan tanda baca yang tepat.
- Peserta didik menganalisis informasi dalam teks yang menggunakan kalimat langsung dan tidak langsung serta menyampaikan kembali informasi tersebut secara tepat.
MATERI
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
Sebelum kita masuk ke pembelajaran IPAS mari kita renungkan kebesaran Allah SWT
- Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT adalah zat yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk sumber daya alam yang melimpah dan potensi akal manusia.
- Al-Malik (Maha Memelihara/Merajai): Allah SWT adalah penguasa mutlak yang mengatur, menjaga, dan memelihara keseimbangan alam agar tetap harmonis dan tidak rusak.
- Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT yang menjamin dan melimpahkan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya melalui kekayaan alam dan kemampuan kerja manusia.
APERSEPSI
Guru mengajak peserta didik mengamati percakapan sederhana.
Ibu berkata, "Anak-anak, jangan lupa membaca buku hari ini."
Guru bertanya:
"Siapa yang berbicara dalam kalimat tersebut?"
"Apa sebenarnya yang dikatakan oleh Ibu?"
"Bagaimana jika perkataan Ibu tersebut kita ceritakan kembali kepada teman?"
Misalnya:
Ibu berkata bahwa anak-anak tidak boleh lupa membaca buku hari itu.
Guru kemudian mengaitkan jawaban peserta didik dengan pembelajaran:
"Kalimat pertama merupakan kalimat langsung karena perkataan seseorang disampaikan secara langsung seperti yang diucapkan."
"Kalimat kedua merupakan kalimat tidak langsung karena perkataan seseorang disampaikan kembali menggunakan bahasa kita tanpa mengubah informasi utamanya."
MATERI: KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TIDAK LANGSUNG
A. Pengertian Kalimat Langsung
Kalimat langsung adalah kalimat yang mengutip atau menyampaikan perkataan seseorang secara langsung atau apa adanya.
Kalimat langsung biasanya ditandai dengan penggunaan tanda petik ("...").
Contoh:
Ayah berkata, "Besok kita akan pergi ke rumah nenek."
Perkataan Ayah disampaikan secara langsung sehingga menggunakan tanda petik.
Ciri-ciri Kalimat Langsung
- Menggunakan tanda petik ("...").
- Isi perkataan ditulis seperti yang disampaikan oleh pembicara.
- Huruf pertama pada petikan langsung ditulis menggunakan huruf kapital.
-
Biasanya terdapat kata pengiring, seperti:
- berkata
- bertanya
- menjawab
- ujar
- mengatakan
- menjelaskan
Contoh:
Rani berkata, "Saya sudah menyelesaikan tugas."
Ibu bertanya, "Apakah kamu sudah makan?"
"Jangan membuang sampah sembarangan!" ujar guru.
B. Tanda Baca dalam Kalimat Langsung
Penggunaan tanda baca sangat penting dalam kalimat langsung.
Perhatikan contoh berikut:
1. Pengiring di awal
Ibu berkata, "Belajarlah dengan rajin."
Setelah kata berkata digunakan tanda koma sebelum tanda petik.
2. Pengiring di akhir
"Saya akan belajar," kata Rina.
Tanda koma diletakkan sebelum tanda petik penutup karena masih diikuti kata pengiring.
3. Kalimat tanya
"Kapan kita pergi?" tanya Ayah.
Karena merupakan kalimat tanya, digunakan tanda tanya.
4. Kalimat perintah
"Tolong rapikan buku-buku itu!" kata Ibu.
Karena merupakan kalimat perintah, digunakan tanda seru.
SImak Video berikut!
C. Pengertian Kalimat Tidak Langsung
Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang digunakan untuk menyampaikan kembali perkataan seseorang dengan bahasa penutur, tanpa mengutip perkataan tersebut secara langsung.
Kalimat tidak langsung tidak menggunakan tanda petik.
Contoh:
Kalimat langsung:
Ayah berkata, "Saya akan pergi ke pasar."
Kalimat tidak langsung:
Ayah berkata bahwa ia akan pergi ke pasar.
Perkataan Ayah tidak lagi ditulis persis seperti ucapan aslinya.
D. Ciri-ciri Kalimat Tidak Langsung
Kalimat tidak langsung memiliki beberapa ciri, yaitu:
- Tidak menggunakan tanda petik.
- Perkataan seseorang disampaikan kembali dengan bahasa penutur.
- Biasanya menggunakan kata penghubung seperti bahwa.
- Kata ganti orang dapat mengalami perubahan.
- Inti atau informasi dari perkataan tetap dipertahankan.
Contoh perubahan kata ganti:
Kalimat langsung:
Budi berkata, "Saya akan belajar."
Kalimat tidak langsung:
Budi berkata bahwa ia akan belajar.
Kata saya berubah menjadi ia karena perkataan tersebut diceritakan kembali oleh orang lain.
E. Perbedaan Kalimat Langsung dan Tidak Langsung
| Kalimat Langsung | Kalimat Tidak Langsung |
|---|---|
| Mengutip perkataan secara langsung | Menyampaikan kembali perkataan |
| Menggunakan tanda petik | Tidak menggunakan tanda petik |
| Menggunakan kata-kata pembicara | Menggunakan bahasa penutur |
| Dapat menggunakan kata "saya", "aku", "kami" | Kata ganti dapat berubah |
| Contoh: "Saya akan datang," kata Rina. | Rina berkata bahwa ia akan datang. |
G. Mengubah Kalimat Tidak Langsung Menjadi Kalimat Langsung
Kalimat tidak langsung juga dapat diubah menjadi kalimat
H. Menganalisis Informasi dalam Kalimat Langsung dan Tidak Langsung
Selain mengetahui bentuk kalimat, kita juga harus mampu menemukan informasi penting di dalamnya.
Perhatikan kalimat berikut:
"Besok kita akan membersihkan halaman sekolah," kata Pak Guru.
Informasi yang terdapat dalam kalimat tersebut adalah:
- Siapa yang berbicara? → Pak Guru.
- Apa yang akan dilakukan? → Membersihkan halaman sekolah.
- Kapan dilakukan? → Besok.
- Di mana kegiatannya? → Di halaman sekolah.
Jika diubah menjadi kalimat tidak langsung:
Pak Guru mengatakan bahwa mereka akan membersihkan halaman sekolah pada hari berikutnya.
Informasi pentingnya tetap sama.
I. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Perhatikan percakapan berikut:
Dina: "Besok kita membawa buku cerita, ya."
Salsa: "Baik. Aku akan membawa buku cerita kesukaanku."
Jika Salsa menceritakan kembali perkataan Dina kepada temannya:
Salsa mengatakan bahwa Dina mengingatkan mereka untuk membawa buku cerita pada hari berikutnya.
Dengan demikian, kita dapat memahami bahwa kalimat langsung dan tidak langsung digunakan untuk menyampaikan informasi dari satu orang kepada orang lain.









0 komentar:
Posting Komentar