Senin, 10 Agustus 2026

Materi Ajar Senin, 10 Agustus 2026

                        

Nama Guru.                         : Yuyun Eka Purwanti, S. PD

Hari/Tanggal                      :  Senin, 10 Agustus 2026

Fase / Kelas                        : C  / 5A

Muatan Pembelajaran      :    1.  Matematika( Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang)


                                              2. Bahasa Indonesia (Unsur Intrinsik cerita)
Metode Pembelajaaran    :    1. Matematika (Discovery Learning)
                                             2. Bahasa Indonesia (Problem Based Learning)
Media Pembelajaran         :   1. matematika (uang kertas mainan)
                                              2.  Bahasa Indonesia (Video)
                                           
Capaian Pembelajaran Matematika

Menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 1.000.000; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan; menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang; melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan cacah sampai 100.000; serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB. 

Tujuan pembelajaran:

Murid mampu  menghitung nilai mata uang rupiah, melakukan operasi hitung penjumlahan atau pengurangan, dan menerapkannya dalam konteks jual beli sehari-hari.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) MAtematika

Murid dapat Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang



Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia

Peserta didik mampu menganalisis, mengidentifikasi, dan memahami unsur intrinsik (tema, tokoh, watak, latar, alur, amanat, sudut pandang) dalam teks narasi/cerita yang dibaca maupun dipirsa untuk memahami pesan tersurat dan tersirat

Tujuan pembelajaran:

Murid mampu menemukan tokoh dan latar (tempat, waktu, suasana) dalam cerita. Mengidentifikasi watak tokoh berdasarkan dialog atau tindakan dalam teks.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Bahasa Indonesia

Membaca cerita pendek atau menyimak tayangan dongeng.Menuliskan nama tokoh dan latar tempat/waktu kejadian.


Materi Matematika



A. Membaca dan Menulis Nilai Mata uang sampai 1.000.000 dan Menentukan Nilai Tempatnya

  • Nilai Tempat:
    • Memahami nilai tempat setiap angka dalam bilangan hingga 1.000.000 (satuan, puluhan, ratusan, ribuan, puluh ribuan, ratus ribuan).
    • Contoh:
      • Pada bilangan Rp324.000
        • Angka 3 menempati nilai tempat ratus ribuan
        • Angka 2 menempati nilai tempat puluh ribuan
        • Angka 4 menempati nilai tempat ribuan
        • Angka 5 menempati nilai tempat ratusan
        • Angka 6 menempati nilai tempat puluhan
        • Angka 9 menempati nilai tempat satuan
  • Membaca Bilangan Cacah:
    • Membaca bilangan hingga 1.000.000 dengan benar, dengan memperhatikan pengelompokan angka setiap tiga digit dari belakang.
    • Contoh:
      • 875.428 dibaca “delapan ratus tujuh puluh lima ribu empat ratus dua puluh delapan”
      • 324.569 dibaca “tiga ratus dua puluh empat ribu lima ratus enam puluh sembilan”
  • Menulis Bilangan Cacah:
    • Menuliskan bilangan dalam bentuk angka berdasarkan cara membacanya, dengan memisahkan setiap tiga digit dari belakang dengan tanda titik.
    • Contoh:
      • “sembilan ratus enam puluh tiga ribu” ditulis sebagai 963.000
  • B. Mengurutkan dan Membandingkan Bilangan Sampai 1.000.000
    • Membandingkan Bilangan:
      • Membandingkan dua bilangan cacah dengan menggunakan tanda “>”, “<“, atau “=”
      • Memulai perbandingan dari nilai tempat tertinggi (ratus ribuan)
      • Contoh:
        • 445.000 < 545.000 (karena 4 ratus ribuan lebih kecil dari 5 ratus ribuan)
        • 657.000 < 675.000 (karena puluh ribuannya sama-sama 6, tetapi 5 ribuan lebih kecil dari 7 ribuan)
    • Mengurutkan Bilangan:
      • Mengurutkan beberapa bilangan cacah secara terurut naik (dari yang terkecil) atau terurut turun (dari yang terbesar).
      • Contoh:
        • Urutan naik dari 978.500, 979.500, 982.500 adalah 978.500, 979.500, 982.500
        • Urutan turun dari 462.430, 462.410, 462.370 adalah 462.430, 462.410, 462.370

C. Komposisi dan Dekomposisi Bilangan Sampai 1.000.000 

  • Komposisi Bilangan:
    • Menyusun bilangan berdasarkan nilai tempat masing-masing angka penyusunnya
    • Dapat menggunakan uang sebagai alat bantu
    • Contoh:
      • 5 lembar seratus ribuan + 4 lembar dua puluh ribuan + 3 lembar sepuluh ribuan + 1 lembar lima ribuan + 4 lembar dua ribuan
      • = 500.000 + 80.000 + 30.000 + 5.000 + 8.000
      • = 623.000
  • Dekomposisi Bilangan:
    • Menguraikan bilangan menjadi penjumlahan berdasarkan nilai tempat masing-masing angkanya
    • Contoh:
      • 345.600 = 300.000 + 40.000 + 5.000 + 600
      • 987.654 = 900.000 + 80.000 + 7.000 + 600 + 50 + 4


Materi Bahasa Indonesia

A. Unsur Intrinsik Cerita

  • Pengertian: Unsur-unsur yang membangun sebuah cerita dari dalam.
  • Unsur-unsur Intrinsik Cerita:
    • Tema: Ide pokok atau gagasan utama dalam cerita. Contoh: persahabatan, keberanian, kejujuran. Tema bersifat umum dan mencakup keseluruhan cerita
    • Tokoh dan Penokohan:
      • Tokoh adalah pelaku atau karakter dalam cerita, bisa manusia, hewan, atau benda yang diberi sifat manusia
      • Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan watak atau karakter tokoh melalui:
        • Penggambaran fisik (rupa, pakaian, dll)
        • Dialog atau percakapan tokoh
        • Pikiran dan perasaan tokoh (monolog)
        • Pendapat tokoh lain tentang tokoh tersebut
        • Tindakan atau perilaku tokoh
    • Alur (Plot): Rangkaian peristiwa dalam cerita yang saling berkaitan. Tahapan alur meliputi:
      • Pengenalan situasi cerita (awal cerita)
      • Munculnya konflik atau masalah
      • Klimaks (puncak masalah)
      • Penyelesaian masalah
      • Akhir cerita (menyelesaikan konflik atau memberikan penutup)
    • Latar: Keterangan mengenai tempat, waktu, dan suasana terjadinya cerita. Latar memberikan gambaran tentang di mana dan kapan cerita berlangsung, serta suasana atau atmosfer yang menyertainya
    • Amanat: Pesan moral atau nilai-nilai yang ingin disampaikan pengarang melalui cerita. Amanat bisa berupa nasihat, ajaran, atau pelajaran hidup yang bisa diambil dari cerita


B. Majas

  • Pengertian: Gaya bahasa kiasan yang digunakan untuk menciptakan efek tertentu dalam karya sastra, seperti memperindah bahasa, memperjelas makna, atau menimbulkan kesan tertentu pada pembaca
  • Macam-macam Majas yang Dipelajari:
    • Metafora: Perbandingan langsung antara dua hal yang berbeda, tetapi memiliki kesamaan sifat. Tidak menggunakan kata-kata penghubung seperti “seperti”, “bagai”, “laksana”, dll. Contoh: Buku adalah jendela dunia. (Buku diibaratkan sebagai jendela yang membuka wawasan)
    • Personifikasi: Majas yang memberikan sifat manusia kepada benda mati atau hewan. Contoh: Angin berbisik di telingaku. (Angin diibaratkan bisa berbisik seperti manusia)
    • Hiperbola: Majas yang melebih-lebihkan sesuatu untuk memberikan efek dramatis atau humor. Contoh: Suaranya menggelegar sampai ke ujung dunia. (Suara yang sangat keras dilebih-lebihkan)

C. Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

  • Kalimat Langsung:
    • Kalimat yang diucapkan langsung oleh tokoh dalam cerita.
    • Diapit oleh tanda petik dua (“…”).
    • Contoh: “Aku akan pergi ke perpustakaan,” kata Siti.
  • Kalimat Tidak Langsung:
    • Kalimat yang melaporkan perkataan tokoh tanpa mengutip secara langsung
    • Tidak menggunakan tanda petik dua
    • Sering menggunakan kata hubung seperti bahwa, agar, untuk, supaya
    • Contoh: Siti mengatakan bahwa dia akan pergi ke perpustakaan.
  • Mengubah Kalimat Langsung menjadi Tidak Langsung:
    • Hilangkan tanda petik dua
    • Ubah kata ganti orang sesuai konteks (contoh: “aku” menjadi “dia”)
    • Tambahkan kata hubung jika diperlukan
    • Sesuaikan tenses kata kerja jika diperlukan

D. Teks Fiksi dan Nonfiksi

  • Teks Fiksi:
    • Berisi cerita rekaan atau imajinasi pengarang
    • Bertujuan untuk menghibur atau memberikan pengalaman estetis kepada pembaca
    • Contoh: cerita pendek (cerpen), novel, dongeng, fabel
  • Teks Nonfiksi:
    • Berisi informasi atau fakta berdasarkan kenyataan
    • Bertujuan untuk memberikan pengetahuan atau informasi kepada pembaca
    • Contoh: artikel ilmiah, buku pelajaran, laporan, berita
  • Perbedaan Teks Fiksi dan Nonfiksi:
    • Tujuan: Fiksi bertujuan menghibur, nonfiksi bertujuan memberi informasi
    • Isi: Fiksi berisi imajinasi, nonfiksi berisi fakta
    • Struktur: Fiksi memiliki alur cerita, nonfiksi memiliki struktur informasi
    • Bahasa: Fiksi menggunakan bahasa kiasan, nonfiksi menggunakan bahasa lugas

Penutup
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.

0 komentar:

Posting Komentar