Hari/Tanggal : Rabu, 22 Juli 2026
Fase / Kelas : C / 5A
Tujuan Pembelajaran (TP) Matematika
Murid dapat Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila;
Capaian Pembelajaran IPAS
Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik, serta pengaruhnya terhadap ekosistem; menjelaskan fenomena; gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; menghasilkan upaya penghematan energi, serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menjelaskan sistem tata surya, serta kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; menjelaskan letak dan kondisi geografis negara Indonesia dengan menggunakan peta konvensional/digital; meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
Tujuan Pembelajaran (TP) IPAS
Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya;
Materi Pendidikan Pancasila
Sejarah Lahirnya Pancasila
Pancasila lahir melalui proses yang panjang dan melibatkan diskusi serta musyawarah oleh para pendiri bangsa ya guys.
Gagasan tentang dasar negara Indonesia mulai muncul ketika Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Dunia II. Saat itu, Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 April 1945 setelah menjanjikan kemerdekaan Indonesia. Tugas utama BPUPKI adalah merumuskan dasar negara yang akan menjadi fondasi bagi Indonesia setelah kemerdekaan.
Pada sidang BPUPKI pertama yang berlangsung dari 29 Mei hingga 1 Juni 1945, muncul banyak usulan mengenai dasar negara, termasuk dari tiga tokoh utama: Muhammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno.
Pancasila lahir pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato yang bersejarah oleh Soekarno. Inilah mengapa tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.
Tokoh-Tokoh Merumuskan Pancasila
Muhammad Yamin
Pada sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945, Muhammad Yamin mengusulkan lima dasar negara dalam pidatonya, yang dikenal sebagai “Rumusan Yamin”. Usulan Moh. Yamin Sebagai berikut.
- Peri Kebangsaan
- Peri Kemanusiaan
- Peri Ketuhanan
- Peri Kerakyatan
- Kesejahteraan Rakyat
Yamin juga menyusun naskah tertulis yang sedikit berbeda dalam uraiannya, tetapi pada intinya tetap menekankan nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan ketuhanan.
Soepomo
Soepomo, sebagai salah satu anggota BPUPKI, juga memberikan pandangannya tentang dasar negara. Dalam pidatonya pada tanggal 31 Mei 1945, ia lebih menekankan konsep negara integralistik di mana negara dan rakyat merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Rumusan Pancasila versi Soepomo kurang eksplisit dibanding Soekarno dan Yamin, tetapi ide-idenya berkisar pada prinsip:
- Persatuan
- Kekeluargaan
- Kebudayaan
- Keadilan Sosial
- Ketuhanan
Soekarno
Pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato yang memperkenalkan lima prinsip dasar yang ia beri nama Pancasila. Lima prinsip tersebut adalah:
- Kebangsaan Indonesia
- Internasionalisme atau Perikemanusiaan
- Mufakat atau Demokrasi
- Kesejahteraan Sosial
- Ketuhanan yang Berkebudayaan
Soekarno juga menyarankan bahwa kelima sila ini bisa diringkas menjadi Trisila (Tiga Sila), atau bahkan Ekasila (Satu Sila), yaitu Gotong Royong, yang merupakan nilai inti dari Pancasila.
Panitia Sembilan
Setelah usulan dari para tokoh, BPUPKI membentuk sebuah panitia kecil yang dikenal sebagai Panitia Sembilan, yang bertugas untuk merumuskan naskah dasar negara. Panitia ini terdiri dari sembilan anggota, yakni:
- Soekarno
- Muhammad Hatta
- Muhammad Yamin
- Achmad Subardjo
- Agus Salim
- Abikusno Tjokrosujoso
- Wahid Hasyim
- Abdul Kahar Muzakkir
- A.A. Maramis
Setelah diskusi dan usulan-usulan tersebut, Panitia Sembilan yang dibentuk oleh BPUPKI menghasilkan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945, yang merupakan rumusan awal dari Pancasila. Dalam Piagam Jakarta, lima sila yang dirumuskan adalah sebagai berikut.
- Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
- Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
- Persatuan Indonesia
- Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan
- Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Namun, kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” diubah pada 18 Agustus 1945 demi menjaga kesatuan dan persatuan bangsa, dan akhirnya lahirlah rumusan Pancasila yang kita kenal saat ini.
Rumusan Pancasila dalam UUD 1945 (18 Agustus 1945)
Setelah perdebatan dan penyesuaian, Pancasila akhirnya disahkan dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945, dengan rumusan sebagai berikut.
- Ketuhanan Yang Maha Esa
- Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
- Persatuan Indonesia
- Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
- Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Rumusan inilah yang menjadi dasar negara Indonesia hingga sekarang.
Pancasila Sebagai Dasar Negara
Pancasila menjadi sumber utama dari segala hukum yang ada di Indonesia, guys. Ini artinya, setiap peraturan dan undang-undang harus sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila. Dengan adanya Pancasila, hukum di Indonesia jadi lebih kuat untuk menjaga ketertiban dan keadilan di seluruh lapisan masyarakat.
Pancasila ngga cuma penting di aspek hukum, tapi juga dalam menjaga persatuan bangsa kita, guys. Lewat Pancasila, kita diajak untuk saling menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi rasa persaudaraan. Inilah yang membuat Pancasila menjadi pondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat dan harmonis.
Pancasila Sebagai Ideologi Negara
Guys, Pancasila bukan cuma jadi dasar hukum, tapi juga berfungsi sebagai ideologi negara yang mengarahkan tindakan dan kebijakan pemerintahan. Sebagai ideologi, Pancasila memberikan panduan untuk membangun bangsa dan negara dengan tujuan menciptakan keadilan sosial serta kesejahteraan bagi semua rakyat.
Pancasila juga berperan penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, guys. Lewat Pancasila, kita diajak untuk selalu menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi rasa persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.
Ini membantu kita membangun bangsa yang kuat dan harmonis, di mana keberagaman bukan menjadi penghalang, tapi kekuatan. Maka dari itu, Pancasila adalah pondasi utama yang terus membimbing kita untuk membentuk Indonesia yang lebih baik.
Materi IPAS
Sistem Pernapasan: Jendela Oksigen Kita
Bernapas adalah proses menghirup oksigen (O2) dan mengembuskan karbon dioksida (CO2). Oksigen digunakan oleh tubuh untuk membakar sari-sari makanan menjadi energi.
Organ Pernapasan: Hidung (penyaringan udara) → Tenggorokan/Trakea → Paru-paru (Bronkus, Bronkiolus, dan Alveolus).
Proses Pertukaran: Di dalam Alveolus, oksigen masuk ke pembuluh darah dan karbon dioksida dikeluarkan dari darah untuk diembuskan.
Diafragma: Otot di bawah paru-paru yang membantu kita bernapas. Saat diafragma mengerut, paru-paru mengembang dan udara masuk.
Wawasan Tambahan: Olahraga secara teratur dapat meningkatkan kapasitas paru-paru, sehingga tubuh kita lebih efektif dalam menyerap oksigen dan tidak mudah lelah.
Sistem Pencernaan: Pabrik Energi Tubuh
Makanan yang kita makan harus diubah menjadi bentuk yang sangat kecil agar bisa diserap oleh darah.
Urutan Pencernaan: Mulut (pencernaan mekanik & kimiawi) → Kerongkongan → Lambung (penghancuran makanan dengan asam) → Usus Halus (penyerapan nutrisi) → Usus Besar (penyerapan air) → Anus (pembuangan sisa).
Jenis Pencernaan: * Mekanik: Menggunakan gigi dan otot (di mulut dan lambung).
Kimiawi: Menggunakan enzim untuk memecah zat makanan.
Pentingnya Nutrisi: Karbohidrat untuk energi, protein untuk pertumbuhan, lemak untuk cadangan energi, serta vitamin dan mineral untuk menjaga kesehatan.
Wawasan Tambahan:
Mengenal Enzim dan Zat Pencernaan: Agar nutrisi terserap sempurna, organ tubuh menghasilkan zat khusus:
Mulut: Terdapat enzim Ptialin yang berfungsi mengubah karbohidrat (zat tepung) menjadi gula sederhana (maltosa).
Lambung: * Asam Lambung (HCl): Membunuh kuman yang masuk bersama makanan dan mengaktifkan enzim.
Pepsin: Mengubah protein menjadi peptun.
Renin: Mengendapkan protein susu (kasein) dari air susu.
Pankreas & Usus Halus:
Amilase: Mengubah zat tepung menjadi glukosa.
Tripsin: Mengubah pepton menjadi asam amino.
Lipase: Mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
Hati & Empedu:
Getah Empedu: Dihasilkan oleh hati untuk membantu menghancurkan atau mengemulsi lemak agar lebih mudah dicerna oleh enzim lipase.
Mengunyah makanan hingga benar-benar halus (sekitar 32 kali) membantu kerja lambung menjadi lebih ringan dan nutrisi terserap lebih maksimal.
Latihan Soal
1. Jelaskan urutan organ pada sistem pernapasan manusia mulai dari udara masuk hingga mencapai paru-paru!
2. Mengapa kita dianjurkan bernapas melalui hidung, bukan melalui mulut? Jelaskan alasanmu!
3. Sebutkan urutan organ pada sistem pencernaan manusia mulai dari makanan masuk ke dalam tubuh hingga dikeluarkan kembali!
4. Jelaskan fungsi lambung dan usus halus dalam proses pencernaan makanan!
5. Bagaimana cara menjaga kesehatan sistem pernapasan dan sistem pencernaan? Sebutkan masing-masing minimal 3 cara!








0 komentar:
Posting Komentar