Hari tanggal : Senin, 13 April 2026
Fase / Kelas : C / 6
Materi Pembelajaran : Ujian Praktik Pidato
Metode Pembelajaaran : Bahasa Indonesia
INSTRUMEN UJIAN PRAKTIK PIDATO
SD AL AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : VI
Bentuk Penilaian : Praktik Pidato
Waktu Penampilan : 3–5 menit
Fase/Elemen : C /Elemen Berbicara dan Mempresentasikan
Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, dan informasi secara lisan dengan bahasa yang santun, jelas, dan runtut melalui kegiatan berbicara di depan umum, seperti pidato, presentasi, atau cerita, dengan memperhatikan struktur penyampaian, intonasi, pelafalan, dan ekspresi sehingga mudah dipahami oleh pendengar.
A. Petunjuk Pelaksanaan
1. Siswa menyiapkan teks pidato dengan tema yang telah ditentukan oleh masing masing siswa
2. Siswa menyampaikan pidato di depan kelas selama 3–5 menit.
3. Guru menilai berdasarkan aspek penilaian yang telah ditentukan.
B. Aspek dan Rubrik Penilaian
No | Aspek yang Dinilai | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Kurang) |
1 | Kesesuaian Isi dengan Tema | Isi pidato sangat sesuai dengan tema, jelas, dan mudah dipahami | Isi sesuai tema namun kurang mendalam | Isi kurang fokus pada tema | Isi tidak sesuai tema |
2 | Struktur Pidato (Pembuka, Isi, Penutup) | Struktur lengkap dan runtut | Struktur cukup lengkap namun kurang runtut | Struktur kurang lengkap | Struktur tidak jelas |
3 | Penggunaan Bahasa | Bahasa baku, kalimat jelas, dan tidak ada kesalahan | Ada sedikit kesalahan bahasa | Banyak kesalahan bahasa | Bahasa sulit dipahami |
4 | Pelafalan dan Intonasi | Pengucapan jelas dan intonasi sangat tepat | Pengucapan cukup jelas | Pengucapan kurang jelas | Pengucapan tidak jelas |
5 | Ekspresi dan Gestur | Ekspresi percaya diri dan gerakan mendukung isi pidato | Ekspresi cukup baik | Ekspresi kurang | Tidak ada ekspresi |
6 | Kelancaran Berbicara | Sangat lancar tanpa berhenti | Cukup lancar dengan sedikit jeda | Beberapa kali berhenti | Banyak berhenti dan terbata-bata |
Latihan Soal TKA Bahasa Indonesia
Keindahan Pantai Merah
Pantai Merah, atau yang sering disebut Pink Beach, terletak di kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Pantai ini memiliki keunikan yang sangat langka, yaitu pasirnya yang berwarna merah muda atau pink. Warna unik ini berasal dari organisme mikroskopis bernama Foraminifera yang memberikan pigmen merah pada terumbu karang. Ketika serpihan karang merah tersebut hancur dan bercampur dengan pasir putih, terciptalah gradasi warna merah muda yang menawan.
Air laut di Pantai Merah sangat jernih dengan gradasi warna biru muda hingga biru tua. Di bawah permukaannya, terdapat taman bawah laut yang sangat kaya. Berbagai jenis ikan tropis dan terumbu karang yang masih terjaga membuat pemandangan bawah lautnya begitu memanjakan mata. Selain itu, pantai ini dikelilingi oleh perbukitan hijau yang gersang saat musim kemarau, menciptakan kontras warna yang indah dengan birunya laut dan pinknya pasir pantai. Aktivitas pengunjung yang biasa dilakukan selain menikmati keindahan pantai yaitu kegiatan menyelam, berjemur, bermain kano, atau berfoto dengan latar pasir pink.
(Sumber : https://tourisminfo.nttprov.go.id/2025/05/27/pink-beach/)
1. Pada paragraf pertama baris ke 5 terdapat kata “gradasi”. Apa arti dari kata tersebut?
a. Campuran berbagai warna yang tidak beraturan.
b. Perubahan warna secara bertahap dari satu warna ke warna lain.
c. Tingkat kecerahan cahaya pada benda.
d. Warna yang sangat terang dan mencolok.
2. Aktivitas apa yang cocok dilakukan di Pantai Merah berdasarkan teks ?
a. Memancing.
b. Bertani garam.
c. Berjualan cinderamata.
d. Menyelam.
3. Ide pokok yang terdapat pada paragraf kedua adalah ?
a. Keindahan taman laut Pantai Merah dengan berbagai eksositemnya.
b. Pantai Merah sering disebut Pink Beach.
c. Pantai merah memiliki keunikan yang sangat langka.
d. Banyak pengujung yang datang mengunjungi Pantai Merah hanya untuk berenang.
Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 4-6!
Kegiatan Kerja Bakti di Lingkungan Sekolah
Pada hari Jumat pagi, murid kelas VI SD Nusantara mengikuti kegiatan kerja bakti di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dimulai pukul 07.00 setelah apel pagi selesai dilaksanakan. Seluruh murid membawa peralatan kebersihan dari rumah, seperti sapu, kain pel, dan tempat sampah kecil. Guru kelas membagi murid ke dalam beberapa kelompok agar pekerjaan dapat dilakukan dengan tertib dan cepat.
Kelompok pertama bertugas membersihkan ruang kelas, termasuk menyapu lantai dan membersihkan papan tulis. Kelompok kedua membersihkan halaman sekolah dengan mengumpulkan daun-daun kering yang berserakan. Sementara itu, kelompok ketiga membersihkan taman sekolah dengan mencabut rumput liar dan menyiram tanaman. Kegiatan kerja bakti berlangsung selama satu jam dan berakhir pada pukul 08.00.
Setelah kegiatan selesai, murid kembali ke kelas masing-masing. Guru memberikan pesan agar murid selalu menjaga kebersihan lingkungan sekolah setiap hari. Menurut guru, lingkungan yang bersih akan membuat kegiatan belajar menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Para murid pun merasa senang karena dapat bekerja sama dan membuat sekolah menjadi lebih bersih.
(Sumber : Cerita karangan bertema lingkungan sekolah )
4. Kapan kegiatan kerja bakti dilaksanakan?
a. Kamis pagi.
b. Jumat pagi.
c. Sabtu pagi.
d. Minggu pagi.
5. Kegiatan kerja bakti dilakukan pada pukul 07.00 dan berakhir pada pukul 08.00.
Jika kegiataan dilakukan pada siang hari, perubahan yang mungkin terjadi?
a. Siswa merasa lebih segar.
b. Siswa lebih cepat mengantuk karena lelah.
c. Pekerjaan menjadi lebih ringan.
d. Lingkungan menjadi lebih kotor.
6. Berdasarkan teks murid kelas VI SD Nusantara mengikuti kegiatan kerja bakti, manfaat apa saja yang akan mereka dapatkan?
a. Merasa bahagia karena dapat bermain ketika kerja bakti.
b. Menjadi lebih terampil dalam membersihkan lingkungan sekitar.
c. Dapat bekerja sama dan membuat sekolah menjadi lebih bersih.
d. Dapat menerima pembelajaran secara langsung.
Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 7-9!
Fotosintesis adalah proses yang dilakukan oleh tumbuhan hijau untuk menghasilkan makanan sendiri. Proses ini berlangsung terutama di bagian daun dan memerlukan beberapa bahan, yaitu cahaya matahari, air, dan karbon dioksida. Cahaya matahari berperan sebagai sumber energi utama dalam proses fotosintesis. Air diserap oleh akar dari tanah, sedangkan karbon dioksida masuk ke daun melalui stomata.
Di dalam daun terdapat zat hijau daun yang disebut klorofil. Klorofil berfungsi menyerap energi cahaya matahari. Energi tersebut kemudian digunakan untuk mengolah air dan karbon dioksida menjadi glukosa dan oksigen. Glukosa dimanfaatkan oleh tumbuhan sebagai sumber energi untuk tumbuh, berkembang, dan memperbaiki jaringan yang rusak. Sementara itu, oksigen dilepaskan ke udara dan digunakan oleh manusia serta hewan untuk bernapas.
Fotosintesis sering disebut sebagai dapur kehidupan, karena melalui proses inilah tumbuhan menyediakan makanan dan oksigen bagi makhluk hidup lain. Tanpa fotosintesis, keseimbangan lingkungan akan terganggu dan kehidupan di bumi tidak dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Sumber : Teks disusun sendiri berdasarkan materi Fotosintesis pada Buku IPAS/IPA SD, Kemendikbudristek
7. Kata yang termasuk kosakata khusus bidang IPA pada teks tersebut adalah ….
a. Daun
b. Klorofil
c. Energi
d. udara
8. Urutan proses fotosintesis yang tepat sesuai isi teks adalah ….
a. cahaya matahari → klorofil → air dan karbon dioksida → glukosa dan oksigen
b. air → oksigen → klorofil → glukosa
c. klorofil → oksigen → air → glukosa
d. glukosa → karbon dioksida → cahaya matahari → oksigen
9. Apa makna ungkapan “dapur kehidupan” pada teks tersebut ?
a. Proses penting yang menghasilkan makanan dan oksigen bagi makhluk hidup
b. Bagian daun tempat fotosintesis berlangsung
c. Tempat tumbuhan menyimpan makanan
d. Tempat terjadinya pertukaran udara
Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 10 - 12!
Lingkungan sekolah yang bersih sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan kesehatan siswa. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat membentuk kebiasaan hidup sehat. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan sekolah merupakan hal yang sangat penting.
Lingkungan yang kotor dapat menjadi sarang kuman dan penyakit. Sampah yang berserakan bisa menyebabkan bau tidak sedap serta mengundang lalat dan nyamuk. Jika siswa sering berada di lingkungan yang kotor, maka risiko terkena penyakit akan meningkat. Hal ini tentu dapat mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.
Selain berdampak pada kesehatan, kebersihan juga memengaruhi kenyamanan belajar. Kelas yang bersih dan rapi membuat siswa lebih fokus dan betah berada di sekolah. Sebaliknya, lingkungan yang kotor bisa membuat siswa merasa malas dan tidak semangat belajar.
Oleh sebab itu, seluruh warga sekolah tidak boleh tutup mata. Semuanya harus bekerja sama menjaga kebersihan. Mulai dari membuang sampah pada tempatnya, melaksanakan piket kelas, hingga menjaga fasilitas sekolah agar tetap rapi dan terawat. Dengan begitu, sekolah akan menjadi tempat yang nyaman, sehat, dan menyenangkan untuk belajar.
10. Dampak dari lingkungan yang kotor bagi siswa adalah ....
a. mudah sekali mengantuk
b. tidak semangat belajar
c. selalu ingin pulang
d. tubuh cepat lelah
11. Apa Ide pokok dari paragraf pertama ?
a. Pentingnya menjaga kebersihan sekolah.
b. Kegiatan lomba kebersihan antar kelas.
c. Manfaat bermain di halaman sekolah.
d. Cara menghias kelas agar terlihat indah









0 komentar:
Posting Komentar