Hari/Tanggal : Jumat, 6 Februari 2026
Fase / Kelas : C / 6A
Peserta didik memahami sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; hubungan antar komponen biotic dan abiotik serta pengaruhnya terhadap ekosistem; siklus air dan kaitannya dengan upaya menjaga ketersediaan air; fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; upaya penghematan energi serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim;sistem tata surya dan kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; letak dan kondisi geografis negara Indonesia melalui peta konvensional/digital; sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; keragaman budaya nasional yang dikaitkan dengan konteks kebinekaan berdasarkan pemahamannya terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlakudi wilayahnya; serta kegiatan ekonomi masyarakat dan ekonomi kreatif dilingkungan sekitar.
Tujuan Pembelajaran IPAS :
Murid dapat mengidentifikasi sistem tata surya dan anggotanya
Capaian Pembelajaran Matematika
Pada akhir fase C, peserta didik dapat mengonstruksi dan mengurai bangun ruang (kubus, balok, dan gabungannya) dan mengenali visualisasi spasial (bagian depan, atas, dan samping). Mereka dapat membandingkan karakteristik antar bangun datar dan antar bangun ruang. Mereka dapat menentukan lokasi pada peta yang menggunakan sistem berpetak.
Tujuan Pembelajaran Matematika
Murid mampu medentifikassi garis pada sistem koordinat kartrsius
Materi IPAS
Tata surya adalah benda-benda langit yang terdiri dari sebuah bintang yang kita kenal sebagai matahari dan semua benda yang mengorbit kepada atau terikat dengan gaya gravitasi matahari.
Benda-benda yang mengorbit matahari di tata surya terdiri atas planet-planet, satelit, asteroid, dan komet. Pembentukan tata surya ini terjadi sekitar 4,6 miliar tahun lalu dari awan gas dan debu raksasa yang berputar sekaligus berkelompok sampai akhirnya membentuk benda-benda langit di tata surya.
Anggota Tata Surya
Yuk, kenalan lebih dekat dengan benda-benda atau anggota tata surya yang sudah disebut di atas tadi.
1. Matahari

Urutan Lapisan Matahari Dari Inti Hingga Terluar (Sumber: https://id.pinterest.com/)
Matahari adalah bintang yang berukuran besar yang merupakan salah satu anggota tata surya, dan menjadi komponen utama yang dijuluki sebagai sang sumber energi yang menyinari seluruh tata surya. Jadi tanpa matahari, tata surya nggak akan ada.
Lalu, mungkin kamu bertanya, kok matahari disebut bintang ya? Padahal biasanya bintang itu berukuran kecil yang kalau dilihat dari jauh seperti titik.
Matahari juga termasuk bintang karena matahari memancarkan cahaya dan terbentuk dari gas-gas panas helium dan hidrogen seperti bintang pada umumnya. Yang membedakan matahari dengan bintang lainnya adalah cahaya kuning yang dipancarkannya dengan suhu sekitar 15 juta derajat Celcius.
Suhu tersebut lebih rendah dibanding suhu bintang lainnya yang berkisar antara 2 sampai 40 juta derajat Celcius. Lalu, matahari ini memiliki beberapa lapisan, di antaranya:
- Atmosfer. Lapisan ini adalah lapisan terluar, yang mencakup korona dan kromosfer. Korona matahari memancarkan partikel yang kadang memengaruhi cuaca di luar angkasa dan menciptakan aurora yang indah di kutub Bumi.
- Fotosfer. Ini adalah lapisan kedua pada matahari yang menghasilkan cahaya yang kita lihat di kehidupan kita, suhunya sekitar 5.500°C. Di lapisan ini juga terjadi fenomena bintik matahari, yaitu wilayah gelap di yang muncul di permukaan matahari karena perbedaan suhu dan aktivitas magnetisnya.
- Barisfer. Kalau lapisan satu Ini adalah inti matahari, tempat berlangsungnya reaksi fusi nuklir yang menghasilkan energi dalam jumlah besar. Energi ini yang membuat matahari bercahaya dan menyinari seluruh tata surya.
2. Planet-Planet

Planet Superior dan Planet Inferior (Sumber: https://www.kompas.com/sains/image)
Anggota tata surya selanjutnya adalah planet. Planet-planet di tata surya terbagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan karakteristik orbit dan komposisinya.
a. Superior dan Inferior Planet
Superior planet adalah planet-planet yang berada lebih jauh dari matahari dibandingkan bumi, yaitu mars, jupiter, saturnus, uranus, dan neptunus. Planet-planet ini kadang tampak lebih “pelan” bergerak di langit malam.
Sedangkan, inferior planet adalah planet-planet yang orbitnya lebih dekat ke matahari daripada bumi, yaitu merkurius dan venus. Mereka sering terlihat seperti bintang terang di langit pagi atau senja.
b. Terrestrial dan Jovian Planet
Planet terrestrial adalah planet-planet berbatu, seperti merkurius, venus, bumi, dan mars. Dengan permukaan padat, planet-planet ini memiliki gunung, lembah, bahkan jejak aktivitas vulkanik di beberapa tempat.
Sedangkan, planet jovian adalah planet-planet gas raksasa, seperti jupiter, saturnus, uranus, dan neptunus. Mereka memiliki atmosfer tebal dan sangat berbeda dari planet berbatu karena tersusun dari gas-gas hidrogen dan helium. Berapa di antaranya juga memiliki cincin indah yang menambah keunikan mereka.
c. Interior dan Eksterior Planet
Interior planet adalah planet-planet yang berada di dalam sabuk asteroid, seperti merkurius, venus, bumi, dan mars. Sabuk asteroid adalah wilayah di Tata Surya yang berbentuk torus, di mana sebagian besar asteroid mengorbit Matahari.
Sedangkan, eksterior planet adalah planet-planet di luar sabuk asteroid, seperti Jupiter hingga Neptunus.
3. Asteroid
Asteroid sering disebut sebagai “puing-puing” tata surya karena mereka merupakan sisa dari pembentukan planet. Sebagian besar asteroid berkumpul di Sabuk Asteroid yang berada antara orbit Mars dan Jupiter.
Dengan bentuk yang tidak beraturan dan ukuran yang bervariasi, asteroid menjadi subjek penelitian yang menarik, karena komposisinya mengandung bahan-bahan kuno dari masa awal tata surya.
4. Meteor
Mungkin kamu pernah melihat “bintang jatuh” di langit malam. Sebenarnya, itu adalah meteor—potongan kecil asteroid atau komet yang memasuki atmosfer Bumi dan terbakar karena gesekan dengan udara.
Meteor yang terbakar menciptakan garis cahaya yang indah, terutama saat terjadi hujan meteor, di mana ratusan meteor melintasi langit sekaligus. Jika meteor ini tidak terbakar habis dan berhasil mencapai permukaan Bumi, mereka dikenal sebagai meteorit.
Materi Matematika
Materi Matematika
Ikutin step by step nya yaa, kamu boleh ambil buku berpetak plus pensil kamu dulu!

Jadi bidang kartesius itu terdiri dari sumbu x (garis horizontal) dan sumbu y (garis vertikal). Titik potong sumbu x dan y (letaknya di tengah) disebut titik pusat yang biasa disimbolkan dengan O atau bisa ditulis notasinya O(0,0).
Bilangan yang ada di garis sumbu x dan sumbuy prinsipnya sama dengan garis bilangan biasa. Sumbu x ke kanan dan sumbu y ke atas dari titik pusat, bernilai positif. Tapi untuk sumbu x ke kiri dan sumbu y ke bawah dari titik pusat nilainya negatif.
Terus, melalui titik pusat O, bidang koordinat Kartesius ini terbagi jadi empat bagian. Bagian-bagian ini disebut dengan kuadran.

Sistem Koordinat Kartesius
sistem koordinat kartesius adalah cara kita untuk nentuin posisi objek tersebut. Posisi objek ini mengacu pada titik acuan atau yang bisa disebut dengan titik pusat koordinat (dalam bentuk pasangan berurutan (x,y)).
PenutupDemikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.
sistem koordinat kartesius adalah cara kita untuk nentuin posisi objek tersebut. Posisi objek ini mengacu pada titik acuan atau yang bisa disebut dengan titik pusat koordinat (dalam bentuk pasangan berurutan (x,y)).









0 komentar:
Posting Komentar