Senin, 05 Januari 2026

Materi Ajar Senin, 5 Januari 2026

  

Hari tanggal                        : Senin, 5 Januari 2026

Fase / Kelas                        : C / 6A

Muatan Pembelajaran     :   1. Pendidikan Pancasila (Keberagaman Budaya dan Agama)
                                                2. Bahasa Indonesia (Kalimat Aktif dan Pasif)
Metode Pembelajaaran    :  1. Project Based Learning (PjBL) (Pendidikan Pancasila)
                                                2. Discovery Learning(bahasa Indonesia)
Media Pembelajaran        : LKPD

Capaian Pembelajaran Pendidikan Pancasila 

Murid mampu menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.

Capaian Pembelaaran Bahasa Indonesia

Murid mampu memahami, menganalisis, dan menyajikan informasi dari berbagai teks (biografi, pidato) serta menggunakan kaidah kebahasaan dengan tepat untuk menyampaikan ide dan sikap kepedulian sosial.

Tujuan pembelajaran Pendidikan Pancasila 

· Murid dapat mengenal Indahnya keberagaman  Budaya dan Agama

Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia 

· Menganalisis bacaan tentang sosok inspiratif yang berhasil mengubah dunia.

· Mengenali dan memahami penggunaan kalimat aktif dan kalimat pasif.


Materi Pendidikan Pancasila

  1. Indonesia Negara yang Beragam
  • Indonesia memiliki keberagaman suku, budaya, bahasa, adat, dan agama.
  • Keberagaman ini adalah kekayaan bangsa, bukan penghalang persatuan.
  • Semboyan Bhinneka Tunggal Ika berarti berbeda-beda tetapi tetap satu.

Walaupun kita berbeda daerah, kebiasaan, atau agama, kita tetap satu sebagai bangsa Indonesia.

  1. Keberagaman Budaya di Indonesia

Budaya Indonesia sangat beragam karena wilayahnya luas dan terdiri dari banyak pulau.

Contoh keberagaman budaya:

  • Rumah adat
  • Pakaian adat
  • Tarian daerah
  • Alat musik tradisional
  • Bahasa daerah

Setiap daerah punya ciri khas sendiri yang perlu kita banggakan dan lestarikan.

  1. Keberagaman Agama dan Kepercayaan
  • Indonesia mengakui enam agama, yaitu:
    • Islam
    • Kristen
    • Katolik
    • Hindu
    • Buddha
    • Khonghucu
  • Negara juga mengakui aliran kepercayaan.
  • Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah sesuai keyakinannya.

Kita boleh beribadah sesuai agama kita, tapi juga harus menghormati teman yang berbeda agama.

  1. Pengertian Toleransi
  • Toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan.
  • Toleransi dilakukan tanpa harus meninggalkan keyakinan sendiri.
  • Sikap yang harus dihindari:
    • Mengejek budaya atau agama lain
    • Merasa budaya sendiri paling benar (etnosentrisme)
    • Bersikap pilih-pilih teman (diskriminasi)

Toleransi berarti bersikap baik dan menghargai orang lain meskipun berbeda.

  1. Contoh Sikap Toleransi dalam Kehidupan Sehari-hari

Lingkungan Keluarga

  • Menghormati orang tua dan anggota keluarga
  • Tidak mengganggu anggota keluarga yang berbeda hobi
  • Menjaga kerukunan di rumah

Lingkungan Sekolah

  • Berteman dengan semua siswa tanpa membedakan agama atau suku
  • Tidak melakukan perundungan (bullying)
  • Bekerja sama saat belajar kelompok

Lingkungan Masyarakat

  • Membantu tetangga tanpa melihat latar belakangnya
  • Tidak mengganggu orang yang sedang beribadah
  • Menghargai kegiatan adat di lingkungan sekitar
  1. Manfaat Sikap Toleransi
  • Hidup menjadi rukun dan damai
  • Tidak mudah terjadi konflik
  • Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa
  • Membuat lingkungan nyaman dan aman

Materi Bahasa Indonesia 

kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu tindakan atau perbuatan. Dengan kata lain, dalam kalimat aktif, pelaku atau subjek menjadi pusat aksi yang sedang berlangsung.

Ciri-ciri kalimat aktif:

Subjek melakukan perbuatan

  1. Subjek dalam kalimat aktif adalah pelaku yang melakukan suatu tindakan. Contohnya: Mama memasak nasi. Di sini, "Mama" adalah subjek yang melakukan tindakan "memasak".

  2. Biasanya menggunakan kata kerja aktif
    Kata kerja dalam kalimat aktif menunjukkan aksi yang dilakukan oleh subjek, seperti makan, menulis, bermain, membaca, dan sebagainya.

  3. Urutan kalimat: subjek + predikat + objek
    Pola kalimat aktif umumnya mengikuti susunan ini. Misalnya: Ayah membaca buku.

    • Subjek: Ayah

    • Predikat (kata kerja): membaca

    • Objek: buku

  4. Menunjukkan pelaku dengan jelas
    Kalimat aktif menegaskan siapa yang melakukan tindakan, sehingga lebih jelas dan langsung.

Contoh kalimat aktif:

  • Si Kecil menggambar di kertas.

  • Mama menyiram tanaman di halaman.

  • Papa memperbaiki sepeda.

Kalimat Pasif dan Ciri-cirinya

Mama! Setelah kita memahami kalimat aktif, sekarang mari kita kenali kalimat pasif. Kalimat pasif adalah kebalikan dari kalimat aktif. Jika dalam kalimat aktif subjeknya adalah pelaku, maka dalam kalimat pasif subjeknya adalah pihak yang dikenai atau menerima tindakan

Ciri-ciri kalimat pasif:

  1. Subjek dikenai tindakan atau perbuatan
    Ini adalah ciri paling utama. Subjek dalam kalimat pasif bukanlah yang melakukan aksi, melainkan yang mengalami atau menerima aksi.
    Contoh: Nasi dimasak oleh Mama. (Nasi dikenai tindakan dimasak)

  2. Menggunakan kata kerja berawalan "di-" atau "ter-"
    Ini adalah petunjuk paling mudah dan umum untuk mengenali kalimat pasif dalam bahasa Indonesia.

    • Kata kerja berawalan di-dibuat, dimakan, disapu, dibaca, diambil.

    • Kata kerja berawalan ter-terlihat, terbawa, terjatuh, terpukul, termakan.
      Contoh: Buku itu dibaca oleh Ayah. (Kata kerja "dibaca")
      Contoh: Gelas itu terjatuh dari meja. (Kata kerja "terjatuh")

  3. Pelaku tindakan (agen) seringkali tidak disebutkan atau diletakkan setelah kata "oleh"
    Dalam kalimat pasif, siapa yang melakukan tindakan (pelaku) seringkali kurang penting atau bahkan tidak disebutkan sama sekali. Kalaupun disebutkan, biasanya diletakkan setelah kata "oleh".

  4. Pola kalimat: Subjek (objek dari kalimat aktif) + predikat (kata kerja pasif) (+ oleh pelaku jika disebutkan)
    Objek dari kalimat aktif akan berubah posisi menjadi subjek dalam kalimat pasif.
    Contoh Perubahan dari Aktif ke Pasif:

    • Aktif: Mama memasak nasi. (Subjek: Mama, Objek: nasi)

    • Pasif: Nasi dimasak oleh Mama. (Subjek: Nasi, Pelaku: Mama)

Contoh kalimat pasif:

Bola itu ditendang oleh Adik

Pohon itu ditanam Kakek

Jendela kelas dibuka oleh guru.


Kesimpulan

Penutup
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.