Selasa, 06 Januari 2026

Materi Ajar Selasa, 6 Januari 2026

 


Hari/Tanggal                         : Selasa, 6  Januari 2026

Fase / Kelas                             : C / 6A

Muatan Pembelajaran          :    1.  IPAS (Bumi, Matahari dan Bulan)
                                                  2. Bahasa Indonesia (Kalimat Aktif dan Pasif)
                                                  3. Seni Budaya (Konsep Dasar Seni Menggambar)
Metode Pembelajaaran        :    1. IPAS (Problem Based Learning)
                                                 2. Bahasa Indonesia (Cooperative Learning)
                                                 3. Seni Budaya (Konsep Dasar Seni Menggambar)
Media Pembelajaran        : Video dan LKPD
                                           
Capaian Pembelajaran IPAS

Peserta didik memahami sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; hubungan antar komponen biotic dan abiotik serta pengaruhnya terhadap ekosistem; siklus air dan kaitannya dengan upaya menjaga ketersediaan air; fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; upaya penghematan energi serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim;sistem tata surya dan kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; letak dan kondisi geografis negara Indonesia melalui peta konvensional/digital; sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; keragaman budaya nasional yang dikaitkan dengan konteks kebinekaan berdasarkan pemahamannya terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlakudi wilayahnya; serta kegiatan ekonomi masyarakat dan ekonomi kreatif dilingkungan sekitar.

Tujuan Pembelajaran IPAS :

Murid dapat menjelaskan ciri-ciri bumi, matahari dan bulan dengan tepat.

Capaian Pembelaaran Bahasa Indonesia

Murid mampu memahami, menganalisis, dan menyajikan informasi dari berbagai teks (biografi, pidato) serta menggunakan kaidah kebahasaan dengan tepat untuk menyampaikan ide dan sikap kepedulian sosial.

Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia 

· Menganalisis bacaan tentang sosok inspiratif yang berhasil mengubah dunia.

· Mengenali dan memahami penggunaan kalimat aktif dan kalimat pasif.

Capaian Pembelajaran Seni rupa

Pada akhir fase C, Peserta didik mampu memahami unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya. Peserta didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman pada perpaduan unsur dalam prinsip desain. Peserta didik mampu membuat karya rupa berdasarkan gagasannya sendiri atau mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan unsur garis, warna, tekstur, bentuk, dan bangun. Peserta didik mampu menggunakan perspektif dalam membuat karya 2 dimensi. Peserta didik mampu menggunakan pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan yang diperoleh dalam mata pelajaran seni rupa atau mata pelajaran lain sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu secara mandiri menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa.

Tujuan Pembelajaran Seni Rupa

Murid dapat menjelaskan prinsip proporsi

Materi  IPAS

umi selalu berputar pada poros atau sumbunya, Gerakan ini disebut rotasi. Bumi berputar berlawanan arah jarum jam dan membutuhkan waktu 23 jam 56 menit untuk satu kali rotasi, Bumi bergerak dengan waktu dan kecepatan yang sama setiap saat, Hal ini membuat kita tidak merasakan pergerakannya. Sambil berotasi, Bumi juga berputar mengelilingi Matahari pada orbitnya yang tetap, Gerakan ini disebut revolusi.

Ketika berevolusi, kita juga bisa menyebut bahwa Bumi mengorbit Matahari. Waktu untuk Bumi melakukan satu kali revolusi, yaitu 365,25 hari, Orbit Bumi berbentuk elips atau oval. Bulan mirip seperti Bumi, ia juga berotasi dan berevolusi, Namun, Bulan berevolusi terhadap Bumi. Akibatnya, Bulan juga akan mengikuti Bumi mengorbit Matahari, Waktu untuk Bulan satu kali berevolusi terhadap Bumi, yaitu sekitar 28 hari, Waktu Bulan berotasi sama dengan waktu revolusinya.

Gaya gravitasi di antariksa


Untuk lebih jelasnya Mari kita pelajari lebih lanjut tentang Bumi, Matahari, dan Bulan1

1) Berkenalan Lebih Dalam dengan Matahari

Matahari terbentuk dari gas helium dan hidrogen yang sangat panas dan biasa disebut bola panas. Matahari merupakan bintang yang paling dekat dengan Bumi sehingga cahayanya menerangi Bumi saat siang hari dan panasnya bisa kita rasakan. Ukuran Matahari sangat besar sehingga gaya gravitasinya bisa menarik planet-planet di sekitarnya,termasuk Bumi. Matahari terbentuk dari gas helium dan hidrogen yang sangat panas dan biasa disebut bola panas, Matahari merupakan bintang yang paling dekat dengan Bumi sehingga cahayanya menerangi Bumi saat siang hari dan panasnya bisa kita rasakan. Ukuran Matahari sangat besar sehingga gaya gravitasinya bisa menarik planet-planet di sekitarnya, termasuk Bumi.

2) Berkenalan Lebih Dalam dengan Planet Bumi

Sampai saat ini, Bumi merupakan satu-satunya tempat dengan makhluk hidup di dalamnya.

Rumah kita ini spesial, lho! Karena, Bumi merupakan satu-satunya planet di tata surya dengan sebagian besar permukaan berupa perairan. Sebanyak 70 persen permukaan Bumi diselimuti oleh air, Keberadaan air inilah yang berperan bagi kehidupan di Bumi.

3) Berkenalan Lebih Dalam dengan Bulan

Bulan merupakan satelit alami yang dimiliki Bumi, Satelit adalah sebutan untuk benda langit yang mengelilingi sebuah planet

Sampai saat ini, Bulan satu-satunya tempat di luar Bumi yang pernah dikunjungi manusia, Waktu revolusi dan rotasinya sama, yaitu 27 hari. Namun, karena Bumi juga bergerak, waktu revolusi Bulan yang teramati dari Bumi, yaitu 29 hari. Kita melihat penampakan Bulan berbeda-beda, kadang berbentuk sabit, purnama, atau hanya separuh. Sebenarnya, bentuk Bulan selalu sama Namun, posisi Bulan terhadap Bumi berubah-ubah karena berevolusi. Sebenarnya, Bulan juga tidak bercahaya, lho! Cahaya yang kita lihat saat malam hari merupakan pantulan dari cahaya Matahari.



Materi Bahasa Indonesia
kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu tindakan atau perbuatan. Dengan kata lain, dalam kalimat aktif, pelaku atau subjek menjadi pusat aksi yang sedang berlangsung.

Ciri-ciri kalimat aktif:

Subjek melakukan perbuatan

  1. Subjek dalam kalimat aktif adalah pelaku yang melakukan suatu tindakan. Contohnya: Mama memasak nasi. Di sini, "Mama" adalah subjek yang melakukan tindakan "memasak".
  2. Biasanya menggunakan kata kerja aktif
    Kata kerja dalam kalimat aktif menunjukkan aksi yang dilakukan oleh subjek, seperti makan, menulis, bermain, membaca, dan sebagainya.
  3. Urutan kalimat: subjek + predikat + objek
    Pola kalimat aktif umumnya mengikuti susunan ini. Misalnya: Ayah membaca buku.
    • Subjek: Ayah
    • Predikat (kata kerja): membaca
    • Objek: buku
  4. Menunjukkan pelaku dengan jelas
    Kalimat aktif menegaskan siapa yang melakukan tindakan, sehingga lebih jelas dan langsung.

Contoh kalimat aktif:

  • Si Kecil menggambar di kertas.
  • Mama menyiram tanaman di halaman.
  • Papa memperbaiki sepeda.

Kalimat Pasif dan Ciri-cirinya

Mama! Setelah kita memahami kalimat aktif, sekarang mari kita kenali kalimat pasif. Kalimat pasif adalah kebalikan dari kalimat aktif. Jika dalam kalimat aktif subjeknya adalah pelaku, maka dalam kalimat pasif subjeknya adalah pihak yang dikenai atau menerima tindakan

Ciri-ciri kalimat pasif:

  1. Subjek dikenai tindakan atau perbuatan
    Ini adalah ciri paling utama. Subjek dalam kalimat pasif bukanlah yang melakukan aksi, melainkan yang mengalami atau menerima aksi.
  2. Contoh: Nasi dimasak oleh Mama. (Nasi dikenai tindakan dimasak)
  3. Menggunakan kata kerja berawalan "di-" atau "ter-"
  4. Ini adalah petunjuk paling mudah dan umum untuk mengenali kalimat pasif dalam bahasa Indonesia.
    • Kata kerja berawalan di-dibuat, dimakan, disapu, dibaca, diambil.
    • Kata kerja berawalan ter-terlihat, terbawa, terjatuh, terpukul, termakan.
    • Contoh: Buku itu dibaca oleh Ayah. (Kata kerja "dibaca")
    • Contoh: Gelas itu terjatuh dari meja. (Kata kerja "terjatuh")
  5. Pelaku tindakan (agen) seringkali tidak disebutkan atau diletakkan setelah kata "oleh" Dalam kalimat pasif, siapa yang melakukan tindakan (pelaku) seringkali kurang penting atau bahkan tidak disebutkan sama sekali. Kalaupun disebutkan, biasanya diletakkan setelah kata "oleh".
  6. Pola kalimat: Subjek (objek dari kalimat aktif) + predikat (kata kerja pasif) (+ oleh pelaku jika disebutkan) Objek dari kalimat aktif akan berubah posisi menjadi subjek dalam kalimat pasif.Contoh Perubahan dari Aktif ke Pasif:
    • Aktif: Mama memasak nasi. (Subjek: Mama, Objek: nasi)
    • Pasif: Nasi dimasak oleh Mama. (Subjek: Nasi, Pelaku: Mama)

Contoh kalimat pasif:

Bola itu ditendang oleh Adik

Pohon itu ditanam Kakek

Jendela kelas dibuka oleh guru.

Materi Seni Rupa 

Teknik Menggambar Dasar

Berikut adalah beberapa teknik menggambar dasar yang dapat Anda coba:

  • Sketsa:Sketsa adalah gambar cepat dan kasar yang digunakan untuk menangkap ide atau bentuk dasar objek.
  • Menaungi:Menaungi digunakan untuk menciptakan ilusi kedalaman dan tekstur dalam sebuah gambar. Ini melibatkan penggunaan pensil atau arang untuk membuat bayangan dan sorotan.
  • Menetas:Menetas adalah teknik yang menggunakan garis-garis paralel untuk menciptakan bayangan dan tekstur. Garis-garis dapat bervariasi dalam ketebalan dan arah.
  • Blending:Blending adalah teknik yang digunakan untuk menghaluskan transisi antara warna atau bayangan yang berbeda. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan jari, kain lap, atau tortillon.

Penutup
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.

Senin, 05 Januari 2026

Materi Ajar Senin, 5 Januari 2026

  

Hari tanggal                        : Senin, 5 Januari 2026

Fase / Kelas                        : C / 6A

Muatan Pembelajaran     :   1. Pendidikan Pancasila (Keberagaman Budaya dan Agama)
                                                2. Bahasa Indonesia (Kalimat Aktif dan Pasif)
Metode Pembelajaaran    :  1. Project Based Learning (PjBL) (Pendidikan Pancasila)
                                                2. Discovery Learning(bahasa Indonesia)
Media Pembelajaran        : LKPD

Capaian Pembelajaran Pendidikan Pancasila 

Murid mampu menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.

Capaian Pembelaaran Bahasa Indonesia

Murid mampu memahami, menganalisis, dan menyajikan informasi dari berbagai teks (biografi, pidato) serta menggunakan kaidah kebahasaan dengan tepat untuk menyampaikan ide dan sikap kepedulian sosial.

Tujuan pembelajaran Pendidikan Pancasila 

· Murid dapat mengenal Indahnya keberagaman  Budaya dan Agama

Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia 

· Menganalisis bacaan tentang sosok inspiratif yang berhasil mengubah dunia.

· Mengenali dan memahami penggunaan kalimat aktif dan kalimat pasif.


Materi Pendidikan Pancasila

  1. Indonesia Negara yang Beragam
  • Indonesia memiliki keberagaman suku, budaya, bahasa, adat, dan agama.
  • Keberagaman ini adalah kekayaan bangsa, bukan penghalang persatuan.
  • Semboyan Bhinneka Tunggal Ika berarti berbeda-beda tetapi tetap satu.

Walaupun kita berbeda daerah, kebiasaan, atau agama, kita tetap satu sebagai bangsa Indonesia.

  1. Keberagaman Budaya di Indonesia

Budaya Indonesia sangat beragam karena wilayahnya luas dan terdiri dari banyak pulau.

Contoh keberagaman budaya:

  • Rumah adat
  • Pakaian adat
  • Tarian daerah
  • Alat musik tradisional
  • Bahasa daerah

Setiap daerah punya ciri khas sendiri yang perlu kita banggakan dan lestarikan.

  1. Keberagaman Agama dan Kepercayaan
  • Indonesia mengakui enam agama, yaitu:
    • Islam
    • Kristen
    • Katolik
    • Hindu
    • Buddha
    • Khonghucu
  • Negara juga mengakui aliran kepercayaan.
  • Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah sesuai keyakinannya.

Kita boleh beribadah sesuai agama kita, tapi juga harus menghormati teman yang berbeda agama.

  1. Pengertian Toleransi
  • Toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan.
  • Toleransi dilakukan tanpa harus meninggalkan keyakinan sendiri.
  • Sikap yang harus dihindari:
    • Mengejek budaya atau agama lain
    • Merasa budaya sendiri paling benar (etnosentrisme)
    • Bersikap pilih-pilih teman (diskriminasi)

Toleransi berarti bersikap baik dan menghargai orang lain meskipun berbeda.

  1. Contoh Sikap Toleransi dalam Kehidupan Sehari-hari

Lingkungan Keluarga

  • Menghormati orang tua dan anggota keluarga
  • Tidak mengganggu anggota keluarga yang berbeda hobi
  • Menjaga kerukunan di rumah

Lingkungan Sekolah

  • Berteman dengan semua siswa tanpa membedakan agama atau suku
  • Tidak melakukan perundungan (bullying)
  • Bekerja sama saat belajar kelompok

Lingkungan Masyarakat

  • Membantu tetangga tanpa melihat latar belakangnya
  • Tidak mengganggu orang yang sedang beribadah
  • Menghargai kegiatan adat di lingkungan sekitar
  1. Manfaat Sikap Toleransi
  • Hidup menjadi rukun dan damai
  • Tidak mudah terjadi konflik
  • Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa
  • Membuat lingkungan nyaman dan aman

Materi Bahasa Indonesia 

kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu tindakan atau perbuatan. Dengan kata lain, dalam kalimat aktif, pelaku atau subjek menjadi pusat aksi yang sedang berlangsung.

Ciri-ciri kalimat aktif:

Subjek melakukan perbuatan

  1. Subjek dalam kalimat aktif adalah pelaku yang melakukan suatu tindakan. Contohnya: Mama memasak nasi. Di sini, "Mama" adalah subjek yang melakukan tindakan "memasak".

  2. Biasanya menggunakan kata kerja aktif
    Kata kerja dalam kalimat aktif menunjukkan aksi yang dilakukan oleh subjek, seperti makan, menulis, bermain, membaca, dan sebagainya.

  3. Urutan kalimat: subjek + predikat + objek
    Pola kalimat aktif umumnya mengikuti susunan ini. Misalnya: Ayah membaca buku.

    • Subjek: Ayah

    • Predikat (kata kerja): membaca

    • Objek: buku

  4. Menunjukkan pelaku dengan jelas
    Kalimat aktif menegaskan siapa yang melakukan tindakan, sehingga lebih jelas dan langsung.

Contoh kalimat aktif:

  • Si Kecil menggambar di kertas.

  • Mama menyiram tanaman di halaman.

  • Papa memperbaiki sepeda.

Kalimat Pasif dan Ciri-cirinya

Mama! Setelah kita memahami kalimat aktif, sekarang mari kita kenali kalimat pasif. Kalimat pasif adalah kebalikan dari kalimat aktif. Jika dalam kalimat aktif subjeknya adalah pelaku, maka dalam kalimat pasif subjeknya adalah pihak yang dikenai atau menerima tindakan

Ciri-ciri kalimat pasif:

  1. Subjek dikenai tindakan atau perbuatan
    Ini adalah ciri paling utama. Subjek dalam kalimat pasif bukanlah yang melakukan aksi, melainkan yang mengalami atau menerima aksi.
    Contoh: Nasi dimasak oleh Mama. (Nasi dikenai tindakan dimasak)

  2. Menggunakan kata kerja berawalan "di-" atau "ter-"
    Ini adalah petunjuk paling mudah dan umum untuk mengenali kalimat pasif dalam bahasa Indonesia.

    • Kata kerja berawalan di-dibuat, dimakan, disapu, dibaca, diambil.

    • Kata kerja berawalan ter-terlihat, terbawa, terjatuh, terpukul, termakan.
      Contoh: Buku itu dibaca oleh Ayah. (Kata kerja "dibaca")
      Contoh: Gelas itu terjatuh dari meja. (Kata kerja "terjatuh")

  3. Pelaku tindakan (agen) seringkali tidak disebutkan atau diletakkan setelah kata "oleh"
    Dalam kalimat pasif, siapa yang melakukan tindakan (pelaku) seringkali kurang penting atau bahkan tidak disebutkan sama sekali. Kalaupun disebutkan, biasanya diletakkan setelah kata "oleh".

  4. Pola kalimat: Subjek (objek dari kalimat aktif) + predikat (kata kerja pasif) (+ oleh pelaku jika disebutkan)
    Objek dari kalimat aktif akan berubah posisi menjadi subjek dalam kalimat pasif.
    Contoh Perubahan dari Aktif ke Pasif:

    • Aktif: Mama memasak nasi. (Subjek: Mama, Objek: nasi)

    • Pasif: Nasi dimasak oleh Mama. (Subjek: Nasi, Pelaku: Mama)

Contoh kalimat pasif:

Bola itu ditendang oleh Adik

Pohon itu ditanam Kakek

Jendela kelas dibuka oleh guru.


Kesimpulan

Penutup
Demikian pembelajaran hari ini, semoga bermanfaat. dan kita akan lanjutkan pada pertemua selanjutnya.


Senin, 15 Desember 2025

Remedial dan Pengayaan Senin, 15 Desember 2025

 

Hari / Tanggal                : Senin, 15 Desember 2025

Kelas :                            : 6A

Materi                          : Remedial dan pengayaan 

Mapel                             : matematika 

Alokasi Waktu               : 1 x Pertemuan 

πŸ’₯πŸ’₯ Assalamualaikum wr.wb πŸ’₯πŸ’₯
Good Morning my lovely students??
How are you today??
πŸ’•πŸ’•
πŸ’•πŸ’•

Semoga di pagi yang sangat cerah iniπŸ’•πŸ’• alhamdulillah mulai hari "Senin, 15  Desember 2025"  semogga kalian sudah siap mengerjakan remedial dan pengayaan , yang akan ibu guru berikan yaa .. Sebelum kita memulai pembelajaran, sebaiknya ananda sholeh sholehah semua sudah melaksanakan sholat dhuha secara berjamaah di kelas,  setelah melakukan  sholat dhuha kita akan lanjut muroja'ah ananda sholeh sholeha . Baiklah ananda sholeh sholehah berikut ini jadwal  remedial dan pengayaan 

Berikut contoh soal remedial dan pengayaan πŸ‘πŸ‘

1. Bu Hesti dalam satu hari membutuhkan 5/6  kg beras untuk jualan. Bu Hesti baru saja membeli 24 kg beras. Berapa kg beras yang dibutuhkan Bu Hesti dalam satu hari?  

2. Sari memiliki 10 roti. Dia akan memberikan roti yang dimilikinya tersebut kepada teman-temannya. Untuk membaginya secara adil, Sari akhirnya memberikan masing-masing  1/2 bagian roti kepada setiap temannya. Berapa orang teman Sari yang mendapatkan roti tersebut?

3. Setiap 1 meter menghabiskan  1/4  kaleng cat. Berapa kaleng yang dibutuhkan untuk mengecat tembok yang luasnya 12 meter?

4. Bagaimana cara menuliskan bilangan "delapan ratus delapan belas koma delapan enam”?

5. Urutkan pecahan 0,25; 0,18; 0,35 dari yang terbesar!

Diharapkan ananda sholeh sholehah

 πŸ‘‰Memakai Pakaian Seragam Sekolah, 

πŸ‘‰ Membawa Alat Tulis

 Tetap semangat ananda sholeh solehah dalam mengerjakan  remedial dan pengayann  ❤❤❤❤

πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰ Selalu melaksanakan sholat 5 waktu 

πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰ sholat dhuha dan murojaah 

πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰ Selalu menjaga kesehatan 

Semangat πŸ’ͺπŸ’ͺ